INDRAMAYU — PERTANYAAN
Saya mau tanya apabila penganiayaan dilakukan dengan cara menembakkan menggunakan airsoftgun itu memenuhi pidana penganiayaan atau UU Darurat? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga diberikan wawasan dan ilmu bermanfaat bagi orang lain. Aamiin..
Rusman Pakrul – Bogor
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum & Olahraga】
ˢᵉᵇᵉˡᵘᵐⁿʸᵃ ᵖᵉʳˡᵘ ᵈⁱᵖᵃʰᵃᵐⁱ ᵈᵘˡᵘ ᵗᵉʳᵏᵃⁱᵗ ˡᵉᵍᵃˡⁱᵗᵃˢ ᵃⁱʳˢᵒᶠᵗᵍᵘⁿ ᵈⁱ ᴵⁿᵈᵒⁿᵉˢⁱᵃ. ˢᵉᶜᵃʳᵃ ˢⁱⁿᵍᵏᵃᵗ, ᵃⁱʳˢᵒᶠᵗᵍᵘⁿ ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ˢᵉⁿʲᵃᵗᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵇᵘᵃᵗ ᵃᵗᵃᵘ ᵈⁱᵖʳᵒᵈᵘᵏˢⁱ ᵐᵉⁿʸᵉʳᵘᵖᵃⁱ ˢᵉⁿʲᵃᵗᵃ ᵃᵖⁱ ᵃˢˡⁱ ᵃᵗᵃᵘ ʳᵉᵖˡⁱᵏᵃ ˢᵉⁿʲᵃᵗᵃ ᵃᵖⁱ.
ᵀᵃᵖⁱ, ᵃᵖᵃᵏᵃʰ ᵈⁱ ᴵⁿᵈᵒⁿᵉˢⁱᵃ ᵇᵒˡᵉʰ ᵐᵉᵐⁱˡⁱᵏⁱ ᵃⁱʳˢᵒᶠᵗᵍᵘⁿ? ᴸᵃˡᵘ ʲⁱᵏᵃ ᵃᵈᵃ ᵒʳᵃⁿᵍ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉⁿᵉᵐᵇᵃᵏ ᵐᵉⁿᵍᵍᵘⁿᵃᵏᵃⁿ ᵃⁱʳˢᵒᶠᵗᵍᵘⁿ ᵈᵃᵖᵃᵗᵏᵃʰ ᵈⁱᵏᵃᵗᵉᵍᵒʳⁱᵏᵃⁿ ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱ ᵇᵉⁿᵗᵘᵏ ᵖᵉⁿᵍᵃⁿⁱᵃʸᵃᵃⁿ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Legalitas Airsoft Gun di Indonesia
Airgun atau airsoft gun adalah s͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ a͟t͟a͟u͟ d͟i͟p͟r͟o͟d͟u͟k͟s͟i͟ m͟e͟n͟y͟e͟r͟u͟p͟a͟i͟ s͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ a͟p͟i͟ a͟͟s͟͟l͟͟i͟͟. A͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ d͟i͟p͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ p͟e͟r͟a͟n͟g͟k͟a͟t͟ b͟e͟r͟m͟a͟i͟n͟ g͟a͟m͟e͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟m͟a͟k͟s͟u͟d͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟s͟i͟m͟u͟l͟a͟s͟i͟k͟a͟n͟ l͟a͟y͟a͟k͟n͟y͟a͟ p͟e͟r͟t͟a͟r͟u͟n͟g͟a͟n͟ s͟͟e͟͟b͟͟e͟͟n͟͟a͟͟r͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. D͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟a͟t͟a͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟, a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ r͟e͟p͟l͟i͟k͟a͟ d͟a͟r͟i͟ s͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ a͟͟p͟͟i͟͟.
Airsoftgun sendiri tidak termasuk sebagaimana diartikan dalam Pasal 1 ayat (2) dan (3) UU Darurat 12/1951. Atau jika kita cermati dalam Pasal 2 UU Darurat 12/1951, maka airsoftgun juga jelas bukan merupakan alat pemukul, penikam, apalagi penusuk:
- Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
- Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid)
Oleh karena itu, p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟m͟b͟a͟w͟a͟ a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ b͟u͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ U͟U͟ D͟a͟r͟u͟r͟a͟t͟ 12/1951.
Apakah di Indonesia boleh memiliki airsoftgun? Sepanjang penelusuran kami, terkait penggunaan airsoftgun dapat Anda temukan pengaturannya dalam Perpolri 5/2018. A͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ d͟i͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ o͟l͟a͟h͟r͟a͟g͟a͟ r͟e͟k͟r͟e͟a͟s͟i͟ d͟a͟n͟ a͟͟t͟͟r͟͟a͟͟k͟͟s͟͟i͟͟/p͟e͟r͟m͟a͟i͟n͟a͟n͟ s͟e͟r͟t͟a͟ j͟e͟n͟i͟s͟ a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟i͟z͟i͟n͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟e͟d͟a͟r͟ d͟i͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟:[¹]
a. nomor registrasi
yang terdaftar pada
Polri yang langsung
dicetak atau digrafir
dan ditempel di
tempat permanen
pada badan
airsoftgun; dan
b. tanda warna orange
(orange tip) yang
dicetak atau
ditempel permanen
di ujung laras
airsoftgun dengan
ukuran 2 cm untuk
laras panjang dan 1
cm untuk laras
pendek.
Patut dicatat, p͟e͟m͟e͟g͟a͟n͟g͟ i͟z͟i͟n͟ r͟e͟p͟l͟i͟k͟a͟ s͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ j͟e͟n͟i͟s͟ a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ w͟a͟j͟i͟b͟ untuk:[²]
a. menyimpan dan
mengeluarkan
replika senjata jenis
airsoftgun dari
gudang Polri/klub/
perkumpulan yang
memenuhi
persyaratan di
bawah pengawasan
Polri;
b. menyerahkan replika
senjata jenis
airsoftgun untuk
disimpan di gudang
Polri yang belum
dihibahkan dalam
jangka waktu lima
tahun, dan dapat
dimusnahkan
berdasarkan
persetujuan dari
pemilik; dan
c. memasang orange
tip pada replika
senjata jenis
airsoftgun, dan
pengangkutannya ke
lokasi latihan
permainan harus di
dalam tas (case)
dengan magazine
terpisah dan tidak
siap pakai.
Menyambung pertanyaan Anda, terkait penganiayaan dengan menggunakan airsoftgun, sebenarnya pemegang replika senjata jenis airsoftgun dilarang menggunakan atau menembakkan airsoftgun di luar lokasi kegiatan/latihan/pertandingan. Hal ini telah diatur tegas dalam Pasal 34 Perpolri 5/2018.
Adapun sanksi bagi pemegang surat izin kepemilikan dan penggunaan replika senjata jenis airsoftgun yang melakukan penyimpangan atau penyalahgunaan izin atau menjadi tersangka dalam suatu tindak pidana, w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟n͟y͟e͟r͟a͟h͟k͟a͟n͟ a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟s͟i͟m͟p͟a͟n͟ d͟i͟ g͟͟u͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟ P͟o͟l͟r͟i͟ d͟a͟n͟ s͟u͟r͟a͟t͟ i͟z͟i͟n͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟a͟n͟ r͟e͟p͟l͟i͟k͟a͟ s͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ j͟e͟n͟i͟s͟ a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ d͟i͟c͟a͟b͟u͟t͟ d͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟g͟a͟n͟t͟i͟a͟n͟ s͟u͟r͟a͟t͟ i͟z͟i͟n͟ p͟͟͟e͟͟͟m͟͟͟i͟͟͟l͟͟͟i͟͟͟k͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟.[³] Bahkan replika senjata jenis airsoftgun tersebut juga dapat dimusnahkan berdasarkan persetujuan dari pemilik.[⁴]
Sedangkan dalam peraturan lain, a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ d͟i͟s͟e͟b͟u͟t͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ s͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ j͟e͟n͟i͟s͟ p͟e͟r͟a͟l͟a͟t͟a͟n͟ k͟e͟a͟m͟a͟n͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟g͟o͟l͟o͟n͟g͟k͟a͟n͟ s͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ a͟p͟i͟, untuk kepentingan olahraga berdasarkan Pasal 137 ayat (1) huruf b Perpolri 1/2022.
Masih dalam Perpolri 1/2022, ada k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟-k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟a͟n͟ s͟o͟a͟l͟ a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ yaitu:
- Airsoftgun hanya digunakan untuk kepentingan olahraga menembak reaksi;[⁵]
- Airsoftgun hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan dan harus mendapat izin dari Polri;[⁶]
- Persyaratan memiliki dan/atau menggunakan airsoftgun untuk kepentingan olahraga; [⁷]
a. memiliki kartu tanda
anggota klub
menembak yang
bernaung di bawah
Perbakin;
b. berusia paling
rendah 15 tahun dan
paling tinggi 65
tahun;
c. sehat jasmani dan
rohani yang
dibuktikan dengan
Surat Keterangan
dari Dokter serta
Psikolog Polri. - Harus memiliki izin kepemilikan dan penggunaan dari kepolisian;[⁸]
- Izin kepemilikan dan penggunaan berlaku 1 tahun dan wajib diperpanjang tiap tahun di kepolisian daerah setempat.[⁹]
Jadi dapat disimpulkan bahwa a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ s͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ a͟p͟i͟ y͟a͟n͟g͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟i͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ o͟l͟a͟h͟r͟a͟g͟a͟ r͟e͟k͟r͟e͟a͟s͟i͟ d͟a͟n͟ a͟͟͟t͟͟͟r͟͟͟a͟͟͟k͟͟͟s͟͟͟i͟͟͟/p͟͟e͟͟r͟͟m͟͟a͟͟i͟͟n͟͟a͟͟n͟͟, s͟e͟r͟t͟a͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟n͟y͟a͟ w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ s͟u͟r͟a͟t͟ i͟z͟i͟n͟ k͟e͟p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟a͟n͟ a͟͟i͟͟r͟͟s͟͟o͟͟f͟͟t͟͟g͟͟u͟͟n͟͟.
Hukumnya Menganiaya Menggunakan Airsoft Gun
Mengenai perbuatan penganiayaan pada dasarnya dapat dihukum berdasarkan Pasal 351 KUHP, sebagai berikut:
- Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
- Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
- Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
- Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
- Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 245) menyatakan undang-undang tidak memberi ketentuan apakah yang diartikan dengan “penganiayaan” itu. Menurut yurisprudensi, maka yang diartikan dengan “penganiayaan” yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka. Menurut alinea 4 pasal ini, masuk pula dalam pengertian penganiayaan ialah “sengaja merusak kesehatan orang”.
Dalam buku yang sama, R. Soesilo (hal. 245) juga memberikan contoh dengan apa yang dimaksud dengan “perasaan tidak enak”, “rasa sakit”, “luka”, dan “merusak kesehatan”:
- “perasaan tidak enak” misalnya mendorong orang terjun ke kali sehingga basah, menyuruh orang berdiri di terik matahari, dan sebagainya.
- “rasa sakit” misalnya menyubit, mendupak, memukul, menempeleng, dan sebagainya.
- “luka” misalnya mengiris, memotong, menusuk dengan pisau dan lain-lain.
- “merusak kesehatan” misalnya orang sedang tidur, dan berkeringat, dibuka jendela kamarnya, sehingga orang itu masuk angin.
Lebih lanjut R. Soesilo (hal. 245) menambahkan, s͟e͟m͟u͟a͟ h͟a͟l͟ i͟t͟u͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟n͟g͟a͟j͟a͟ d͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟a͟k͟s͟u͟d͟ y͟a͟n͟g͟ p͟a͟t͟u͟t͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟l͟e͟w͟a͟t͟i͟ b͟a͟t͟a͟s͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟i͟͟z͟͟i͟͟n͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. Misalnya seorang dokter gigi mencabut gigi pasiennya. Sebenarnya ia sengaja menimbulkan rasa sakit, akan tetapi perbuatannya itu bukan penganiayaan, karena maksudnya baik yaitu untuk mengobati.
Jadi menjawab pertanyaan Anda dapatkah penganiayaan dilakukan dengan cara menembakkan menggunakan airsoftgun itu dipidana karena melakukan penganiayaan yang diatur dalam KUHP atau UU Darurat 12/1951?
Kami berpendapat, melakukan p͟e͟n͟g͟a͟n͟i͟a͟y͟a͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ m͟e͟n͟e͟m͟b͟a͟k͟k͟a͟n͟ a͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟p͟i͟d͟a͟n͟a͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟n͟i͟a͟y͟a͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟m͟a͟n͟a͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ K͟U͟H͟P͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ u͟n͟s͟u͟r͟-u͟n͟s͟u͟r͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟n͟i͟a͟y͟a͟a͟n͟ yang telah kami sebutkan sebelumnya,
dan b͟u͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ U͟U͟ D͟a͟r͟u͟r͟a͟t͟ 12/1951.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (STBL. 1948 Nomor 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948;
- Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perizinan, Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Standar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Senjata Api Non Organik Kepolisian Negara Republik Indonesia/Tentara Nasional Indonesia, dan Peralatan Keamanan yang Digolongkan Senjata Api;
- P͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ K͟e͟p͟o͟l͟i͟s͟i͟a͟n͟ N͟͟e͟͟g͟͟a͟͟r͟͟a͟͟ R͟e͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ N͟o͟m͟o͟r͟ 5 T͟a͟h͟u͟n͟ 2018 t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ P͟e͟n͟g͟a͟w͟a͟s͟a͟n͟ d͟a͟n͟ P͟e͟n͟g͟e͟n͟d͟a͟l͟i͟a͟n͟ R͟e͟p͟l͟i͟k͟a͟ S͟e͟n͟j͟a͟t͟a͟ J͟e͟n͟i͟s͟ A͟i͟r͟s͟o͟f͟t͟g͟u͟n͟ d͟a͟n͟ P͟͟a͟͟i͟͟n͟͟t͟͟b͟͟a͟͟l͟͟l͟͟.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Apakah Menembak Orang dengan Airsoft Gun Termasuk Penganiayaan? yang dibuat oleh Dimas Hutomo, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada hari Senin, 17 Desember 2018. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Hukumnya Menembak Orang dengan Airsoft Gun, pada 20 September 2022. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 11 Agustus 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
