INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Saya mau bertanya mengenai peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa kakak saya. Sepeda motor yang dipakai telah rusak dan ditahan di polsek setempat. Yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mengambil sepeda motor tersebut. Apakah dikenakan biaya atau tidak? Atas waktu dan penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga semakin cerdas, bijak, dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Aamiin..
Sulis Dona Dony – Lajer City
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔖𝔢𝔭𝔢𝔡𝔞 𝔪𝔬𝔱𝔬𝔯 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔭𝔞𝔨𝔞𝔦 𝔭𝔞𝔨𝔞𝔦 𝔨𝔞𝔨𝔞𝔨 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔭𝔢𝔯𝔦𝔰𝔱𝔦𝔴𝔞 𝔨𝔢𝔠𝔢𝔩𝔞𝔨𝔞𝔞𝔫 𝔩𝔞𝔩𝔲 𝔩𝔦𝔫𝔱𝔞𝔰, 𝔨𝔞𝔪𝔦 𝔞𝔰𝔲𝔪𝔰𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦 𝔟𝔞𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔲𝔨𝔱𝔦 𝔰𝔲𝔞𝔱𝔲 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔰𝔢𝔥𝔦𝔫𝔤𝔤𝔞 𝔡𝔦𝔰𝔦𝔱𝔞 𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔨𝔢𝔭𝔬𝔩𝔦𝔰𝔦𝔞𝔫.
𝔅𝔞𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔲𝔨𝔱𝔦 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔟𝔢𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔢𝔯𝔤𝔢𝔯𝔞𝔨 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔟𝔢𝔯𝔤𝔢𝔯𝔞𝔨, 𝔟𝔢𝔯𝔴𝔲𝔧𝔲𝔡 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔟𝔢𝔯𝔴𝔲𝔧𝔲𝔡 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔱𝔢𝔩𝔞𝔥 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔫𝔶𝔦𝔱𝔞𝔞𝔫 𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔭𝔢𝔫𝔶𝔦𝔡𝔦𝔨 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔯𝔩𝔲𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔪𝔢𝔯𝔦𝔨𝔰𝔞𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔱𝔦𝔫𝔤𝔨𝔞𝔱 𝔭𝔢𝔫𝔶𝔦𝔡𝔦𝔨𝔞𝔫, 𝔭𝔢𝔫𝔲𝔫𝔱𝔲𝔱𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔪𝔢𝔯𝔦𝔨𝔰𝔞𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔰𝔦𝔡𝔞𝔫𝔤 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫.
𝔏𝔞𝔫𝔱𝔞𝔰, 𝔟𝔦𝔰𝔞𝔨𝔞𝔥 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔞𝔪𝔟𝔦𝔩 𝔟𝔞𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔲𝔨𝔱𝔦 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔰𝔦𝔱𝔞 𝔨𝔢𝔭𝔬𝔩𝔦𝔰𝔦𝔞𝔫?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Sepeda motor yang Anda maksud dalam pertanyaan kami asumsikan sebagai barang bukti suatu tindak pidana sehingga disita oleh pihak kepolisian.
Menurut Pasal 241 UU 20/2025 tentang KUHAP baru yang mulai berlaku sejak tanggal 2 Januari 2026,[¹] barang bukti mencakup:
- alat atau sarana untuk melakukan tindak pidana;
- alat atau sarana yang menjadi objek tindak pidana; dan/atau
- aset yang merupakan hasil tindak pidana.
Adapun, menurut Pasal 1 angka 5 Perkapolri 8/2014 barang bukti adalah b͟e͟n͟d͟a͟ b͟e͟r͟g͟e͟r͟a͟k͟ a͟t͟a͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟g͟͟e͟͟r͟͟a͟͟k͟͟, b͟e͟r͟w͟u͟j͟u͟d͟ a͟t͟a͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟w͟u͟j͟u͟d͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟i͟t͟a͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟r͟l͟u͟a͟n͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ t͟i͟n͟g͟k͟a͟t͟ p͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟y͟͟͟i͟͟͟d͟͟͟i͟͟͟k͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟, p͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟a͟n͟ d͟i͟ s͟i͟d͟a͟n͟g͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟.
Lebih lanjut, merujuk Pasal 6A Perkapolri 8/2014 barang bukti dikelompokkan berdasarkan status hukum:
a. hasil penyidikan
tindak pidana; dan
b. hasil penindakan
pelanggaran lalu
lintas.
Jika sepeda motor tersebut berada ditahan di Polsek setempat, kami mengasumsikan bahwa telah dilakukan penyitaan yaitu tindakan penyidik untuk mengambil alih dah/atau menyimpan di bawah penguasaannya atas benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud, untuk kepentingan pembuktian dalam proses penyidikan, penuntutan, dan/atau pemeriksaan di sidang pengadilan.[²]
Cara Mengambil Barang Bukti yang Disita Polisi
Jika Anda ingin mengambil sepeda motor yang disita kepolisian, maka merujuk Perkapolri 8/2014, menurut hemat kami d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ m͟e͟k͟a͟n͟i͟s͟m͟e͟ p͟i͟n͟j͟a͟m͟ p͟a͟k͟a͟i͟ a͟t͟a͟u͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟u͟r͟a͟t͟ p͟͟e͟͟r͟͟i͟͟n͟͟t͟͟a͟͟h͟͟/p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟a͟n͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟͟u͟͟k͟͟t͟͟i͟͟.
Dalam Pasal 23 ayat (1) Perkapolri 8/2014 diterangkan bahwa b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟u͟k͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟s͟i͟t͟a͟ d͟a͟n͟ d͟i͟s͟i͟m͟p͟a͟n͟ d͟i͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟ k͟h͟u͟s͟u͟s͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟p͟i͟n͟j͟a͟m͟p͟a͟k͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ a͟t͟a͟u͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟͟e͟͟r͟͟h͟͟a͟͟k͟͟.
Adapun, prosedur pinjam pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut:[³]
a. pemilik atau pihak
yang berhak
mengajukan
permohonan
kepada atasan
penyidik;
b. atasan penyidik
melakukan p͟e͟n͟i͟l͟a͟i͟a͟n͟
d͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟i͟m͟b͟a͟n͟g͟a͟n͟
untuk menolak atau
mengabulkan
permohonan
tersebut; dan
c. setelah
permohonan
dikabulkan, atasan
penyidik membuat
rekomendasi
kepada Pejabat
Pengemban Fungsi
Pengelolaan Barang
Bukti.
Penilaian dan pertimbangan untuk mengabulkan permohonan pinjam pakai yang diajukan oleh pemilik barang bukti/orang yang berhak, harus memenuhi hal-hal sebagai berikut:[⁴]
a. bukti kepemilikan
barang bukti yang
sah;
b. kesediaan untuk
merawat dan tidak
mengubah bentuk,
wujud, dan warna
barang bukti;
c. k͟e͟s͟e͟d͟i͟a͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟
m͟e͟n͟g͟h͟a͟d͟i͟r͟k͟a͟n͟
b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟u͟k͟t͟i͟ b͟i͟l͟a͟
d͟i͟p͟e͟r͟l͟u͟k͟a͟n͟
s͟͟e͟͟w͟͟a͟͟k͟͟t͟͟u͟͟-w͟͟a͟͟k͟͟t͟͟u͟͟; dan
d. kesediaan untuk
tidak
memindah
tangankan barang
bukti kepada pihak
lain.
Dengan demikian, cara ”mengambil” sepeda motor kakak Anda yang dijadikan barang bukti untuk sementara waktu ketika perkara masih dalam proses penyidikan, maka dapat menggunakan mekanisme pinjam pakai. Kakak Anda atau Anda dapat mengajukan permohonan pinjam pakai kepada atasan penyidik dengan memenuhi syarat di atas, misalnya bersedia menghadirkan barang bukti bila diperlukan sewaktu-waktu.
Selain mekanisme pinjam pakai, pengeluaran barang bukti u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ a͟t͟a͟u͟ d͟a͟r͟i͟ s͟i͟a͟p͟a͟ b͟e͟n͟d͟a͟ i͟t͟u͟ d͟i͟s͟i͟t͟a͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟h͟a͟k͟ harus berdasarkan surat perintah dan/atau penetapan pengembalian barang bukti dari atasan penyidik.[⁵] Pelaksanaan pengeluaran ini dilakukan oleh ketua pengelola barang bukti dengan:[⁶]
- memeriksa atau meneliti surat perintah dan atau surat penetapan pengembalian barang bukti dari atasan penyidik;
- membuat berita acara serah terima yang tembusannya disampaikan kepada atasan penyidik; dan
- mencatat dan mencoret barang bukti tersebut dari daftar yang tersedia.
Artinya, J͟i͟k͟a͟ k͟a͟k͟a͟k͟ A͟n͟d͟a͟ i͟n͟g͟i͟n͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ s͟e͟p͟e͟d͟a͟ m͟o͟t͟o͟r͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟, m͟a͟k͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟m͟o͟h͟o͟n͟a͟n͟ p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟a͟n͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟u͟k͟t͟i͟ d͟a͟r͟i͟ a͟t͟a͟s͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ d͟i͟ P͟o͟l͟s͟e͟k͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟ s͟e͟p͟e͟d͟a͟ m͟o͟t͟o͟r͟ k͟a͟k͟a͟k͟ A͟n͟d͟a͟ d͟͟i͟͟s͟͟i͟͟t͟͟a͟͟.
Berkaitan dengan biaya atas permohonan pinjam pakai ataupun permohonan penetapan pengembalian barang bukti secara khusus tidak diatur dalam peraturan kepolisian. Sehingga menurut hemat kami, tidak ada ketentuan mengenai biaya yang timbul dalam proses permohonan tersebut, melainkan harus memenuhi persetujuan serta pertimbangan atasan penyidik.
Cara Memperoleh Kembali Barang Bukti Jika Proses Peradilan Telah Selesai
Sebagai informasi, jika perkara telah masuk tahap persidangan, kemudian pengadilan memutus bahwa benda sitaan dikembalikan kepada pemilik atau yang berhak, maka sepeda motor kakak Anda selaku b͟e͟n͟d͟a͟ s͟i͟t͟a͟a͟n͟ a͟k͟a͟n͟ d͟i͟k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟n͟y͟a͟ a͟t͟a͟u͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟h͟a͟k͟ d͟a͟l͟a͟m͟ w͟a͟k͟t͟u͟ 14 h͟a͟r͟i͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ d͟i͟t͟e͟r͟i͟m͟a͟ o͟l͟e͟h͟ k͟e͟j͟a͟k͟s͟a͟a͟n͟ n͟e͟g͟e͟r͟i͟ a͟t͟a͟u͟ c͟a͟b͟a͟n͟g͟ k͟e͟j͟a͟k͟s͟a͟a͟n͟ n͟͟e͟͟g͟͟e͟͟r͟͟i͟͟.[⁷]
B͟e͟n͟d͟a͟ s͟i͟t͟a͟a͟n͟ i͟n͟i͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ s͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟u͟k͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟s͟i͟t͟a͟ o͟l͟e͟h͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟r͟l͟u͟a͟n͟ p͟r͟o͟s͟e͟s͟ p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟.[⁸]
Kejaksaan akan mengirimkan panggilan kepada pemilik atau yang berhak atas benda sitaan tersebut untuk mengambilnya di kantor kejaksaan negeri atau cabang kejaksaan negeri tempat benda sitaan tersebut berada, atau diantar langsung kepada pemilik atau yang berhak.[⁹]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;
- Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia;
- Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia;
- Peraturan Jaksa Agung Nomor PER-002/A/JA/05/2017 tentang Pelelangan dan Penjualan Langsung Benda Sitaan atau Barang Rampasan Negara atau Benda Sita Eksekusi;
- Peraturan Kejaksaan Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Jaksa Agung Nomor PER-002/A/JA/05/2017 tentang Pelelangan dan Penjualan Langsung Benda Sitaan atau Barang Rampasan Negara atau Benda Sita Eksekusi.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Cara Mengambil Barang Bukti di Kepolisian yang dibuat oleh Tri Jata Ayu Pramesti, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 30 Januari 2015. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Cara Mengambil Barang Bukti yang Disita Polisi, pada tanggal 26 Februari 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 05 Maret 2026M/15 Ramadhan 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

