INDRAMAYU — PERTANYAAN
Apa hukumnya jika tanah ayah saya dijual oleh orang lain dengan cara menggunakan KTP palsu? Saya menduga orang tersebut telah memalsukan KTP ayah saya dan menggunakannya untuk transaksi. Sedangkan sertifikatnya atas nama ayah saya tetapi dibawa lari orang. Apa yang harus saya lakukan?
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga selalu istiqomah dalam menyampaikan kebenaran soal hukum kepada masyarakat yang khususnya awam soal hukum. Aamiin..
Daponk – Jambak City
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔐𝔢𝔪𝔞𝔩𝔰𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔎𝔞𝔯𝔱𝔲 𝔗𝔞𝔫𝔡𝔞 𝔓𝔢𝔫𝔡𝔲𝔡𝔲𝔨 (𝔎𝔗𝔓) 𝔡𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔤𝔲𝔫𝔞𝔨𝔞𝔫𝔫𝔶𝔞 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔱𝔯𝔞𝔫𝔰𝔞𝔨𝔰𝔦 𝔧𝔲𝔞𝔩 𝔟𝔢𝔩𝔦 𝔱𝔞𝔫𝔞𝔥 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔧𝔢𝔯𝔞𝔱 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔭𝔞𝔰𝔞𝔩 𝔭𝔢𝔪𝔞𝔩𝔰𝔲𝔞𝔫 𝔦𝔡𝔢𝔫𝔱𝔦𝔱𝔞𝔰 𝔎𝔗𝔓 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔰𝔞𝔫𝔨𝔰𝔦𝔫𝔶𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔠𝔞𝔫𝔱𝔲𝔪 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 263 𝔎𝔘ℌ𝔓 𝔧𝔬. 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 65 𝔘𝔘 𝔓𝔇𝔓.
𝔏𝔞𝔫𝔱𝔞𝔰, 𝔩𝔞𝔫𝔤𝔨𝔞𝔥 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔞𝔭𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔱𝔢𝔪𝔭𝔲𝔥 𝔧𝔦𝔨𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔧𝔞𝔡𝔦 𝔭𝔢𝔪𝔞𝔩𝔰𝔲𝔞𝔫 𝔎𝔗𝔓 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔯𝔞𝔫𝔤𝔨𝔞 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔯𝔩𝔲𝔞𝔫 𝔧𝔲𝔞𝔩 𝔟𝔢𝔩𝔦 𝔱𝔞𝔫𝔞𝔥?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pidana Membuat Dokumen Palsu
Pada dasarnya, penggunaan Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) palsu d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟e͟n͟a͟k͟a͟n͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ p͟e͟m͟a͟l͟s͟u͟a͟n͟ s͟u͟r͟a͟t͟ sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP, yang berbunyi sebagai berikut:
- Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.
- Dengan hukuman serupa itu juga dihukum, barangsiapa dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, kalau hal mempergunakan dapat mendatangkan sesuatu kerugian.
R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal menjelaskan bahwa yang dihukum menurut pasal ini adalah memalsukan surat dan sengaja menggunakan surat palsu. T͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ s͟e͟n͟g͟a͟j͟a͟ y͟a͟i͟t͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ i͟t͟u͟ h͟a͟r͟u͟s͟ b͟e͟n͟a͟r͟-b͟e͟n͟a͟r͟ m͟e͟n͟g͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ b͟a͟h͟w͟a͟ s͟u͟r͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ i͟a͟ g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ i͟t͟u͟ p͟͟a͟͟l͟͟s͟͟u͟͟. Jika ia tidak tahu akan hal itu, ia tidak dihukum. Tentunya terkait dengan tahu atau tidak tahunya pemohon itu harus dibuktikan dalam pemeriksaan oleh penyidik maupun dalam persidangan.
Lebih lanjut, disarikan dari artikel Unsur Pidana dan Bentuk Pemalsuan Dokumen, menurut R. Soesilo dalam buku yang sama menjelaskan bahwa surat yang dipalsukan harus surat yang:
- dapat menimbulkan suatu hak (misalnya: ijazah, karcis tanda masuk, surat andil, dan lain-lain);
- dapat menerbitkan surat perjanjian (misalnya surat perjanjian piutang, perjanjian jual beli, perjanjian sewa, dan sebagainya);
- dapat menerbitkan suatu pembebasan utang (kuitansi atau semacamnya); atau
- surat yang digunakan sebagai keterangan bagi suatu perbuatan atau peristiwa (misalnya surat tanda kelahiran, buku tabungan pos, buku kas, buku harian kapal, surat angkutan, obligasi, dan lain-lain).
Maka menjawab pertanyaan Anda, pelaku dapat dijerat Pasal 263 KUHP karena telah memalsukan KTP ayah Anda dan menggunakannya seolah-olah asli sehingga merugikan ayah Anda. Lantas, berapa tahun penjara kasus pemalsuan dokumen? Jawabannya adalah 6 (e͟͟n͟͟a͟͟m͟͟) t͟a͟h͟u͟n͟ p͟e͟n͟j͟a͟r͟a͟ b͟a͟g͟i͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ p͟e͟m͟a͟l͟s͟u͟a͟n͟ d͟͟o͟͟k͟͟u͟͟m͟͟e͟͟n͟͟.
Jerat Pidana Memalsukan Identitas Orang Lain
Selain pidana pemalsuan dokumen berdasarkan KUHP, K͟T͟P͟ j͟u͟g͟a͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ s͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ d͟a͟t͟a͟ p͟r͟i͟b͟a͟d͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟ y͟a͟n͟g͟ t͟u͟n͟d͟u͟k͟ p͟a͟d͟a͟ k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ U͟U͟ P͟͟D͟͟P͟͟. Lantas, pemalsuan identitas kena pasal berapa? Memalsukan data pribadi dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain dijerat dengan Pasal 66 UU PDP yang berbunyi:
- Setiap Orang dilarang membuat Data Pribadi palsu atau memalsukan Data Pribadi dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
- Adapun, ancaman hukuman memalsukan data pribadi tersebut adalah pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp6 miliar.[¹]
Selain hukuman pidana tersebut, p͟e͟l͟a͟k͟u͟ j͟u͟g͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟j͟a͟t͟u͟h͟i͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ t͟a͟m͟b͟a͟h͟a͟n͟ b͟e͟r͟u͟p͟a͟ p͟e͟r͟a͟m͟p͟a͟s͟a͟n͟ k͟e͟u͟n͟t͟u͟n͟g͟a͟n͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ h͟a͟r͟t͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟p͟e͟r͟o͟l͟e͟h͟ a͟t͟a͟u͟ h͟a͟s͟i͟l͟ d͟a͟r͟i͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ d͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟a͟n͟ g͟a͟n͟t͟i͟ k͟͟e͟͟r͟͟u͟͟g͟͟i͟͟a͟͟n͟͟.[²]
Langkah Hukum yang Dapat Ditempuh
Menjawab pertanyaan Anda selanjutnya mengenai langkah yang dapat ditempuh atas pemalsuan KTP, Anda dapat melakukan upaya sebagai berikut.
- Melaporkan ke Polisi
Pertama-tama, Anda dapat melaporkan pemalsuan dokumen dan data pribadi ke polisi berdasarkan pasal pemalsuan identitas KTP yaitu Pasal 236 KUHP jo. Pasal 66 UU PDP sebagaimana dijelaskan di atas.
Selain itu, Anda juga dapat melaporkan atas dasar penggelapan atau pencurian. Jika orang yang menjual tanah tersebut menguasai sertifikat tanah karena dititipkan oleh ayah Anda, maka dapat dilaporkan karena penggelapan berdasarkan Pasal 372 KUHP. Namun, jika orang tersebut menguasainya secara melawan hukum maka dapat dilaporkan karena pencurian berdasarkan Pasal 362 KUHP.
- Pembatalan Perjanjian Jual Beli
Kami asumsikan bahwa jual beli tanah yang dilakukan pelaku menggunakan perjanjian tertulis karena perlu menggunakan identitas atau KTP. Apabila demikian maka p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟͟e͟͟m͟͟b͟͟a͟͟t͟͟a͟͟l͟͟a͟͟n͟͟.
Perlu Anda catat bahwa syarat sah perjanjian menurut Pasal 1320 KUH Perdata adalah syarat subjektif yang terdiri atas kesepakatan para pihak dan kecapakan para pihak serta syarat objektif yaitu suatu hal tertentu dan sebab yang halal.
A͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟j͟͟a͟͟n͟͟j͟͟i͟͟a͟͟n͟͟m j͟u͟a͟l͟ b͟͟͟e͟͟͟l͟͟͟i͟͟͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ K͟T͟P͟ p͟a͟l͟s͟u͟ m͟a͟k͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟a͟t͟e͟g͟o͟r͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ p͟e͟n͟i͟p͟u͟a͟n͟ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 KUH Perdata yang berbunyi:
- Tiada suatu persetujuan pun mempunyai kekuatan jika diberikan karena kekhilafan atau diperoleh dengan paksaan atau penipuan.
Dengan demikian, karena unsur kesepakatan para pihak sebagai syarat subjektif tersebut tidak terpenuhi, Anda atau ayah A͟n͟d͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟a͟t͟a͟l͟a͟n͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ j͟u͟a͟l͟ b͟e͟l͟i͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ k͟e͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟.
Adapun jika ternyata proses jual beli tersebut sudah dibuatkan Akta Jual Beli (“AJB”) oleh PPAT, maka A͟J͟B͟ h͟a͟n͟y͟a͟ m͟e͟m͟p͟u͟n͟y͟a͟i͟ k͟e͟k͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟u͟k͟t͟i͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ a͟k͟t͟a͟ d͟i͟b͟a͟w͟a͟h͟ t͟a͟n͟g͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ d͟i͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ b͟a͟t͟a͟l͟ a͟t͟a͟u͟ b͟a͟t͟a͟l͟ d͟e͟m͟i͟ h͟u͟k͟u͟m͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ k͟e͟k͟u͟a͟t͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ t͟͟e͟͟t͟͟a͟͟p͟͟. S͟e͟l͟a͟i͟n͟ i͟͟t͟͟u͟͟, A͟n͟d͟a͟ j͟u͟g͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟ g͟a͟n͟t͟i͟ r͟u͟g͟i͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ P͟͟P͟͟A͟͟T͟͟.[³]
Demikian jawaban dari kami tentang sanksi memalsukan KTP orang lain untuk jual beli tanah, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Masalah Pemalsuan KTP untuk Jual Beli Tanah yang dibuat oleh Diana Kusumasari, S.H., M.H., dan pertama kali dipublikasikan pada Senin, 9 Januari 2012. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Sanksi Memalsukan KTP Orang Lain untuk Jual Beli Tanah, pada tanggal 03 November 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 16 Desember 2025M/24 Jumadil Akhir 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
