I DRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Istri saya mendaftar sebagai calon TKW ke salah satu perusahaan PJTKI. Karena waktu itu saya tidak menyetujui (tanpa sepengetahuan saya), untuk memenuhi salah satu persyaratan, dia membuat KK sendiri di kampung. Padahal KTP saya sendiri (suami) masih tercatat di DKI. Saya heran di kampung (Majalengka) bisa diterbitkan KTP dan KK atas nama keluarga saya. Padahal saya belum melakukan pencabutan berkas KTP DKI. Yang ingin saya tanyakan: bagaimana hukumnya memiliki KTP dan KK ganda?
Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga semakin cerdas dan bijak dalam menjalankan profesinya. Aamiin..
Wassalam,
Joy Mano – PMI Brunai
•••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔓𝔢𝔫𝔢𝔪𝔭𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔓𝔢𝔨𝔢𝔯𝔧𝔞 𝔐𝔦𝔤𝔯𝔞𝔫 ℑ𝔫𝔡𝔬𝔫𝔢𝔰𝔦𝔞 (“𝔓𝔐ℑ”) 𝔰𝔞𝔞𝔱 𝔦𝔫𝔦 𝔡𝔦𝔞𝔱𝔲𝔯 𝔪𝔢𝔫𝔲𝔯𝔲𝔱 𝔓𝔢𝔯𝔪𝔢𝔫 𝔓2𝔐ℑ/𝔅𝔓2𝔐ℑ 2/2026. 𝔇𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔭𝔢𝔫𝔢𝔪𝔭𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔓𝔐ℑ 𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔓𝔢𝔯𝔲𝔰𝔞𝔥𝔞𝔞𝔫 𝔓𝔢𝔫𝔢𝔪𝔭𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔓𝔐ℑ (“𝔓3𝔐ℑ”), 𝔰𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔰𝔞𝔱𝔲 𝔡𝔬𝔨𝔲𝔪𝔢𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔰𝔶𝔞𝔯𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔟𝔲𝔱𝔲𝔥𝔨𝔞𝔫 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔨𝔞𝔯𝔱𝔲 𝔱𝔞𝔫𝔡𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔡𝔲𝔡𝔲𝔨 (“𝔎𝔗𝔓”) 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔰𝔲𝔯𝔞𝔱 𝔨𝔢𝔱𝔢𝔯𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔪𝔟𝔲𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔎𝔗𝔓 𝔢𝔩𝔢𝔨𝔱𝔯𝔬𝔫𝔦𝔨. 𝔖𝔢𝔡𝔞𝔫𝔤𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔞𝔯𝔱𝔲 𝔨𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞 (“𝔎𝔎”) 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔡𝔦𝔰𝔶𝔞𝔯𝔞𝔱𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦 𝔡𝔬𝔨𝔲𝔪𝔢𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔰𝔶𝔞𝔯𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔥𝔞𝔯𝔲𝔰 𝔡𝔦𝔲𝔫𝔤𝔤𝔞𝔥.
𝔚𝔞𝔩𝔞𝔲 𝔡𝔢𝔪𝔦𝔨𝔦𝔞𝔫, 𝔭𝔞𝔱𝔲𝔱 𝔡𝔦𝔭𝔢𝔯𝔥𝔞𝔱𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔟𝔞𝔥𝔴𝔞 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔎𝔗𝔓 𝔡𝔞𝔫 𝔎𝔎 𝔤𝔞𝔫𝔡𝔞 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔭𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔲𝔞𝔱𝔲 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔞𝔡𝔪𝔦𝔫𝔦𝔰𝔱𝔯𝔞𝔰𝔦 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔫𝔡𝔲𝔡𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔨𝔢𝔫𝔞𝔦 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔧𝔞𝔯𝔞 𝔡𝔞𝔫/𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔡𝔢𝔫𝔡𝔞.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia
Sebagai informasi, saat ini aturan mengenai pendaftaran Pekerja Migran Indonesia (“PMI”) mengacu pada Permen P2MI/BP2MI 2/2026, mengingat pelaksanaan tugas dan fungsi bidang penempatan dan pelindungan tenaga kerja luar negeri yang dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan d͟i͟a͟l͟i͟h͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ t͟u͟g͟a͟s͟ d͟a͟n͟ f͟u͟n͟g͟s͟i͟ K͟e͟m͟e͟n͟t͟e͟r͟i͟a͟n͟ P͟e͟l͟i͟n͟d͟u͟n͟g͟a͟n͟ P͟e͟k͟e͟r͟j͟a͟ M͟i͟g͟r͟a͟n͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ (P͟͟2M͟͟I͟͟)/B͟a͟d͟a͟n͟ P͟e͟r͟l͟i͟n͟d͟u͟n͟g͟a͟n͟ P͟e͟k͟e͟r͟j͟a͟ M͟i͟g͟r͟a͟n͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ (B͟P͟2M͟I͟).[¹]
Menurut Pasal 1 angka 1 Permen P2MI/BP2MI 2/2026, c͟a͟l͟o͟n͟ P͟M͟I͟ adalah s͟e͟t͟i͟a͟p͟ t͟e͟n͟a͟g͟a͟ k͟e͟r͟j͟a͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟m͟͟e͟͟n͟͟u͟͟h͟͟i͟͟ s͟y͟a͟r͟a͟t͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ p͟e͟n͟c͟a͟r͟i͟ k͟e͟r͟j͟a͟ y͟a͟n͟g͟ a͟k͟a͟n͟ b͟e͟k͟e͟r͟j͟a͟ d͟i͟ l͟u͟a͟r͟ n͟e͟g͟e͟r͟i͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟d͟a͟f͟t͟a͟r͟ d͟i͟ i͟n͟s͟t͟a͟n͟s͟i͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟n͟t͟a͟h͟ k͟͟a͟͟b͟͟u͟͟p͟͟a͟͟t͟͟e͟͟n͟͟/k͟o͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟g͟g͟u͟n͟g͟ j͟a͟w͟a͟b͟ d͟i͟ b͟i͟d͟a͟n͟g͟ k͟͟e͟͟t͟͟e͟͟n͟͟a͟͟g͟͟a͟͟k͟͟e͟͟r͟͟j͟͟a͟͟a͟͟n͟͟.
Sedangkan P͟M͟I͟ adalah s͟e͟t͟i͟a͟p͟ w͟a͟r͟g͟a͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ y͟a͟n͟g͟ a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, s͟͟e͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, a͟t͟a͟u͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟k͟e͟r͟j͟a͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ u͟p͟a͟h͟ d͟i͟ l͟u͟a͟r͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ R͟e͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟ I͟͟n͟͟d͟͟o͟͟n͟͟e͟͟s͟͟i͟͟a͟͟.[²]
Bagi setiap PMI yang akan bekerja di luar negeri, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:[³]
a. berusia minimal 18
tahun;
b. memiliki
kompetensi;
c. sehat jasmani dan
rohani;
d. terdaftar dan
memiliki
kepesertaan
jaminan sosial; dan
e. memiliki
dokumen lengkap
yang
dipersyaratkan.
Dalam pelaksanaan penempatan PMI, kami asumsikan bahwa yang Anda maksud dengan PJTKI adalah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia. Jika demikian, maka dalam peraturan perundang-undangan, perusahaan tersebut disebut dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (“P3MI”), yaitu b͟a͟d͟a͟n͟ u͟s͟a͟h͟a͟ b͟e͟r͟b͟a͟d͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ p͟e͟r͟s͟e͟r͟o͟a͟n͟ t͟e͟r͟b͟a͟t͟a͟s͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟m͟p͟e͟r͟o͟l͟e͟h͟ i͟z͟i͟n͟ t͟e͟r͟t͟u͟l͟i͟s͟ d͟a͟r͟i͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟n͟t͟a͟h͟ p͟u͟s͟a͟t͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟l͟a͟y͟a͟n͟a͟n͟ p͟e͟n͟e͟m͟p͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟k͟e͟r͟j͟a͟ m͟i͟g͟r͟a͟n͟ I͟͟n͟͟d͟͟o͟͟n͟͟e͟͟s͟͟i͟͟a͟͟.[⁴]
Terdapat beberapa tahapan untuk calon PMI sebelum ditempatkan oleh P3MI, yang meliputi:[⁵]
a. pendaftaran;
b. seleksi;
c. pemenuhan
dokuman;
d. Orientasi Pra
Pemberangkatan
(“OPP”); dan
pemberangkatan.
Pada tahap pendaftaran, dilakukan melalui tahapan:[⁶]
a. membuat akun
Sistem
Komputerisasi
Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia
(“Sisko P2MI”);
b. memilih P3MI;
c. memilih jenis
jabatan;
d. memilih tempat
seleksi; dan
e. mengunggah
dokumen
persyaratan.
Adapun dokumen persyaratan sebagaimana dimaksud di atas, adalah:[⁷]
a. pas foto;
b. kartu tanda
penduduk (“KTP”)
atau surat
keterangan
pembuatan KTP
elektronik;
c. surat keterangan
status perkawinan,
bagi yang telah
melampirkan
fotokopi buku nikah;
d. surat keterangan
izin suami atau
istri, izin orang
tua, atau izin wali
yang diketahui
oleh kepala desa
atau lurah atau
sebutan lainnya;
e. sertifikat
kompetensi kerja;
dan
g. kartu kepesertaan
jaminan sosial
kesehatan nasional.
Jadi, melihat ketentuan di atas, K͟T͟P͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ s͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ s͟y͟a͟r͟a͟t͟ d͟o͟k͟u͟m͟e͟n͟ y͟a͟n͟g͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟p͟e͟n͟u͟h͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ c͟a͟l͟o͟n͟ P͟M͟I͟ j͟i͟k͟a͟ p͟e͟n͟e͟m͟p͟a͟t͟a͟n͟ P͟M͟I͟ d͟i͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ P͟͟͟3M͟͟͟I͟͟͟. Namun, kartu keluarga (“KK”) bukan merupakan salah satu dokumen yang dipersyaratkan. Kemudian, terdapat juga syarat surat keterangan izin suami atau istri, izin orang tua, atau izin wali yang diketahui oleh kepala desa atau lurah atau sebutan lainnya
Jerat Hukum KTP dan KK Ganda
Mengutip artikel Jerat Pidana Bagi Pemilik KTP Ganda, dijelaskan oleh pakar hukum Universitas Jember, Nurul Ghufron, bahwa w͟a͟r͟g͟a͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟-K͟T͟P͟ g͟a͟n͟d͟a͟ d͟i͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟ d͟a͟n͟ d͟i͟p͟a͟n͟d͟a͟n͟g͟ o͟l͟e͟h͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟a͟c͟a͟u͟k͟a͟n͟ s͟͟i͟͟s͟͟t͟͟e͟͟m͟͟ a͟d͟m͟i͟n͟i͟s͟t͟r͟a͟s͟i͟ K͟͟e͟͟p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟u͟͟d͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟.
Menurutnya, pemilik KTP yang secara sengaja ataupun tidak sengaja membuat identitas ganda dengan berbagai modus p͟a͟t͟u͟t͟ d͟i͟d͟u͟g͟a͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ n͟i͟a͟t͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟a͟i͟k͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟r͟s͟p͟e͟k͟t͟i͟f͟ n͟͟e͟͟g͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, baik s͟e͟c͟a͟r͟a͟ a͟d͟m͟i͟n͟i͟s͟t͟r͟a͟s͟i͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟.
Masih bersumber dari artikel yang sama, bagi setiap warga, apalagi pejabat yang semestinya diharapkan menjadi teladan yang baik, n͟e͟g͟a͟r͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟n͟c͟a͟m͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟a͟n͟k͟s͟i͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ K͟T͟P͟ g͟͟a͟͟n͟͟d͟͟a͟͟.
Aturan mengenai KTP dan KK tercantum dalam UU Adminduk dan perubahannya. Menurut Pasal 1 angka 14 UU 24/2013, K͟T͟P͟ e͟l͟e͟k͟t͟r͟o͟n͟i͟k͟ adalah k͟a͟r͟t͟u͟ t͟a͟n͟d͟a͟ p͟e͟n͟d͟u͟d͟u͟k͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟e͟n͟g͟k͟a͟p͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟i͟p͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ i͟d͟e͟n͟t͟i͟t͟a͟s͟ r͟e͟s͟m͟i͟ p͟e͟n͟d͟u͟d͟u͟k͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ b͟u͟k͟t͟i͟ d͟i͟r͟i͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟t͟e͟r͟b͟i͟t͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ i͟n͟s͟t͟a͟n͟s͟i͟ p͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟s͟͟a͟͟n͟͟a͟͟. Kemudian, menurut Pasal 1 angka 13 UU 24/2013, K͟͟K͟͟ adalah k͟a͟r͟t͟u͟ i͟d͟e͟n͟t͟i͟t͟a͟s͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟u͟a͟t͟ d͟a͟t͟a͟ t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ n͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, s͟u͟s͟u͟n͟a͟n͟ d͟a͟n͟ h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟͟e͟͟l͟͟u͟͟a͟͟r͟͟g͟͟a͟͟, s͟e͟r͟t͟a͟ i͟d͟e͟n͟t͟i͟t͟a͟s͟ a͟n͟g͟g͟o͟t͟a͟ k͟͟e͟͟l͟͟u͟͟a͟͟r͟͟g͟͟a͟͟.
Penduduk warga negara Indonesia dan orang asing yang memiliki izin tinggal tetap hanya diperbolehkan terdaftar dalam satu KK.[⁸] Kemudian, penduduk yang dimaksud itu yang telah berumur 17 tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP elektronik dan hanya memiliki satu KTP elektronik.[⁹]
Terkait pertanyaan Anda, setiap penduduk yang dengan sengaja mendaftarkan diri sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga lebih dari satu KK atau untuk memiliki KTP lebih dari satu, dipidana penjara maksimal 2 tahun dan/atau denda maksimal kategori III,[¹⁰] yaitu sebesar Rp50 juta.[¹¹]
Patut diperhatikan pula, ketentuan Pasal 93 UU Adminduk jo. Pasal II ayat (5) huruf e UU 1/2026, yang berbunyi:
- Setiap penduduk yang dengan sengaja memalsukan surat dan/atau dokumen kepada Instansi Pelaksana dalam melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak kategori V, yaitu sebesar Rp500 juta.[¹²]
Kemudian, Pasal 94 UU 24/2013 jo. Pasal II ayat (5) huruf e UU 1/2026, menyebutkan:
- Setiap orang yang memerintahkan dan/atau memfasilitasi dan/atau melakukan manipulasi data kependudukan dan/atau elemen data penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak kategori V, yaitu sebesar Rp500 juta.[¹³]
Sebagai informasi, peristiwa kependudukan adalah kejadian yang dialami penduduk yang harus dilaporkan karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan, di antaranya, penerbitan KK dan KTP.[¹⁴]
Sedangkan data kependudukan di atas berarti data perseorangan dan/atau data agregat yang terstruktur sebagai hasil kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, termasuk pencatatan peristiwa kependudukan dan penerbitan dokumen kependudukan.[¹⁵]
Karena diancam dengan sanksi pidana, kami sarankan Anda untuk berkomunikasi dengan istri Anda untuk mengurungkan niatnya untuk menggunakan KK dan KTP lebih dari satu dan melaporkan KK dan KTP ganda tersebut agar dapat dihapus dari data penduduk di Majalengka.
Selain itu, Anda atau istri Anda juga dapat memberitahukan hal ini kepada P3MI sebagai pelaksana penempatan PMI dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yaitu lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas sebagai pelaksana kebijakan dalam pelayanan dan pelindungan PMI secara terpadu.[¹⁶]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
- Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana;
- Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Bidang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
- Peraturan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tata Cara Penempatan Pekerja Migran Indonesia oleh Pelaksana Penempatan.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Hukumnya Memiliki KTP dan KK Ganda Demi Daftar Kerja yang dibuat oleh Bernadetha Aurelia Oktavira, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 15 Juni 2020. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” pada tanggal 05 Mei 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 17 Mei 2026M/30 Dzulqa’idah 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

