INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Berapa lama maksimum suatu masa pencekalan berlaku untuk seseorang yang dituduh dalam suatu tindakan pidana untuk pergi ke luar negeri? Bagaimana jika setelah masa tersebut berakhir, lalu orang tersebut masih dicekal di imigrasi? Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga diberikan kemudahan dalam berbagai hal. Aamiin..
Wassalam,
Yudi Walet – Balongan City
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔎𝔢𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫】
𝔍𝔞𝔫𝔤𝔨𝔞 𝔴𝔞𝔨𝔱𝔲 𝔭𝔢𝔫𝔠𝔢𝔨𝔞𝔩𝔞𝔫 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔭𝔢𝔫𝔠𝔢𝔤𝔞𝔥𝔞𝔫 𝔟𝔞𝔤𝔦 𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞 𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞 ℑ𝔫𝔡𝔬𝔫𝔢𝔰𝔦𝔞 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞 𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞 𝔞𝔰𝔦𝔫𝔤 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔟𝔢𝔯𝔭𝔢𝔯𝔤𝔦𝔞𝔫 𝔨𝔢 𝔩𝔲𝔞𝔯 𝔫𝔢𝔤𝔢𝔯𝔦 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔡𝔲𝔤𝔞 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔡𝔦 ℑ𝔫𝔡𝔬𝔫𝔢𝔰𝔦𝔞 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔰𝔢𝔩𝔞𝔪𝔞 6 𝔟𝔲𝔩𝔞𝔫, 𝔡𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔱𝔦𝔞𝔭 𝔨𝔞𝔩𝔦 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔭𝔢𝔯𝔭𝔞𝔫𝔧𝔞𝔫𝔤 𝔭𝔞𝔩𝔦𝔫𝔤 𝔩𝔞𝔪𝔞 6 𝔟𝔲𝔩𝔞𝔫. 𝔄𝔭𝔞𝔟𝔦𝔩𝔞 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔞𝔡𝔞 𝔨𝔢𝔭𝔲𝔱𝔲𝔰𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔭𝔞𝔫𝔧𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔪𝔞𝔰𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔠𝔢𝔨𝔞𝔩𝔞𝔫 (𝔭𝔢𝔫𝔠𝔢𝔤𝔞𝔥𝔞𝔫), 𝔪𝔞𝔨𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔠𝔢𝔨𝔞𝔩𝔞𝔫 (𝔭𝔢𝔫𝔠𝔢𝔤𝔞𝔥𝔞𝔫) 𝔟𝔢𝔯𝔞𝔨𝔥𝔦𝔯 𝔡𝔢𝔪𝔦 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Aturan Pencegahan ke Luar Negeri
Dalam praktik hukum keimigrasian, larangan seseorang ke luar negeri karena perkara pidana, masuk kategori pencegahan. Istilah ”cekal” di masyarakat sering dipakai secara umum, tetapi secara undang-undang, istilah larangan keluar wilayah Indonesia bagi warga negara Indonesia (”WNI”) atau warga negara asing (”WNA”) yang diduga melakukan tindak pidana di Indonesia disebut sebagai pencegahan. Di sisi lain, istilah larangan masuk bagi WNA ke wilayah Indonesia disebut sebagai “penangkalan”.[¹]
Pengaturan mengenai pencegahan atau larangan keluar wilayah Indonesia secara tegas terdapat dalam UU Keimigrasian dan perubahannya, khususnya dalam Bab IX tentang pencegahan dan penangkalan. K͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ i͟n͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ d͟a͟s͟a͟r͟ h͟u͟k͟u͟m͟ u͟t͟a͟m͟a͟ b͟a͟g͟i͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟b͟a͟t͟a͟s͟i͟ k͟e͟b͟e͟b͟a͟s͟a͟n͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ b͟e͟p͟e͟r͟g͟i͟a͟n͟ k͟e͟ l͟u͟a͟r͟ n͟e͟g͟e͟r͟i͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟o͟n͟d͟i͟s͟i͟ t͟͟e͟͟r͟͟t͟͟e͟͟n͟͟t͟͟u͟͟, t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟o͟n͟t͟e͟k͟s͟ p͟e͟n͟e͟g͟a͟k͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟.
Secara normatif, kewenangan pelaksanaan pencegahan berada pada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keimigrasian yaitu Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Namun demikian, menteri tidak bertindak secara sepihak. Sepanjang penelusuran kami, p͟e͟n͟c͟e͟g͟a͟h͟a͟n͟ d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟k͟͟s͟͟a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟m͟i͟n͟t͟a͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ i͟n͟s͟t͟a͟n͟s͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟͟e͟͟r͟͟w͟͟e͟͟n͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, seperti K͟e͟p͟o͟l͟i͟s͟i͟a͟n͟ N͟e͟g͟a͟r͟a͟ R͟e͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟ I͟͟n͟͟d͟͟o͟͟n͟͟e͟͟s͟͟i͟͟a͟͟, K͟o͟m͟i͟s͟i͟ P͟e͟m͟b͟e͟r͟a͟n͟t͟a͟s͟a͟n͟ K͟o͟r͟u͟p͟s͟i͟ (K͟͟͟P͟͟͟K͟͟͟), B͟a͟d͟a͟n͟ N͟a͟r͟k͟o͟t͟i͟k͟a͟ N͟a͟s͟i͟o͟n͟a͟l͟ (B͟͟N͟͟N͟͟), m͟a͟u͟p͟u͟n͟ l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ l͟a͟i͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ U͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟-U͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟.
Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 91 ayat (2) UU Keimigrasian berikut.
Menteri melaksanakan pencegahan berdasarkan:
a. hasil pengawasan
keimigrasian dan
keputusan tindakan
administratif
keimigrasian;
b. keputusan Menteri
Keuangan dan
Jaksa Agung sesuai
dengan bidang
tugasnya
masing-masing dan
ketentuan peraturan
perundang-
undangan;
c. permintaan Kepala
Kepolisian Negara
Republik Indonesia
sesuai dengan
ketentuan peraturan
perundang-
undangan;
d. perintah Ketua
Komisi
Pemberantasan
Korupsi sesuai
dengan ketentuan
peraturan
perundang-
undangan;
e. permintaan Kepala
Badan Narkotika
Nasional sesuai
dengan ketentuan
peraturan
perundang-
undangan; dan/atau
f. keputusan, perintah,
atau permintaan
pimpinan
kementerian/
lembaga lain yang
berdasarkan
undang-undang
memiliki
kewenangan
pencegahan.
Menurut hemat kami, intinya Pasal 91 UU Keimigrasian menegaskan bahwa pencegahan merupakan bagian dari instrumen penegakan hukum dan pengamanan kepentingan negara. Artinya, i͟m͟i͟g͟r͟a͟s͟i͟ p͟a͟d͟a͟ d͟a͟s͟a͟r͟n͟y͟a͟ b͟e͟r͟t͟i͟n͟d͟a͟k͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ p͟e͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟ a͟d͟m͟i͟n͟i͟s͟t͟r͟a͟t͟i͟f͟ a͟t͟a͟s͟ p͟e͟r͟m͟i͟n͟t͟a͟a͟n͟ l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ p͟e͟n͟e͟g͟a͟k͟ h͟u͟k͟u͟m͟ a͟t͟a͟u͟ l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Kemudian, terkait jangka waktunya, berdasarkan Pasal 97 ayat (1) UU 63/2024, p͟e͟n͟c͟e͟g͟a͟h͟a͟n͟ b͟e͟r͟l͟a͟k͟u͟ p͟a͟l͟i͟n͟g͟ l͟a͟m͟a͟ 6 b͟͟u͟͟l͟͟a͟͟n͟͟, d͟a͟n͟ s͟e͟t͟i͟a͟p͟ k͟a͟l͟i͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟p͟e͟r͟p͟a͟n͟j͟a͟n͟g͟ p͟͟a͟͟l͟͟i͟͟n͟͟g͟͟ l͟a͟m͟a͟ 6 b͟͟u͟͟l͟͟a͟͟n͟͟. Ketentuan selengkapnya tentang pencegahan dan penangkalan dapat dilihat dalam Permen Imigrasi dan Pemasyarakatan 13/2025.
Namun apabila dalam jangka waktu tersebut tidak terdapat keputusan perpanjangan, maka sepanjang penelusuran kami pencegahan berakhir demi hukum. Frasa “berakhir demi hukum” ini secara yuridis diartikan a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ m͟a͟s͟a͟ b͟e͟r͟l͟a͟k͟u͟ t͟e͟l͟a͟h͟ h͟a͟b͟i͟s͟ d͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ a͟d͟a͟ k͟e͟p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟e͟r͟p͟a͟n͟j͟a͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ s͟a͟h͟, m͟a͟k͟a͟ p͟e͟n͟c͟e͟g͟a͟h͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ t͟i͟d͟a͟k͟ l͟a͟g͟i͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ k͟e͟k͟u͟a͟t͟a͟n͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟i͟͟k͟͟a͟͟t͟͟. Dengan kata lain, t͟i͟d͟a͟k͟ b͟o͟l͟e͟h͟ a͟d͟a͟ p͟e͟m͟b͟a͟t͟a͟s͟a͟n͟ h͟a͟k͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟ n͟e͟g͟e͟r͟i͟ t͟a͟n͟p͟a͟ d͟a͟s͟a͟r͟ k͟e͟p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟a͟s͟i͟h͟ b͟͟e͟͟r͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟.
Jika Masa Pencegahan Telah Berlaku Habis
Menjawab pertanyaan Anda selanjutnya, berdasarkan praktek professional yang kami lakukan, apabila seseorang masih dicegah setelah masa berlaku habis, beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain:
a. Permintaan Klarifikasi Tertulis
- Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan permohonan resmi kepada Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI untuk meminta salinan keputusan pencegahan, nomor dan tanggal keputusan, masa berlaku, serta bukti adanya atau tidak adanya perpanjangan.
b. Permintaan Pembaharuan Data
- Jika tidak terdapat keputusan perpanjangan, maka kami menyarankan Anda mengajukan permohonan normalisasi atau pembaruan data dalam sistem keimigrasian, dengan dasar bahwa pencegahan telah berakhir demi hukum.
c. Keberatan Administratif
- Apabila ternyata masih ada keputusan yang dianggap tidak sah atau cacat prosedur, dapat diajukan keberatan sebagaimana diatur dalam UU Keimigrasian.
d. Gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
- Jika tindakan pencegahan atau perpanjangan dinilai melanggar prosedur, melampaui kewenangan, atau bertentangan dengan hukum, maka keputusan tersebut dapat menjadi objek sengketa tata usaha negara. Dalam konteks ini, yang diuji bukan proses pidananya, melainkan keabsahan keputusan administratif pencegahan.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian;
- Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja;
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-undang;
- Undang-Undang Nomor 63 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian;
- Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Penangkalan.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Berapa Lama Seseorang Bisa Dicegah Berpergian ke Luar Negeri? *yang *dibuat oleh* Letezia Tobing, S.H., M.Kn. dan pertama kali dipublikasikan pada 22 Juli 2016. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Aturan Maksimum Masa Pencegahan ke Luar Negeri, pada tanggal 17 April 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 25 April 2026M/08 Zulkaidah 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

