INDRAMAYU — PERTANYAAN
Saya adalah seorang pimpinan tingkat daerah suatu ormas. Suatu hari saya diberi kuasa untuk mewakili pimpinan pusat di pengadilan dalam suatu perkara perdata. Apakah berdasarkan surat kuasa yang saya terima saya dapat menunjuk pengacara untuk mewakili saya di pengadilan? Mengingat di dalam AD/ART ormas kami, yang diberi wewenang bertindak di dalam pengadilan dan di luar pengadilan adalah pimpinan pusat dan sekretaris.
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih dan untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga diberikan kelancaran rejeki dan kesuksesan. Aamiin..
Acho Sukanso – LSM KPI
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᴶⁱᵏᵃ ᴬⁿᵍᵍᵃʳᵃⁿ ᴰᵃˢᵃʳ ᵈᵃⁿ ᴬⁿᵍᵍᵃʳᵃⁿ ᴿᵘᵐᵃʰ ᵀᵃⁿᵍᵍᵃ ˢᵘᵃᵗᵘ ᴼʳᵍᵃⁿⁱˢᵃˢⁱ ᴷᵉᵐᵃˢʸᵃʳᵃᵏᵃᵗᵃⁿ (“ᴼʳᵐᵃˢ”) ᵐᵉᵐᵇᵉʳⁱᵏᵃⁿ ʷᵉʷᵉⁿᵃⁿᵍ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵇᵉʳᵗⁱⁿᵈᵃᵏ ᵈⁱ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵈᵃⁿ ᵈⁱ ˡᵘᵃʳ ᵖᵉⁿᵍᵃᵈⁱˡᵃⁿ ᵏᵉᵖᵃᵈᵃ ᵖⁱᵐᵖⁱⁿᵃⁿ ᵖᵘˢᵃᵗ ᵈᵃⁿ ˢᵉᵏʳᵉᵗᵃʳⁱˢ, ᵐᵃᵏᵃ ᵖⁱᵐᵖⁱⁿᵃⁿ ᵈᵃᵉʳᵃʰ ᵒʳᵐᵃˢ ᵐᵉᵐᵇᵘᵗᵘʰᵏᵃⁿ ˢᵘʳᵃᵗ ᴷᵘᵃˢᵃ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉⁿᵍᵍᵃⁿᵗⁱᵏᵃⁿ ᵖᵉˡᵃᵏˢᵃⁿᵃᵃⁿ ʷᵉʷᵉⁿᵃⁿᵍ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ. ᴾⁱᵐᵖⁱⁿᵃⁿ ᴰᵃᵉʳᵃʰ ᵖᵘⁿ ᵗⁱᵈᵃᵏ ᵈᵃᵖᵃᵗ ˢᵉᵐᵇᵃʳᵃⁿᵍᵃⁿ ᵐᵉⁿᵘⁿʲᵘᵏ ᵖᵉⁿᵍᵃᶜᵃʳᵃ ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱ ᵏᵘᵃˢᵃ ˢᵘᵇˢᵗⁱᵗᵘˢⁱ ᵃᵗᵃᵘ ᵏᵘᵃˢᵃ ᵖᵉⁿᵍᵍᵃⁿᵗⁱ. ᴬᵖᵃᵇⁱˡᵃ ʷᵉʷᵉⁿᵃⁿᵍ ⁱⁿⁱ ᵗⁱᵈᵃᵏ ᵈⁱˢᵉᵇᵘᵗᵏᵃⁿ ᵈⁱ ᵈᵃˡᵃᵐ ˢᵘʳᵃᵗ ᵏᵘᵃˢᵃ, ᵐᵃᵏᵃ ᵖᵉⁿᵘⁿʲᵘᵏᵃⁿ ᵏᵘᵃˢᵃ ˢᵘᵇˢᵗⁱᵗᵘˢⁱ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵗⁱᵈᵃᵏ ˢᵃʰ.
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)
Ketentuan umum mengenai organisasi kemasyarakatan (“Ormas”) dapat Anda temukan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (“UU Ormas”) sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (“Perppu Ormas”) yang telah ditetapkan menjadi undang-undang melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.
Pengertian ormas dapat ditemukan dalam Pasal 1 angka 1 Perppu Ormas, yang berbunyi:
- Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pasal 5 UU Ormas jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 82/PUU-XI/2013 kemudian mengatur bahwa ormas bertujuan untuk:
a. meningkatkan
partisipasi dan
keberdayaan
masyarakat;
b. memberikan
pelayanan kepada
masyarakat;
c. menjaga nilai agama
dan kepercayaan
terhadap Tuhan
Yang Maha Esa;
d. melestarikan dan
memelihara norma,
nilai, moral, etika,
dan budaya yang
hidup dalam
masyarakat;
e. melestarikan
sumber daya alam
dan lingkungan
hidup;
f. mengembangkan
kesetiakawanan
sosial, gotong
royong, dan toleransi
dalam kehidupan
bermasyarakat;
g. menjaga,
memelihara, dan
memperkuat
persatuan dan
kesatuan bangsa;
dan/atau
h. mewujudkan tujuan
negara.
Ormas dapat berbentuk badan hukum atau tidak berbadan hukum.[¹] Ormas yang berbentuk badan hukum dapat berbentuk perkumpulan atau yayasan.[²] Ormas didirikan oleh tiga orang warga negara Indonesia atau lebih, kecuali ormas yang berbentuk yayasan.[³]
Anggaran Dasar (“AD”) dan Anggaran Rumah Tangga (“ART”) merupakan landasan operasional dalam menjalankan suatu ormas. AD adalah peraturan dasar ormas, sedang ART adalah peraturan yang dibentuk sebagai penjabaran AD ormas.[⁴] S͟e͟t͟i͟a͟p͟ O͟r͟m͟a͟s͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟b͟a͟d͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ d͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟d͟a͟f͟t͟a͟r͟ w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ A͟D͟ d͟a͟n͟ A͟͟R͟͟T͟͟, yang memuat paling sedikit:[⁵]
a. nama dan lambang;
b. tempat kedudukan;
c. asas, tujuan, dan
fungsi;
d. kepengurusan;
e. hak dan kewajiban
anggota;
f. pengelolaan
keuangan;
g. mekanisme
penyelesaian
sengketa dan
pengawasan
internal; dan
h. pembubaran
organisasi.
Pada kasus Anda, A͟͟D͟͟/A͟R͟T͟ j͟͟u͟͟g͟͟a͟͟ m͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟g͟͟͟a͟͟͟t͟͟͟u͟͟͟r͟͟͟ w͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ p͟i͟m͟p͟i͟n͟a͟n͟ p͟u͟s͟a͟t͟ d͟a͟n͟ s͟e͟k͟r͟e͟t͟a͟r͟i͟s͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟w͟a͟k͟i͟l͟i͟ o͟r͟m͟a͟s͟ d͟i͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟. Dengan demikian, j͟͟i͟͟k͟͟a͟͟ A͟n͟d͟a͟ s͟e͟l͟a͟k͟u͟ p͟i͟m͟p͟i͟n͟a͟n͟ d͟a͟e͟r͟a͟h͟ o͟r͟m͟a͟s͟ d͟i͟t͟u͟n͟j͟u͟k͟ m͟e͟w͟a͟k͟i͟l͟i͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ o͟r͟g͟a͟n͟i͟s͟a͟s͟i͟ o͟l͟e͟h͟ P͟i͟m͟p͟i͟n͟a͟n͟ P͟u͟s͟a͟t͟ O͟r͟m͟a͟s͟ d͟i͟ P͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟, maka A͟n͟d͟a͟ h͟a͟r͟u͟s͟ m͟e͟n͟d͟a͟p͟a͟t͟k͟a͟n͟ S͟u͟r͟a͟t͟ K͟u͟a͟s͟a͟ t͟e͟r͟l͟e͟b͟i͟h͟ d͟a͟h͟u͟l͟u͟ d͟a͟r͟i͟ P͟i͟m͟p͟i͟n͟a͟n͟ P͟͟u͟͟s͟͟a͟͟t͟͟, y͟a͟n͟g͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ K͟h͟u͟s͟u͟s͟ menguraikan hak dan kewenangan Anda.
Kuasa Ormas
Lebih lanjut, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, beberapa pengertian “kuasa” yang relevan dengan pertanyaan Anda adalah:
a. kemampuan atau
kesanggupan (untuk
berbuat sesuatu)
kekuatan;
b. wewenang atas
sesuatu atau untuk
menentukan
(memerintah,
mewakili, mengurus,
dan sebagainya)
sesuatu;
c. orang yang
diserahi
wewenang.
Sedangkan Pasal 1792 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) menyatakan bahwa:
- Pemberian kuasa ialah s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟i͟s͟i͟k͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟a͟n͟ k͟e͟k͟u͟a͟s͟a͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟a͟i͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟n͟y͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ s͟e͟s͟u͟a͟t͟u͟ a͟t͟a͟s͟ n͟a͟m͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ k͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟s͟͟͟a͟͟͟.
Terkait pertanyaan Anda, menurut Pasal 1795 KUH Perdata:
- Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu hanya mengenai satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan pemberi kuasa.
Selaku orang yang telah diberi wewenang oleh pemberi kuasa, penerima kuasa mempunyai kewajiban-kewajiban antara lain:
a. melaksanakan
kuasanya dan
b͟e͟r͟t͟a͟n͟g͟g͟u͟n͟g͟ j͟a͟w͟a͟b͟
a͟t͟a͟s͟ s͟e͟g͟a͟l͟a͟ b͟͟i͟͟a͟͟y͟͟a͟͟,
k͟͟e͟͟r͟͟u͟͟g͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, d͟a͟n͟ b͟u͟n͟g͟a͟
y͟a͟n͟g͟ t͟i͟m͟b͟u͟l͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟
t͟i͟d͟a͟k͟
d͟i͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟n͟y͟a͟
k͟u͟a͟s͟a͟ i͟͟t͟͟u͟͟.[⁶]
b. memberi laporan
kepada kuasa
tentang apa yang
telah dilakukan serta
memberikan
perhitungan tentang
segala sesuatu yang
diterimanya
berdasarkan
kuasanya, sekalipun
apa yang diterima
itu tidak harus
dibayar kepada
pemberi kuasa.[⁷]
Tidak hanya penerima kuasa yang mempunyai kewajiban. Pemberi kuasa juga memiliki kewajiban antara lain:
a. m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟
p͟e͟r͟i͟k͟a͟t͟a͟n͟-p͟e͟r͟i͟k͟a͟t͟a͟n͟
y͟a͟n͟g͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ o͟l͟e͟h͟
p͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ k͟u͟a͟s͟a͟
menurut kekuasaan
yang telah ia berikan
kepadanya;[⁸]
b. mengembalikan
persekot dan biaya
yang telah
dikeluarkan oleh
penerima kuasa
untuk melaksanakan
kuasanya. Begitu
pula membayar
upahnya bila tentang
hal ini telah
diadakan perjanjian.
Jika penerima kuasa
tidak melakukan
suatu kelalaian,
maka pemberi kuasa
tidak dapat
menghindarkan diri
dari kewajiban
mengembalikan
persekot dan biaya
s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟
u͟p͟a͟h͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟i͟
a͟͟t͟͟a͟͟s͟͟, s͟e͟k͟a͟l͟i͟p͟u͟n͟
p͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ k͟u͟a͟s͟a͟
t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟h͟a͟s͟i͟l͟ d͟a͟l͟a͟m͟
u͟r͟u͟s͟a͟n͟n͟y͟a͟ i͟͟t͟͟u͟͟.[⁹]
Jika dalam surat kuasa yang telah Anda terima membolehkan Anda menunjuk pengacara untuk menyelesaikan perkara tersebut, maka Anda dapat melakukan penunjukkan pengacara. N͟a͟m͟u͟n͟ j͟i͟k͟a͟ s͟u͟r͟a͟t͟ k͟u͟a͟s͟a͟ t͟͟i͟͟d͟͟a͟͟k͟͟ m͟e͟n͟c͟a͟k͟u͟p͟ h͟a͟l͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟, m͟͟a͟͟k͟͟a͟͟ A͟n͟d͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟n͟j͟u͟k͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟c͟a͟r͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟g͟a͟n͟t͟i͟k͟a͟n͟ A͟͟n͟͟d͟͟a͟͟. Hal ini sesuai dengan Pasal 1797 KUH Perdata, yang menyatakan bahwa:
- Penerima kuasa tidak boleh melakukan apa pun yang melampaui kuasanya, kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu perkara secara damai, tidak mengandung hak untuk menggantungkan penyelesaian perkara pada keputusan wasit.
Di sisi lain, Pasal 1803 angka 1 KUH Perdata mengatur bahwa p͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ k͟u͟a͟s͟a͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟g͟g͟u͟n͟g͟ j͟a͟w͟a͟b͟ a͟t͟a͟s͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟a͟i͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟t͟u͟n͟j͟u͟k͟n͟y͟a͟ s͟͟e͟͟b͟͟a͟͟g͟͟a͟͟i͟͟ p͟e͟n͟g͟g͟a͟n͟t͟i͟n͟y͟a͟ d͟͟a͟͟l͟͟a͟͟m͟͟ m͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟s͟͟a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟ k͟͟u͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, bila tidak diberikan kuasa untuk menunjuk orang lain sebagai penggantinya. Hal ini seolah menunjukkan bahwa Anda boleh menunjuk kuasa, sepanjang bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul nantinya. Namun menurut M. Yahya Harahap dalam bukunya Hukum Acara Perdata (hal. 22-23), hak dan kewenangan dalam pasal tersebut tidak dengan sendirinya menurut hukum dan harus tegas disebutkan dalam surat kuasa. Jadi, harus ada klausul dalam surat kuasa yang berisi pernyataan, bahwa k͟͟u͟͟a͟͟s͟͟a͟͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟l͟i͟m͟p͟a͟h͟k͟a͟n͟ k͟u͟a͟s͟a͟ i͟t͟u͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ a͟t͟a͟u͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ p͟i͟h͟a͟k͟ k͟͟e͟͟t͟͟i͟͟g͟͟a͟͟, y͟a͟n͟g͟ a͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟t͟i͟n͟d͟a͟k͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ k͟u͟a͟s͟a͟ S͟͟u͟͟b͟͟s͟͟t͟͟i͟͟t͟͟u͟͟s͟͟i͟͟, menggantikan kuasa semula mewakili kepentingan pemberi kuasa di sidang pengadilan. Apabila kuasa menunjuk kuasa substitusi, dan kewenangannya untuk itu tidak disebutkan dalam surat kuasa, kuasa substitusi tersebut tidak sah.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada umumnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;.
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang telah ditetapkan menjadi undang-undang melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang.
Artikel ini dibuat oleh Adv.Agus Candra Suraatmaja.SP. SH, dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Penunjukan Kuasa Substitusi oleh Pimpinan Daerah Ormas pada tanggal 09 Desember 2019. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 25 Mei 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

