INDRAMAYU — PERTANYAAN
Beberapa bulan lalu, saya melihat sebuah iklan yang menawarkan jasa bully di media sosial, yang katanya akan dilakukan oleh buzzer profesional dengan menyerang psikis targetnya. Saya ingin bertanya, sebenarnya bagaimana buzzer menurut hukum? Lalu, bisakah si penyedia jasa dan buzzer ini dipidana karena mem-bully di media sosial?
Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki. Aamiin..
Abdul Jabaruddin – Brebes
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum Pidana】
ᴮᵘᶻᶻᵉʳ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ᵒʳᵃⁿᵍ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉᵐᵃⁿᶠᵃᵃᵗᵏᵃⁿ ᵃᵏᵘⁿ ᵐᵉᵈⁱᵃ ˢᵒˢⁱᵃˡ ᵐⁱˡⁱᵏⁿʸᵃ ᵍᵘⁿᵃ ᵐᵉⁿʸᵉᵇᵃʳˡᵘᵃˢᵏᵃⁿ ⁱⁿᶠᵒʳᵐᵃˢⁱ, ᵃᵗᵃᵘ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᵏᵃᵗᵃ ˡᵃⁱⁿ, ᵐᵉˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵖʳᵒᵐᵒˢⁱ, ᵇᵃⁱᵏ ⁱᵏˡᵃⁿ ᵈᵃʳⁱ ˢᵘᵃᵗᵘ ᵖʳᵒᵈᵘᵏ ᵐᵃᵘᵖᵘⁿ ʲᵃˢᵃ ᵖᵃᵈᵃ ᵖᵉʳᵘˢᵃʰᵃᵃⁿ ᵗᵉʳᵗᵉⁿᵗᵘ.
ᵁᵐᵘᵐⁿʸᵃ, ᵇᵘᶻᶻᵉʳ ᵐᵉᵐᵃᵏᵃⁱ ᵃᵏᵘⁿ ᵖᵃˡˢᵘ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉˡᵃⁿᶜᵃʳᵏᵃⁿ ᵃᵏˢⁱⁿʸᵃ ᵈⁱ ᵐᵉᵈⁱᵃ ˢᵒˢⁱᵃˡ. ᴼˡᵉʰ ᵏᵃʳᵉⁿᵃ ⁱᵗᵘ, ᵇᵃⁱᵏ ˢᵉᵗⁱᵃᵖ ᵒʳᵃⁿᵍ ᵗᵉʳᵐᵃˢᵘᵏ ᵇᵘᶻᶻᵉʳ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉⁿᵍᵍᵘⁿᵃᵏᵃⁿ ʳᵘᵃⁿᵍ ᵐᵉᵈⁱᵃ ˢᵒˢⁱᵃˡ ᵈⁱ ⁱⁿᵗᵉʳⁿᵉᵗ ᵗᵉᵗᵃᵖ ᵗᵘⁿᵈᵘᵏ ᵖᵃᵈᵃ ᵁᵁ ᴵᵀᴱ. ᴸᵃˡᵘ, ᵃᵖᵃ ʲᵉʳᵃᵗ ʰᵘᵏᵘᵐⁿʸᵃ ᵇᵃᵍⁱ ᵇᵘᶻᶻᵉʳ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᶜʸᵇᵉʳᵇᵘˡˡʸⁱⁿᵍ ᵈⁱ ᵐᵉᵈⁱᵃ ˢᵒˢⁱᵃˡ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Buzzer
Cambridge Academic Content Dictionary mendefinisikan buzzer sebagai “an electronic device that makes a buzzing sound”. Jika diterjemahkan secara bebas, buzzer d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟a͟r͟t͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ p͟e͟r͟a͟n͟g͟k͟a͟t͟ e͟l͟e͟k͟t͟r͟o͟n͟i͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟e͟l͟u͟a͟r͟k͟a͟n͟ s͟u͟a͟r͟a͟ m͟͟e͟͟n͟͟d͟͟e͟͟n͟͟g͟͟u͟͟n͟͟g͟͟.
Adapun dalam konteks media sosial, buzzer adalah o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟a͟n͟f͟a͟a͟t͟k͟a͟n͟ a͟k͟u͟n͟ m͟e͟d͟i͟a͟ s͟o͟s͟i͟a͟l͟ m͟i͟l͟i͟k͟n͟y͟a͟ g͟u͟n͟a͟ m͟e͟n͟y͟e͟b͟a͟r͟l͟u͟a͟s͟k͟a͟n͟ i͟͟n͟͟f͟͟o͟͟r͟͟m͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, a͟t͟a͟u͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟a͟t͟a͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟, m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟͟r͟͟o͟͟m͟͟o͟͟s͟͟i͟͟, b͟a͟i͟k͟ i͟k͟l͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟r͟o͟d͟u͟k͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ j͟a͟s͟a͟ p͟a͟d͟a͟ p͟e͟r͟u͟s͟a͟h͟a͟a͟n͟ t͟͟e͟͟r͟͟t͟͟e͟͟n͟͟t͟͟u͟͟, demikian yang diterangkan oleh Dista Davilla L dalam artikel “Pengaruh Buzzer dalam Pilpres 2019” yang dimuat dalam buku Media Kiblat Baru Politik Indonesia (hal. 31).
Rieka Yulita Widaswara, dkk dalam artikel “Tantangan Pers di Era Digital” yang dimuat dalam buku Book Series Jurnalisme Kontemporer: Etika dan Bisnis dalam Jurnalisme (hal. 196) menerangkan, pada umumnya, b͟u͟z͟z͟e͟r͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ a͟k͟u͟n͟ m͟e͟d͟i͟a͟ s͟o͟s͟i͟a͟l͟ p͟a͟l͟s͟u͟ yang bertujuan untuk membantu kegiatan kampanye.
Melalui akun tersebut, b͟u͟z͟z͟e͟r͟ m͟e͟m͟p͟r͟o͟m͟o͟s͟i͟k͟a͟n͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟r͟o͟d͟u͟k͟ a͟t͟a͟u͟ i͟s͟u͟ t͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟u͟ k͟e͟ p͟u͟b͟l͟i͟k͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ t͟u͟j͟u͟a͟n͟ a͟g͟a͟r͟ f͟o͟l͟l͟o͟w͟e͟r͟s͟ (p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟i͟͟k͟͟u͟͟t͟͟) t͟͟e͟͟r͟͟p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟r͟͟u͟͟h͟͟, a͟t͟a͟u͟ s͟e͟t͟i͟d͟a͟k͟n͟y͟a͟ m͟e͟n͟g͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ i͟n͟f͟o͟r͟m͟a͟s͟i͟ t͟͟e͟͟r͟͟t͟͟e͟͟n͟͟t͟͟u͟͟. B͟i͟a͟s͟a͟n͟y͟a͟ b͟u͟z͟z͟e͟r͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟a͟s͟i͟k͟a͟n͟ k͟o͟n͟t͟e͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟͟i͟͟r͟͟i͟͟p͟͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ p͟e͟r͟i͟o͟d͟e͟ t͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟u͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟i͟h͟a͟k͟ p͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟ j͟a͟s͟a͟n͟y͟a͟ (hal. 196).
Buzzer Bisa Dijerat UU ITE
Kemudian, menjawab pertanyaan Anda, bagaimana hukum memandang profesi buzzer ini?
Meskipun tidak ada peraturan yang melarang secara tegas keberadaan buzzer, menurut hemat kami, setiap perbuatan buzzer yang dilakukan melalui internet atau media sosial tunduk pada ketentuan dalam UU ITE dan perubahannya.
Berikut ini beberapa tindakan buzzer yang berpotensi melanggar hukum, jika melakukan di antaranya:
a. Menyebarkan
konten bermuatan
melanggar
kesusilaan
- Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyiarkan, mempertunjukan, mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan untuk diketahui umum dipidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.[¹]
b. Menyebarkan
konten bermuatan
penghinaan/
pencemaran
nama baik
- Setiap orang yang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilakukan melalui sistem elektronik dipidana penjara maksimal 2 tahun dan/atau denda maksimal Rp400 juta.[²]
c. Menyebarkan
informasi yang
menimbulkan
permusuhan
individu/kelompok
berdasarkan SARA
- Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang sifatnya menghasut, mengajak, atau memengaruhi orang lain sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit, agama, kepercayaan, jenis kelamin, disabilitas mental, atau disabilitas fisik.[³] Jika dilanggar, yang bersangkutan berpotensi dipidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.[⁴]
d. Mengirimkan
informasi berisi
ancaman
kekerasan
dan/atau
menakut-nakuti
- Setiap orang, termasuk buzzer, dengan sengaja dan tanpa hak dilarang mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik secara langsung kepada korban yang berisi ancaman kekerasan dan/atau menakut-nakuti.[⁵] Jika dilanggar, pelaku dipidana penjara maksimal 4 tahun dan/atau denda maksimal Rp750 juta.[⁶]
e. Menyebarkan
berita bohong atau
menyesatkan yang
mengakibatkan
kerugian materiel
bagi konsumen
- Setiap orang, termasuk buzzer, dilarang dengan sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi pemberitahuan bohong atau informasi menyesatkan yang mengakibatkan kerugian materiel bagi konsumen dalam transaksi elektronik.[⁷] Jika dilanggar, pelaku diancam pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.[⁸]
e. Menyebarkan
informasi pribadi
pihak lain
tanpa izin
- Pada dasarnya, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.[⁹]
- Sehingga, buzzer tidak dibenarkan menggunakan informasi yang menyangkut data pribadi orang lain tanpa izin orang tersebut. Jika terjadi penggunaan data pribadi seseorang tanpa izin, o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ h͟a͟k͟n͟y͟a͟ i͟t͟u͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟t͟͟i͟͟m͟͟b͟͟u͟͟l͟͟k͟͟a͟͟n͟͟.[¹⁰]
g. Menyebarkan
berita bohong
(hoaks) yang
membuat onar
- Buzzer yang m͟e͟n͟y͟e͟b͟a͟r͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟i͟t͟a͟ b͟o͟h͟o͟n͟g͟ (h͟͟o͟͟a͟͟k͟͟s͟͟) yang menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dapat dijerat Pasal 14 ayat (1) UU 1/1946 dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.
h. Menyiarkan kabar
tidak pasti,
berlebihan, atau
tidak lengkap
- Kemudian bila buzzer m͟e͟n͟y͟i͟a͟r͟k͟a͟n͟ k͟a͟b͟a͟r͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟͟a͟͟s͟͟t͟͟i͟͟, b͟͟e͟͟r͟͟l͟͟e͟͟b͟͟i͟͟h͟͟a͟͟n͟͟, a͟t͟a͟u͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ l͟͟e͟͟n͟͟g͟͟k͟͟a͟͟p͟͟, sedangkan ia mengerti, setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dapat dipidana penjara maksimal 2 tahun.[¹¹]
i. Membuat akun
palsu
(fake account)
- Selain itu, buzzer u͟m͟u͟m͟n͟y͟a͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ d͟a͟n͟ m͟e͟m͟a͟k͟a͟i͟ b͟a͟n͟y͟a͟k͟ a͟k͟u͟n͟ p͟a͟l͟s͟u͟ (f͟a͟k͟e͟ a͟͟c͟͟c͟͟o͟͟u͟͟n͟͟t͟͟), serta m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ f͟o͟t͟o͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟a͟i͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ f͟o͟t͟o͟ p͟r͟o͟f͟i͟l͟ p͟a͟d͟a͟ a͟k͟u͟n͟ p͟a͟l͟s͟u͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
- Pembuatan akun palsu berpotensi dijerat Pasal 35 jo. Pasal 51 ayat (1) UU ITE yang melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak memanipulasi informasi dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar dianggap seolah-olah data otentik, diancam pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal Rp12 miliar.
Jerat Hukum Buzzer yang Mem- bully di Sosmed
Selanjutnya menjawab pertanyaan Anda, apa jerat hukum bagi buzzer dan penyedia jasa buzzer yang mem- bully target yang diminta oleh klien di media sosial? Pada dasarnya, perbuatan bullying (perundungan) di dunia internet dapat dikategorikan sebagai cyberbullying.
cyberbullying merupakan bentuk i͟n͟t͟i͟m͟i͟d͟a͟s͟i͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ t͟e͟k͟n͟o͟l͟o͟g͟i͟ i͟n͟f͟o͟r͟m͟a͟s͟i͟ d͟a͟n͟ k͟o͟m͟u͟n͟i͟k͟a͟s͟i͟ untuk keperluan yang disengaja, dilakukan terus-menerus, dengan tujuan untuk merugikan orang lain d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟i͟͟n͟͟t͟͟i͟͟m͟͟i͟͟d͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟c͟͟a͟͟m͟͟, m͟e͟n͟y͟a͟k͟i͟t͟i͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟g͟h͟i͟n͟a͟ h͟a͟r͟g͟a͟ d͟i͟r͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟, hingga menimbulkan permusuhan oleh seorang individu atau kelompok.
Cyberbullying ini m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ d͟a͟m͟p͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ s͟i͟g͟n͟i͟f͟i͟k͟a͟n͟ b͟a͟g͟i͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ Ditinjau dari perspektif psikologi, Wirdatul Anisa, seorang psikolog menerangkan, o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟a͟l͟a͟m͟i͟ c͟y͟b͟e͟r͟b͟u͟l͟l͟y͟i͟n͟g͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟a͟s͟a͟ g͟͟e͟͟l͟͟i͟͟s͟͟a͟͟h͟͟, t͟͟a͟͟k͟͟u͟͟t͟͟, t͟i͟d͟a͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟y͟͟a͟͟, m͟a͟l͟u͟, m͟͟a͟͟r͟͟a͟͟h͟͟, s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟n͟g͟e͟m͟b͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ p͟i͟k͟i͟r͟a͟n͟ n͟e͟g͟a͟t͟i͟f͟ t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ d͟i͟r͟i͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ a͟t͟a͟u͟ l͟i͟n͟g͟k͟u͟n͟g͟a͟n͟ d͟͟i͟͟ s͟͟e͟͟k͟͟i͟͟t͟͟a͟͟r͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, s͟e͟h͟i͟n͟g͟g͟a͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ m͟e͟n͟a͟r͟i͟k͟ d͟i͟r͟i͟ d͟a͟r͟i͟ l͟i͟n͟g͟k͟u͟n͟g͟a͟n͟ s͟͟o͟͟s͟͟i͟͟a͟͟l͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Kondisi tertekan yang dialami akibat perundungan tersebut juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, menurunnya kualitas tidur, serta gejala sakit fisik. Hal tersebut juga berdampak ke produktivitas dan pemenuhan peran sehari-hari, prestasi akademik atau performa kerja menurun, serta korban tidak dapat menjalankan fungsi sehari-harinya dengan baik. Selain itu, cyberbullying juga d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟d͟o͟r͟o͟n͟g͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟u͟k͟a͟i͟ d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟, b͟a͟h͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟u͟s͟a͟h͟a͟ b͟u͟n͟u͟h͟ d͟͟͟i͟͟͟r͟͟͟i͟͟͟.
Dari perspektif hukum sendiri, cyberbullying dipidana s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. M͟i͟s͟a͟l͟n͟y͟a͟ b͟i͟l͟a͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟h͟͟i͟͟n͟͟a͟͟a͟͟n͟͟/p͟e͟n͟c͟e͟m͟a͟r͟a͟n͟ n͟a͟m͟a͟ b͟͟a͟͟i͟͟k͟͟, maka dapat berlaku Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) UU 1/2024 sebagaimana telah kami sebutkan di atas.
Di sisi lain baik para buzzer, penyedia jasa buzzer, serta klien yang memerintahkan cyberbullying, menurut Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 20 UU 1/2023 yang menyatakan bahwa b͟a͟i͟k͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟y͟u͟r͟u͟h͟ m͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, d͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟u͟r͟u͟t͟ s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟i͟p͟i͟d͟a͟n͟a͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, m͟a͟k͟a͟ b͟͟͟͟u͟͟͟͟z͟͟͟͟z͟͟͟͟e͟͟͟͟r͟͟͟͟, p͟e͟n͟y͟e͟d͟i͟a͟ j͟a͟s͟a͟ b͟͟u͟͟z͟͟z͟͟e͟͟r͟͟, d͟a͟n͟ k͟l͟i͟e͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟e͟r͟i͟n͟t͟a͟h͟k͟a͟n͟ c͟y͟b͟e͟r͟b͟u͟l͟l͟y͟i͟n͟g͟ d͟i͟p͟i͟d͟a͟n͟a͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟͟i͟͟͟d͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟a͟͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diubah kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Buzzer Bisa Dijerat UU ITE, Ini Penjelasannya yang dibuat oleh Erizka Permatasari, S.H. dan dipublikasikan pada 29 Oktober 2021. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” pada tanggal 15 Januari 2024. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 07 September 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
