INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Apakah definisi harta gono gini? Kemudian, bagaimana pembagian harta gono-gini setelah perceraian? Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga dimudahkan jodohnya. Aamiin..
Wassalam,
Andy Stupid – Penjalin City
•••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔎𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞】
𝔊𝔞𝔫𝔞-𝔤𝔦𝔫𝔦 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔨𝔢𝔯𝔞𝔭 𝔡𝔦𝔨𝔢𝔫𝔞𝔩 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔤𝔬𝔫𝔬-𝔤𝔦𝔫𝔦 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔨𝔲𝔪𝔭𝔲𝔩𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔩𝔞𝔪𝔞 𝔟𝔢𝔯𝔲𝔪𝔞𝔥 𝔱𝔞𝔫𝔤𝔤𝔞 𝔰𝔢𝔥𝔦𝔫𝔤𝔤𝔞 𝔪𝔢𝔫𝔧𝔞𝔡𝔦 𝔥𝔞𝔨 𝔟𝔢𝔯𝔡𝔲𝔞 𝔰𝔲𝔞𝔪𝔦 𝔡𝔞𝔫 𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦, 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔦𝔰𝔱𝔦𝔩𝔞𝔥 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪𝔫𝔶𝔞 𝔡𝔦𝔨𝔢𝔫𝔞𝔩 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔟𝔢𝔯𝔰𝔞𝔪𝔞.
ℌ𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔤𝔬𝔫𝔬-𝔤𝔦𝔫𝔦 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔟𝔢𝔯𝔰𝔞𝔪𝔞 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔰𝔢𝔩𝔞𝔩𝔲 𝔪𝔢𝔫𝔠𝔞𝔨𝔲𝔭 𝔰𝔢𝔩𝔲𝔯𝔲𝔥 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨𝔦 𝔰𝔢𝔩𝔞𝔪𝔞 𝔭𝔢𝔯𝔨𝔞𝔴𝔦𝔫𝔞𝔫, 𝔱𝔢𝔱𝔞𝔭𝔦 𝔥𝔞𝔫𝔶𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔟𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔭𝔢𝔯𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔲𝔰𝔞𝔥𝔞/𝔭𝔢𝔫𝔠𝔞𝔥𝔞𝔯𝔦𝔞𝔫 𝔰𝔲𝔞𝔪𝔦 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦 𝔰𝔢𝔩𝔞𝔪𝔞 𝔭𝔢𝔯𝔨𝔞𝔴𝔦𝔫𝔞𝔫. ℌ𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔟𝔢𝔯𝔰𝔞𝔪𝔞 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔪𝔢𝔫𝔠𝔞𝔨𝔲𝔭 𝔥𝔞𝔡𝔦𝔞𝔥 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔴𝔞𝔯𝔦𝔰𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔭𝔢𝔯𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔰𝔲𝔞𝔪𝔦 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦, 𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔨𝔞𝔯𝔢𝔫𝔞 𝔦𝔱𝔲, 𝔥𝔞𝔡𝔦𝔞𝔥 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔴𝔞𝔯𝔦𝔰𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔭𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨 𝔪𝔞𝔰𝔦𝔫𝔤-𝔪𝔞𝔰𝔦𝔫𝔤 𝔰𝔲𝔞𝔪𝔦 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦.
𝔎𝔢𝔪𝔲𝔡𝔦𝔞𝔫, 𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦𝔪𝔞𝔫𝔞 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔪𝔟𝔞𝔤𝔦𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔱𝔞 𝔤𝔬𝔫𝔬-𝔤𝔦𝔫𝔦 𝔰𝔢𝔱𝔢𝔩𝔞𝔥 𝔭𝔢𝔯𝔠𝔢𝔯𝔞𝔦𝔞𝔫?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Apa Itu Harta Gono-Gini?
Berdasarkan KBBI, gana-gini atau yang kerap dikenal dengan sebutan harta gono-gini adalah h͟a͟r͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟h͟a͟s͟i͟l͟ d͟i͟k͟u͟m͟p͟u͟l͟k͟a͟n͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ b͟e͟r͟u͟m͟a͟h͟ t͟a͟n͟g͟g͟a͟ s͟e͟h͟i͟n͟g͟g͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ h͟a͟k͟ b͟e͟r͟d͟u͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟ d͟a͟n͟ i͟͟s͟͟t͟͟r͟͟i͟͟.
Perlu diketahui bahwa istilah ‘harta gono-gini’ tidak dikenal dalam hukum. Pasal 35 ayat (1) UU Perkawinan m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟l͟ h͟a͟r͟t͟a͟ i͟n͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ i͟s͟t͟i͟l͟a͟h͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟͟e͟͟r͟͟s͟͟a͟͟m͟͟a͟͟.
Dalam praktiknya, harta gono gini sering dibahas dalam hal terjadi perceraian. Berdasarkan Penjelasan Pasal 35 jo. Penjelasan Pasal 37 UU Perkawinan, a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ p͟͟u͟͟t͟͟u͟͟s͟͟, m͟a͟k͟a͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟r͟s͟a͟m͟a͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ h͟u͟k͟u͟m͟n͟y͟a͟ m͟a͟s͟i͟n͟g͟-m͟a͟s͟i͟n͟g͟ y͟a͟i͟t͟u͟ h͟u͟k͟u͟m͟ a͟͟g͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, h͟u͟k͟u͟m͟ a͟͟d͟͟a͟͟t͟͟, d͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟-h͟u͟k͟u͟m͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Jenis-jenis Harta dalam Perkawinan
Selanjutnya, menjawab pertanyaan Anda, apakah harta gono-gini mencakup seluruh harta yang dimiliki setelah perkawinan?
Perlu diketahui bahwa UU Perkawinan mengenal dua jenis harta dalam perkawinan, yakni:[¹]
a. Harta bersama:
harta yang
diperoleh selama
perkawinan, yang
dikenal pula dengan
istilah harta
gono-gini;
b. Harta bawaan:
masing-masing
suami istri: meliputi
harta yang
diperoleh sebelum
menikah atau dalam
pernikahan yang
diperoleh
masing-masing
sebagai harta
pribadi, contohnya,
hadiah atau
warisan.
Sedangkan mengenai harta gono-gini dalam Islam, dilihat dari asal-usulnya, Sayuti Thalib dalam Hukum Kekeluargaan Indonesia: Berlaku bagi Umat Islam (hal. 83), membedakan harta suami-istri menjadi:
a. Harta bawaan,
yaitu harta suami
istri yang telah
dimiliki sebelum
kawin, baik berasal
dari warisan, hibah,
atau usaha mereka
sendiri-sendiri.
b. Harta
masing-masing
suami istri yang
dimiliki setelah
perkawinan, yaitu
yang diperoleh dari
hibah, wasiat, atau
warisan untuk
masing-masing,
bukan atas usaha
mereka.
c. Harta
pencaharian,
yakni harta yang
diperoleh sesudah
mereka berada
dalam hubungan
perkawinan atas
usaha mereka
berdua atau usaha
salah seorang dari
mereka.
Jika merujuk dari penjelasan tersebut di atas, yang termasuk ke dalam harta bersama adalah harta yang diperoleh selama perkawinan, tetapi tidak termasuk harta yang diperoleh masing-masing sebagai harta pribadi, seperti hadiah dan warisan.
Dengan demikian, dalam hal suami atau istri memperoleh hadiah dan warisan selama perkawinan berlangsung, maka itu bukan termasuk harta bersama, melainkan harta pribadi masing-masing suami atau istri.
Jadi, h͟a͟r͟t͟a͟ g͟o͟n͟o͟-g͟i͟n͟i͟ a͟t͟a͟u͟ h͟a͟r͟t͟a͟ b͟e͟r͟s͟a͟m͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ s͟e͟l͟a͟l͟u͟ m͟e͟n͟c͟a͟k͟u͟p͟ s͟e͟l͟u͟r͟u͟h͟ h͟a͟r͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ p͟͟e͟͟r͟͟k͟͟a͟͟w͟͟i͟͟n͟͟a͟͟n͟͟, melainkan hanya terbatas pada harta yang diperoleh atas usaha/pencaharian suami atau istri selama perkawinan, tidak termasuk hadiah atau warisan yang diperoleh masing-masing.
Pembagian Harta Gono-Gini setelah Perceraian
Jika terjadi perceraian, harta bersama haruslah dibagi antara suami dan istri sebagaimana diatur Pasal 37 UU Perkawinan jo. Putusan MA No. 1448K/Sip/1974. Adapun, kaidah hukum yurisprudensi Mahkamah Agung tersebut menerangkan bahwa:
- Sejak berlakunya UU Perkawinan tentang perkawinan sebagai hukum positif, bahwa harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama, sehingga pada saat terjadinya perceraian, harta bersama tersebut harus dibagi sama rata antara mantan suami istri.
Menjawab pembagian harta gono-gini setelah perceraian sebagaimana ditanyakan, h͟a͟r͟t͟a͟ g͟o͟n͟o͟-g͟i͟n͟i͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ b͟e͟r͟c͟e͟r͟a͟i͟ w͟a͟j͟i͟b͟ d͟i͟b͟a͟g͟i͟ s͟a͟m͟a͟ r͟a͟t͟a͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟ i͟͟s͟͟t͟͟r͟͟i͟͟, b͟a͟i͟k͟ y͟a͟n͟g͟ s͟i͟f͟a͟t͟n͟y͟a͟ p͟i͟u͟t͟a͟n͟g͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ u͟͟t͟͟a͟͟n͟͟g͟͟. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa ketentuan harta gono-gini ini tidak berlaku dalam hal suami dan istri telah memperjanjikan pisah harta dalam sebuah perjanjian perkawinan.
Demikian jawaban dari kami tentang pembagian harta gono-gini sebagaimana ditanyakan, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;
- Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
P͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟:
- Putusan Mahkamah Agung Nomor 1448K/Sip/1974;
R͟e͟f͟e͟r͟e͟n͟s͟i͟:
- Sayuti Thalib. Hukum Kekeluargaan Indonesia: Berlaku bagi Umat Islam. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 2014;
- Gana-gini, yang diakses pada 17 April 2026, pukul 16.20 WIB.
Artikel ini adalah pemutakhiran ketiga dari artikel dengan judul Harta Gono-Gini Setelah Bercerai yang dibuat oleh Erizka Permatasari, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada Jumat, 21 Januari 2022, dan dimutakhirkan pertama pada 14 Juli 2023, lalu dimutakhirkan kedua kali pada 3 April 2025. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Pembagian Harta Gono-Gini setelah Suami Istri Bercerai, pada tanggal 17 April 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 21 Mei 2026M/04 Zulhijjah 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

