INDRAMAYU — PERTANYAAN
Apakah status Facebook saya yang berisi keluhan atas ketidakadilan, ketidak menghargai, dan cacian yang semuanya tidak pernah menyebutkan nama ataupun instansi bisa diperkarakan ke meja hijau?
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga diberikan wawasan dan ilmu bermanfaat. Aamiin..
Ust. Nuruddin – Cidedel
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᴾᵉʳˡᵘ ᵈⁱᵏᵉᵗᵃʰᵘⁱ ᵖᵉⁿᵍʰⁱⁿᵃᵃⁿ ᵃᵗᵃᵘ ᵖᵉⁿᶜᵉᵐᵃʳᵃⁿ ⁿᵃᵐᵃ ᵇᵃⁱᵏ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵃᵗᵘʳ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵁⁿᵈᵃⁿᵍ-ᵁⁿᵈᵃⁿᵍ ᴺᵒᵐᵒʳ ¹¹ ᵀᵃʰᵘⁿ ²⁰⁰⁸ ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᴵⁿᶠᵒʳᵐᵃˢⁱ ᵈᵃⁿ ᵀʳᵃⁿˢᵃᵏˢⁱ ᴱˡᵉᵏᵗʳᵒⁿⁱᵏ (“ᵁᵁ ᴵᵀᴱ”) ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱᵐᵃⁿᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵗᵉˡᵃʰ ᵈⁱᵘᵇᵃʰ ᵒˡᵉʰ ᵁⁿᵈᵃⁿᵍ-ᵁⁿᵈᵃⁿᵍ ᴺᵒᵐᵒʳ ¹⁹ ᵀᵃʰᵘⁿ ²⁰¹⁶ ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᴾᵉʳᵘᵇᵃʰᵃⁿ ᴬᵗᵃˢ ᵁⁿᵈᵃⁿᵍ-ᵁⁿᵈᵃⁿᵍ ᴺᵒᵐᵒʳ ¹¹ ᵀᵃʰᵘⁿ ²⁰⁰⁸ ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᴵⁿᶠᵒʳᵐᵃˢⁱ ᵈᵃⁿ ᵀʳᵃⁿˢᵃᵏˢⁱ ᴱˡᵉᵏᵗʳᵒⁿⁱᵏ (“ᵁᵁ ¹⁹/²⁰¹⁶”) ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ᵈᵉˡⁱᵏ ᵃᵈᵘᵃⁿ. ᴵᵗᵘ ᵃʳᵗⁱⁿʸᵃ, ᵗᵉʳʰᵃᵈᵃᵖ ᵖᵉˡᵃᵏᵘ ᵈᵉˡⁱᵏ ᵃᵈᵘᵃⁿ ʰᵃⁿʸᵃ ᵇⁱˢᵃ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵖʳᵒˢᵉˢ ʰᵘᵏᵘᵐ ᵖⁱᵈᵃⁿᵃ ᵃᵗᵃˢ ᵖᵉʳˢᵉᵗᵘʲᵘᵃⁿ ᵏᵒʳᵇᵃⁿⁿʸᵃ.
ᴰᵃˡᵃᵐ ᵏᵒⁿᵗᵉᵏˢ ᵖᵉʳᵗᵃⁿʸᵃᵃⁿ ᴬⁿᵈᵃ, ʲⁱᵏᵃ ˢᵗᵃᵗᵘˢ ᶠᵃᶜᵉᵇᵒᵒᵏ ᴬⁿᵈᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵇᵉʳⁱˢⁱ ᵏᵉˡᵘʰᵃⁿ ᵃᵗᵃˢ ᵏᵉᵗⁱᵈᵃᵏᵃᵈⁱˡᵃⁿ, ᵏᵉᵗⁱᵈᵃᵏ ᵐᵉⁿᵍʰᵃʳᵍᵃⁱ, ᵈᵃⁿ ᶜᵃᶜⁱᵃⁿ ᵗⁱᵈᵃᵏ ᵈⁱᵗᵘʲᵘᵏᵃⁿ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵖⁱʰᵃᵏ ᵐᵃⁿᵃᵖᵘⁿ ᵈᵃⁿ ʲᵘᵍᵃ ᵗⁱᵈᵃᵏ ᵃᵈᵃ ᵖⁱʰᵃᵏ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉʳᵃˢᵃ ᵈⁱʳᵘᵍⁱᵏᵃⁿ, ᵐᵃᵏᵃ ᴬⁿᵈᵃ ᵃᵏᵃⁿ ˡᵒˡᵒˢ ᵈᵃʳⁱ ʲᵉʳᵃᵗ ᵖⁱᵈᵃⁿᵃ ᴾᵃˢᵃˡ ²⁷ ᵃʸᵃᵗ (³) ᵁᵁ ᴵᵀᴱ. ᴺᵃᵐᵘⁿ ˢᵉᵇᵃˡⁱᵏⁿʸᵃ ᵐᵉˢᵏⁱᵖᵘⁿ ᴬⁿᵈᵃ ᵗⁱᵈᵃᵏ ᵐᵉⁿʸᵉᵇᵘᵗᵏᵃⁿ ˢᵉᶜᵃʳᵃ ʲᵉˡᵃˢ ⁿᵃᵐᵃ ᵃᵗᵃᵘ ⁱⁿˢᵗᵃⁿˢⁱ ʸᵃⁿᵍ ᴬⁿᵈᵃ ᵏᵉˡᵘʰᵏᵃⁿ, ᵗᵉᵗᵃᵖⁱ ᵃᵈᵃ ᵖⁱʰᵃᵏ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉʳᵃˢᵃ ᵈⁱʳᵘᵍⁱᵏᵃⁿ ᵒˡᵉʰ ˢᵗᵃᵗᵘˢ ᴬⁿᵈᵃ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ, ᵐᵃᵏᵃ ᵇⁱˢᵃ ˢᵃʲᵃ ᴬⁿᵈᵃ ᵈⁱᵃᵈᵘᵏᵃⁿ ᵇᵉʳᵈᵃˢᵃʳᵏᵃⁿ ᴾᵃˢᵃˡ ²⁷ ᵃʸᵃᵗ (³) ᵁᵁ ᴵᵀᴱ ᵒˡᵉʰ ᵖⁱʰᵃᵏ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ.
ᴹᵉˢᵏⁱᵖᵘⁿ ᵈᵉᵐⁱᵏⁱᵃⁿ ᵇᵉʳᵏᵃⁱᵗᵃⁿ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᴾᵃˢᵃˡ ᴾᵉⁿᶜᵉᵐᵃʳᵃⁿ ᴺᵃᵐᵃ ᴮᵃⁱᵏ, ᵐᵉⁿᵘʳᵘᵗ ˢᵃˡᵃʰ ˢᵉᵒʳᵃⁿᵍ ᵃʰˡⁱ ᵐᵉⁿᵍᵃᵗᵃᵏᵃⁿ ᵇᵃʰʷᵃ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉᵐᵇᵘᵏᵗⁱᵏᵃⁿ ˢᵉᶜᵃʳᵃ ˡᵉᵇⁱʰ ᵃᵏᵘʳᵃᵗ ᵏᵃᵗᵃ ᵃᵗᵃᵘ ᵏᵃˡⁱᵐᵃᵗ ᵈⁱᵏᵃᵗᵃᵏᵃⁿ ᵐᵉⁿᶜᵉᵐᵃʳᵏᵃⁿ ⁿᵃᵐᵃ ᵇᵃⁱᵏ ˢᵉˢᵉᵒʳᵃⁿᵍ ᵃᵗᵃᵘ ⁱⁿˢᵗⁱᵗᵘˢⁱ, ᵇⁱᵃˢᵃⁿʸᵃ ᴬᵖᵃʳᵃᵗ ᴾᵉⁿᵉᵍᵃᵏ ᴴᵘᵏᵘᵐ (“ᴬᴾᴴ”) ᵃᵏᵃⁿ ᵐᵉⁿᵍᵍᵘⁿᵃᵏᵃⁿ ᵃʰˡⁱ ᵇᵃʰᵃˢᵃ ᵃᵗᵃᵘ ᵃʰˡⁱ ⁱˡᵐᵘ ˢᵒˢⁱᵃˡ ˡᵃⁱⁿⁿʸᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵇᵉʳʰᵘᵇᵘⁿᵍᵃⁿ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ˢᵘᵇˢᵗᵃⁿˢⁱ ᵏᵃᵗᵃ ᵃᵗᵃᵘ ᵏᵃˡⁱᵐᵃᵗ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ.
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ˢⁱᵐᵃᵏ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Untuk menjawab pertanyaan Anda kami akan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”).
Terkait hal tersebut, berdasarkan rumusan Pasal 27 ayat (3) UU ITE, tetap a͟d͟a͟ p͟o͟t͟e͟n͟s͟i͟ A͟n͟d͟a͟ d͟i͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ w͟a͟l͟a͟u͟p͟u͟n͟ A͟n͟d͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟n͟y͟e͟b͟u͟t͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ j͟e͟l͟a͟s͟ n͟a͟m͟a͟ a͟t͟a͟u͟ i͟n͟s͟t͟a͟n͟s͟i͟ y͟a͟n͟g͟ A͟n͟d͟a͟ k͟͟e͟͟l͟͟u͟͟h͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. Berikut bunyi Pasal 27 ayat (3) UU ITE:
- Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
Ancaman pidana jika melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016, yakni:
- Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
Ketentuan mengenai penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dijelaskan di atas merupakan d͟e͟l͟i͟k͟ a͟͟d͟͟u͟͟a͟͟n͟͟.[¹]
Delik aduan sebagaimana pernah dijelaskan adalah delik yang hanya bisa diproses apabila ada pengaduan atau laporan dari orang yang menjadi korban tindak pidana. Menurut Mr. Drs. E Utrecht dalam bukunya Hukum Pidana II, dalam delik aduan penuntutan terhadap delik tersebut digantungkan pada persetujuan dari yang dirugikan (korban). Pada delik aduan ini, k͟o͟r͟b͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟t͟ l͟a͟p͟o͟r͟a͟n͟n͟y͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ d͟i͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ t͟e͟l͟a͟h͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟m͟͟a͟͟i͟͟a͟͟n͟͟.
Pada intinya, t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ d͟e͟l͟i͟k͟ a͟d͟u͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟r͟o͟s͟e͟s͟ h͟u͟k͟u͟m͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ a͟t͟a͟s͟ p͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ k͟͟o͟͟r͟͟b͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Dalam konteks pertanyaan Anda, jika status Facebook Anda yang berisi keluhan atas ketidakadilan, ketidak menghargai, dan cacian tidak ditujukan untuk pihak manapun dan juga t͟i͟d͟a͟k͟ a͟d͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟a͟s͟a͟ d͟i͟r͟u͟g͟i͟k͟a͟n͟ m͟a͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ b͟i͟s͟a͟ l͟o͟l͟o͟s͟ dari jerat pidana Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Namun, sebaliknya meskipun Anda tidak menyebutkan secara jelas nama atau instansi yang Anda keluhkan, t͟e͟t͟a͟p͟i͟ j͟i͟k͟a͟ a͟d͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟a͟s͟a͟ d͟i͟r͟u͟g͟i͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ s͟t͟a͟t͟u͟s͟ A͟n͟d͟a͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ m͟a͟k͟a͟ b͟i͟s͟a͟ s͟a͟j͟a͟ A͟n͟d͟a͟ d͟i͟a͟d͟u͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ Pasal 27 (3) UU ITE oleh pihak tersebut.
Meskipun demikian, berkaitan dengan pasal pencemaran nama baik di dalam UU ITE dan KUHP, Ketua Indonesia Cyber Law Community (ICLC) Teguh Arifiyadi menjelaskan bahwa:
- Bisa tidaknya sebuah kata atau kalimat dikatakan mencemarkan nama baik seseorang atau badan hukum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) dan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) tidak pernah didefinisikan secara rinci. Hal ini karena pemaknaan pencemaran memiliki arti yang relatif. Untuk membuktikan secara lebih akurat kata atau kalimat dikatakan mencemarkan nama baik seseorang atau institusi, biasanya Aparat Penegak Hukum (“APH”) akan m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ a͟h͟l͟i͟ b͟a͟h͟a͟s͟a͟ a͟t͟a͟u͟ a͟h͟l͟i͟ i͟l͟m͟u͟ s͟o͟s͟i͟a͟l͟ l͟a͟i͟n͟n͟y͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟u͟b͟s͟t͟a͟n͟s͟i͟ k͟a͟t͟a͟ a͟t͟a͟u͟ k͟a͟l͟i͟m͟a͟t͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Sebagai informasi tambahan, hal tersebut juga dapat diadukan melalui laman Aduan Konten dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Anda harus mendaftarkan diri sebagai pelapor terlebih dahulu dengan mengisi beberapa kolom isian. Aduan yang dikirim harus ada URL/link, screenshot tampilan serta alasannya. Semua laporan yang masuk dan memenuhi syarat (terdapat link/url, screenshot dan alasannya) akan diproses/ditindaklanjuti.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Dapatkah Status Facebook Diperkarakan? yang dibuat oleh Letezia Tobing, S.H., M.Kn. dan pertama kali dipublikasikan Selasa, 23 Oktober 2012. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com,..” pada tanggal 27 Juli 2018. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 17 Juli 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

