INDRAMAYU (lintaspanturaindonesia.com )– Setelah viral di media sosial, tiga dari lima siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sindang yang diduga terlibat dalam aksi geng motor diputuskan dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan kepada orang tuanya.
Keputusan tersebut diambil setelah orang tua siswa yang bersangkutan dihadirkan ke sekolah serta berdasarkan laporan dari pihak kepolisian.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Sindang, Diana Susanti, yang didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Sindang, Nurhadi, Senin (8/6/2026).
Menurut Diana, keputusan mengembalikan siswa kepada orang tua mengacu pada kesepakatan Fakta Integritas Panca Waluya yang dibuat dan ditandatangani bersama oleh siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
Dalam poin 8 disebutkan bahwa siswa SMAN 1 Sindang dilarang menggunakan narkoba, membawa senjata tajam ke sekolah, merokok, melakukan tindakan asusila, melakukan seks bebas, membawa alat kontrasepsi, terlibat dalam kegiatan geng motor, serta mengajak siswa lain untuk bergabung dalam kelompok tersebut.
“Melihat perilaku tersebut serta berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan siswa kepada orang tua,” jelas Diana Susanti.
Langkah tersebut, kata Diana, dilakukan agar para siswa masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain. Pihak sekolah akan membantu menyalurkan mereka melalui jalur mutasi ke sekolah swasta, program Kejar Paket C, maupun sekolah di luar Kabupaten Indramayu.
“Tiga orang sudah diproses. Sementara dua orang lainnya masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak sekolah untuk memastikan keterlibatan mereka sesuai laporan dari pihak kepolisian,” kata Diana.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota geng motor yang juga merupakan siswa SMA Negeri 1 Sindang diamankan dan diinterogasi warga Desa Sindang terkait aksi yang meresahkan masyarakat.
Para anggota geng motor tersebut diamankan warga di Balai Desa Sindang setelah diduga melakukan aksi perusakan terhadap pedagang di sekitar GOR Singalodra serta membunyikan knalpot sepeda motor yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Taryam)
Editor: Abdul Gani

