INDRAMAYU — PERTANYAAN:
Terdapat dalam surat apa dan ayat berapa yang memuat tentang kepailitan dan PKPU dalam Syariat Hukum Islam?
Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga dimudahkan segala urusan dan dilancarkan rezekinya. Aamiin..
Bye.
Daenk Sukara – Jambak City
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔢𝔯𝔡𝔞𝔱𝔞】
𝔏𝔢𝔪𝔟𝔞𝔤𝔞 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔨𝔢𝔭𝔞𝔦𝔩𝔦𝔱𝔞𝔫 𝔟𝔲𝔨𝔞𝔫𝔩𝔞𝔥 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔭𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔪𝔟𝔞𝔤𝔞 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔞𝔯𝔲 𝔡𝔦 𝔰𝔦𝔰𝔱𝔢𝔪 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 ℑ𝔫𝔡𝔬𝔫𝔢𝔰𝔦𝔞. 𝔖𝔞𝔞𝔱 𝔦𝔫𝔦, 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔨𝔢𝔭𝔞𝔦𝔩𝔦𝔱𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔧𝔲𝔨 𝔭𝔞𝔡𝔞 𝔨𝔢𝔱𝔢𝔫𝔱𝔲𝔞𝔫 𝔘𝔘 37/2004.
𝔎𝔢𝔪𝔲𝔡𝔦𝔞𝔫 ℑ𝔰𝔩𝔞𝔪 𝔰𝔢𝔫𝔡𝔦𝔯𝔦 𝔭𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔫𝔶𝔞 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔞𝔱𝔲𝔯 𝔥𝔲𝔟𝔲𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔞𝔫𝔱𝔞𝔯 𝔪𝔞𝔫𝔲𝔰𝔦𝔞 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔨𝔢𝔥𝔦𝔡𝔲𝔭𝔞𝔫 𝔰𝔬𝔰𝔦𝔞𝔩, 𝔱𝔢𝔯𝔪𝔞𝔰𝔲𝔨 𝔲𝔱𝔞𝔫𝔤 𝔭𝔦𝔲𝔱𝔞𝔫𝔤. 𝔏𝔞𝔫𝔱𝔞𝔰, 𝔞𝔭𝔞 𝔰𝔞𝔧𝔞 𝔰𝔲𝔯𝔞𝔱 𝔡𝔞𝔫 𝔞𝔶𝔞𝔱 𝔄𝔩-𝔔𝔲𝔯𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔪𝔢𝔪𝔲𝔞𝔱 𝔱𝔢𝔫𝔱𝔞𝔫𝔤 𝔨𝔢𝔭𝔞𝔦𝔩𝔦𝔱𝔞𝔫?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Kepailitan dalam Hukum Positif
Di Indonesia pengaturan hukum mengenai kepailitan saat ini diatur dalam UU 37/2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. Sebagai informasi, l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ h͟u͟k͟u͟m͟ k͟͟e͟͟p͟͟a͟͟i͟͟l͟͟i͟͟t͟͟a͟͟n͟͟, b͟u͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟a͟r͟u͟ s͟a͟m͟a͟ s͟e͟k͟a͟l͟i͟ d͟a͟l͟a͟m͟ s͟i͟s͟t͟e͟m͟ h͟u͟k͟u͟m͟ I͟͟n͟͟d͟͟o͟͟n͟͟e͟͟s͟͟i͟͟a͟͟.[¹]
Sebelumnya salah satu sarana penyelesaian utang piutang berdasar pada undang-undang tentang kepailitan (Faillissements Verordening, Staatsblad 1905:217 jo. Staatsblad 1906:348). Namun sebagian besar materinya, tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat dan oleh karena itu telah diubah dengan Perppu 1/1998 yang kemudian ditetapkan menjadi undang-undang berdasarkan UU 4/1998. Akan tetapi, perubahan tersebut belum juga memenuhi perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat.[²]
Oleh karena itu, alasan di atas merupakan salah satu pertimbangan diperlukannya pembentukan undang-undang yang baru tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang, yaitu UU 37/2004.[³]
Adapun yang dimaksud dengan kepailitan ini diatur dalam Pasal 1 angka 1 UU 37/2004, sebagai berikut:
- Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan debitor pailita yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh kurator di bawah pengawasan hakim pengawas seabgaimana diatur dalam undang-undang ini.
Adapun menurut M. Hadi Shubhan pada bukunya Hukum Kepailitan: Prinsip, Norma, dan Praktik di Peradilan (hal. 1), p͟a͟i͟l͟i͟t͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ s͟u͟a͟t͟u͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ d͟i͟ m͟a͟n͟a͟ d͟e͟b͟i͟t͟o͟r͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟͟a͟͟m͟͟p͟͟u͟͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟a͟n͟-p͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ u͟t͟a͟n͟g͟-u͟t͟a͟n͟g͟ d͟a͟r͟i͟ p͟a͟r͟a͟ k͟͟r͟͟e͟͟d͟͟i͟͟t͟͟o͟͟r͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. K͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟͟͟a͟͟͟m͟͟͟p͟͟͟u͟͟͟ m͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟ i͟n͟i͟ l͟a͟z͟i͟m͟n͟y͟a͟ d͟i͟s͟e͟b͟a͟b͟k͟a͟n͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ k͟e͟s͟u͟l͟i͟t͟a͟n͟ k͟o͟n͟d͟i͟s͟i͟ k͟e͟u͟a͟n͟g͟a͟n͟ (f͟i͟n͟a͟n͟c͟i͟a͟l͟ d͟͟i͟͟s͟͟t͟͟r͟͟e͟͟s͟͟s͟͟) d͟a͟r͟i͟ u͟s͟a͟h͟a͟ d͟e͟b͟i͟t͟o͟r͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟g͟a͟l͟a͟m͟i͟ k͟͟e͟͟m͟͟u͟͟n͟͟d͟͟u͟͟r͟͟a͟͟n͟͟. Sedangkan k͟e͟p͟a͟i͟l͟i͟t͟a͟n͟ m͟͟e͟͟r͟͟u͟͟p͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟a͟k͟i͟b͟a͟t͟k͟a͟n͟ s͟i͟t͟a͟ u͟m͟u͟m͟ a͟t͟a͟s͟ s͟e͟l͟u͟r͟u͟h͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ d͟e͟b͟i͟t͟o͟r͟ p͟͟a͟͟i͟͟l͟͟i͟͟t͟͟, b͟a͟i͟k͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ a͟d͟a͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ y͟a͟n͟g͟ a͟k͟a͟n͟ a͟d͟a͟ d͟i͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ h͟͟a͟͟r͟͟i͟͟.
Syarat untuk seorang debitor dinyatakan pailit merujuk pada ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU 37/2004, yang berbunyi:
- Debitor yang mempunyai dua atau lebih kreditor dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan, baik atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa lembaga hukum kepailitan bukanlah merupakan lembaga hukum yang baru di sistem hukum Indonesia. Saat ini, dasar hukum kepailitan dapat merujuk pada ketentuan UU 37/2004.
Lantas, bagaimanakah kepailitan dalam islam?
Kepailitan dalam Islam
Menjawab pertanyaan Anda, Mengutip Serlika Aprita dan Rijalush Shalihin pada bukunya Hukum Kepailitan dalam Islam (hal. 65-66), I͟s͟l͟a͟m͟ p͟a͟d͟a͟ d͟a͟s͟a͟r͟n͟y͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟t͟u͟r͟ h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ a͟n͟t͟a͟r͟ m͟a͟n͟u͟s͟i͟a͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟e͟h͟i͟d͟u͟p͟a͟n͟ s͟͟o͟͟s͟͟i͟͟a͟͟l͟͟, t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ u͟t͟a͟n͟g͟ p͟͟i͟͟u͟͟t͟͟a͟͟n͟͟g͟͟. Sebagai contohnya Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 283, yang berbunyi:
- Hendaknya orang yang sudah dipercaya untuk berutang membayar utang-utangnya dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya.
Al-Quran Surat Al-Baqarah juga menyinggung beberapa hal terkait dengan utang piutang. Seperti, dalam utang piutang jangan lupakan arti pentingnya dokumentasi alias pencatatan, sebagai disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 282, sebagai berikut:
- Hendaklah kamu menuliskannya (utang piutang) dengan benar.
Selain itu, terdapat juga mengenai perjanjian utang piutang yang terdapat dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 280, yang berbunyi:
- Dan jika (orang yang berutang) dalam kesukaran maka berilah tangguh hingga ada kepalangan baginya. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang itu) lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Serta, Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 283:
- Dan jika kamu dalam perjalanan dan tidak memperoleh penulis, maka hendaklah ada barang jaminan di pegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertaqwa kepada Allah Tuhannya dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dalam fikih Islam, kondisi di mana seseorang tidak memiliki harta disebut iflaas. Orang yang pailit disebut muflis, sedangkan keputusan hakim yang menyatakan seseorang dalam keadaan pailit disebut taflis. Kata taflis sering diartikan sebagai larangan kepada seseorang yang bertindak atas hartanya. L͟a͟r͟a͟n͟g͟a͟n͟ i͟t͟u͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟a͟n͟ t͟e͟r͟b͟e͟l͟i͟t͟ u͟t͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ b͟a͟n͟y͟a͟k͟ d͟a͟r͟i͟ h͟͟a͟͟r͟͟t͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.[⁴]
Kemudian, at-taflis, diambil dari kata al-fals yang merupakan jamak dari fulus. Secara etimologi at-taflis berarti pailit, tekor atau jatuh miskin. Sedangkan secara etimologi, at-taflis didefinisikan oleh para ulama sebagai “keputusan hakim yang melarang seseorang bertindak hukum atas hartanya”.[⁵]
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun tidak ada istilah secara khusus mengenai kepailitan dalam Islam, tetapi pada dasarnya I͟s͟l͟a͟m͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟g͟a͟t͟u͟r͟ k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ u͟t͟a͟n͟g͟ p͟i͟u͟t͟a͟n͟g͟ s͟e͟r͟t͟a͟ k͟e͟w͟a͟j͟i͟b͟a͟n͟ m͟͟e͟͟l͟͟u͟͟n͟͟a͟͟s͟͟i͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Yang mana, menurut hemat kami ketentuan tersebut memiliki konsep yang sama dengan kepailitan yang diatur dalam hukum positif sesuai UU 37/2004.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Kepailitan dalam Islam yang dibuat oleh Muhammad Yasin, S.H., M.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 25 Mei 2009. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Kepailitan dalam Hukum Islam, pada tanggal 18 Februari 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 24 Februari 2026M/06 Ramadhan 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

