INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, objektif, dan berbasis kompetensi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Teknis (Ujikom) bagi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Jabatan Administrator.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, di Ruang Ki Tinggil Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, pada Senin (18/5/2026).
Pelaksanaan ujikom ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus bagian dari implementasi sistem merit dalam tata kelola kepegawaian daerah. Dalam arahannya, Bupati Lucky Hakim menekankan bahwa uji kompetensi ini bukan sekadar rutinitas administratif formal semata. Instrumen ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap pejabat memiliki kapasitas, integritas, dan kapabilitas yang memadai dalam menjalankan amanah pelayanan publik.
“Sebuah organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh orang-orang hebat di dalamnya. Uji kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap aparatur sipil memiliki kemampuan, integritas, dan kesiapan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya secara profesional,” ucap Lucky Hakim.
Bupati Lucky Hakim juga mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa promosi jabatan adalah sebuah kepercayaan dan tanggung jawab besar kepada masyarakat, bukan sekadar penghargaan karier. Ia mendorong para pejabat untuk menunjukkan kemampuan manajerial yang kuat, pola pikir visioner, serta semangat untuk terus berkembang.
“Percayalah, kerja keras dan kompetensi yang dimiliki akan menjadi nilai utama dalam menentukan langkah menuju jenjang yang lebih tinggi”.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Lucky Hakim merupakan bentuk motivasi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa uji kompetensi kali ini dibagi menjadi dua tahapan utama, yaitu penyusunan makalah dan sesi wawancara.
Zaenal mengungkapkan bahwa peserta yang mengikuti ujikom ini merupakan ASN pilihan. Mereka berhasil terjaring setelah melalui proses pemetaan talenta menggunakan metode nine box grid, yang mengukur aparatur berdasarkan dua dimensi utama: tingkat kinerja dan potensi pengembangan. Metode ini merujuk pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.
Disamping itu kata Zaenal, dari pemetaan tersebut, terbentuk matriks sembilan kotak, di mana “Kotak 9” merupakan level tertinggi bagi ASN yang memiliki kinerja unggul sekaligus potensi besar untuk mengemban tanggung jawab yang lebih tinggi.
“Saya ucapkan selamat kepada teman-teman semua, karena yang hadir di sini adalah mereka yang beruntung terpetakan dan berada di Kotak 9. Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk melaksanakan uji kompetensi yang kompetitif, objektif, serta terukur berdasarkan seluruh aspek kepegawaian,” kata Zaenal.
Melalui agenda ini, Pemkab Indramayu menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas (good governance). Hasil uji kompetensi ini diharapkan mampu melahirkan regenerasi kepemimpinan birokrasi yang berkualitas dan kompeten demi kemajuan Kabupaten Indramayu, tutupnya. (Bagus)

