INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — Peluang kerja menjadi buruh migran ke luar negeri di Indramayu masih menjadi animo yang cukup tinggi di kalangan masyarakat . Untuk mempersiapkan skill atau keahlian bagi para calon buruh migran tersebut saat ini menjamur puluhan bahkan ratusan Lembaga pelatihan kerja (LPK) dan Badan Latihan Kerja (BLK).
Lembaga ini bertanggung jawab untuk membekali ilmu para calon buruh migran harus memiki keahlian dan pemahaman kultur negara tujuan yang di tuju.
Lantas bagaimana Lembaga resmi yang telah memiliki kualifikasi dan kelayakan, salah satunya melalui badan nasional sertifikasi profesi (BNSP), OSS (Online Singel Submision) yaitu sistim perijinan usaha terintegrasi elektorik untuk mempemudah perijinan seperti pembuatan NIB.
Kasie yang menangani LPK/BLK Disnaker Kabupaten Indramayu, Erni mengungkapkan pengawasan dan pemantauan LPK/BLK terus dilakukan termasuk persyaratan perizinan yang harus dipenuhi BLK maupun LPK.
“Semua bentuk perizinan harus dipenuhi untuk bisa mendirikan BLK dan LPK pemantauan dan pengawasan terhadap kualitas para lulusan melalui pemberian sertifikat baik lokal maupun lewat BNSP yang berskala nasional,” tandas dia.
Salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang dinilai telah memenuhi standar perizinan diantaranya BLK Lentera Makmur Sentosa yang beralamat di Jalan Mayor Dasuki Nomor 21 Penganjang Indramayu. Lembaga ini telah melatih puluhan bahkan ratusan calon bruh migran melalui pemberian sertifikat keahlian dan kelayakan sebagai calon buruh migran. Perusahaan
Pimpinan LPK Lentera Makmur Sentosa, Sutardi menjelaskan bila perusahaannya saat ini bekerja sama dengan P3MI salah satunya dengan PT Bina Adi Daya Mandiri dan beberapa perusahaan lainnya. “Kita menjaga kerjasama sejumlah perusahaan penempatan pekerja migran indonesia (P3MI) sebahai perusahaan resmi,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya LPK Lentera Makmur Sentosa melibatkan para instruktur terlatih dan bersertifikan BNSP. Kita memiliki selogan bagi para buruh migran “Jangan Berangkat Sebelum Siap” , artinya mereka dibekali keterampilan dan pelatihan kerja yang aplikatif dan siap kerja sesuai dengan tuntutan dan kebutuan kerja,” pungkasnya (jou)

