INDRAMAYU — PERTANYAAN
Manajemen kami bermaksud untuk mendirikan PT yang bergerak di bidang perdagangan BBM (PT A) dan bermaksud untuk bekerja sama dengan salah satu PT yang memiliki kegiatan izin usaha niaga minyak dan gas (IUNMG) untuk membeli solar industri. Selanjutnya, PT A berencana untuk menjual kembali solar tersebut kepada perusahaan tambang, perkebunan, dan sebagainya.
Terhadap kerja sama ini, terdapat beberapa pertanyaan yaitu:
- Izin usaha apa yang harus dimiliki PT A untuk menjalankan kegiatan usahanya seperti penjelasan di atas?
- Apakah pemilik IUNMG dapat bekerja sama dengan lebih dari satu pemilik IUNMG?
- Apakah PT dengan izin usaha minyak dan gas dapat menjual BBM secara langsung kepada end consumer?
Terimakasih..
Ahmad – Indostation Mobil. Manager, Indramayu Eastern Region
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᴷᵉᵍⁱᵃᵗᵃⁿ ⁿⁱᵃᵍᵃ (ʲᵘᵃˡ/ᵇᵉˡⁱ) ᵇᵃʰᵃⁿ ᵇᵃᵏᵃʳ ᵐⁱⁿʸᵃᵏ (ᴮᴮᴹ) ˢᵉᵖᵉʳᵗⁱ ˢᵒˡᵃʳ, ᵖᵉʳᵗᵃˡⁱᵗᵉ, ᵖᵉʳᵗᵃᵐᵃˣ, ᵈᵃⁿ ˢᵉʲᵉⁿⁱˢⁿʸᵃ, ᵈᵃˡᵃᵐ ᵇᵉⁿᵗᵘᵏ ᵖᵉʳᵈᵃᵍᵃⁿᵍᵃⁿ ᵇᵉˢᵃʳ ʰᵃʳᵘˢ ᵐᵉⁿᵈᵃᵖᵃᵗᵏᵃⁿ ᵖᵉʳⁱᶻⁱⁿᵃⁿ ᵇᵉʳᵘˢᵃʰᵃ ᵇᵉʳᵇᵃˢⁱˢ ʳⁱˢⁱᵏᵒ ᵇᵉʳᵈᵃˢᵃʳᵏᵃⁿ ᴷᴮᴸᴵ ⁴⁶⁶¹⁰ ᵇᵉʳᵘᵖᵃ ᴺᴵᴮ, ᴵᶻⁱⁿ ᵘˢᵃʰᵃ ⁿⁱᵃᵍᵃ ᵐⁱⁿʸᵃᵏ ᵈᵃⁿ ᵍᵃˢ, ᵈᵃⁿ ˢᵉʳᵗⁱᶠⁱᵏᵃᵗ ˢᵗᵃⁿᵈᵃʳ.
ᴸᵃˡᵘ, ⁱᶻⁱⁿ ᵘˢᵃʰᵃ ᵃᵖᵃ ʸᵃⁿᵍ ʰᵃʳᵘˢ ᵈⁱᵖᵉⁿᵘʰⁱ ʲⁱᵏᵃ ᵖᵉˡᵃᵏᵘ ᵘˢᵃʰᵃ ⁱⁿᵍⁱⁿ ᵐᵉⁿʲᵘᵃˡ ᴮᴮᴹ ˢᵉᶜᵃʳᵃ ᵉᶜᵉʳᵃⁿ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Izin Usaha untuk Kegiatan Jual Beli BBM
Berdasarkan keterangan yang Anda berikan, kegiatan usaha yang akan dilakukan PT A adalah pembelian dan penjualan bahan bakar minyak (“BBM”) berupa solar industri (solar). Kegiatan tersebut tergolong sebagai kegiatan usaha hilir, tepatnya kegiatan usaha niaga yang meliputi pembelian, penjualan, ekspor, dan impor minyak bumi, bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan/atau hasil olahan, termasuk gas bumi melalui pipa.[¹]
Selain itu, Anda juga menerangkan bahwa solar akan dijual kepada perusahaan tambang, perkebunan, dan sebagainya. Dengan demikian, untuk mendapatkan perizinan berusaha, maka dapat menggunakan KBLI 46610 yaitu b͟i͟d͟a͟n͟g͟ p͟e͟r͟d͟a͟g͟a͟n͟g͟a͟n͟ b͟e͟s͟a͟r͟ b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ p͟͟a͟͟d͟͟a͟͟t͟͟, c͟a͟i͟r͟ d͟a͟n͟ g͟͟a͟͟s͟͟, d͟a͟n͟ p͟r͟o͟d͟u͟k͟ Y͟͟B͟͟D͟͟I͟͟.
KBLI 46610 mencakup usaha perdagangan besar b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ g͟͟a͟͟s͟͟, c͟͟a͟͟i͟͟r͟͟, d͟a͟n͟ p͟a͟d͟a͟t͟ s͟e͟r͟t͟a͟ p͟r͟o͟d͟u͟k͟ s͟͟e͟͟j͟͟e͟͟n͟͟i͟͟s͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ m͟i͟n͟y͟a͟k͟ b͟u͟m͟i͟ m͟͟e͟͟n͟͟t͟͟a͟͟h͟͟, m͟i͟n͟y͟a͟k͟ m͟͟e͟͟n͟͟t͟͟a͟͟h͟͟, b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ d͟͟i͟͟e͟͟s͟͟e͟͟l͟͟, g͟͟a͟͟s͟͟o͟͟l͟͟i͟͟n͟͟e͟͟, b͟a͟h͟a͟n͟k b͟a͟k͟a͟r͟ o͟͟͟l͟͟͟i͟͟͟, k͟͟e͟͟r͟͟o͟͟s͟͟i͟͟n͟͟, p͟͟r͟͟e͟͟m͟͟i͟͟u͟͟m͟͟, s͟͟o͟͟l͟͟a͟͟r͟͟, m͟i͟n͟y͟a͟k͟ t͟͟a͟͟n͟͟a͟͟h͟͟, b͟a͟t͟u͟ b͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, a͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, a͟m͟p͟a͟s͟ a͟r͟a͟n͟g͟ b͟͟a͟͟t͟͟u͟͟, b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ k͟͟a͟͟y͟͟u͟͟, n͟͟a͟͟f͟͟t͟͟a͟͟, b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ n͟a͟b͟a͟t͟i͟ (b͟͟i͟͟o͟͟f͟͟u͟͟e͟͟l͟͟) d͟a͟n͟ b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ l͟a͟i͟n͟n͟y͟a͟ t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ p͟u͟l͟a͟ b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ g͟a͟s͟ (L͟͟P͟͟G͟͟, g͟a͟s͟ b͟u͟t͟a͟n͟a͟ d͟a͟n͟ p͟͟r͟͟o͟͟p͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, d͟a͟n͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟-l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟) d͟a͟n͟ m͟i͟n͟y͟a͟k͟ s͟͟e͟͟m͟͟i͟͟r͟͟, m͟i͟n͟y͟a͟k͟ p͟e͟l͟u͟m͟a͟s͟ d͟a͟n͟ p͟r͟o͟d͟u͟k͟ m͟i͟n͟y͟a͟k͟ b͟u͟m͟i͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ d͟͟i͟͟m͟͟u͟͟r͟͟n͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, s͟e͟r͟t͟a͟ b͟a͟h͟a͟n͟ b͟a͟k͟a͟r͟ n͟͟u͟͟k͟͟l͟͟i͟͟r͟͟.
Niaga BBM dengan KBLI 46610 t͟e͟r͟g͟o͟l͟o͟n͟g͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ u͟s͟a͟h͟a͟ t͟i͟n͟g͟k͟a͟t͟ r͟i͟s͟i͟k͟o͟ t͟i͟n͟g͟g͟i͟ d͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟u͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟i͟z͟i͟n͟a͟n͟ b͟e͟r͟u͟s͟a͟h͟a͟ berupa nomor induk berusaha (NIB), izin, dan sertifikat standar.[²]
Lebih lanjut, mengenai ‘izin’ yang dimaksud di atas, dalam Lampiran I Permen ESDM 5/2021 diterangkan bahwa u͟n͟t͟u͟k͟ b͟i͟s͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟l͟a͟n͟k͟a͟n͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ j͟u͟a͟l͟ b͟e͟l͟i͟ p͟͟r͟͟e͟͟m͟͟i͟͟u͟͟m͟͟, s͟͟o͟͟l͟͟a͟͟r͟͟, maka perlu izin usaha niaga minyak dan gas bumi dengan jenis kegiatan niaga umum BBM (hal. 61).
Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin tersebut dapat Anda baca selengkapnya dalam Lampiran I Permen ESDM 5/2021 halaman 68 s.d. 72 ataupun di laman OSS KBLI 46610 serta SE Dirjen Migas B-5214/2021.
Dengan demikian, menjawab pertanyaan Anda mengenai izin usaha yang perlu dimiliki oleh PT A yaitu p͟e͟r͟z͟i͟n͟a͟a͟n͟ b͟e͟r͟u͟s͟a͟h͟a͟ b͟e͟r͟b͟a͟s͟i͟s͟ r͟i͟s͟i͟k͟o͟ b͟e͟r͟u͟p͟a͟ N͟͟I͟͟B͟͟, s͟e͟r͟t͟i͟f͟i͟k͟a͟t͟ s͟͟t͟͟a͟͟n͟͟d͟͟a͟͟r͟͟, d͟a͟n͟ i͟z͟i͟n͟ u͟s͟a͟h͟a͟ n͟i͟a͟g͟a͟ m͟i͟n͟y͟a͟k͟ d͟a͟n͟ g͟a͟s͟ b͟u͟m͟i͟ (“I͟͟U͟͟N͟͟M͟͟G͟͟”) d͟e͟n͟g͟a͟n͟ j͟e͟n͟i͟s͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ n͟i͟a͟g͟a͟ u͟m͟u͟m͟ B͟͟B͟͟M͟͟.
Meskipun PT A bekerja sama dengan perusahaan lain pemegang IUNMG dalam pembelian solar, namun karena usaha niaga meliputi pembelian dan penjualan BBM,[³] maka jika PT A akan menjual sendiri solar tersebut harus tetap memiliki IUNMG sendiri.
Adapun terkait dengan pertanyaan Anda yang kedua, Anda tidak menyebutkan secara konkret bentuk kerja sama yang dimaksud. Sehingga, kami tidak dapat menjawab secara spesifik mengenai ketentuan kerja sama antar pemegang IUNMG. Namun demikian, sepanjang penelusuran kami, tidak terdapat larangan ataupun ketentuan khusus yang mengatur mengenai kerja sama antar pemegang IUNMG.
Izin Usaha Penjualan BBM Eceran
Kemudian, menjawab pertanyaan ketiga mengenai PT pemegang izin usaha minyak dan gas menjual BBM secara langsung kepada end consumer, kami asumsikan bahwa izin usaha minyak dan gas yang Anda maksud adalah izin usaha niaga minyak dan gas (IUNMG).
Adapun, jika end consumer yang Anda maksud adalah industri, institusi atau pengguna profesional, maka pemegang IUNMG pada KBLI 46610 bisa menjual secara langsung kepada end consumer.
Sebab, mengutip OSS pengertian perdagangan besar adalah penjualan kembali (tanpa perubahan teknis) baik barang baru maupun barang bekas k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟͟͟͟͟e͟͟͟͟͟n͟͟͟͟͟g͟͟͟͟͟e͟͟͟͟͟c͟͟͟͟͟e͟͟͟͟͟r͟͟͟͟͟, i͟n͟d͟u͟s͟t͟r͟i͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟ p͟͟r͟͟o͟͟f͟͟e͟͟s͟͟i͟͟o͟͟n͟͟a͟͟l͟͟, a͟͟͟t͟͟͟a͟͟͟u͟͟͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟e͟d͟a͟g͟a͟n͟g͟ b͟e͟s͟a͟r͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, atau yang bertindak sebagai agen atau broker dalam pembelian atau penjualan barang, baik perorangan maupun perusahaan.
Namun, jika yang dimaksud end consumer adalah konsumen perorangan atau skala kecil, sehingga, penjualan BBM atau solar tersebut dilakukan secara eceran, maka menggunakan:
- KBLI 47301 tentang perdagangan eceran BBM, BBG, dan LPG di sarana pengisian bahan bakar transportasi darat, laut, dan udara (tingkat risiko menengah rendah); atau
- KBLI 47892 tentang perdagangan eceran kaki lima dan los pasar BBM, gas, minyak pelumas dan bahan bakar lainnya (tingkat risiko rendah).
Dalam konteks perdagangan BBM eceran, pemegang IUNMG tergolong sebagai pelaku usaha perdagangan besar dengan tingkat risiko tinggi yang berbeda nomor KBLI dan tingkat risikonya dengan penjual eceran. Sehingga, tidak serta merta pemegang IUNMG langsung bisa menjual BBM secara eceran.
Jadi, pelaku usaha (misalnya PT A) yang akan menjual BBM secara eceran meskipun mempunyai IUNMG, tetap harus mendapatkan perizinan berusaha sesuai dengan KBLI 47301 atau KBLI 47892.
Dinamisnya perkembangan regulasi seringkali menjadi tantangan Anda dalam memenuhi kewajiban hukum perusahaan. Selalu perbarui kewajiban hukum terkini dengan platform pemantauan kepatuhan hukum dari Hukumonline yang berbasis Artificial Intelligence, Regulatory Compliance System (RCS). Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko;
- Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral;
- Surat Edaran Diretur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor B-5214/MG.05/DJM/2021 Tahun 2021 tentang Edaran Persyaratan Teknis Izin Usaha Niaga Minyak dan Gas Bumi untuk Kegiatan Usaha Niaga Umum BBM.
Artikel ini dibuat oleh Nafiatul Munawaroh. SH, MH, dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Izin Usaha untuk Kegiatan Jual Beli BBM pada tanggal 22 Juni 2023. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 01 Juni 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
