INDRAMAYU — Bupati Indramayu Lucky Hakim angkat bicara terkait rekrutmen tenaga kerja pabrik Sepatu di wilayah Kecamatan Krangkeng. Lucky menjelaskan data yang dimilikinya, tenaga kerja yang sudah direkrutmen baru mencapai 444 orang.
Menurutnya, perusahaan pabrik sepatu rekrutmen tenaga kerja, 50 persen merupakan warga Kecamatan Krangkeng, 25 persen dari wilayah Kabupaten Indramayu dan sisanya 25 persen warga dari luar Indramayu.
“Sekitar 106 orang punya skill bahasa Mandarin. Jadi yang memiliki berbahasa Mandarin itu suruh ngajarin,” ujar Lucky, dalam video pernyataan resminya yang diunggah akun Instagram sahabat.luckyhakim, Selasa (9/9/2025).
Lucky juga mengatakan, terkait keluhan tentang perekrutan tenaga kerja secara berbayar. Namun demikian, hal itu bisa saja terjadi, dan hal itu tidak dibenarkan.
“Sebenarnya bisa saja ada oknum yang mengaku orangnya bupati, orangnya Disnaker, orangnya pabrik, yang nyebarin formulir dan lain-lain untuk (nawarin) mau kerja di pabrik gak, nanti berbayar Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, bahkan harus beli baju ini, baju itu. Itu tidak seperti itu,” papar Lucky.
Menurut Lucky, ia pun sudah meminta kepada kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu agar perekrutan tenaga kerja di semua pabrik yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu harus melalui Disnaker. Selain itu kata Lucky, proses rekrutmen tanaga kerja diharapkan secara online supaya bisa terdata dengan mudah dan tidak perlu ada entry data lagi.
“Kami usahakan untuk membuka lapangan kerja seluas luasnya. Kami berikan kemudahan perijinan, beri fasilitas yang baik agar pabrik bisa beroperasi dengan lancar dan nyaman,” katanya.
Lucky juga berharap agar Indramayu bisa menjadi kabupaten yang ramah investasi. Masyarakatnya diminta tertib, taati aturan yang ada untuk menyambut investasi sehingga investor bisa nyaman berinvestasi di Indramayu.
“Jangan pesimis, jangan negatif terus, harus optimis. Insya Allah pelan-pelan kita bangun Indramayu. Yang penting kompak, guyub, Pemda Indramayu selalu terbuka dan menerima masukan dari masyarakat,” katanya. (Taryam)
Editor: Abdul Gani

