INDRAMAYU — Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan Bulan Bangga Buatan Indramayu. Kegiatan yang bertemakan “Bela Beli Produk Indramayu” yang dirangkaikan dengan pasar murah pengendalian inflasi. Acara ini berlangsung pada 13–16 April 2026, di halaman Dinas Koperasi Perdagangan, dan Industri (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dan produk UMKM dengan harga terjangkau, sebagai upaya membantu masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu Aep Surahman, yang hadir mewakili Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa UMKM Lokal Indramayu memiliki daya saing yang tidak kalah dengan daerah lain.
Aep juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bangga terhadap produk lokal, tetapi juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Bangga menggunakan produk Indramayu harus diimplementasikan. Tidak hanya sekadar bangga, tetapi juga digunakan dan didukung,” tegasnya.
Menurutnya, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi di tengah dinamika global yang memengaruhi kondisi ekonomi. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Diskopdagin Kab. Indramayu Mardono menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan produk lokal, sekaligus melibatkan ibu-ibu PKK dari 31 kecamatan.
“Ini merupakan pertama kalinya pasar murah pengendalian inflasi digelar dengan melibatkan PKK tingkat kecamatan. Kami juga terus mendorong agar produk UMKM Indramayu makin dikenal luas,” ujarnya.
Mardono menambahkan, produk UMKM Indramayu saat ini tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga telah menjalin kerja sama dengan pusat perbelanjaan dan minimarket di wilayah Indramayu hingga Cirebon. Ke depannya, peningkatan kualitas dan inovasi produk menjadi fokus utama agar mampu bersaing lebih luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat mencintai dan menggunakan produk lokal makin tumbuh, sekaligus memperkuat perekonomian daerah berbasis masyarakat. (Mahendra)

