INDRAMAYU — PERTANYAAN
Saya sering mendengar istilah iktikad baik dalam perjanjian. Apakah kalau tidak ada iktikad baik dapat membatalkan perjanjian? Apa saja kriteria seseorang membuat dan menjalankan perjanjian dengan iktikad baik?
Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga semakin sukses didunia maya dan dunia nyata. Aamiin..
Chika-Yana – Limbangan
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum Perdata】
ℑ𝔨𝔱𝔦𝔨𝔞𝔡 𝔟𝔞𝔦𝔨 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔰𝔦𝔨𝔞𝔭 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔫𝔦𝔞𝔱 𝔱𝔲𝔩𝔲𝔰 𝔡𝔞𝔯𝔦 𝔭𝔞𝔯𝔞 𝔭𝔦𝔥𝔞𝔨 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔰𝔲𝔞𝔱𝔲 𝔭𝔢𝔯𝔧𝔞𝔫𝔧𝔦𝔞𝔫 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔨𝔰𝔞𝔫𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔨 𝔡𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔧𝔦𝔟𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔠𝔞𝔯𝔞 𝔞𝔡𝔦𝔩, 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔪𝔢𝔫𝔶𝔞𝔩𝔞𝔥𝔤𝔲𝔫𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔞𝔡𝔞𝔞𝔫 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔡𝔞𝔫 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔤𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔦𝔥𝔞𝔨 𝔩𝔞𝔦𝔫 𝔡𝔢𝔪𝔦 𝔨𝔢𝔲𝔫𝔱𝔲𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔰𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔰𝔞𝔱𝔲 𝔭𝔦𝔥𝔞𝔨.
ℑ𝔨𝔱𝔦𝔨𝔞𝔡 𝔟𝔞𝔦𝔨 𝔦𝔫𝔦 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔩𝔦𝔥𝔞𝔱 𝔭𝔞𝔡𝔞 𝔰𝔞𝔞𝔱 𝔭𝔢𝔪𝔟𝔢𝔫𝔱𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔧𝔞𝔫𝔧𝔦𝔞𝔫 𝔥𝔦𝔫𝔤𝔤𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔨𝔥𝔦𝔯𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔧𝔞𝔫𝔧𝔦𝔞𝔫.
𝔏𝔞𝔫𝔱𝔞𝔰, 𝔞𝔭𝔞 𝔨𝔯𝔦𝔱𝔢𝔯𝔦𝔞 𝔦𝔨𝔱𝔦𝔨𝔞𝔡 𝔟𝔞𝔦𝔨 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔭𝔢𝔯𝔧𝔞𝔫𝔧𝔦𝔞𝔫?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pengertian iktikad baik adalah s͟i͟k͟a͟p͟ a͟t͟a͟u͟ n͟i͟a͟t͟ t͟u͟l͟u͟s͟ d͟a͟r͟i͟ p͟a͟r͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ d͟a͟l͟a͟m͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ h͟a͟k͟ d͟a͟n͟ k͟e͟w͟a͟j͟i͟b͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟, tidak menyalahgunakan keadaan hukum dan tidak merugikan pihak lain demi keuntungan salah satu pihak. I͟k͟t͟i͟k͟a͟d͟ b͟a͟i͟k͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟ p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟ d͟a͟l͟a͟m͟ h͟u͟k͟u͟m͟ p͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟t͟͟a͟͟, khususnya hukum kontrak. Prinsip ini menjadi ukuran apakah para pihak bertindak secara jujur, adil dan tidak merugikan pihak lain dalam melaksanakan isi perjanjian.[¹]
Dasar hukum dari pelaksanaan iktikad baik adalah Pasal 1338 KUH Perdata yang menyatakan bahwa p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ i͟k͟t͟i͟k͟a͟d͟ b͟͟a͟͟i͟͟k͟͟. Melalui pasal tersebut dapat diketahui bahwa i͟k͟t͟i͟k͟a͟d͟ b͟a͟i͟k͟ w͟a͟j͟i͟b͟ d͟i͟t͟e͟r͟a͟p͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ m͟a͟s͟i͟n͟g͟-m͟a͟s͟i͟n͟g͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ p͟͟e͟͟r͟͟j͟͟a͟͟n͟͟j͟͟i͟͟a͟͟n͟͟.
A͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ i͟k͟t͟i͟k͟a͟d͟ b͟a͟i͟k͟ i͟n͟i͟ d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟k͟͟s͟͟a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟a͟k͟a͟ t͟u͟j͟u͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ p͟͟e͟͟r͟͟j͟͟a͟͟n͟͟j͟͟i͟͟a͟͟n͟͟ a͟k͟a͟n͟ t͟͟e͟͟r͟͟c͟͟a͟͟p͟͟a͟͟i͟͟. Artinya, pihak yang menuduh adanya iktikad buruklah yang harus membuktikan tuduhannya. Prinsip ini juga dikenal dalam hukum kontrak internasional seperti dalam UNIDROIT Principles dan Konvensi Wina 1980 tentang United Nations Convention on Contracts for the International Sale of Goods (CISG).[²]
Dalam berbagai doktrin hukum dijelaskan bahwa iktikad baik selalu dianggap ada, kecuali dibuktikan sebaliknya. Iktikad baik ini dapat dilihat pada saat:
- Saat pembentukan perjanjian: apakah para pihak jujur tentang informasi penting? Atau, apakah ada paksaan atau penipuan dalam perjanjian yang dibentuk?
- Saat pelaksanaan perjanjian: apakah kewajiban dilaksanakan sesuai isi perjanjian? Apakah ada tindakan memperlambat atau menunda kewajiban secara tidak wajar?
- Saat terjadi perselisihan atau penghentian perjanjian: apakah alasan penghentian sah dan tidak merugikan pihak lain?
Adapun, kriteria atau indikator untuk menilai adanya iktikad baik adalah k͟͟e͟͟t͟͟e͟͟r͟͟b͟͟u͟͟k͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, k͟͟e͟͟j͟͟u͟͟j͟͟u͟͟r͟͟a͟͟n͟͟, k͟͟͟e͟͟͟a͟͟͟d͟͟͟i͟͟͟l͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟, d͟a͟n͟ k͟͟͟o͟͟͟n͟͟͟s͟͟͟i͟͟͟s͟͟͟t͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟.[³]
Apabila terbukti bahwa salah satu pihak dalam perjanjian tidak beriktikad baik, maka p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟r͟u͟g͟i͟k͟a͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ w͟͟a͟͟n͟͟p͟͟r͟͟e͟͟s͟͟t͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟ g͟a͟n͟t͟i͟ r͟u͟g͟i͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟r͟͟u͟͟g͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟e͟m͟o͟h͟o͟n͟ p͟e͟m͟b͟a͟t͟a͟l͟a͟n͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟. Dalam hukum internasional, terkait tidak adanya iktikad baik ini dapat menjadi alasan untuk pengakhiran kontrak.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Artikel ini dibuat oleh Hilda Yulita Sabrie. SH, MH dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Kriteria Iktikad Baik dalam Perjanjian pada tanggal 06 Agustus 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 01 Oktober 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
