INDRAMAYU — PERTANYAAN
Ada sebuah kasus dimana seseorang (A) sengaja membuat dan mengunggah video orang (B) yang sedang marah-marah dan memaki ke media sosial dengan tujuan agar video tersebut menjadi viral, sehingga (B) mendapat komentar miring dan menjadi olok-olokan publik di media sosial dan membuat nama (B) dan citranya jadi buruk di media sosial dan masyarakat.
Lantas, apakah perbuatan (A) yang membuat dan mengunggah video orang yang sedang marah-marah bisa dijerat dengan pasal pencemaran nama baik dalam UU ITE terbaru/ UU 1/2024?
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga sukses selalu. Aamiin..
Miftahul Arifin – Majakerta
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum & Teknologi】
ᴾᵃᵈᵃ ᵈᵃˢᵃʳⁿʸᵃ, ᴾᵃˢᵃˡ ³¹⁰ ᴷᵁᴴᴾ ᵃᵗᵃᵘ ᴾᵃˢᵃˡ ⁴³³ ᵁᵁ ¹/²⁰²³ ᵐᵉⁿᵍᵃᵗᵘʳ ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᵖᵉʳᵇᵘᵃᵗᵃⁿ ᵐᵉⁿʸᵉʳᵃⁿᵍ ᵏᵉʰᵒʳᵐᵃᵗᵃⁿ ᵃᵗᵃᵘ ⁿᵃᵐᵃ ᵇᵃⁱᵏ ˢᵉˢᵉᵒʳᵃⁿᵍ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᵐᵉⁿᵘᵈᵘʰᵏᵃⁿ ˢᵉˢᵘᵃᵗᵘ ʰᵃˡ, ˢᵘᵖᵃʸᵃ ʰᵃˡ ⁱᵗᵘ ᵈⁱᵏᵉᵗᵃʰᵘⁱ ᵘᵐᵘᵐ.
Namun, apabila perbuatan tersebut dilakukan dalam bentuk informasi dan/atau dokumen elektronik yang dilakukan melalui sistem ᵉˡᵉᵏᵗʳᵒⁿⁱᵏ,
ᴺᵃᵐᵘⁿ, ᵃᵖᵃᵇⁱˡᵃ ᵖᵉʳᵇᵘᵃᵗᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵇᵉⁿᵗᵘᵏ ⁱⁿᶠᵒʳᵐᵃˢⁱ ᵈᵃⁿ/ᵃᵗᵃᵘ ᵈᵒᵏᵘᵐᵉⁿ ᵉˡᵉᵏᵗʳᵒⁿⁱᵏ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵐᵉˡᵃˡᵘⁱ ˢⁱˢᵗᵉᵐ ᵉˡᵉᵏᵗʳᵒⁿⁱᵏ, ᵐᵃᵏᵃ ᵖᵉˡᵃᵏᵘ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱʲᵉʳᵃᵗ ᴾᵃˢᵃˡ ²⁷ᴬ ᵁᵁ ¹/²⁰²⁴ ʲᵒ. ᴾᵃˢᵃˡ ⁴⁵ ᵃʸᵃᵗ (⁴) ᵁᵁ ¹/²⁰²⁴.
ᴬᵖᵃ ˢᵃⁿᵏˢⁱ ᵖⁱᵈᵃⁿᵃⁿʸᵃ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pasal Menyerang Kehormatan/ Nama Baik Orang Lain di UU ITE 2024
Dalam kasus yang Anda tanyakan, seseorang (A) dengan sengaja membuat video orang lain (B) yang sedang marah-marah dan memaki, kemudian A mengunggah video tersebut ke media sosial (“medsos”). Lalu, tujuan A mengunggah video tersebut adalah agar nama dan citra B menjadi buruk di medsos dan masyarakat.
Menurut hemat kami, perbuatan A merupakan perbuatan yang dilarang dalam Pasal 27A UU 1/2024 tentang perubahan kedua UU ITE sebagai berikut:
- Setiap Orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang dilakukan melalui Sistem Elektronik.
- Kemudian, orang yang melanggar Pasal 27A UU 1/2024 berpotensi dipidana penjara maksimal 2 tahun, dan/atau denda maksimal Rp400 juta, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (4) UU 1/2024.
Selanjutnya, Penjelasan Pasal 27A UU 1/2024 menerangkan bahwa perbuatan “menyerang kehormatan atau nama baik” adalah perbuatan yang merendahkan atau merusak nama baik atau harga diri orang lain sehingga merugikan orang tersebut, termasuk menista dan/atau memfitnah.
Walau demikian, tindak pidana dalam Pasal 27A UU 1/2024 adalah tindak pidana aduan yang hanya d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟t͟u͟n͟t͟u͟t͟ a͟t͟a͟s͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟a͟n͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟k͟e͟n͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ dan bukan oleh badan hukum.[¹] Selain itu, perbuatan dalam Pasal 27A UU 1/2024 t͟i͟d͟a͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟p͟i͟d͟a͟n͟a͟ j͟i͟k͟a͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ u͟m͟u͟m͟ a͟t͟a͟u͟ j͟i͟k͟a͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ t͟e͟r͟p͟a͟k͟s͟a͟ m͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟ d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟.[²]
Maka dari itu, A hanya bisa dituntut jika B sebagai korban yang merasa kehormatannya atau nama baiknya rusak, melakukan pengaduan.
Pasal Penghinaan dalam KUHP
Selanjutnya, ketentuan Pasal 27A UU 1/2024 memuat unsur “menyerang kehormatan atau nama baik seseorang” yang merujuk pada Pasal 310 KUHP lama yang saat artikel ini diterbitkan masih berlaku dan Pasal 433 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[³] yaitu tahun 2026.
Pasal 310 KUHP
- Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4,5 juta.[⁴];
- Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4,5 juta[⁵];
- Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.
Pasal 433 UU 1/2023
- Setiap orang yang dengan lisan menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum, dipidana karena pencemaran, dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak kategori II yaitu Rp10 juta.[⁶];
- Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan, atau ditempelkan di tempat umum, dipidana karena pencemaran tertulis, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan atau pidana denda paling banyak kategori III yaitu Rp50 juta[⁷];
- Perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak dipidana jika dilakukan untuk kepentingan umum atau karena terpaksa membela diri.
R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 225) menjelaskan mengenai Pasal 310 KUHP, terkait definisi “m͟e͟n͟g͟h͟i͟n͟a͟” a͟d͟a͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟y͟e͟r͟a͟n͟g͟ k͟e͟h͟o͟r͟m͟a͟t͟a͟n͟ d͟a͟n͟ n͟a͟m͟a͟ b͟a͟i͟k͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ Lalu, yang diserang ini biasanya merasa malu. Sedangkan “k͟͟͟e͟͟͟h͟͟͟o͟͟͟r͟͟͟m͟͟͟a͟͟͟t͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟” y͟a͟n͟g͟ d͟i͟s͟e͟r͟a͟n͟g͟ d͟i͟ s͟i͟n͟i͟ h͟a͟n͟y͟a͟ m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟i͟ k͟e͟h͟o͟r͟m͟a͟t͟a͟n͟ t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ n͟a͟m͟a͟ b͟͟a͟͟i͟͟k͟͟, b͟u͟k͟a͟n͟ “k͟͟e͟͟h͟͟o͟͟r͟͟m͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟” d͟a͟l͟a͟m͟ l͟a͟p͟a͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟k͟s͟u͟a͟l͟ atau kehormatan yang dapat dicemarkan karena tersinggung anggota kemaluannya dalam lingkungan nafsu birahi kelamin.
Sedangkan menurut Oemar Seno Adji dalam bukunya Perkembangan Delik Pers di Indonesia (hal. 36) perbuatan pencemaran nama baik adalah suatu tindakan dengan maksud menyerang kehormatan atau nama baik seseorang yang dikenal dengan istilah aanranding of goede naam.
Kemudian, dalam Penjelasan Pasal 433 ayat (1) UU 1/2023, sifat dari p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟n͟c͟e͟m͟a͟r͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ j͟i͟k͟a͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟h͟i͟n͟a͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ m͟͟e͟͟n͟͟u͟͟d͟͟u͟͟h͟͟, b͟a͟i͟k͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ l͟͟i͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, t͟͟u͟͟l͟͟i͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, m͟a͟u͟p͟u͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ g͟͟a͟͟m͟͟b͟͟a͟͟r͟͟, y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟y͟e͟r͟a͟n͟g͟ k͟e͟h͟o͟r͟m͟a͟t͟a͟n͟ d͟a͟n͟ n͟a͟m͟a͟ b͟a͟i͟k͟ s͟͟e͟͟s͟͟e͟͟o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, s͟e͟h͟i͟n͟g͟g͟a͟ m͟e͟r͟u͟g͟i͟k͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟. Perbuatan yang dituduhkan tidak perlu harus suatu tindak pidana. T͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟a͟s͟a͟l͟ i͟n͟i͟ o͟b͟j͟e͟k͟n͟y͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ o͟r͟a͟n͟g͟ p͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟. Namun, penistaan terhadap lembaga pemerintah atau sekelompok orang tidak termasuk ketentuan pasal ini.
Akan tetapi, perlu diperhatikan terhadap keberadaan Pasal 310 KUHP dan Pasal 433 UU 1/2023 berlaku asas lex specialis derogat legi generali yang artinya h͟u͟k͟u͟m͟ k͟h͟u͟s͟u͟s͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ u͟͟͟m͟͟͟u͟͟͟m͟͟͟.[⁸] Dalam kasus h͟u͟k͟u͟m͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, t͟e͟r͟d͟a͟p͟a͟t͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ u͟m͟u͟m͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ K͟͟U͟͟H͟͟P͟͟, dan t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ k͟h͟u͟s͟u͟s͟ y͟a͟n͟g͟ p͟e͟n͟g͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟n͟y͟a͟ b͟e͟r͟a͟d͟a͟ d͟i͟ l͟u͟a͟r͟ K͟͟U͟͟H͟͟P͟͟. Berkaitan dengan kasus Anda, tindak pidana khusus contohnya tindakan menyerang kehormatan atau nama baik orang lain melalui sistem elektronik diatur dalam UU ITE dan perubahannya.
Pada kasus ini, Pasal 27A UU 1/2024 memiliki karakteristik unsur yang lebih spesifik dibandingkan Pasal 310 KUHP dan Pasal 433 UU 1/2023. Walau demikian, d͟a͟l͟a͟m͟ p͟r͟a͟k͟t͟i͟k͟n͟y͟a͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟k͟a͟n͟ p͟͟a͟͟s͟͟a͟͟l͟͟ b͟e͟r͟l͟a͟p͟i͟s͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ s͟u͟a͟t͟u͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ u͟n͟s͟u͟r͟-u͟n͟s͟u͟r͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟m͟a͟n͟a͟ diatur dalam KUHP dan UU 1/2023 serta UU 1/2024 dan perubahannya. Artinya, j͟i͟k͟a͟ u͟n͟s͟u͟r͟-u͟n͟s͟u͟r͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟n͟y͟a͟ t͟͟e͟͟r͟͟p͟͟e͟͟n͟͟u͟͟h͟͟i͟͟, p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ p͟a͟s͟a͟l͟-p͟a͟s͟a͟l͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diubah kedua kalinya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Mengunggah Video Orang Marah-marah, Bisa Kena UU ITE? yang dibuat oleh Aris Munandar Amirudin, S.H. dari PBH Peradi yang dipublikasikan pada 16 Juli 2021. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Posting Video Orang Marah-marah, Bisa Kena UU ITE 2024. Pada tanggal 10 Januari 2024. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 06 September 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

