INDRAMAYU — PERTANYAAN
Karena kepepet, saudara saya menggadaikan motor miliknya kepada temannya. Jadi motornya ini dipakai temannya dan dia dapat pinjaman uang. Padahal setahu saya gadai harus ke pegadaian. Kalau seperti ini, misalnya saudara saya ngga bisa lunasin utang buat nebus motor itu, motornya bisa jadi milik temannya ini? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, dan semoga ubklawyers beserta Paralegal-nya sukses selalu. Aamiin..
BEJO – Mekar Gading
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᴳᵃᵈᵃⁱ ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ˢᵃˡᵃʰ ˢᵃᵗᵘ ʲᵃᵐⁱⁿᵃⁿ ᵏᵉᵇᵉⁿᵈᵃᵃⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵃᵗᵘʳ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴷᵁᴴᴾ ᴾᵉʳᵈᵃᵗᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵃᶜᶜᵉˢˢᵒⁱʳ ᵈᵃʳⁱ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵖᵒᵏᵒᵏ ʸᵃⁱᵗᵘ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵖⁱⁿʲᵃᵐ ᵐᵉᵐⁱⁿʲᵃᵐ ᵃᵗᵃᵘ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵏʳᵉᵈⁱᵗ.
ᴸᵃⁿᵗᵃˢ, ᵃᵖᵃᵏᵃʰ ᵏʳᵉᵈⁱᵗᵘʳ ᵈᵃˡᵃᵐ ʰᵃˡ ⁱⁿⁱ ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱ ᵖᵉᵐᵉᵍᵃⁿᵍ ᵍᵃᵈᵃⁱ ʰᵃʳᵘˢ ᴾᵉᵍᵃᵈᵃⁱᵃⁿ? ᴹᵉⁿᵘʳᵘᵗ ᴾᵃˢᵃˡ ¹¹⁴⁰ ᴷᵁᴴ ᴾᵉʳᵈᵃᵗᵃ, ᵖᵉᵐᵉᵍᵃⁿᵍ ᵍᵃᵈᵃⁱ ᵗⁱᵈᵃᵏ ˢᵉˡᵃˡᵘ ʰᵃʳᵘˢ ᵖᵉᵍᵃᵈᵃⁱᵃⁿ ᵏᵃʳᵉⁿᵃ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵖᵃˢᵃˡ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ʰᵃⁿʸᵃ ᵈⁱˢᵉᵇᵘᵗᵏᵃⁿ “ˢⁱ ᵇᵉʳᵖⁱᵘᵗᵃⁿᵍ”.
ˢᵉʰⁱⁿᵍᵍᵃ, ᵏʳᵉᵈⁱᵗᵘʳ ᵈⁱ ˢⁱⁿⁱ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵇᵉʳᵘᵖᵃ ᴸᵉᵐᵇᵃᵍᵃ ᴷᵉᵘᵃⁿᵍᵃⁿ, ᴾᵉᵍᵃᵈᵃⁱᵃⁿ, ᵐᵃᵘᵖᵘⁿ ᴾᵉʳᵒʳᵃⁿᵍᵃⁿ.
ᴸᵃⁿᵗᵃˢ, ʲⁱᵏᵃ ᵈᵉᵇⁱᵗᵘʳ ᵃᵗᵃᵘ ᵖᵉᵐᵇᵉʳⁱ ᵍᵃᵈᵃⁱ ʷᵃⁿᵖʳᵉˢᵗᵃˢⁱ, ᵃᵖᵃᵏᵃʰ ᵏʳᵉᵈⁱᵗᵘʳ ᵃᵗᵃᵘ ᵖᵉᵐᵉᵍᵃⁿᵍ ᵍᵃᵈᵃⁱ ᵒᵗᵒᵐᵃᵗⁱˢ ᵐᵉᵐⁱˡⁱᵏⁱ ᵇᵉⁿᵈᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵍᵃᵈᵃⁱᵏᵃⁿ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Bisakah Menggadaikan Barang ke Perorangan?
Salah satu jaminan kebendaan, yaitu gadai yang diatur pada Buku II mulai Pasal 1150 sampai dengan Pasal 1160 KUH Perdata.
Perjanjian jaminan gadai merupakan perjanjian accessoir dari perjanjian pokok yaitu perjanjian pinjam meminjam atau perjanjian kredit. Adapun objek dari gadai mengacu pada Pasal 1150 s.d. Pasal 1153 KUH Perdata meliputi benda bergerak baik berwujud maupun tidak berwujud.
Pembebanan gadai tersebut sah bilamana benda g͟a͟d͟a͟i͟n͟y͟a͟ d͟i͟s͟e͟r͟a͟h͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ n͟y͟a͟t͟a͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ b͟e͟n͟d͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ a͟t͟a͟u͟ p͟i͟h͟a͟k͟ k͟e͟t͟i͟g͟a͟ sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1152 KUH Perdata, sehingga penyerahan tersebut berakibat hak gadainya lahir.[¹] Penyerahan disini bukan bermaksud mengalihkan kepemilikan benda (levering) tetapi hanya u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟a͟s͟i͟n͟g͟k͟a͟n͟ b͟e͟n͟d͟a͟ g͟a͟d͟a͟i͟ d͟a͟r͟i͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ b͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟d͟͟͟a͟͟͟.
Terkait dengan pertanyaan Anda, maka hak gadainya lahir jika kendaraan motor dan bukti kepemilikan berupa BPKB diserahkan secara nyata kepada kreditur (dalam kekuasaan kreditur) karena jika tidak diserahkan maka hak gadainya tidak lahir.
Kreditur dalam hal ini sebagai pemegang gadai t͟i͟d͟a͟k͟ s͟e͟l͟a͟l͟u͟ h͟a͟r͟u͟s͟ p͟e͟g͟a͟d͟a͟i͟a͟n͟ karena dalam ketentuan Pasal 1150 KUH Perdata, hanya disebutkan si berpiutang [²] atau kreditur. Oleh sebab itu, si berpiutang dalam hal ini dapat berupa lembaga keuangan seperti bank, pegadaian, dan perorangan sebagaimana dalam kasus Anda.
Debitur Wanprestasi, Barang Gadai Otomatis Jadi Milik Pemegang Gadai?
Andai kata debitur wanprestasi, maka kreditur dalam hal ini sebagai pemegang gadai d͟i͟l͟a͟r͟a͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ b͟e͟n͟d͟a͟ g͟a͟d͟a͟i͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ o͟͟t͟͟o͟͟m͟͟a͟͟t͟͟i͟͟s͟͟. Hal ini diatur dalam Pasal 1154 KUH Perdata yang mengatur bahwa apabila si berutang atau si pemberi gadai tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya, maka tidak diperkenankan si berpiutang memiliki barang yang digadaikan.[³]
Adapun ratio legis dari ketentuan tersebut, lazimnya nilai dari benda jaminan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan besarnya pinjaman. Sehingga larangan ini bertujuan untuk melindungi pemilik benda jaminan atas kesewenang-wenangan dari kreditur. Bilamana ada janji untuk memiliki benda jaminan, maka secara otomatis janji demikian adalah batal demi hukum.
Jika debitur tidak dapat melunasi utangnya, cara yang diperbolehkan oleh undang-undang adalah dengan cara e͟k͟s͟e͟k͟u͟s͟i͟. Pada jaminan gadai, menurut Pasal 1155 KUH Perdata dilakukan dengan parate eksekusi. Kreditur punya kewenangan untuk melaksanakan eksekusi benda gadai dengan mudah, sederhana, dan cepat.[⁴]
Parate eksekusi merupakan model eksekusi yang mempermudah penjualan lelang benda gadai di hadapan umum akibat dari debitur wanprestasi, tanpa perlu proses gugatan ke pengadilan ataupun proses peletakan sita jaminan.[⁵]
Dengan demikian, menjawab pertanyaan Anda, penyerahan b͟e͟n͟d͟a͟ g͟a͟d͟a͟i͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ b͟e͟n͟d͟a͟ b͟u͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟a͟l͟i͟h͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟a͟n͟ b͟͟e͟͟n͟͟d͟͟a͟͟, sehingga kreditur bukanlah pemilik benda gadai, namun hanya sekedar mempunyai hak jaminan kebendaan saja. Oleh karena itu, bilamana debitur wanprestasi m͟a͟k͟a͟ c͟a͟r͟a͟ p͟e͟l͟u͟n͟a͟s͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ p͟i͟n͟j͟a͟m͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ d͟i͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ e͟k͟s͟e͟k͟u͟s͟i͟ b͟e͟n͟d͟a͟ g͟͟͟͟a͟͟͟͟d͟͟͟͟a͟͟͟͟i͟͟͟͟, b͟u͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ o͟t͟o͟m͟a͟t͟i͟s͟ b͟e͟n͟d͟a͟ g͟͟a͟͟d͟͟a͟͟i͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
R͟e͟f͟e͟r͟e͟n͟s͟i͟:
- Satrio. Hukum Jaminan Hak Jaminan Kebendaan. Cetakan IV. Jakarta: Citra Aditya Bakti, 2002;
- Isnaeni. Pengantar Hukum Jaminan Kebendaan. Surabaya: Revka Petra Media, 2016;
- Subekti dan R Tjitrosudibio. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: Pradnya Paramita, 2006.
Artikel ini dibuat oleh Dr.Trisadini Prasastinah Usanti. SH, MH. dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Bisakah Menggadaikan Barang ke Perorangan? pada tanggal 10 Februari 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 19 April 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

