INDRAMAYU — PERTANYAAN
Saya memiliki pertanyaan seputar BPSK. Apa yang dimaksud dari BPSK? Apa saja tugas dan kewenangan BPSK dalam menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha? Jika saya ingin melaporkan pelaku usaha yang merugikan saya, bagaimana mekanismenya? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih dan untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga bertambah ilmu dan wawasannya. Aamiin..
Bob Kabayan – Tinumpuk City
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Perlindungan Konsumen】
ᴹᵉⁿᵘʳᵘᵗ ᵁᵁ ᴾᵉʳˡⁱⁿᵈᵘⁿᵍᵃⁿ ᴷᵒⁿˢᵘᵐᵉⁿ, ᴮᴾˢᴷ ˢⁱⁿᵍᵏᵃᵗᵃⁿ ᵈᵃʳⁱ ᴮᵃᵈᵃⁿ ᴾᵉⁿʸᵉˡᵉˢᵃⁱᵃⁿ ˢᵉⁿᵍᵏᵉᵗᵃ ᴷᵒⁿˢᵘᵐᵉⁿ, ʸᵃⁱᵗᵘ ᵇᵃᵈᵃⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵇᵉʳᵗᵘᵍᵃˢ ᵐᵉⁿᵃⁿᵍᵃⁿⁱ ᵈᵃⁿ ᵐᵉⁿʸᵉˡᵉˢᵃⁱᵏᵃⁿ ˢᵉⁿᵍᵏᵉᵗᵃ ᵃⁿᵗᵃʳᵃ ᵖᵉˡᵃᵏᵘ ᵘˢᵃʰᵃ ᵈᵃⁿ ᵏᵒⁿˢᵘᵐᵉⁿ. ᵀᵘᵍᵃˢ ᵈᵃⁿ ᵏᵉʷᵉⁿᵃⁿᵍᵃⁿ ᴮᴾˢᴷ ᵈⁱᵃᵗᵘʳ ˢᵉᶜᵃʳᵃ ᵏʰᵘˢᵘˢ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴾᵉʳᵐᵉⁿᵈᵃᵍ ⁷²/²⁰²⁰. ˢᵉᵈᵃⁿᵍᵏᵃⁿ ᵃˡᵘʳ ᵖᵉⁿʸᵉˡᵉˢᵃⁱᵃⁿ ˢᵉⁿᵍᵏᵉᵗᵃ ᵏᵒⁿˢᵘᵐᵉⁿ ᵐᵉˡᵃˡᵘⁱ ᴮᴾˢᴷ, ᵈⁱᵃᵗᵘʳ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴾᵉʳᵐᵉⁿᵈᵃᵍ ¹⁷/²⁰⁰⁷.
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Apa itu BPSK?
Sebelum membahas mengenai apa yang dimaksud dari BPSK, pada dasarnya, peraturan BPSK dapat merujuk pada ketentuan UU Perlindungan Konsumen atau secara khusus pada atau Permendag 72/2020 tentang BPSK.
Lantas, apa itu BPSK? Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen atau B͟P͟S͟K͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ b͟a͟d͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟u͟g͟a͟s͟ m͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟i͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟n͟g͟k͟e͟t͟a͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ u͟s͟a͟h͟a͟ d͟a͟n͟ k͟͟͟o͟͟͟n͟͟͟s͟͟͟u͟͟͟m͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟.[¹] U͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟i͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟n͟g͟k͟e͟t͟a͟ k͟͟o͟͟n͟͟s͟͟u͟͟m͟͟e͟͟n͟͟, B͟P͟S͟K͟ m͟e͟m͟b͟e͟n͟t͟u͟k͟ m͟a͟j͟e͟l͟i͟s͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟j͟u͟m͟l͟a͟h͟ g͟a͟n͟j͟i͟l͟ m͟i͟n͟i͟m͟a͟l͟ 3 o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, y͟a͟n͟g͟ m͟e͟w͟a͟k͟i͟l͟i͟ s͟e͟m͟u͟a͟ u͟n͟s͟u͟r͟ [²] d͟a͟n͟ d͟i͟b͟a͟n͟t͟u͟ o͟l͟e͟h͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ p͟͟a͟͟n͟͟i͟͟t͟͟e͟͟r͟͟a͟͟.[³]
Lalu, siapa yang membentuk BPSK? B͟P͟S͟K͟ d͟i͟b͟e͟n͟t͟u͟k͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ g͟u͟b͟e͟r͟n͟u͟r͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ k͟e͟r͟j͟a͟ p͟͟r͟͟o͟͟v͟͟i͟͟n͟͟s͟͟i͟͟, y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟d͟i͟r͟i͟ a͟t͟a͟s͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ k͟͟͟͟a͟͟͟͟b͟͟͟͟u͟͟͟͟p͟͟͟͟a͟͟͟͟t͟͟͟͟e͟͟͟͟n͟͟͟͟/k͟͟͟o͟͟͟t͟͟͟a͟͟͟.[⁴] A͟d͟a͟p͟u͟n͟ k͟e͟a͟n͟g͟g͟o͟t͟a͟a͟n͟ B͟P͟S͟K͟ t͟e͟r͟d͟i͟r͟i͟ d͟a͟r͟i͟ u͟n͟s͟u͟r͟ p͟͟e͟͟m͟͟e͟͟r͟͟i͟͟n͟͟t͟͟a͟͟h͟͟, k͟͟o͟͟n͟͟s͟͟u͟͟m͟͟e͟͟n͟͟, d͟a͟n͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ u͟͟s͟͟a͟͟h͟͟a͟͟.[⁵]
Tugas dan Kewenangan BPSK
Selanjutnya, BPSK hanya dapat melaksanakan tugas dan wewenang setelah memperoleh Surat Tanda Daftar BPSK, [⁶] y͟a͟i͟t͟u͟ d͟o͟k͟u͟m͟e͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ B͟P͟S͟K͟ t͟e͟l͟a͟h͟ t͟e͟r͟d͟a͟f͟t͟a͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ d͟a͟f͟t͟a͟r͟ B͟P͟S͟K͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟t͟e͟t͟a͟p͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ D͟i͟r͟e͟k͟t͟u͟r͟ J͟e͟n͟d͟e͟r͟a͟l͟ P͟e͟r͟l͟i͟n͟d͟u͟n͟g͟a͟n͟ K͟o͟n͟s͟u͟m͟e͟n͟ d͟a͟n͟ T͟e͟r͟t͟i͟b͟ N͟͟i͟͟a͟͟g͟͟a͟͟, K͟e͟m͟e͟n͟t͟e͟r͟i͟a͟n͟ P͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟g͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟.[⁷]
Adapun tugas dan kewenangan BPSK meliputi:[⁸]
a. melaksanakan
penanganan dan
penyelesaian
sengketa konsumen,
dengan cara melalui
mediasi, arbitrase,
atau konsiliasi;
b. memberikan
konsultasi
perlindungan
konsumen;
c. melakukan
pengawasan
terhadap
pencantuman
klausula baku;
d. melaporkan kepada
penyidik umum
apabila terjadi
pelanggaran
ketentuan dalam UU
Perlindungan
Konsumen;
e. menerima
pengaduan baik
tertulis maupun
tidak tertulis, dari
konsumen tentang
terjadinya
pelanggaran
terhadap
perlindungan
konsumen;
f. melakukan penelitian
dan pemeriksaan
sengketa
perlindungan
konsumen;
g. memanggil pelaku
usaha yang diduga
telah melakukan
pelanggaran
terhadap
perlindungan
konsumen;
h. memanggil dan
menghadirkan saksi,
saksi ahli, dan/atau
setiap orang yang
dianggap
mengetahui
pelanggaran
terhadap UU
Perlindungan
Konsumen;
i. meminta bantuan
penyidik untuk
menghadirkan
pelaku usaha, saksi,
saksi ahli, atau
setiap orang
sebagaimana
dimaksud pada
huruf g dan huruf h,
yang tidak bersedia
memenuhi panggilan
BPSK;
j. mendapatkan,
meneliti, dan/atau
menilai surat,
dokumen, atau alat
bukti lain guna
penyelidikan dan
atau pemeriksaan;
k. memutuskan dan
menetapkan ada
atau tidak adanya
kerugian di pihak
konsumen;
l. memberitahukan
putusan kepada
pelaku usaha yang
melakukan
pelanggaran
terhadap
perlindungan
konsumen;
m. menjatuhkan sanksi
administratif kepada
pelaku usaha yang
melanggar
ketentuan UU
Perlindungan
Konsumen.
Lantas, bagaimana alur penyelesaian sengketa konsumen melalui BPSK?
Alur Penyelesaian Sengketa Konsumen
Terkait dengan alur penyelesaian sengketa konsumen melalui BPSK, kami akan merujuk pada Permendag 17/2007.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa penggugat yang mengalami kerugian dapat mengajukan gugatan melalui BPSK terdekat b͟a͟i͟k͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ t͟u͟l͟i͟s͟a͟n͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ l͟͟͟i͟͟͟s͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟.[⁹] G͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ j͟u͟g͟a͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟g͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟a͟l͟a͟m͟i͟ k͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟u͟͟͟g͟͟͟i͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟.[¹⁰] Akan tetapi, dalam hal tertentu, gugatan dapat diajukan oleh:[¹¹]
a. ahli waris, apabila
konsumen
meninggal dunia,
dengan
melampirkan
keterangan ahli
waris;
b. pemegang kuasa
apabila konsumen
sakit yang dibuktikan
dengan surat
keterangan dokter;
c. pemegang kuasa
apabila konsumen
warga negara asing;
d. orang tua atau wali
apabila konsumen
belum dewasa;
e. pengampu apabila
konsumen
dinyatakan di bawah
pengampuan.
Kemudian, terdapat persyaratan pengajuan gugatan yang harus dipenuhi, antara lain:[¹²]
a. telah terjadi
kerugian material
yang dialami
penggugat;
b. diajukan oleh
konsumen akhir;
c. gugatan tidak
sedang dalam
proses penyelesaian
oleh BPSK lain dan
atau pengadilan
yang dituangkan
dalam pernyataan
oleh penggugat;
d. gugatan belum
pernah diputus oleh
BPSK lain dan/atau
pengadilan, yang
dituangkan dalam
surat pernyataan
oleh penggugat.
Secara garis besar tahapannya adalah sebagai berikut.
- Pertama, gugatan didaftarkan melalui sekretariat BPSK untuk registrasi.[¹³] Sebagaimana kami jelaskan, yang dapat mengajukan gugatan adalah penggugat yang mengalami kerugian, kecuali dalam hal tertentu gugatan dapat diajukan oleh ahli waris/pemegang kuasa/orang tua atau wali/pengampu.
- Kedua, registrasi gugatan yang diajukan secara tertulis dilakukan dengan memberi bukti penerimaan oleh sekretariat.[¹⁴] Gugatan yang diajukan secara tertulis harus memuat data dan informasi mengenai:[¹⁵]
a. identitas penggugat
yang disertai bukti
diri;
b. identitas tergugat;
c. objek gugatan;
d. bukti perolehan
barang dan/atau
jasa (seperti bon,
faktur, kwitansi, atau
bukti lain);
e. tempat dan tanggal
diperoleh barang
atau jasa atau
kejadian tersebut;
f. kerugian materiel
yang dialami
penggugat.
Sedangkan, registrasi gugatan yang diajukan secara lisan dilakukan dengan pencatatan oleh sekretariat dalam formulir yang disediakan, dan dibubuhi tanda tangan atau cap jempol oleh penggugat serta diberikan bukti penerimaan dari sekretariat.[¹⁶] Gugatan yang diajukan secara lisan harus berisi keterangan tentang data dan informasi yang sama dengan gugatan yang diajukan secara tertulis.[¹⁷]
- Ketiga, setelah gugatan dinyatakan lengkap oleh sekretariat, selambat-lambatnya dalam waktu 3 hari kerja, ketua BPSK melalui kepala sekretariat memanggil tergugat untuk diberitahu adanya gugatan yang diajukan penggugat melalui BPSK.[¹⁸] Surat panggilan ini memuat hari, tanggal, jam, dan tempat sidang.[¹⁹]
Apabila penggugat tidak hadir dalam sidang, maka gugatan dinyatakan gugur.[²⁰] Sedangkan, apabila tergugat tidak hadir, maka k͟e͟p͟a͟l͟a͟ s͟e͟k͟r͟e͟t͟a͟r͟i͟a͟t͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟t͟i͟d͟a͟k͟h͟a͟d͟i͟r͟a͟n͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟e͟t͟u͟a͟ B͟͟P͟͟S͟͟K͟͟.[²¹]
Atas laporan tersebut, ketua BPSK membentuk majelis dan dibantu oleh panitera untuk m͟e͟n͟e͟l͟i͟t͟i͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟g͟a͟t͟ serta m͟e͟m͟i͟l͟i͟h͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ a͟k͟a͟n͟ d͟͟i͟͟a͟͟m͟͟b͟͟i͟͟l͟͟, yaitu.[²²]
a. B͟P͟S͟K͟ m͟e͟l͟a͟p͟o͟r͟k͟a͟n͟
t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟
p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟
d͟i͟p͟r͟o͟s͟e͟s͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟
p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟
p͟͟e͟͟r͟͟u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟-
u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟, a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟
g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟g͟a͟t͟
m͟e͟n͟g͟a͟n͟d͟u͟n͟g͟ u͟n͟s͟u͟r͟
p͟i͟d͟a͟n͟a͟;
b. BPSK meminta
bantuan penyidik
untuk menghadirkan
tergugat;
c. BPSK mengusulkan
kepada instansi yang
berwenang untuk
menjatuhkan sanksi
administratif sesuai
peraturan
perundang-
undangan;
d. BPSK melakukan
koordinasi dengan
instansi terkait atau
asosiasi pelaku
usaha untuk
membantu
menghadirkan
tergugat agar
memenuhi panggilan
BPSK.
- Keempat, apabila tergugat hadir setelah dilakukan tindakan di atas , maka majelis akan mendampingi para pihak untuk menyelesaikan sengketa secara konsiliasi.[²³] Tata cara penyelesaian sengketa konsumen dengan cara konsiliasi adalah:[²⁴]
a. majelis
menyerahkan
sepenuhnya proses
penyelesaian
sengketa kepada
konsumen dan
pelaku usaha yang
bersangkutan, baik
mengenai bentuk
maupun jumlah
ganti rugi;
b. majelis bertindak
pasif sebagai
konsiliator;
c. majelis menerima
hasil musyawarah
konsumen dan
pelaku usaha
dengan
mengeluarkan
keputusan.
- Kelima, apabila para pihak tidak berhasil menyelesaikan sengketa secara konsiliasi majelis akan membantu menyelesaikan sengketa secara mediasi.[²⁵] Tata cara penyelesaian sengketa konsumen dengan cara mediasi adalah:[²⁶]
a. majelis
menyerahkan
sepenuhnya proses
penyelesaian
sengketa kepada
konsumen dan
pelaku usaha yang
bersangkutan, baik
mengenai bentuk
maupun ganti rugi;
b. majelis bertindak
aktif sebagai
mediator dengan
memberikan
nasehat, petunjuk,
saran dan
upaya-upaya lain
dalam
menyelesaikan
sengketa;
c. majelis menerima
hasil musyawarah
konsumen dan
pelaku usaha dan
mengeluarkan
putusan.
Apabila para pihak b͟e͟r͟h͟a͟s͟i͟l͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟n͟g͟k͟e͟t͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ k͟o͟n͟s͟i͟l͟i͟a͟s͟i͟ a͟t͟a͟u͟ m͟͟͟͟͟e͟͟͟͟͟d͟͟͟͟͟i͟͟͟͟͟a͟͟͟͟͟s͟͟͟͟͟i͟͟͟͟͟, m͟a͟k͟a͟ k͟e͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ d͟i͟t͟u͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟t͟a͟n͟d͟a͟t͟a͟n͟g͟a͟n͟i͟ o͟l͟e͟h͟ p͟a͟r͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ d͟a͟n͟ d͟i͟k͟u͟a͟t͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ m͟͟a͟͟j͟͟e͟͟l͟͟i͟͟s͟͟.[²⁷]
- Keenam, apabila para pihak t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟h͟a͟s͟i͟l͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟n͟g͟k͟e͟t͟a͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ m͟͟e͟͟d͟͟i͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, majelis akan menyelesaikan sengketa secara arbitrase.[²⁸] Penyelesaian sengketa secara arbitrase dilakukan oleh majelis, melalui tahap sebagai berikut:[²⁹]
a. penggugat memilih
arbiter dari unsur
konsumen sebagai
anggota majelis;
b. tergugat memilih
arbiter dari unsur
pelaku usaha
sebagai anggota
majelis; dan
c. arbiter yang dipilih
para pihak tersebut
akan memilih arbiter
ketiga dari unsur
pemerintah, sebagai
ketua majelis.
M͟a͟j͟e͟l͟i͟s͟ w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ s͟e͟l͟a͟m͟b͟a͟t͟-l͟a͟m͟b͟a͟t͟n͟y͟a͟ d͟a͟l͟a͟m͟ w͟a͟k͟t͟u͟ 21 h͟a͟r͟i͟ t͟e͟r͟h͟i͟t͟u͟n͟g͟ s͟e͟j͟a͟k͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ d͟i͟t͟e͟r͟i͟m͟a͟ o͟l͟e͟h͟ m͟a͟j͟e͟l͟i͟s͟ b͟a͟i͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟a͟s͟i͟n͟g͟-m͟a͟s͟i͟n͟g͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ k͟͟o͟͟n͟͟s͟͟i͟͟l͟͟i͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, m͟͟e͟͟d͟͟i͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, m͟a͟u͟p͟u͟n͟ a͟͟͟r͟͟͟b͟͟͟i͟͟͟t͟͟͟r͟͟͟a͟͟͟s͟͟͟e͟͟͟.[³⁰] Putusan ini ditandatangani oleh ketua dan anggota majelis.[³¹]
Sebagai informasi, jenis putusan BPSK dapat berupa:[³²]
a. perdamaian;
b. gugatan ditolak;
atau
c. gugatan dikabulkan.
Lantas, apakah putusan BPSK bersifat final? P͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ m͟a͟j͟e͟l͟i͟s͟ b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ f͟i͟n͟a͟l͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟i͟k͟a͟t͟ u͟n͟t͟u͟k͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ k͟o͟n͟s͟i͟l͟i͟a͟s͟i͟ d͟a͟n͟ m͟͟e͟͟d͟͟i͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, sedangkan untuk p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ a͟r͟b͟i͟t͟r͟a͟s͟e͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ k͟͟e͟͟b͟͟e͟͟r͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟.[³³]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
- Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 17/M-DAG/PER/4/2007 Tahun 2007 tentang Tugas dan Wewenang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen serta Tata Cara Penyelesaian Sengketa Konsumen;
- Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 72 Tahun 2020 tentang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Tugas dan Wewenang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang dibuat oleh Dian Purnama Anugerah, S. H., M.H.,LLM dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 24 Agustus 2023. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” pada tanggal 27 Mei 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 02 September 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

