I DRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Saya adalah kepala sekolah (sebagai informasi, sekolah bersertifikat wakaf). Sekolah memiliki ruko untuk kegiatan Teaching Factory atau TEFA. Salah satu TEFA berupa toko. Toko dikelola oleh Bapak X, dan Bapak X menyewa ruko sekolah. Saya dapat informasi dari pegawai Kemenag kalau tanah waqof/wakaf tidak boleh disewakan/dijual. Apakah betul begitu? Padahal uang sewa digunakan untuk kebutuhan sekolah. Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga dimudahkan segala urusannya. Aamiin..
H. Nurwaji – Pondoh Jaya City
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔎𝔢𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫】
𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔫𝔶𝔞, 𝔪𝔢𝔫𝔶𝔢𝔴𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔟𝔢𝔫𝔡𝔞 𝔴𝔞𝔨𝔞𝔣 𝔟𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔭𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔰𝔞𝔱𝔲 𝔩𝔞𝔯𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔯𝔥𝔞𝔡𝔞𝔭 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔟𝔢𝔫𝔡𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔴𝔞𝔨𝔞𝔣𝔨𝔞𝔫. 𝔚𝔞𝔩𝔞𝔲𝔭𝔲𝔫 𝔡𝔢𝔪𝔦𝔨𝔦𝔞𝔫, 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔪𝔢𝔫𝔶𝔢𝔴𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔟𝔢𝔫𝔡𝔞 𝔴𝔞𝔨𝔞𝔣 𝔰𝔢𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦 𝔟𝔢𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔢𝔩𝔬𝔩𝔞𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔢𝔪𝔟𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔟𝔢𝔫𝔡𝔞 𝔴𝔞𝔨𝔞𝔣, 𝔱𝔢𝔱𝔞𝔭 𝔥𝔞𝔯𝔲𝔰 𝔰𝔢𝔰𝔲𝔞𝔦 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔱𝔲𝔧𝔲𝔞𝔫, 𝔣𝔲𝔫𝔤𝔰𝔦, 𝔡𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨𝔞𝔫𝔫𝔶𝔞.
𝔍𝔦𝔨𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔭𝔢𝔯𝔲𝔟𝔞𝔥𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔟𝔢𝔫𝔡𝔞 𝔴𝔞𝔨𝔞𝔣, 𝔪𝔞𝔨𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔰𝔞𝔫𝔨𝔰𝔦 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔪𝔢𝔫𝔧𝔢𝔯𝔞𝔱 𝔭𝔦𝔥𝔞𝔨 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔟𝔞𝔥𝔫𝔶𝔞. 𝔅𝔞𝔤𝔞𝔦𝔪𝔞𝔫𝔞 𝔰𝔞𝔫𝔨𝔰𝔦 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞𝔫𝔶𝔞?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pengertian Wakaf
Pada dasarnya, ketentuan soal wakaf dapat ditemukan pada UU 41/2004. Menurut Pasal 1 angka 1 UU 41/2004, w͟a͟k͟a͟f͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ w͟a͟k͟i͟f͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟i͟s͟a͟h͟k͟a͟n͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟y͟e͟r͟a͟h͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟i͟a͟n͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ m͟i͟l͟i͟k͟n͟y͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟m͟a͟n͟f͟a͟a͟t͟k͟a͟n͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟n͟y͟a͟ a͟t͟a͟u͟ u͟n͟t͟u͟k͟ j͟a͟n͟g͟k͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ t͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟u͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟n͟y͟a͟ g͟u͟n͟a͟ k͟e͟p͟e͟r͟l͟u͟a͟n͟ i͟b͟a͟d͟a͟h͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ k͟e͟s͟e͟j͟a͟h͟t͟e͟r͟a͟a͟n͟ s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟i͟͟a͟͟h͟͟.
Dari definisi wakaf di atas, perlu diketahui bahwa w͟a͟k͟i͟f͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟w͟a͟k͟a͟f͟k͟a͟n͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ m͟͟͟i͟͟͟l͟͟͟i͟͟͟k͟͟͟n͟͟͟y͟͟͟a͟͟͟.[¹] S͟e͟d͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ w͟a͟k͟a͟f͟ d͟a͟r͟i͟ w͟͟a͟͟k͟͟i͟͟f͟͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟k͟e͟l͟o͟l͟a͟ d͟a͟n͟ d͟i͟k͟e͟m͟b͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟u͟͟n͟͟t͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, d͟i͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ n͟͟a͟͟z͟͟h͟͟i͟͟r͟͟.[²]
Perlu diingat bahwa w͟a͟k͟a͟f͟ b͟e͟r͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟a͟n͟f͟a͟a͟t͟k͟a͟n͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ w͟a͟k͟a͟f͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ f͟͟͟u͟͟͟n͟͟͟g͟͟͟s͟͟͟i͟͟͟n͟͟͟y͟͟͟a͟͟͟.[³] Sedangkan f͟u͟n͟g͟s͟i͟n͟y͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟w͟u͟j͟u͟d͟k͟a͟n͟ p͟o͟t͟e͟n͟s͟i͟ d͟a͟n͟ m͟a͟n͟f͟a͟a͟t͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟s͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ w͟a͟k͟a͟f͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ i͟b͟a͟d͟a͟h͟ d͟͟a͟͟n͟͟ m͟e͟m͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟s͟e͟j͟a͟h͟t͟e͟r͟a͟a͟n͟ u͟͟m͟͟u͟͟m͟͟.[⁴]
Unsur-unsur Wakaf
Wakaf dapat dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut:[⁵]
a. wakif;
b. nazhir;
c. harta benda wakaf;
d. ikrar wakf;
e. peruntukan harta
benda wakaf;
f. jangka waktu wakaf.
Adapun pada kasus Anda, h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ w͟a͟k͟a͟f͟ t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ p͟a͟d͟a͟ j͟e͟n͟i͟s͟ b͟e͟n͟d͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟g͟e͟r͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟u͟p͟a͟ t͟a͟n͟a͟h͟ d͟a͟n͟ b͟͟a͟͟n͟͟g͟͟u͟͟n͟͟a͟͟n͟͟.[⁶]
Peruntukan Harta Benda Wakaf
Selain jenis harta benda wakaf, terdapat juga ketentuan peruntukan harta benda wakaf. Berdasarkan Pasal 22 UU 41/2004, dalam rangka mencapai tujuan dan fungsi wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukan bagi:
a. sarana dan kegiatan
ibadah;
b. sarana kegiatan
pendidikan serta
kesehatan;
c. bantuan kepada
fakir miskin, anak
terlantar, yatim
piatu, beasiswa;
d. kemajuan dan
peningkatan
ekonomi umat;
dan/atau
e. kemajuan
kesejahteraan
umum lainnya yang
tidak bertentangan
dengan syariah dan
peraturan
perundang-
undangan.
Penetapan peruntukan harta benda wakaf dilakukan oleh wakif pada pelaksanaan ikrar wakaf, yang dimuat dalam akta ikrar wakaf dan paling sedikit memuat:[⁷]
a. nama dan identitas
wakif;
b. nama dan identitas
nazhir;
c. data dan keterangan
harta benda wakaf;
d. peruntukan harta
benda wakaf;
e. jangka waktu wakaf.
Pada kasus Anda, kami asumsikan bahwa peruntukan harta benda wakaf ditujukan untuk sarana kegiatan pendidikan (karena merupakan sekolah dan berupa Teaching Factory). Dalam hal ini, nazhir selaku penerima harta wakaf memiliki tugas untuk:[⁸]
a. melakukan
pengadimiinstrasian
harta benda wakaf;
b. mengelola dan
mengembangkan
harta benda
wakaf sesuai
dengan tujuan,
fungsi, dan
peruntukannya;
c. mengawasi dan
melindungi harta
benda wakaf;
d. melaporkan
pelaksanaan tugas
badan wakaf
Indonesia.
Menjawab pertanyaan Anda, perlu diketahui bahwa menyewakan benda wakaf bukan salah satu larangan yang terdapat dalam Pasal 40 UU 41/2004. Pasal tersebut pada intinya mengatur bahwa harta benda wakaf yang sudah diwakafkan dilarang:
a. dijadikan jaminan;
b. disita;
c. dihibahkan;
d. dijual;
e. diwariskan;
f. ditukar; atau
g. dialihkan dalam
bentuk pengalihan
hak lainnya.
Oleh karena itu, menurut hemat kami, s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ n͟a͟z͟h͟i͟r͟ d͟a͟r͟i͟ w͟a͟k͟a͟f͟ s͟e͟k͟o͟l͟a͟h͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟, d͟i͟p͟e͟r͟b͟o͟l͟e͟h͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟y͟e͟w͟a͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟i͟a͟n͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ w͟a͟k͟a͟f͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ p͟e͟n͟g͟e͟l͟o͟l͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟e͟m͟b͟a͟n͟g͟a͟n͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ w͟͟a͟͟k͟͟a͟͟f͟͟, s͟e͟p͟a͟n͟j͟a͟n͟g͟ t͟e͟t͟a͟p͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ t͟͟u͟͟j͟͟u͟͟a͟͟n͟͟, f͟͟u͟͟n͟͟g͟͟s͟͟i͟͟, d͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟u͟͟n͟͟t͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Dalam hal ini, bagian gedung atau ruko sekolah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan Teaching Factory yang mendukung kegiatan pendidikan.
Terlebih, kami asumsikan uang sewa yang didapatkan digunakan untuk kebutuhan sekolah. Jika demikian, maka telah sesuai dengan tujuan dan fungsi wakaf untuk m͟e͟w͟u͟j͟u͟d͟k͟a͟n͟ p͟o͟t͟e͟n͟s͟i͟ d͟a͟n͟ m͟a͟n͟f͟a͟a͟t͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟s͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ w͟a͟k͟a͟f͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ u͟͟n͟͟t͟͟u͟͟k͟͟ m͟e͟m͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟s͟e͟j͟a͟h͟t͟e͟r͟a͟a͟n͟ u͟͟m͟͟u͟͟m͟͟.
Larangan Melakukan Perubahan Peruntukan Harta Benda Wakaf
Sebagai informasi, nazhir tetap perlu untuk memperhatikan ketentuan Pasal 44 UU 41/2004, yang berbunyi:
- Dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, nazhir dilarang melakukan perubahan peruntukan harta benda wakaf kecuali atas dasar izin tertulis dari Badan Wakaf Indonesia;
- Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diberikan apabila harta benda wakaf ternyata tidak dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukan yang dinyatakan dalam ikrar wakaf.
Setiap orang yang dengan sengaja mengubah peruntukan harta benda wakaf tanpa izin sebagaimana dimaksud, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau pidana denda paling banyak kategori IV,[⁹] yaitu sebesar Rp200 juta.[¹⁰]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Artikel ini dibuat oleh Muhammad Raihan Nugraha. SH, dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Bolehkah Tanah Wakaf Disewakan? pada tanggal 10 Maret 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 13 Maret 2026M/25 Syawal 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

