INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mematangkan strategi untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi daerah yang berkelanjutan. Hal ini menyusul tren positif peningkatan kunjungan wisatawan di Jawa Barat sebesar 3,28 persen pasca libur Idul Fitri 1447 H, yang menjadi peluang besar bagi wilayah pesisir utara.
Dalam dialog “Jabar Hari Ini”, Kamis (9/4/2026), Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparra) Kabupaten Indramayu memaparkan bahwa kekuatan utama daerah berjuluk Kota Mangga ini terletak pada keragaman potensi yang terintegrasi antara alam, budaya, dan komoditas unggulan.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Suhardi, menjelaskan bahwa garis pantai sepanjang 135 kilometer merupakan aset terbesar Indramayu. Destinasi populer seperti Pantai Tirtamaya, Pantai Balongan Indah, Pantai Pletong, hingga Pulau Biawak terus didorong untuk meningkatkan standar layanannya.
“Garis pantai yang panjang ini adalah kekuatan utama kami dalam pengembangan wisata bahari. Hal ini didukung dengan karakter budaya masyarakat yang khas, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan,” ujar Suhardi.
Selain pesisir, Pemkab Indramayu juga mengoptimalkan potensi agrowisata melalui komoditas Mangga Gedong Gincu, Cengkir, hingga Agrimania. Sentra produksi di Desa Mangunjaya, Jatibarang, dan Balongan kini dikembangkan agar wisatawan dapat menikmati pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya.
Keunikan wisata Indramayu semakin lengkap dengan adanya atraksi budaya seperti Tradisi Nadran, Ngarot di Desa Lelea, hingga wisata edukasi pembuatan kapal tradisional yang jarang ditemui di daerah lain.
Untuk mencapai target menjadi motor penggerak ekonomi, Suhardi menambahkan bahwa pihaknya kini fokus pada tiga hal utama: peningkatan aksesibilitas, promosi digital, dan pemberdayaan desa wisata.
“Kami juga melibatkan generasi muda melalui ‘Nok Nang Dermayu’ dan memperkuat kerja sama dengan agen perjalanan. Tujuannya agar pariwisata Indramayu tidak hanya dikenal secara lokal, tapi juga nasional melalui promosi digital yang masif,” tambahnya.
Dengan posisi strategis di jalur Pantura, Pemkab Indramayu optimis sektor pariwisata akan memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui sektor kuliner khas seperti Pindang Gombyang dan Pedesan Entog yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong. (Bagus)

