BALONGAN – Sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat aspek keselamatan kerja dan profesionalisme personil di garda terdepan operasional kilang, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VI Balongan turut mendukung penyelenggaraan Pelatihan Loading Master Tahun 2026 dengan menjadi tuan rumah atau area pelatihan praktik kegiatan pelatihan loading master yang diselenggarakan pada 5-6 maret 2026 di Area Tangki Kilang Balongan.
Adapun program ini dirancang khusus untuk memberikan pembekalan mendalam, baik secara teori maupun praktik lapangan dengan fokus utama pelatihan mencakup penguasaan teknis penggunaan sarana dan fasilitas (sarfas) vital di fasilitas Oil Movement atau tangki timbun BBM , pengecekan tangki timbun, hingga penggunaan alat ukur bersertifikat sesuai standar American Society for Testing and Materials (ASTM) untuk menjamin presisi kualitas produk seperti Nafta, Solar, dan Avtur.
Peningkatan keahlian ini sangat krusial bagi kelancaran operasional di Fungsi Produksi II, khususnya bagian Oil Movement. Peran seorang Loading Master sangat vital dalam memastikan volume dan kualitas produk yang masuk maupun keluar dari kilang terjaga dengan tepat.
Manager Human Capital PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Wahyu Adi Marsanto, dikesempatan terpisah menekankan bahwa pengembangan kompetensi pekerja merupakan prioritas utama dalam menjaga keunggulan operasional, untuk itu pelatihan Loading Master ini adalah investasi strategis perusahaan dalam aspek Human Capital.
“Melalui dukungan terhadap kegiatan pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap personil atau Pekerja Pertamina memiliki kapabilitas yang mumpuni dalam mengelola proses loading dan unloading dengan standar akurasi tinggi serta mengedepankan aspek HSSE melalui dengan SDM yang kompeten sehingga risiko operasional dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Wahyu.
Senada dengan hal tersebut, Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, Cecep Supriatna, menyatakan bahwa melalui upskilling ini, tim di Bagian Oil Movement akan lebih siap menghadapi dinamika operasional di lapangan.
“Penguasaan alat-alat teknis seperti sampling cup, hidrometer, hingga ullage temperature yang terkalibrasi adalah kunci akurasi data” ujar Cecep.
Lebih dari itu, Cecep menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mencetak tenaga kerja yang ahli di bidangnya, dengan begitu resiko kesalahan dapat diminimalisir sehingga potensi terjadi insiden yang dapat merusak lingkungan dapat dihindari.
Secara keseluruhan kegiatan berlangsung pada 2-7 Maret 2026 yang dipusatkan di Patra Cirebon Hotel & Convention untuk materi teori dan diikuti oleh 16 orang peserta yang berasal dari RU II-RU V dan RU VII serta TPPI Tuban dengan menghadirkan tenaga ahli dari Pertamina Maritime Training Center (PMTC) selaku penguji. (Bagus)

