INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — Ribuan petambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) menggelar aksi demonstrasi di Kabupaten Indramayu, Kamis (2/4/2026). Mereka menyuarakan penolakan terhadap proyek Revitalisasi Tambak Pantai Utara (Pantura) yang merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polres Indramayu, sekitar 3.100 petambak dari empat kecamatan ikut dalam aksi ini. Massa berkumpul di kawasan Kuliner Cimanuk (Kulcim), lalu berjalan kaki menuju Pendopo Indramayu sambil melakukan orasi.
Pembina KOMPI, H. Juhadi dalam jumpa pers menegaskan bahwa program tersebut dinilai merugikan masyarakat. Para petambak khawatir akan kehilangan mata pencaharian karena lahan tambak yang telah mereka kelola selama puluhan tahun terancam diambil alih.
“Kami menolak keras proyek ini. Tambak yang sudah digarap puluhan tahun mau dirampas,” tegas H. Juhadi, ucapnya.
Menurut data yang dimiliki KOMPI, proyek revitalisasi ini akan menyasar sekitar 2.264 hektare lahan tambak di Indramayu. Dampaknya, sekitar 1.000 petambak dan ribuan pekerja yang bergantung pada sektor tersebut terancam kehilangan penghasilan.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya sosialisasi sebelum dilakukan pematokan lahan. Mereka mengaku kaget karena tiba-tiba muncul tanda batas di area tambak tanpa izin, ungkap H Juhadi.
Situasi sempat memanas ketika massa tidak berhasil menemui Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Aksi dorong-dorongan pun terjadi antara demonstran dan aparat keamanan di depan Pendopo.
Perwakilan Pemkab Indramayu yang hadir saat itu menyatakan bahwa seluruh aspirasi warga akan ditampung. Namun, terkait penghentian proyek, mereka menegaskan hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. (Taryam)
Editor: Abdul Gani

