INDRAMAYU — PERTANYAAN
Adakah aturan umum atau perda yang melarang orang untuk berkumpul, bergerombol di suatu tempat pada malam hari atau dini hari? Pengalaman saya dan 9 teman sedang ngobrol di warung kopi pinggir jalan di daerah kota Bandung pukul 01.30, lalu ada polisi yang sedang patroli dan kami dinyatakan melanggar peraturan. Kami bingung peraturan mana yang kami langar? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih dan untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga selalu diberikan kesuksesan. Aamiin..
Dhany (Bos Motor) – Tugu Lor
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum Pidana】
ᴷᵉᵍⁱᵃᵗᵃⁿ ᵇᵉʳᵏᵘᵐᵖᵘˡ ᵖᵃᵈᵃ ᵐᵃˡᵃᵐ ʰᵃʳⁱ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱʲᵉʳᵃᵗ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ʰᵘᵏᵘᵐᵃⁿ ʲⁱᵏᵃ ᵏᵉᵍⁱᵃᵗᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵐᵉⁿⁱᵐᵇᵘˡᵏᵃⁿ ᵏᵉᵍᵃᵈᵘʰᵃⁿ ᵃᵗᵃᵘ ᵐᵉⁿᵍᵍᵃⁿᵍᵍᵘ ᵒʳᵃⁿᵍ ˡᵃⁱⁿ ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱᵐᵃⁿᵃ ᵈⁱᵃᵗᵘʳ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴷᵁᴴᴾ ˡᵃᵐᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵃˢⁱʰ ᵇᵉʳˡᵃᵏᵘ ᵖᵃᵈᵃ ˢᵃᵃᵗ ᵃʳᵗⁱᵏᵉˡ ⁱⁿⁱ ᵈⁱᵗᵉʳᵇⁱᵗᵏᵃⁿ ᵈᵃⁿ ᵁᵁ ¹/²⁰²³ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵘˡᵃⁱ ᵇᵉʳˡᵃᵏᵘ ³ ᵗᵃʰᵘⁿ ᵗᵉʳʰⁱᵗᵘⁿᵍ ˢᵉʲᵃᵏ ᵗᵃⁿᵍᵍᵃˡ ᵈⁱᵘⁿᵈᵃⁿᵍᵏᵃⁿ, ʸᵃᵏⁿⁱ ᵖᵃᵈᵃ ᵗᵃʰᵘⁿ ²⁰²⁶. ᴮᵃᵍᵃⁱᵐᵃⁿᵃ ᵇᵘⁿʸⁱ ʲᵉʳᵃᵗ ʰᵘᵏᵘᵐⁿʸᵃ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Kebebasan Berserikat dan Berkumpul
Pada prisipnya, s͟e͟t͟i͟a͟p͟ o͟r͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟h͟a͟k͟ a͟t͟a͟s͟ k͟e͟b͟e͟b͟a͟s͟a͟n͟ b͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟r͟͟i͟͟k͟͟a͟͟t͟͟, b͟e͟r͟k͟u͟m͟p͟u͟l͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟e͟l͟u͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟d͟a͟p͟a͟t͟ sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 28 dan Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut.
Pasal 28 UUD 1945
- Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
Pasal 28E ayat (3) UUD 1945
- Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Selain UUD 1945, hal ini juga diatur dalam Pasal 24 ayat (1) UU HAM yang berbunyi setiap orang berhak untuk berkumpul, berapat, dan berserikat untuk maksud-maksud damai.
Jadi, pada dasarnya b͟e͟r͟k͟u͟m͟p͟u͟l͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟e͟l͟u͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ h͟a͟k͟ s͟e͟t͟i͟a͟p͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟i͟n͟d͟u͟n͟g͟i͟ o͟l͟e͟h͟ U͟U͟D͟ 1945 d͟a͟n͟ U͟U͟ H͟͟A͟͟M͟͟. Namun, perlu diketahui, s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ d͟a͟l͟a͟m͟ m͟e͟n͟j͟a͟l͟a͟n͟k͟a͟n͟ h͟a͟k͟n͟y͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟o͟l͟e͟h͟ m͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ h͟a͟k͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟. Contohnya, hak orang lain untuk mendapatkan ketenangan. Hal ini perlu diperhatikan, karena p͟a͟d͟a͟ s͟a͟a͟t͟ h͟a͟k͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ h͟a͟k͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟, o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ h͟a͟k͟n͟y͟a͟ d͟i͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ t͟u͟n͟t͟u͟t͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟.
Larangan Mengganggu Ketenteraman Lingkungan
Jika kegiatan berkumpul di suatu tempat pada malam hari atau dini hari tersebut menimbulkan kegaduhan, maka dapat dijerat pidana berdasarkan ketentuan dalam KUHP lama yang masih berlaku pada saat artikel ini diterbitkan dan UU 1/2023 yang mulai berlaku 3 tahun terhitung sejak tanggal diundangkan, yakni pada tahun 2026 yaitu:
Pasal 503 KUHP
- Diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga hari atau pidana denda paling banyak Rp225 ribu:[¹]
- b͟a͟r͟a͟n͟g͟ s͟i͟a͟p͟a͟ m͟e͟m͟b͟i͟k͟i͟n͟ i͟n͟g͟a͟r͟ a͟t͟a͟u͟ r͟͟i͟͟u͟͟h͟͟, s͟e͟h͟i͟n͟g͟g͟a͟ k͟e͟t͟e͟n͟t͟r͟a͟m͟a͟n͟ m͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟r͟i͟ d͟a͟p͟a͟t͟ t͟e͟r͟g͟a͟n͟g͟g͟u͟;
- barang siapa membikin gaduh di dekat bangunan untuk menjalankan ibadat yang dibolehkan atau untuk sidang pengadilan, di waktu ada ibadat atau sidang.
Pasal 265 UU 1/2023
- Dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II yaitu Rp10 juta[²], setiap orang yang mengganggu ketenteraman lingkungan dengan:
a. m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟
h͟i͟n͟g͟a͟r͟-b͟i͟n͟g͟a͟r͟ a͟t͟a͟u͟
b͟e͟r͟i͟s͟i͟k͟ t͟e͟t͟a͟n͟g͟g͟a͟
p͟a͟d͟a͟ m͟͟a͟͟l͟͟a͟͟m͟͟; atau
b. membuat seruan
atau tanda-tanda
bahaya palsu.
Terkait pasal ini, R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, menjelaskan bahwa supaya dapat dihukum menurut pasal ini, maka p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟a͟d͟a͟ m͟a͟l͟a͟m͟ h͟͟a͟͟r͟͟i͟͟ – w͟a͟k͟t͟u͟n͟y͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟u͟r͟ (j͟a͟m͟ b͟͟e͟͟r͟͟a͟͟p͟͟a͟͟, t͟e͟r͟g͟a͟n͟t͟u͟n͟g͟ p͟a͟d͟a͟ k͟e͟b͟i͟a͟s͟a͟a͟n͟ d͟i͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟ i͟͟t͟͟u͟͟, p͟a͟d͟a͟ u͟m͟u͟m͟n͟y͟a͟ s͟e͟s͟u͟d͟a͟h͟ j͟a͟m͟ 11 m͟a͟l͟a͟m͟).
Contoh Peraturan Daerah
Mengenai ada tidaknya peraturan daerah (“perda”) yang mengatur hal tersebut, kami akan mencontohkan Perda Bandung 3/2005, karena Anda menyebutkan lokasi berada di kota Bandung.
Perbuatan berkumpul di suatu tempat pada malam hari merupakan suatu perbuatan yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban. Berdasarkan Pasal 1 angka 12 Perda Bandung 3/2005, k͟e͟t͟e͟n͟t͟e͟r͟a͟m͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟u͟a͟t͟u͟ t͟a͟t͟a͟n͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟a͟i͟d͟a͟h͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟, n͟o͟r͟m͟a͟ a͟͟͟g͟͟͟a͟͟͟m͟͟͟a͟͟͟, n͟o͟r͟m͟a͟ s͟o͟s͟i͟a͟l͟ d͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟h͟i͟n͟g͟g͟a͟ t͟e͟r͟s͟e͟l͟e͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟ s͟e͟n͟d͟i͟-s͟e͟n͟d͟i͟ k͟e͟h͟i͟d͟u͟p͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟j͟a͟m͟i͟n͟ r͟a͟s͟a͟ a͟m͟a͟n͟ d͟a͟n͟ t͟e͟n͟a͟n͟g͟ d͟i͟ d͟a͟e͟r͟a͟h͟ (k͟o͟t͟a͟ b͟a͟n͟d͟u͟n͟g͟).
S͟e͟d͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟ m͟a͟k͟s͟u͟d͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟t͟e͟r͟t͟i͟b͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟u͟a͟t͟u͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ k͟e͟h͟i͟d͟u͟p͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ s͟e͟r͟b͟a͟ t͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟n͟ t͟e͟r͟t͟a͟t͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ b͟a͟i͟k͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟l͟a͟k͟u͟ g͟u͟n͟a͟ m͟e͟w͟u͟j͟u͟d͟k͟a͟n͟ k͟e͟h͟i͟d͟u͟p͟a͟n͟ m͟a͟s͟y͟a͟r͟a͟k͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟n͟͟a͟͟m͟͟i͟͟s͟͟, a͟m͟a͟n͟ t͟e͟n͟t͟e͟r͟a͟m͟ l͟a͟h͟i͟r͟ d͟a͟n͟ b͟͟a͟͟t͟͟i͟͟n͟͟. Demikian bunyi dalam Pasal 1 angka 13 Perda Bandung 3/2005.
Jika kegiatan berkumpul di suatu tempat pada malam hari atau dini hari tersebut menimbulkan suara yang cukup keras dan gaduh, maka dapat dijerat dengan Pasal 36 hurud d Perda Bandung 3/2005 jo. Pasal 48 Perda Bandung 11/2005 yaitu m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ g͟a͟d͟u͟h͟ s͟e͟k͟i͟t͟a͟r͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟ t͟i͟n͟g͟g͟a͟l͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ s͟e͟s͟u͟a͟t͟u͟ y͟a͟n͟g͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟g͟a͟n͟g͟g͟u͟ k͟e͟t͟e͟n͟t͟e͟r͟a͟m͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟ lain seperti suara binatang, suara musik, suara kendaraan dan lain-lain dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp250 ribu.[³]
Selain itu, berdasarkan Pasal 49c ayat (2) Perda Bandung 11/2005 pelaku juga dapat diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan dan/atau denda paling banyak Rp50 juta.
Namun Perda Bandung 3/2005 tidak mengatur mengenai waktu perbuatan mengganggu ketenteraman itu seperti yang diatur dalam KUHP. Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa yang berwenang untuk melakukan penegakan perda, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 1 PP 16/2018.
Jadi menjawab pertanyaan Anda, k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ b͟e͟r͟k͟u͟m͟p͟u͟l͟ p͟a͟d͟a͟ m͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟r͟i͟ a͟t͟a͟u͟ d͟i͟n͟i͟ h͟a͟r͟i͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟j͟e͟r͟a͟t͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ j͟i͟k͟a͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ k͟e͟g͟a͟d͟u͟h͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟g͟g͟a͟n͟g͟g͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟. Menyambung kronologis yang Anda ceritakan, bisa jadi teguran yang disampaikan polisi tersebut karena Anda dan teman-teman telah menimbulkan kegaduhan yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada umumnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945;
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja;
- Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Larangan Membuat Kegaduhan di Malam Hari yang dibuat oleh Tri Jata Ayu Pramesti, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada Selasa, 25 Juni 2013. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Buat Gaduh di Malam Hari, Ini Jerat Hukumnya, pada tanggal 16 Januari 2023. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 31 Juli 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

