INDRAMAYU — PERTANYAAN
Apa hukumnya KPR dalam Islam? Kemudian, apakah KPR riba? Jika iya, lantas bagaimana kredit rumah tanpa riba?
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih dan untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga diberikan pencerahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin..
Tato Nuryanto – BTN Asri I
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᴷʳᵉᵈⁱᵗ ᴾᵉᵐⁱˡⁱᵏᵃⁿ ᴿᵘᵐᵃʰ (“ᴷᴾᴿ”) ᴷᵒⁿᵛᵉⁿˢⁱᵒⁿᵃˡ ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ᵖʳᵒᵈᵘᵏ ᵖᵉʳᵇᵃⁿᵏᵃⁿ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ˢᵏᵉᵐᵃ ᵖⁱⁿʲᵃᵐᵃⁿ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵖᵉᵐᵇᵃⁿᵍᵘⁿᵃⁿ ᵃᵗᵃᵘ ᵖᵉᵐᵇᵉˡⁱᵃⁿ ʳᵘᵐᵃʰ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᵗᵉⁿᵒʳ ᵃᵗᵃᵘ ʲᵃⁿᵍᵏᵃ ʷᵃᵏᵗᵘ ᵖᵉˡᵘⁿᵃˢᵃⁿ ˢᵉˢᵘᵃⁱ ᵏᵉˢᵉᵖᵃᵏᵃᵗᵃⁿ/ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ. ᴾᵉˡᵘⁿᵃˢᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵐᵉˡⁱᵖᵘᵗⁱ ᵖⁱⁿʲᵃᵐᵃⁿ ᵖᵒᵏᵒᵏ ᵈⁱᵗᵃᵐᵇᵃʰ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ⁱᵐᵇᵃˡᵃⁿ ᵇᵘⁿᵍᵃ.
ᴺᵃᵐᵘⁿ, ᵇᵘⁿᵍᵃ ᵃᵗᵃˢ ᵖⁱⁿʲᵃᵐᵃⁿ, ᵈᵃˡᵃᵐ ʰᵘᵏᵘᵐ ᴵˢˡᵃᵐ ˢᵗᵃᵗᵘˢⁿʸᵃ ʰᵃʳᵃᵐ. ᴸᵃⁿᵗᵃˢ, ᵇᵃᵍᵃⁱᵐᵃⁿᵃ ᵏʳᵉᵈⁱᵗ ʳᵘᵐᵃʰ ᵗᵃⁿᵖᵃ ʳⁱᵇᵃ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴵˢˡᵃᵐ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
Apakah KPR Riba?
K͟r͟e͟d͟i͟t͟ dalam pemahaman umum sering dianggap sebagai m͟e͟m͟b͟e͟l͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟g͟͟s͟͟u͟͟r͟͟.
Namun, pada dasarnya, kredit m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟d͟i͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟a͟ a͟t͟a͟u͟ t͟a͟g͟i͟h͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟p͟e͟r͟s͟a͟m͟a͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ i͟͟͟t͟͟͟u͟͟͟, b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟a͟n͟ p͟i͟n͟j͟a͟m͟-m͟e͟m͟i͟n͟j͟a͟m͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ b͟a͟n͟k͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟i͟h͟a͟k͟ l͟a͟i͟n͟ yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.[¹]
Dalam sistem kredit pemilikan rumah (“KPR”) yang ditawarkan di bank konvensional, kompensasinya adalah bunga. Adapun, “b͟͟u͟͟n͟͟g͟͟a͟͟” p͟a͟d͟a͟ b͟a͟n͟k͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ s͟e͟d͟e͟r͟h͟a͟n͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟a͟r͟t͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ t͟a͟m͟b͟a͟h͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟b͟a͟y͟a͟r͟k͟a͟n͟ n͟a͟s͟a͟b͟a͟h͟ d͟a͟l͟a͟m͟ t͟r͟a͟n͟s͟a͟k͟s͟i͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟ s͟e͟l͟a͟i͟n͟ p͟o͟k͟o͟k͟ p͟͟i͟͟n͟͟j͟͟a͟͟m͟͟a͟͟n͟͟.
Lebih lanjut, menurut Fatwa MUI No. 11/2004, bunga didefinisikan sebagai tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman uang yang diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil pokok tersebut, berdasarkan tempo waktu, diperhitungkan secara pasti di muka, dan pada umumnya berdasarkan persentase.
Lantas, apakah KPR riba? Berdasarkan Fatwa MUI tersebut, j͟i͟k͟a͟ K͟P͟R͟ m͟e͟n͟s͟y͟a͟r͟a͟t͟k͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟a͟n͟ b͟u͟n͟g͟a͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ s͟e͟l͟i͟s͟i͟h͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟l͟e͟b͟i͟h͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ p͟o͟k͟o͟k͟ p͟͟i͟͟n͟͟j͟͟a͟͟m͟͟a͟͟n͟͟, m͟a͟k͟a͟ d͟i͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ r͟i͟b͟a͟ d͟a͟n͟ d͟i͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ h͟͟a͟͟r͟͟a͟͟m͟͟.
KPR Syariah
Perlu Anda ketahui bahwa selain KPR yang ditawarkan oleh bank konvensional, terdapat pula versi syariah dari KPR, yaitu pengadaan rumah melalui akad syariah. Lantas, KPR di bank syariah apakah termasuk riba?
Untuk menjawab hal tersebut, pada dasarnya, d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟m͟b͟i͟a͟y͟a͟a͟n͟ s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟i͟͟a͟͟h͟͟, t͟i͟d͟a͟k͟ a͟d͟a͟ p͟e͟r͟h͟i͟t͟u͟n͟g͟a͟n͟ b͟u͟n͟g͟a͟ seperti dalam skema kredit di bank konvensional. Hal ini dapat dilihat dari definisi pembiayaan di bank syariah adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank syariah dan/atau unit usaha syariah dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu d͟e͟n͟g͟a͟n͟ i͟m͟b͟a͟l͟a͟n͟ u͟͟j͟͟r͟͟a͟͟h͟͟, t͟a͟n͟p͟a͟ i͟͟m͟͟b͟͟a͟͟l͟͟a͟͟n͟͟, a͟t͟a͟u͟ b͟a͟g͟i͟ h͟a͟s͟i͟l͟ yang meliputi transaksi bagi hasil, sewa menyewa, jual beli, pinjam meminjam, dan sewa menyewa jasa sesuai dengan prinsip syariah.[²]
Sehingga, pada perbankan syariah, baik bank umum syariah maupun unit usaha syariah (layanan transaksi syariah di bank konvensional), pemilikan rumah juga ditawarkan, t͟e͟t͟a͟p͟i͟ i͟m͟b͟a͟l͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ p͟i͟n͟j͟a͟m͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟u͟p͟a͟ b͟͟u͟͟n͟͟g͟͟a͟͟, y͟a͟i͟t͟u͟ i͟m͟b͟a͟l͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ b͟a͟g͟i͟ h͟͟a͟͟s͟͟i͟͟l͟͟.
Sebenarnya, penggunaaan istilah “kredit” kurang tepat dalam konteks syariah karena identik dengan sistem bunga dalam peminjaman. Namun, karena istilah KPR sudah sangat umum digunakan untuk menyebut pembiayaan pemilikan rumah, bank syariah pun juga menggunakan istilah tersebut, tetapi selalu dilengkapi dengan kata-kata syariah di belakangnya, atau dengan singkatan IB, misalnya yang lazim adalah KPR syariah atau KPR IB atau singkatan dari brand resmi bank syariah dalam versi internasional, ialah Islamic Banking.
Bagaimana Kredit Rumah Tanpa Riba?
Lantas, apa bedanya KPR syariah dengan dengan KPR konvensional? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bank syariah menerapkan pengambilan keuntungan atas pembiayaan yang diberikan, tetapi keuntungan itu dalam bentuk profit margin, sewa (semacam leasing), atau bagi hasil kerja sama.
Seluruh jenis tersebut telah mendapatkan fatwa resmi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Agus Triyanta dalam bukunya Hukum Perbankan Syariah: Regulasi, Implementasi dan Formulasi Kepatuhannya pada Prinsip-Prinsip Islam (hal. 51–64).
Drs. Agus Triyanta, MA., M.H., Ph.D (penulis sebelumnya) menerangkan bahwa sebagai solusi KPR tanpa riba, tambahan pada pengembalian (cicilan) dari dana pinjaman yang dikucurkan oleh bank tidak berupa atau berasal dari bunga pinjaman, melainkan berupa:
- profit margin, ialah dalam hal akad yang dipakai adalah murabahah atau jual beli, di mana bank membeli rumah dari developer dan kemudian dijual kembali ke nasabah;[³]
- jasa (ujrah/fee) membuatkan rumah, dalam jual beli istishna’ di mana nasabah minta dibuatkan rumah yang kemudian nasabah akan membayar fee untuk itu;[⁴]
- fee sewa, dalam akad ijarah muntahiyah bi tamlik (sewa beli), di mana nasabah menyewa rumah dari bank dan kemudian di akhir masa sewa bank akan menjual atau menghibahkan rumah itu kepada nasabah;[⁵]
- bagi hasil keuntungan, dalam akad musyarakah mutanaqishah di mana nasabah dan bank sharing modal untuk membeli rumah, namun sejalan dengan waktu, porsi kepemilikan bank diambil alih oleh nasabah, sehingga pada akhirnya kepemilikan penuh ada pada nasabah.[⁶]
Kekurangan dan Kelebihan KPR Syariah
Namun demikian, menurut Agus Triyanta (penulis sebelumnya), kekurangan dari KPR syariah jika dibandingkan dengan KPR di bank konvensional adalah akad atau kontrak yang dilakukan terlalu bervariasi antara satu bank dengan bank yang lain, sehingga bagi orang yang masih awam akan merasa rumit berurusan dengan akad yang bermacam-macam.
Di samping itu, tentu saja biaya dokumentasi hukumnya, termasuk pembuatan akad melalui nota riil juga lebih memerlukan biaya, jika dibandingkan dengan KPR konvensional yang hanya ada satu jenis yaitu pinjaman dengan pengembalian ditambah bunga.
Lebih lanjut, Agus menerangkan bahwa kelebihan dari KPR syariah selain bebas dari bunga (riba), juga imbalan yang tidak didasarkan suku bunga akan lebih stabil, karena memang semuanya sudah pasti dan fixed di muka, di saat akad dibuat, berbeda dengan suku bunga yang masih dapat terpengaruh oleh fluktuasi. Nilai keadilan dari pembiayaan ini juga lebih terjamin, karena alasan pembebanan imbalan sangat jelas asal dan alasannya.
Jadi, menjawab pertanyaan Anda, apakah KPR rumah riba, pada dasarnya selisih atau kelebihan dari pokok pinjaman berupa bunga dianggap sebagai riba dan dinyatakan haram.
Namun, terdapat alternatif lain dari KPR konvensional yaitu KPR syariah. Lantas, apakah KPR syariah riba? T͟i͟d͟a͟k͟. H͟a͟l͟ i͟n͟i͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ t͟a͟m͟b͟a͟h͟a͟n͟ p͟a͟d͟a͟ p͟e͟n͟g͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟a͟n͟ (c͟͟i͟͟c͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟) d͟a͟r͟i͟ d͟a͟n͟a͟ p͟i͟n͟j͟a͟m͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟k͟u͟c͟u͟r͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ b͟a͟n͟k͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟u͟p͟a͟ a͟t͟a͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟a͟s͟a͟l͟ d͟a͟r͟i͟ b͟u͟n͟g͟a͟ p͟͟i͟͟n͟͟j͟͟a͟͟m͟͟a͟͟n͟͟, n͟a͟m͟u͟n͟ d͟a͟r͟i͟ a͟k͟a͟d͟ s͟y͟a͟r͟i͟a͟h͟ s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ m͟͟u͟͟s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟a͟͟k͟͟a͟͟h͟͟.
Bahasa Arab:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Bahasa Latin:
- ʾInna mā l-a’mālu bi-n-nīyāt
Artinya:
“Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niatnya.”
Penjelasan:
Kalimat ini merupakan penggalan dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Hadits ini menekankan pentingnya niat dalam setiap perbuatan yang dilakukan, karena niatlah yang menjadi dasar penilaian amal perbuatan di sisi Allah SWT.
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan;
- Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan;
- Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah;
- Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja;
- Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan;
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Kredit Pemilikan Rumah, Apakah Termasuk Riba? yang dibuat oleh Drs. Agus Triyanta, MA., M.H., Ph.D dan pertama kali dipublikasikan pada 09 Juni 2020. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Apakah KPR Riba? Pada 10 Juni 2025, dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 12 Juni 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

