INDRAMAYU — PERTANYAAN
Saya mempunyai kasus yang bagi saya begitu rumit? Perihal kasus yang sedang saya hadapi sudah berjalan begitu lama, memakan waktu 2,6 tahun, namun belum juga selesai tiba-tiba pihak penyidik menghentikan kasus tersebut dengan alasan belum diketemukan adanya peristiwa pidana?
Sebagai warga biasa saya merasa kesimpulan tersebut belum memuaskan, karena saya merasa apa yang menjadi hak saya belum saya terima dan masih ada di tangan terduga pelaku dan bagi saya kasus tersebut penuh dengan kejanggalan?
Terhadap hal tersebut saya memiliki pertanyaan, walaupun saat ini penyelidikan belum diberhentikan seluruhnya dan jika nantinya penyidikan diberhentikan secara total oleh polisi, apakah ada upaya yang dapat dilakukan jika hasilnya belum memuaskan dan masih menimbulkan kejanggalan?
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga diberikan wawasan dan ilmu bermanfaat bagi orang lain. Aamiin..
Fitri Ayuni – Mundu, Karpel
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᵀᵉʳʰᵃᵈᵃᵖ ᵖᵉⁿʸᵉˡⁱᵈⁱᵏᵃⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵇᵉʳʰᵉⁿᵗⁱᵏᵃⁿ, ᵖᵉˡᵃᵖᵒʳ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵐᵉⁿʸᵃᵐᵖᵃⁱᵏᵃⁿ ᵏᵉᵇᵉʳᵃᵗᵃⁿ ᵏᵉᵖᵃᵈᵃ ᵃᵗᵃˢᵃⁿ ᵖᵉⁿʸⁱᵈⁱᵏ ᵃᵗᵃˢ ᵖᵉⁿᵍʰᵉⁿᵗⁱᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵈᵃⁿ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵍᵉˡᵃʳ ᵖᵉʳᵏᵃʳᵃ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉⁿᵉⁿᵗᵘᵏᵃⁿ ᵏᵉᵍⁱᵃᵗᵃⁿ ᵖᵉⁿʸᵉˡⁱᵈⁱᵏᵃⁿ ⁱⁿⁱ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵃᵗᵃᵘ ᵗⁱᵈᵃᵏ ᵈⁱᵗⁱⁿᵍᵏᵃᵗᵏᵃⁿ ᵏᵉ ᵗᵃʰᵃᵖ ᵖᵉⁿʸⁱᵈⁱᵏᵃⁿ.
ˢᵉᵈᵃⁿᵍᵏᵃⁿ ᵗᵉʳʰᵃᵈᵃᵖ ᵖᵉⁿʸⁱᵈⁱᵏᵃⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵇᵉʳʰᵉⁿᵗⁱᵏᵃⁿ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵖʳᵃᵖᵉʳᵃᵈⁱˡᵃⁿ ᵈᵃⁿ ᵖᵉⁿᵍᵃᵈⁱˡᵃⁿ ⁿᵉᵍᵉʳⁱ ᵇᵉʳʷᵉⁿᵃⁿᵍ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉᵐᵉʳⁱᵏˢᵃ ˢᵉʳᵗᵃ ᵐᵉᵐᵘᵗᵘˢ ˢᵃʰ ᵃᵗᵃᵘ ᵗⁱᵈᵃᵏⁿʸᵃ ᵖᵉⁿᵍʰᵉⁿᵗⁱᵃⁿ ᵖᵉⁿʸⁱᵈⁱᵏᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ.
ᴾᵉʳⁱʰᵃˡ ᵗᵉʳᵈᵃᵖᵃᵗ ᵏᵉʲᵃⁿᵍᵍᵃˡᵃⁿ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵖʳᵒˢᵉˢ ᵖᵉⁿʸᵉˡⁱᵈⁱᵏᵃⁿ ᵈᵃⁿ ᵖᵉⁿʸⁱᵈⁱᵏᵃⁿ, ᵐᵉⁿᵘʳᵘᵗ ʰᵉᵐᵃᵗ ᵏᵃᵐⁱ ᴬⁿᵈᵃ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵐᵉˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵖᵉⁿᵍᵃᵈᵘᵃⁿ ᵐᵃˢʸᵃʳᵃᵏᵃᵗ (“ᴰᵘᵐᵃˢ”) ᵃᵗᵃᵘ ᵐᵉˡᵃᵖᵒʳᵏᵃⁿ ʰᵃˡ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵏᵉᵖᵃᵈᵃ ᴷᵒᵐⁱˢⁱ ᴷᵉᵖᵒˡⁱˢⁱᵃⁿ ᴺᵃˢⁱᵒⁿᵃˡ (“ᴷᵒᵐᵖᵒˡⁿᵃˢ”) ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱ ᵖᵉⁿᵍᵃʷᵃˢ ᵉᵏˢᵗᵉʳⁿᵃˡ ᵗᵉʳʰᵃᵈᵃᵖ ᵏⁱⁿᵉʳʲᵃ ᴾᵒˡʳⁱ.
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pemberhentian Penyelidikan
Anda menyebutkan bahwa kasus yang Anda maksud masih dalam tahap penyelidikan. Menurut Pasal 1 angka 5 KUHAP, penyelidikan a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟e͟r͟a͟n͟g͟k͟a͟i͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟i͟d͟i͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟c͟a͟r͟i͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟e͟m͟u͟k͟a͟n͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟w͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟d͟u͟g͟a͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ g͟u͟n͟a͟ m͟e͟n͟e͟n͟t͟u͟k͟a͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ a͟t͟a͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟n͟y͟a͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ c͟a͟r͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ K͟͟U͟͟H͟͟A͟͟P͟͟.
P͟e͟n͟y͟e͟l͟i͟d͟i͟k͟a͟n͟ w͟a͟j͟i͟b͟ s͟e͟g͟e͟r͟a͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ j͟i͟k͟a͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟i͟d͟i͟k͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟e͟͟t͟͟a͟͟h͟͟u͟͟i͟͟, m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ l͟a͟p͟o͟r͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟a͟n͟ t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟n͟y͟a͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟w͟a͟ y͟a͟n͟g͟ p͟a͟t͟u͟t͟ d͟͟i͟͟d͟͟u͟͟g͟͟a͟͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟͟i͟͟͟d͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟a͟͟͟.[¹] Kegiatan penyelidikan dilakukan dengan cara:[²]
- pengolahan TKP;
- pengamatan (observasi);
- wawancara (interview);
- pembantutan (surveillance);
- penyamaran (undercover);
- pelacakan (tracking); dan/atau
- penelitian dan analisis dokumen.
Terhadap hasil penyelidikan, penyelidik wajib membuat laporan hasil penyelidikan secara tertulis kepada penyidik.[³] Kemudian, terhadap hasil penyelidikan yang telah dilaporkan oleh tim penyelidik ini, w͟a͟j͟i͟b͟ d͟i͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ g͟e͟l͟a͟r͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟e͟n͟t͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟w͟a͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟i͟d͟u͟g͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟ a͟t͟a͟u͟ b͟u͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟.[⁴]
Setelah itu, hasil gelar perkara yang memutuskan:[⁵]
- merupakan tindak pidana, dilanjutkan ke tahap penyidikan;
- b͟u͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟h͟e͟n͟t͟i͟a͟n͟ p͟͟e͟͟n͟͟y͟͟e͟͟l͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟; dan
- perkara tindak pidana bukan kewenangan penyidik Polri, laporan dilimpahkan ke instansi yang berwenang.
Berkaitan dengan hasil penyelidikan, Anda menyatakan bahwa sampai saat ini belum menemukan adanya peristiwa pidana. Serta proses penyelidikan masih berlanjut. Namun, jika asumsinya hasil penyelidikan menyatakan bahwa bukan tindak pidana dan dilakukan penghentian penyidikan, apa yang bisa dilakukan?
Berkenaan hal tersebut Pasal 9 ayat (3) Perkapolri 6/2019 mengatur sebagai berikut:
Dalam hal atasan penyidik menerima keberatan dari pelapor atas penghentian penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, dilakukan gelar perkara untuk menentukan kegiatan penyelidikan dapat atau tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Berdasarkan ketentuan tersebut, jika terjadi penghentian penyelidikan karena menurut hasil gelar perkara peristiwa tersebut bukan tindak pidana, m͟a͟k͟a͟ p͟e͟l͟a͟p͟o͟r͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟b͟e͟r͟a͟t͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ a͟t͟a͟s͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ a͟t͟a͟s͟ p͟e͟n͟g͟h͟e͟n͟t͟i͟a͟n͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟. K͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ a͟k͟a͟n͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ g͟e͟l͟a͟r͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟e͟n͟t͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟i͟d͟i͟k͟a͟n͟ i͟n͟i͟ d͟a͟p͟a͟t͟ a͟t͟a͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟i͟t͟i͟n͟g͟k͟a͟t͟k͟a͟n͟ k͟e͟ t͟a͟h͟a͟p͟ p͟͟e͟͟n͟͟y͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟.
Pemberhentian Penyidikan
Lalu bagaimana jika pemberhentian sudah berada pada tahap penyidikan? Sebelumnya perlu diketahui dulu bahwa yang dimaksud dengan penyidikan a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟e͟r͟a͟n͟g͟k͟a͟i͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ d͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟l͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ c͟a͟r͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ K͟U͟H͟A͟P͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟c͟a͟r͟i͟ s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟n͟g͟u͟m͟p͟u͟l͟k͟a͟n͟ b͟u͟k͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ b͟u͟k͟t͟i͟ i͟t͟u͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ t͟e͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ d͟a͟n͟ g͟u͟n͟a͟ m͟e͟n͟e͟m͟u͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟y͟a͟.[⁶]
Jika melihat Pasal 109 ayat (2) KUHAP, ada 3 alasan penyidikan dihentikan, yaitu:
- tidak terdapat cukup bukti;
- peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana;
- penyidikan dihentikan demi hukum, karena:[⁷]
- tersangka meninggal dunia;
- tuntutan tindak pidana telah kadaluarsa; dan/atau
- tindak pidana tersebut telah memperoleh putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
Terhadap penghentian penyidikan ini dapat diajukan praperadilan dan pengadilan negeri berwenang untuk memeriksa dan memutus sah atau tidaknya penghentian penyidikan tersebut.[⁸]
Lebih lanjut Pasal 80 KUHAP jo. Putusan MK No. 98/PUU-X/2012 menerangkan u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟ s͟a͟h͟ a͟t͟a͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟n͟y͟a͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟a͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟ u͟m͟u͟m͟ a͟t͟a͟u͟ p͟i͟h͟a͟k͟ k͟e͟t͟i͟g͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ s͟a͟k͟s͟i͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ p͟͟e͟͟l͟͟a͟͟p͟͟o͟͟r͟͟, l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ b͟a͟n͟t͟u͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ a͟t͟a͟u͟ o͟r͟g͟a͟n͟i͟s͟a͟s͟i͟ m͟a͟s͟y͟a͟r͟a͟k͟a͟t͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟e͟t͟u͟a͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ n͟e͟g͟e͟r͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟e͟b͟u͟t͟k͟a͟n͟ a͟͟l͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Jika dalam hal penghentian penyidikan dinyatakan tidak sah oleh putusan praperadilan dan/atau ditemukan adanya bukti baru, maka penyidik wajib:[9]
- menerbitkan surat ketetapan pencabutan penghentian penyidikan;
- membuat surat perintah penyidikan lanjutan; dan
- melanjutkan kembali penyidikan.
Pelaporan Kejanggalan Penyidikan dan Penyelidikan.
Dalam pertanyaan, Anda juga menyebutkan bahwa penyelidikan pada kasus tersebut masih berlanjut atau belum berhenti. Jika Anda menemukan penyelidikan atau penyidikan perkara terdapat kejanggalan, terkatung-katung, atau tidak ditindaklanjuti, Anda dapat menyampaikan pengaduan masyarakat (“Dumas”) baik secara langsung maupun tidak langsung.[¹⁰] Menurut Pasal 5 Perpol 9/2018, dumas dapat disampaikan terkait dengan:
- pelayanan Kepolisian Republik Indonesia (“Polri”);
- penyimpangan perilaku pegawai negeri pada Polri; dan/atau
- penyalahgunaan wewenang.
Penanganan Dumas nantinya akan dilakukan oleh tujuh perangkat kepolisian, masing-masing untuk tingkat yang berbeda.[¹¹]
Di samping mekanisme pengawasan internal kepolisian berupa Dumas di atas, Anda dapat pula melapor kepada Komisi Kepolisian Nasional (“Kompolnas”) sebagai pengawas eksternal terhadap kinerja Polri. Berdasarkan Pasal 7 huruf c Perpres 17/2011, K͟o͟m͟p͟o͟l͟n͟a͟s͟ b͟e͟r͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ s͟a͟r͟a͟n͟ d͟a͟n͟ k͟e͟l͟u͟h͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ m͟a͟s͟y͟a͟r͟a͟k͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟i͟ k͟i͟n͟e͟r͟j͟a͟ k͟e͟p͟o͟l͟i͟s͟i͟a͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟n͟y͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟͟r͟͟e͟͟s͟͟i͟͟d͟͟e͟͟n͟͟. D͟a͟l͟a͟m͟ m͟e͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ w͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟, K͟o͟m͟p͟o͟l͟n͟a͟s͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟:[¹²]
- menerima dan meneruskan saran dan keluhan masyarakat kepada Polri untuk ditindaklanjuti;
- meminta dan/atau bersama Polri untuk menindaklanjuti saran dan keluhan masyarakat;
- melakukan klarifikasi dan monitoring terhadap proses tindak lanjut atas saran dan keluhan masyarakat yang dilakukan oleh Polri;
- meminta pemeriksaan ulang atau pemeriksaan tambahan atas pemeriksaan yang telah dilakukan oleh satuan pengawas internal Polri terhadap anggota dan/atau pejabat Polri yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan/atau etika profesi;
- merekomendasikan kepada Kapolri, agar anggota dan/atau pejabat Polri yang melakukan pelanggaran disiplin, etika profesi dan/atau diduga melakukan tindak pidana, diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
- mengikuti gelar perkara, Sidang Disiplin, dan Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian;
- mengikuti pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan oleh anggota dan/atau pejabat Polri.
Kompolnas lalu akan menyampaikan hasil tindak lanjut atas saran dan keluhan masyarakat yang disampaikan dan dilaporkan kepada Kompolnas kepada pelapor yang bersangkutan.[¹³]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada umumnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana;
- Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional;
- Peraturan Kepala Kepolisian Negara Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana;
- Peraturan Kepala Kepolisian Negara Nomor 6 Tahun 2010 tentang Manajemen Penyidikan Oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil;
- Peraturan Kepolisian Negara Nomor 9 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Langkah Jika Keberatan Terhadap Kejanggalan Penyidikan yang dibuat oleh Tioria Pretty, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 7 Desember 2018. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Langkah Hukum Jika Penyelidikan atau Penyidikan Dihentikan, pada tanggal 31 Juli 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 05 Agustus 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

