INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Saya mau bertanya mengenai asas-asas hukum acara perdata. Adakah yang menyatakan bahwa tergugat/turut tergugat tidak perlu memberikan jawaban atas suatu gugatan? Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga dilancarkan rezekinya dan dimudahkan jodohnya. Aamiin..
Wassalam,
Irwandoe – Juntinyuat City
••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔢𝔯𝔡𝔞𝔱𝔞】
𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔫𝔶𝔞, 𝔧𝔞𝔴𝔞𝔟𝔞𝔫 𝔟𝔲𝔨𝔞𝔫𝔩𝔞𝔥 𝔰𝔲𝔞𝔱𝔲 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔧𝔦𝔟𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔥𝔞𝔯𝔲𝔰 𝔡𝔦𝔰𝔞𝔪𝔭𝔞𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔯𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱 𝔡𝔦 𝔭𝔢𝔯𝔰𝔦𝔡𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫, 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔦𝔫𝔨𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔨 𝔱𝔢𝔯𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔪𝔢𝔪𝔟𝔞𝔫𝔱𝔞𝔥 𝔡𝔞𝔩𝔦𝔩-𝔡𝔞𝔩𝔦𝔩 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱 𝔰𝔞𝔪𝔭𝔞𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱𝔞𝔫𝔫𝔶𝔞.
𝔏𝔞𝔩𝔲, 𝔞𝔡𝔞𝔨𝔞𝔥 𝔞𝔰𝔞𝔰-𝔞𝔰𝔞𝔰 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔭𝔢𝔯𝔡𝔞𝔱𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔪𝔢𝔫𝔶𝔞𝔱𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔯𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔱𝔲𝔯𝔲𝔱 𝔱𝔢𝔯𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔢𝔯𝔩𝔲 𝔪𝔢𝔪𝔟𝔢𝔯𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔧𝔞𝔴𝔞𝔟𝔞𝔫?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Jawaban Tergugat Mengenai Pokok Perkara
Menurut M. Yahya Harahap dalam buku Hukum Acara Perdata tentang Gugatan Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan, p͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟a͟n͟ j͟a͟w͟a͟b͟a͟n͟ b͟u͟k͟a͟n͟l͟a͟h͟ s͟u͟a͟t͟u͟ k͟e͟w͟a͟j͟i͟b͟a͟n͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ d͟i͟ p͟͟e͟͟r͟͟s͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟, m͟e͟l͟a͟i͟n͟k͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ h͟a͟k͟ t͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟g͟͟͟u͟͟͟g͟͟͟a͟͟͟t͟͟͟. Dalam teori dan praktiknya, jawaban berisi penjelasan tentang kebenaran atau ketidakbenaran dalil gugatan dari penggugat (hal. 464).
Selanjutnya, jawaban atau yang dikenal dengan istilah bantahan terhadap pokok perkara (ver weer ten principale atau materiel verweer) adalah tangkisan atau pembelaan yang diajukan tergugat terhadap pokok perkara yang dapat juga berarti:[¹]
- jawaban tergugat mengenai pokok perkara; atau
- bantahan yang langsung ditujukan tergugat terhadap pokok perkara.
B͟a͟n͟t͟a͟h͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ p͟o͟k͟o͟k͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ b͟e͟r͟i͟s͟i͟ a͟l͟a͟s͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟n͟e͟g͟a͟s͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ s͟e͟n͟g͟a͟j͟a͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ d͟a͟n͟ d͟i͟k͟e͟m͟u͟k͟a͟k͟a͟n͟ t͟͟e͟͟r͟͟g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟, b͟a͟i͟k͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ l͟i͟s͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ t͟͟u͟͟l͟͟i͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟a͟k͟s͟u͟d͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟u͟m͟p͟u͟h͟k͟a͟n͟ k͟e͟b͟e͟n͟a͟r͟a͟n͟ d͟a͟l͟i͟l͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟t͟u͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ d͟a͟l͟a͟m͟ j͟͟a͟͟w͟͟a͟͟b͟͟a͟͟n͟͟.[²]
Jawaban terhadap gugatan dibuat secara tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 121 ayat (2) HIR sebagai berikut:
- Ketika memanggil tergugat, maka beserta itu diserahkan juga sehelai salinan surat gugat dengan memberitahukan bahwa ia, kalau mau, dapat menjawab surat gugat itu dengan surat.
Proses Jawaban dalam Sidang Perkara Perdata
Secara teknis, pemeriksaan perkara di sidang pengadilan terdapat proses jawab menjawab sebagaimana diatur dalam Pasal 142 RV berikut:
- Dalam tenggang waktu yang sama para pihak dapat saling menyampaikan surat-surat jawaban (replik) dan jawaban balik (duplik) yang dengan cara yang sama bersama-sama dengan surat-surat yang bersangkutan diserahkan ke panitera.
Berdasarkan ketentuan tersebut, proses jawab-menjawab di pengadilan meliputi jawaban tergugat, replik, dan duplik. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Jawaban Tergugat
Menurut Pasal 121 HIR, juru sita menyampaikan surat panggilan sidang, dalam surat tersebut harus tercantum penegasan memberi hak kepada tergugat untuk mengajukan jawaban secara tertulis. Biasanya, jawaban disampaikan pada sidang pertama. Berdasarkan hak ini, tergugat menyusun jawaban yang berisi tanggapan menyeluruh terhadap gugatan yang biasa disebut jawaban pertama.[³]
Pemberian hak bagi tergugat mengajukan jawaban sesuai dengan asas-asas hukum acara perdata yaitu audi et alteram partem atau auditur et altera pars, bahwa pemberian hak yang sama kepada tergugat untuk mengajukan pembelaan kepentingannya.
2. Replik dan Duplik
Disarikan dari artikel Beda Replik dan Duplik dalam Hukum Acara Pidana dan Perdata, r͟e͟p͟l͟i͟k͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ h͟a͟k͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟g͟a͟t͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟t͟a͟h͟ j͟a͟w͟a͟b͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ t͟͟e͟͟r͟͟g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟. B͟a͟n͟t͟a͟h͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟i͟t͟u͟j͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ j͟a͟w͟a͟b͟a͟n͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟n͟y͟a͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟t͟a͟h͟ d͟a͟l͟i͟l͟ d͟a͟r͟i͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟.
Sedangkan d͟u͟p͟l͟i͟k͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ t͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟a͟n͟ r͟e͟p͟l͟i͟k͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟g͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ t͟a͟h͟a͟p͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟a͟n͟ b͟͟u͟͟k͟͟t͟͟i͟͟.
Selanjutnya, berdasarkan prinsip peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, sedapat mungkin proses pemeriksaan berjalan dengan efektif. Apabila dikaitkan dengan tahap proses jawab-menjawab yang diatur dalam Pasal 117 Rv, hakim cukup memberi kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan replik dan duplik, hanya satu kali saja.[⁴]
Pada dasarnya, memang tidak ada larangan yang tegas menyampaikan replik dan duplik berkali-kali. Akan tetapi, melakukan hal demikian tentunya membuang waktu serta tidak efektif dan efisien. Jika hak mengajukan replik dan duplik telah digunakan oleh para pihak, maka proses pemeriksaan tahap jawab-menjawab mesti ditutup untuk dilanjutkan pada tahap pembuktian lalu pengajuan konklusi yang diikuti pengucapan putusan setelahnya.[⁵]
Berdasarkan penjelasan tersebut, t͟i͟d͟a͟k͟ a͟d͟a͟ a͟s͟a͟s͟-a͟s͟a͟s͟ h͟u͟k͟u͟m͟ a͟c͟a͟r͟a͟ p͟e͟r͟d͟a͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ t͟͟e͟͟r͟͟g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟/t͟u͟r͟u͟t͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟l͟u͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ j͟a͟w͟a͟b͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ s͟u͟a͟t͟u͟ g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟.
Justru pada dasarnya m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ j͟a͟w͟a͟b͟a͟n͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ h͟a͟k͟ b͟a͟g͟i͟ t͟͟e͟͟r͟͟g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟. Pemberian hak tersebut sesuai dengan asas audi alteram partem atau auditur et altera pars, yaitu p͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟a͟n͟ h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ s͟a͟m͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟a͟n͟ k͟͟e͟͟p͟͟e͟͟n͟͟t͟͟i͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Lalu, bagaimana kedudukan turut tergugat untuk menyampaikan jawaban?
Kedudukan Turut Tergugat
Pada dasarnya, t͟u͟r͟u͟t͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ p͟i͟h͟a͟k͟ l͟a͟i͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟k͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, b͟u͟k͟a͟n͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟͟e͟͟r͟͟p͟͟e͟͟r͟͟k͟͟a͟͟r͟͟a͟͟. Namun, mengingat dalam hukum acara perdata terdapat aturan yang mewajibkan pihak dalam gugatan harus lengkap untuk menghindari gugatan kurang pihak, maka sering kali pihak terkait atau pihak yang tidak memiliki kepentingan materiel dalam perkara tersebut dimasukan sebagai pihak yang disebut turut tergugat.[⁶]
Yang harus dilakukan Turut Tergugat adalah cukup hadir menjalani proses persidangan di pengadilan dan menerima putusan yang dijatuhkan oleh hakim karena sebenarnya p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ l͟a͟n͟g͟s͟u͟n͟g͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ P͟e͟n͟g͟g͟u͟g͟a͟t͟ d͟a͟n͟ T͟͟e͟͟r͟͟g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟. Oleh karena itu, turut tergugat sebagai orang yang tidak menguasai sengketa atau tidak berkewajiban untuk melakukan sesuatu hanya sekedar dimohonkan agar tunduk dan taat terhadap putusan hakim.
Berdasarkan pemaparan tersebut, t͟u͟r͟u͟t͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ t͟i͟d͟a͟k͟ w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟s͟u͟a͟t͟u͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ p͟r͟o͟s͟e͟s͟ p͟͟e͟͟r͟͟s͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟. Menurut hemat kami, h͟a͟l͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ m͟e͟n͟u͟l͟i͟s͟ j͟͟a͟͟w͟͟a͟͟b͟͟a͟͟n͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Herzien Indlandsch Reglement;
- Reglement of de Rechtsvordering.
R͟e͟f͟e͟r͟e͟n͟s͟i͟:
- I Gusti Ngurah Adnyana. Kedudukan Notaris sebagai Turut Tergugat dalam Perkara Perdata. Jurnal Cakrawala Hukum. Vol. 13, No. 1, 2022;
- Yahya Harahap. Hukum Acara Perdata tentang Gugatan Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Hak Tergugat/Turut Tergugat untuk Mengajukan Jawaban yang dibuat oleh Sovia Hasanah, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 14 Juni 2017. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Wajibkah Tergugat Mengajukan Jawaban? Pada tanggal 24 April 2026M. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 19 Mei 2026M/02 Zulhijjah 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

