INDRAMAYU — PERTANYAAN
Apa yang dimaksud dengan harmonisasi peraturan-peraturan di Indonesia? Mohon pencerahannya? Terimakasih.
H. Nata-Kampung Cipir Santri
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum Kenegaraan】
𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔭𝔯𝔦𝔫𝔰𝔦𝔭𝔫𝔶𝔞, 𝔥𝔞𝔯𝔪𝔬𝔫𝔦𝔰𝔞𝔰𝔦 𝔭𝔢𝔯𝔞𝔱𝔲𝔯𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔲𝔫𝔡𝔞𝔫𝔤-𝔲𝔫𝔡𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔪𝔢𝔴𝔲𝔧𝔲𝔡𝔨𝔞𝔫 𝔫𝔬𝔯𝔪𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔥𝔞𝔯𝔪𝔬𝔫𝔦𝔰 𝔡𝔦 𝔞𝔫𝔱𝔞𝔯𝔞 𝔭𝔢𝔯𝔞𝔱𝔲𝔯𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔲𝔫𝔡𝔞𝔫𝔤-𝔲𝔫𝔡𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫. ℌ𝔞𝔯𝔪𝔬𝔫𝔦𝔰𝔞𝔰𝔦 𝔭𝔢𝔯𝔞𝔱𝔲𝔯𝔞𝔫 𝔦𝔫𝔦 𝔱𝔢𝔯𝔟𝔞𝔤𝔦 𝔪𝔢𝔫𝔧𝔞𝔡𝔦 𝔡𝔲𝔞 𝔶𝔞𝔦𝔱𝔲 𝔥𝔞𝔯𝔪𝔬𝔫𝔦𝔰𝔞𝔰𝔦 𝔳𝔢𝔯𝔱𝔦𝔨𝔞𝔩 𝔡𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔪𝔬𝔫𝔦𝔰𝔞𝔰𝔦 𝔥𝔬𝔯𝔦𝔷𝔬𝔫𝔱𝔞𝔩. 𝔄𝔭𝔞 𝔟𝔢𝔡𝔞𝔫𝔶𝔞 𝔡𝔞𝔫 𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦𝔪𝔞𝔫𝔞 𝔪𝔢𝔨𝔞𝔫𝔦𝔰𝔪𝔢 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔱𝔞𝔥𝔞𝔭𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔥𝔞𝔯𝔪𝔬𝔫𝔦𝔰𝔞𝔰𝔦𝔞𝔫?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan (“pengharmonisasian”) adalah p͟r͟o͟s͟e͟s͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟a͟r͟a͟s͟a͟n͟ s͟u͟b͟s͟t͟a͟n͟s͟i͟ r͟a͟n͟c͟a͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟n͟ t͟e͟k͟n͟i͟k͟ p͟e͟n͟y͟u͟s͟u͟n͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟-u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟, s͟e͟h͟i͟n͟g͟g͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ s͟a͟t͟u͟ k͟e͟s͟a͟t͟u͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ u͟t͟u͟h͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟e͟r͟a͟n͟g͟k͟a͟ s͟i͟s͟t͟e͟m͟ h͟u͟k͟u͟m͟ n͟͟a͟͟s͟͟i͟͟o͟͟n͟͟a͟͟l͟͟.[¹]
H͟a͟r͟m͟o͟n͟i͟s͟a͟s͟i͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ b͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟a͟n͟ e͟r͟a͟t͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ h͟i͟e͟r͟a͟r͟k͟i͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟-u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟. Proses harmonisasi dibutuhkan sebagai bentuk penyelesaian atas tidak harmonis atau tumpang tindihnya suatu peraturan yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah atau peraturan yang sejajar namun tidak harmonis satu sama lain.
Harmonisasi peraturan perundang-undangan pada prinsipnya adalah mewujudkan norma yang harmonis di antara peraturan perundang-undangan. Pentingnya harmonisasi antar norma terutama norma hukum menjadi sebuah konsekuensi logis agar sebuah ketertiban tercapai dalam sebuah tata hukum yang dibentuk suatu negara. J͟i͟k͟a͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ d͟͟i͟͟s͟͟h͟͟a͟͟r͟͟m͟͟o͟͟n͟͟i͟͟, m͟a͟k͟a͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ a͟d͟a͟ d͟i͟ b͟a͟w͟a͟h͟ d͟a͟p͟a͟t͟ k͟e͟h͟i͟l͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟y͟a͟ l͟a͟k͟u͟ d͟a͟n͟ d͟a͟y͟a͟ g͟͟u͟͟n͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Harmonisasi antar peraturan perundang-undangan dalam hubungan hierarkis sangatlah penting. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ h͟i͟e͟r͟a͟r͟k͟i͟s͟ t͟i͟d͟a͟k͟ h͟a͟r͟m͟o͟n͟i͟s͟ m͟a͟k͟a͟ m͟a͟k͟n͟a͟ d͟a͟r͟i͟ h͟i͟e͟r͟a͟r͟k͟i͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ t͟e͟l͟a͟h͟ h͟i͟l͟a͟n͟g͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.[²]
Pentingnya harmonisasi norma dalam hubungan peraturan perundang-undangan yang satu dengan peraturan perundang-undangan lain, adalah konsekuensi teori norma hukum berjenjang yang diperkenalkan oleh Hans Kelsen juga Hans Nawiaski.[³]
Jenis Harmonisasi Peraturan
Harmonisasi peraturan terbagi menjadi dua, yaitu harmonisasi vertikal dan harmonisasi horizontal, dengan penjelasan sebagai berikut:
- Harmonisasi vertikal adalah harmonisasi perundang-undangan yang dilakukan terhadap peraturan perundang-undangan yang lain dalam hierarki yang berbeda.
- Harmonisasi horizontal adalah harmonisasi peraturan perundang-undangan yang dilakukan terhadap peraturan perundang-undangan yang berada dalam hierarki yang sama dan sederajat.
Pasal 7 UU 12/2011 mengatur bahwa jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan adalah:
a. Undang-Undang
Dasar Negara
Republik Indonesia
Tahun 1945;
b. Ketetapan MPR;
c. Undang-Undang
Peraturan
Pemerintah
Pengganti
Undang-Undang;
d. Peraturan
Pemerintah;
e. Peraturan Presiden;
f. Peraturan Daerah
Provinsi; dan
g. Peraturan Daerah
Kabupaten/Kota.
Ketentuan hierarki tersebut menegaskan bahwa m͟a͟t͟e͟r͟i͟ m͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ r͟e͟n͟d͟a͟h͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟o͟l͟e͟h͟ b͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ t͟͟i͟͟n͟͟g͟͟g͟͟i͟͟. Dalam hal h͟a͟r͟m͟o͟n͟i͟s͟a͟s͟i͟ v͟e͟r͟t͟i͟k͟a͟l͟ ini berlaku asas lex superiori derogat legi inferiori atau p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ t͟i͟n͟g͟g͟i͟ m͟e͟n͟g͟e͟s͟a͟m͟p͟i͟n͟g͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ r͟͟e͟͟n͟͟d͟͟a͟͟h͟͟.[⁴]
Di samping itu, perlu diperhatikan pula h͟a͟r͟m͟o͟n͟i͟s͟a͟s͟i͟ h͟o͟r͟i͟z͟o͟n͟t͟a͟l͟ atau h͟a͟r͟m͟o͟n͟i͟s͟a͟s͟i͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ k͟e͟d͟u͟d͟u͟k͟a͟n͟n͟y͟a͟ s͟͟e͟͟d͟͟e͟͟r͟͟a͟͟j͟͟a͟͟t͟͟. Dalam harmonisasi jenis ini, asas pentingnya adalah lex posterior derogat legi priori, yaitu p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟a͟r͟u͟ m͟e͟n͟g͟e͟s͟a͟m͟p͟i͟n͟g͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ l͟͟a͟͟m͟͟a͟͟.[⁵]
Patut Anda ketahui, sebelumnya dalam PP 59/2015 menyebutkan perancang peraturan perundang-undangan mempunyai tugas untuk pengharmonisasian. Kemudian ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Permenkumham 22/2018 tentang pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan yang dibentuk di daerah dan Permenkumham 23/2018 t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ p͟e͟n͟g͟h͟a͟r͟m͟o͟n͟i͟s͟a͟s͟i͟a͟n͟ r͟a͟n͟c͟a͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ m͟͟e͟͟n͟͟t͟͟e͟͟r͟͟i͟͟, r͟a͟n͟c͟a͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟n͟t͟a͟h͟ n͟͟o͟͟n͟͟k͟͟e͟͟m͟͟e͟͟n͟͟t͟͟e͟͟r͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, r͟a͟n͟c͟a͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ n͟͟o͟͟n͟͟s͟͟t͟͟r͟͟u͟͟k͟͟t͟͟u͟͟r͟͟a͟͟l͟͟.
Makna pengharmonisasian di sini antara lain pengharmonisasian dengan sila-sila dalam Pancasila, pembukaan UUD 1945, dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau yang setingkat.[⁶]
Sehingga, dapat dikatakan bahwa konsep pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan UU 12/2011 yang hanya mengatur pada rancangan undang-undang, rancangan peraturan pemerintah dan rancangan peraturan presiden kini berkembang pada peraturan perundang-undangan lainnya sejak adanya PP 59/2016 dan peraturan turunannya.
Mekanisme Harmonisasi Peraturan
Mekanisme pengharmonisasian atau harmonisasi peraturan saat ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu:[⁷]
a. permohonan
pengharmonisasian
konsepsi rancangan
peraturan
perundang-
undangan;
b. pemeriksaan
administratif;
c. analisis konsepsi;
d. rapat
pengharmonisasian
konsepsi rancangan
peraturan
perundang-
undangan;
e. paraf persetujuan;
dan
f. penyampaian hasil
pengharmonisasian
konsepsi rancangan
peraturan
perundang-
undangan.
Sebagai informasi, saat ini telah terdapat kewenangan penyelesaian disharmoni peraturan perundang-undangan melalui mediasi berdasarkan Permenkumham 2/2019. M͟e͟d͟i͟a͟s͟i͟ i͟n͟i͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟i͟ l͟u͟a͟r͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ d͟i͟s͟h͟a͟r͟m͟o͟n͟i͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ D͟i͟r͟e͟k͟t͟o͟r͟a͟t͟ J͟e͟n͟d͟e͟r͟a͟l͟ P͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ P͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ K͟e͟m͟e͟n͟t͟e͟r͟i͟a͟n͟ H͟u͟k͟u͟m͟ d͟͟a͟͟n͟͟ H͟A͟M͟.[⁸]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan;
- Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2015 tentang Keikutsertaan Perancang Peraturan Perundang-undangan dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaannya;
- Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 20 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Prosedur Pengharmonisasian, Pembulatan, dan Pemantapan Konsepsi Rancangan Peraturan Perundang-undangan;
- Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pengharmonisasian Rancangan Peraturan Perundang-undangan yang Dibentuk di Daerah oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan;
- Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pengharmonisasian Rancangan Peraturan Menteri, Rancangan Peraturan Lembaga Pemerintah Nonkementerian, atau Rancangan Peraturan dari Lembaga Nonstruktural oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan;
- Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelesaian Disharmoni Peraturan Perundang-undangan Melalui Mediasi.
Artikel ini dibuat oleh Dr.Fitriani Ahlan Sjarif. SH, MH. dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Memaknai Harmonisasi Peraturan di Indonesia pada tanggal 06 Juni 2022. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 08 November 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

