INDRAMAYU — Ratusan hektar lahan sawah di Kecamatan Bongas, Kandanghaur dan Kecamatan Gabus Wetan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, kini terancam kekeringan. Hal itu menyusul tidak adanya lagi aliran air di sejumlah Sungai termasuk dari saluran Salam Dharma.
Hasil pemantauan lintaspanturaindonesia.com di lapangan hanya sedikit air yang tersisa yang menggenang di saluran irigasi, sementara petani dalam satu titik 5 sampai 6 mesin pompa air terlihat hanya teronggok dan tidak lagi mampu menyedot air ke sawah mereka.
Puncak kemarau di masa musim tanam Gadu memang selama ini menjadi ancaman yang serius karena mengakibatkan banyak lahan sawah yang gagal tanam.
Menurut Sunardi (43) salah satu petani di desa Gabus Kulon sudah 3 hari ini petani hampir berebut air menyusul khawatir akan kekeringan lahan sawah mereka.
“Kita sudah panik Pak sisa air sudah tidak ada yang disedot lagi, sementara sawah kami sudah mulai terancam kekeringan”, tuturnya.
Saluran pengalapan Salam Darma yang melewati wilayah Desa Cipedang, Jayamulya, Kapitu, Gabus Kulon, Drunten nyaris tak menyisakan sumber air lagi. Petani di wilayah ini sangat berharap adanya upaya pemerintah untuk membantu menyalurkan air dari sumber air yang masih tersisa seperti pintu air Salam Darma. Tidak itu saja sumber air di Pengalapan Salam Darma melewati wilayah Cipedang tersebut juga harus berebut dengan pengambilan air baku di wilayah tersebut.
Wilayah Indramayu Barat sebenarnya masuk kategori Golongan 1 dan 2 irigasi teknis namun kondisi kemarau yang cukup berkepanjangan ini menyebabkan tak ada lagi sumber air di sejumlah saluran irigasi yang ada di wilayah ini. Bagi petani berharap adanya turun hujan serta tersedia sumber air, dengan demikian akibat adanya turun hujan maka di wilayah hulu bagian dari sebuah harapan agar lahan sawah mereka tidak terancam gagal tanam, pintanya. (Joe)
Editor: Abdul Gani
