INDRAMAYU — PERTANYAAN:
Teman saya menghamili pacarnya dan mereka sepakat menikah. Setelah menikah dan mendapatkan buku nikah, keluarga keduanya hendak menikahkan mereka lagi. Pertanyaannya, menikah saat hamil apakah sah? Kemudian, apakah pasangan yang menikah saat hamil di luar nikah perlu menikah lagi setelah bayinya lahir?
Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga semakin sukses, bijak, dan kaya raya. Aamiin..
Dewi Pulung Sari – Juntikebon
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔎𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞】
𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔫𝔶𝔞 𝔰𝔲𝔞𝔱𝔲 𝔭𝔢𝔯𝔨𝔞𝔴𝔦𝔫𝔞𝔫 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔰𝔞𝔥 𝔨𝔢𝔱𝔦𝔨𝔞 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔫𝔲𝔯𝔲𝔱 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔞𝔤𝔞𝔪𝔞 𝔡𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔯𝔠𝔞𝔶𝔞𝔞𝔫 𝔪𝔞𝔰𝔦𝔫𝔤-𝔪𝔞𝔰𝔦𝔫𝔤, 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔨𝔢𝔪𝔲𝔡𝔦𝔞𝔫 𝔡𝔦𝔠𝔞𝔱𝔞𝔱𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔎𝔞𝔫𝔱𝔬𝔯 ℭ𝔞𝔱𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔖𝔦𝔭𝔦𝔩 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔎𝔞𝔫𝔱𝔬𝔯 𝔘𝔯𝔲𝔰𝔞𝔫 𝔄𝔤𝔞𝔪𝔞. 𝔗𝔢𝔯𝔨𝔞𝔦𝔱 𝔪𝔢𝔫𝔦𝔨𝔞𝔥 𝔰𝔞𝔞𝔱 𝔥𝔞𝔪𝔦𝔩 𝔡𝔲𝔩𝔲𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 ℑ𝔰𝔩𝔞𝔪 𝔡𝔦𝔞𝔱𝔲𝔯 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 53 𝔎ℌℑ. 𝔅𝔞𝔤𝔞𝔦𝔪𝔞𝔫𝔞 𝔟𝔲𝔫𝔶𝔦 𝔨𝔢𝔱𝔢𝔫𝔱𝔲𝔞𝔫𝔫𝔶𝔞?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Syarat Sah Perkawinan
Sebelum menjawab pertanyaan Anda mengenai hukum menikah saat hamil, perlu kami sampaikan mengenai syarat sah suatu perkawinan. Pada dasarnya, p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟h͟ j͟i͟k͟a͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ m͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟u͟͟͟r͟͟͟u͟͟͟t͟͟͟ h͟u͟k͟u͟m͟ m͟a͟s͟i͟n͟g͟-m͟a͟s͟i͟n͟g͟ a͟g͟a͟m͟a͟ d͟a͟n͟ k͟͟e͟͟p͟͟e͟͟r͟͟c͟͟a͟͟y͟͟a͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.[¹]
Selanjutnya, apabila perkawinan telah sah dilakukan menurut hukum agama/kepercayaannya, maka tiap-tiap perkawinan dicatatkan di Kantor Catatan Sipil (bagi yang beragama selain Islam) atau Kantor Urusan Agama (bagi yang beragama Islam).[²] Adapun, pencatatan perkawinan ini wajib dilakukan oleh mempelai.[³]
Atas pencatatan perkawinan tersebut, maka diterbitkanlah Kutipan Akta Perkawinan yang masing-masing diberikan kepada suami dan istri.[⁴] Untuk yang beragama Islam, buku nikah adalah dokumen petikan akta nikah dalam bentuk buku atau elektronik.[5]
Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Sah?
Untuk menjawab pertanyaan Anda, kami asumsikan bahwa teman Anda dan istrinya beragama Islam dan melangsungkan perkawinan menurut hukum Islam. Lantas, bolehkah menikah saat hamil menurut hukum Islam?
Untuk menjawab hukum nikah saat hamil duluan, kami akan mengacu pada ketentuan dalam KHI yang mengenal adanya kawin hamil. Hal tersebut diatur di dalam Pasal 53 (1) KHI yang menyatakan bahwa s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ w͟a͟n͟i͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ h͟a͟m͟i͟l͟ d͟i͟ l͟u͟a͟r͟ n͟͟i͟͟k͟͟a͟͟h͟͟, d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟a͟w͟i͟n͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟r͟i͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟m͟i͟l͟i͟n͟y͟a͟.
Perkawinan dengan wanita hamil tersebut dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya. Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, t͟i͟d͟a͟k͟ d͟i͟p͟e͟r͟l͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ u͟l͟a͟n͟g͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ a͟n͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟k͟a͟n͟d͟u͟n͟g͟ l͟͟a͟͟h͟͟i͟͟r͟͟.[⁶]
Mengacu pada pasal tersebut, dapat ditekankan bahwa pasangan yang menikah dalam kondisi hamil, tidak memerlukan pernikahan ulang, sekalipun bayinya telah lahir. D͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟t͟a͟t͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟i͟k͟a͟h͟i͟ p͟e͟r͟e͟m͟p͟u͟a͟n͟ i͟t͟u͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ l͟a͟k͟i͟-l͟a͟k͟i͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟m͟i͟l͟i͟n͟y͟a͟.
Dengan demikian, dalam kasus yang Anda sampaikan, p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ p͟͟e͟͟r͟͟t͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, k͟a͟r͟e͟n͟a͟ d͟i͟l͟a͟n͟g͟s͟u͟n͟g͟k͟a͟n͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ a͟g͟a͟m͟a͟ I͟s͟l͟a͟m͟ y͟a͟i͟t͟u͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ K͟͟H͟͟I͟͟ d͟a͟n͟ d͟i͟c͟a͟t͟a͟t͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ b͟u͟k͟t͟i͟ a͟d͟a͟n͟y͟a͟ b͟u͟k͟u͟ n͟͟i͟͟k͟͟a͟͟h͟͟.
Kemudian, s͟t͟a͟t͟u͟s͟ p͟e͟r͟n͟i͟k͟a͟h͟a͟n͟ k͟e͟d͟u͟a͟ y͟a͟i͟t͟u͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟n͟g͟s͟u͟n͟g͟k͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟m͟p͟e͟l͟a͟i͟ w͟a͟n͟i͟t͟a͟ m͟e͟l͟a͟h͟i͟r͟k͟a͟n͟ a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, a͟d͟a͟l͟a͟h͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟m͟p͟u͟n͟y͟a͟i͟ d͟a͟s͟a͟r͟ h͟u͟k͟u͟m͟ d͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟l͟u͟ d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟.
Demikian jawaban dari kami tentang hukum menikah saat hamil duluan, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;
- Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
- Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 206 tentang Administrasi Kependudukan;
- Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;
- Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam;
- Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan.
Artikel ini adalah pemutakhiran ketiga dari artikel dengan judul Keabsahan Perkawinan Saat Istri Hamil di Luar Nikah yang dibuat oleh Letezia Tobing, S.H., M.Kn. dan pertama kali dipublikasikan pada Selasa, 12 Maret 2013, dimutakhirkan pertama kali pada 27 Maret 2023, dan dimutakhirkan kedua kali pada 8 April 2024. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Hukum Menikah saat Hamil Apakah Sah? Pada tanggal 23 September 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 12 Februari 2026M/23 Syaban 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

