INDRAMAYU — PERTANYAANNYA:
Mohon izin bertanya bapak/ibu. Apakah menerima gadai kendaraan secara sadar hanya diperlihatkan fisik kendaraan dan STNK-nya saja apakah perbuatan yang salah secara hukum? Akhirnya berujung masalah ternyata mobil yang digadai itu adalah mobil rental. Apakah yang menerima gadai bisa dikenakan pidana? Dan Pasal apa yang dikenakan untuk penerima gadai?
Atas jawabanya diucapkan terimakasih, semoga ubklawyer dan paralegalnya sukses selalu. Aamiin..
Sarmani Silalahi – Karangkerta
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᴮᵃⁱᵏ ᵖᵉᵐᵇᵉʳⁱ ᵐᵃᵘᵖᵘⁿ ᵖᵉⁿᵉʳⁱᵐᵃ ᵍᵃᵈᵃⁱ ᵐᵒᵇⁱˡ ʳᵉⁿᵗᵃˡ ᵃᵗᵃᵘ ᵏᵉⁿᵈᵃʳᵃᵃⁿ ˢᵉʷᵃ, ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱʲᵉʳᵃᵗ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᴷᵁᴴᴾ ᵃᵗᵃᵘ ᵁᵁ ¹/²⁰²³. ᴮᵃᵍⁱ ᵖᵉᵐᵇᵉʳⁱ ᵍᵃᵈᵃⁱ, ᵗⁱⁿᵈᵃᵏᵃⁿ ᵐᵉⁿᵍᵍᵃᵈᵃⁱᵏᵃⁿ ᵐᵒᵇⁱˡ ʳᵉⁿᵗᵃˡ, ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ᵗⁱⁿᵈᵃᵏ ᵖⁱᵈᵃⁿᵃ ᵖᵉⁿᵍᵍᵉˡᵃᵖᵃⁿ. ᴾᵉⁿᵍᵍᵉˡᵃᵖᵃⁿ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵇᵉⁿᵗᵘᵏ ᵖᵒᵏᵒᵏ ᵈⁱᵃᵗᵘʳ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴾᵃˢᵃˡ ³⁷² ᴷᵁᴴᴾ ᵃᵗᵃᵘ ᴾᵃˢᵃˡ ⁴⁸⁶ ᵁᵁ ¹/²⁰²³.
ᴸᵃˡᵘ, ᵖᵃˢᵃˡ ᵃᵖᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵐᵉⁿʲᵉʳᵃᵗ ᵖᵉⁿᵉʳⁱᵐᵃ ᵍᵃᵈᵃⁱ ᵐᵒᵇⁱˡ ʳᵉⁿᵗᵃˡ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Menggadaikan Mobil Rental Merupakan Tindak Pidana Penggelapan
Tindakan menggadaikan kendaraan sewa atau dalam hal ini adalah mobil rental, merupakan tindak pidana penggelapan. Penggelapan dalam bentuk pokok diatur dalam KUHP lama yang masih berlaku pada saat artikel ini diterbitkan dan UU 1/2023 yang baru berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[¹] yaitu pada tahun 2026. Berikut adalah pengaturan mengenai penggelapan:
Pasal 372 KUHP
- Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp900 ribu.[²]
Pasal 486 UU 1/2023
- Setiap orang yang secara melawan hukum memiliki suatu barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain, yang ada dalam kekuasaannya bukan karena tindak pidana, dipidana karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta.[³]
Pada tindak pidana penggelapan, b͟a͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟a͟n͟ s͟u͟d͟a͟h͟ d͟i͟k͟u͟a͟s͟a͟i͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ n͟y͟a͟t͟a͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟. Hal ini berbeda dengan pencurian dimana barang tersebut belum berada di tangan pelaku tindak pidana.[⁴]
Saat timbulnya n͟i͟a͟t͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ m͟e͟l͟a͟w͟a͟n͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟, juga menentukan perbedaan antara penggelapan dan pencurian. Apabila niat memiliki sudah ada pada waktu barang tersebut diambil, maka perbuatan tersebut merupakan tindak pidana pencurian, sedang p͟a͟d͟a͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟g͟͟e͟͟l͟͟a͟͟p͟͟a͟͟n͟͟, n͟i͟a͟t͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ b͟a͟r͟u͟ a͟d͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ s͟u͟d͟a͟h͟ b͟e͟r͟a͟d͟a͟ d͟i͟ t͟a͟n͟g͟a͟n͟ p͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟.[⁵]
Unsur tindak pidana penggelapan lainnya adalah b͟a͟h͟w͟a͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ m͟e͟n͟g͟u͟a͟s͟a͟i͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ h͟e͟n͟d͟a͟k͟ d͟i͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ b͟u͟k͟a͟n͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, misalnya suatu barang yang berada dalam pengusaan pelaku tindak pidana sebagai jaminan piutang yang kemudian dijual tanpa izin pemiliknya.[⁶]
Dengan demikian, dalam kasus menggadaikan mobil rental, b͟a͟r͟a͟n͟g͟ d͟i͟k͟u͟a͟s͟a͟i͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ n͟y͟a͟t͟a͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ d͟a͟n͟ d͟i͟p͟e͟r͟o͟l͟e͟h͟ b͟u͟k͟a͟n͟ h͟a͟s͟i͟l͟ d͟a͟r͟i͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, m͟e͟l͟a͟i͟n͟k͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ t͟r͟a͟n͟s͟a͟k͟s͟i͟ s͟e͟w͟a͟ m͟͟e͟͟n͟͟y͟͟e͟͟w͟͟a͟͟, yang kemudian digadaikan tanpa seizin pemiliknya.
Penerima Gadai Dapat Dijerat Pasal Penadahan
Adapun, bagi pihak yang menerima gadai mobil rental, dapat dikenakan pasal penadahan yang secara pokok diatur dalam Pasal 480 KUHP atau Pasal 591 UU 1/2023. Berikut adalah pengaturan mengenai tindak pidana penadahan:
Pasal 480 KUHP
- Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp900 ribu:[⁷]
- barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu benda, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan;
- barang siapa menarik keuntungan dari hasil sesuatu benda, yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan.
Pasal 591 UU 1/2023
- Dipidana karena penadahan dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak kategori V yaitu Rp500 juta,[⁸] setiap orang yang:
a. membeli,
menawarkan,
menyewa,
menukarkan,
menerima jaminan
atau gadai,
menerima hadian
atau untuk menarik
keuntungan,
menjual,
menyewakan,
menukarkan,
menggadaikan,
mengangkut,
menyimpan atau
menyembunyikan
suatu benda yang
diketahui atau patut
diduga bahwa benda
tersebut diperoleh
dari tindak pidana;
atau
b. menarik keuntungan
dari hasil suatu
benda, yang
diketahui atau patut
diuga bahwa benda
tersebut diperoleh
dari tindak pidana.
Berdasarkan keterangan yang Anda sampaikan, objek gadai merupakan mobil rental, yang mana objek gadai bukanlah milik pribadi si pemberi gadai, melainkan milik orang lain.
Sehingga o͟b͟j͟e͟k͟ g͟a͟d͟a͟i͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ b͟e͟n͟d͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟d͟u͟g͟a͟ d͟i͟p͟e͟r͟o͟l͟e͟h͟ d͟a͟r͟i͟ k͟͟e͟͟j͟͟a͟͟h͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟. Dalam hal ini, p͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ g͟a͟d͟a͟i͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟e͟n͟a͟k͟a͟n͟ P͟a͟s͟a͟l͟ P͟e͟n͟a͟d͟a͟h͟a͟n͟ sebagaimana yang diatur dalam Pasal 480 ayat (1) KUHP dan dapat dikenakan Pasal 480 ayat (2) KUHP apabila penerima gadai menarik keuntungan dari benda tersebut.
Untuk dapat dijerat dengan Pasal 480 KUHP, perbuatan tersebut harus memenuhi unsur-unsur tindak pidana penadahan. R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, memaparkan mengenai unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam tindak pidana penadahan, yaitu sebagai berikut:
- Yang dinamakan “sekongkol” atau biasa disebut pula “tadah” itu sebenarnya hanya perbuatan yang disebutkan pada sub 1 dari Pasal 480 KUHP;
- Perbuatan yang tersebut pada sub 1 dibagi atas dua bagian:
- membeli, menyewa, dan sebagainya (tidak perlu dengan maksud hendak mendapat untung) barang yang diketahuinya atau patut disangkanya diperoleh karena kejahatan;
- menjual, menukarkan, menggadaikan, dan sebagainya dengan maksud hendak mendapat untung barang y͟a͟n͟g͟ d͟i͟k͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟n͟y͟a͟ a͟t͟a͟u͟ p͟a͟t͟u͟t͟ d͟i͟s͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟y͟a͟ d͟i͟p͟e͟r͟o͟l͟e͟h͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ k͟͟e͟͟j͟͟a͟͟h͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟.
- Elemen penting pasal ini adalah t͟e͟r͟d͟a͟k͟w͟a͟ h͟a͟r͟u͟s͟ m͟e͟n͟g͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ a͟t͟a͟u͟ p͟a͟t͟u͟t͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟y͟a͟n͟g͟k͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ i͟t͟u͟ b͟e͟r͟a͟s͟a͟l͟ d͟a͟r͟i͟ k͟͟e͟͟j͟͟a͟͟h͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟. D͟i͟ s͟i͟n͟i͟ t͟e͟r͟d͟a͟k͟w͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟l͟u͟ t͟a͟h͟u͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟a͟s͟t͟i͟ a͟s͟a͟l͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ i͟t͟u͟ d͟a͟r͟i͟ k͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ a͟p͟a͟ (p͟͟e͟͟n͟͟c͟͟u͟͟r͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟g͟͟e͟͟l͟͟a͟͟p͟͟a͟͟n͟͟, p͟͟e͟͟n͟͟i͟͟p͟͟u͟͟a͟͟n͟͟, p͟͟e͟͟m͟͟e͟͟r͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, u͟a͟n͟g͟ p͟a͟l͟s͟u͟ a͟t͟a͟u͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟-l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟), a͟k͟a͟n͟ t͟e͟t͟a͟p͟i͟ s͟u͟d͟a͟h͟ c͟u͟k͟u͟p͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ i͟a͟ p͟a͟t͟u͟t͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟y͟a͟n͟g͟k͟a͟ (m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟i͟͟r͟͟a͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟c͟͟u͟͟r͟͟i͟͟g͟͟a͟͟i͟͟) b͟a͟h͟w͟a͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ i͟t͟u͟ b͟u͟k͟a͟n͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ “t͟͟e͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟”.
- Untuk membuktikan elemen ini memang sukar, akan tetapi dalam praktiknya biasanya dapat dilihat dari keadaan atau cara dibelinya barang itu, misalnya dibeli dengan di bawah harga, dibeli pada waktu malam secara bersembunyi yang menurut ukuran di tempat itu memang mencurigakan.
- Barang asal dari kejahatan misalnya berasal dari pencurian, penggelapan, penipuan, pemalsuan uang, sekongkol, dan lain-lain.
Berdasarkan uraian di atas, Pasal 480 ayat (1) KUHP memiliki dua unsur subjektif, yaitu kesengajaan dan ketidaksengajaan. S͟e͟c͟a͟r͟a͟ s͟e͟n͟g͟a͟j͟a͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ s͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟j͟͟a͟͟, s͟͟e͟͟s͟͟e͟͟o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟t͟u͟n͟t͟u͟t͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟n͟a͟d͟a͟h͟a͟n͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ u͟n͟s͟u͟r͟ P͟a͟s͟a͟l͟ 480 a͟y͟a͟t͟ (1) K͟͟U͟͟H͟͟P͟͟. Unsur kesengajaan terlihat dalam kata “yang diketahui”, sedangkan unsur ketidaksengajaan terlihat dalam kata “yang sepatutnya harus diduga”.
Berdasarkan keterangan yang Anda sampaikan, bahwa penerima gadai hanya diperlihatkan fisik kendaraan dan STNK-nya saja. Dalam hal ini dapat diasumsikan bahwa penerima gadai tersebut tidak mengetahui bahwa objek gadai diperoleh dari tindak pidana penggelapan atau dengan kata lain tidak mengetahui bahwa mobil tersebut bukan milik sah dari pemberi gadai melainkan mobil rental.
Namun sebagai penerima gadai, sudah sepatutnya memeriksa keadaan mobil dan surat-surat yang ada, atau setidaknya memeriksa BPKB mobil tersebut sebelum menerimanya dari pemberi gadai. Sehingga, dalam benak penerima gadai, s͟e͟h͟a͟r͟u͟s͟n͟y͟a͟ t͟i͟m͟b͟u͟l͟ p͟͟e͟͟r͟͟t͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, a͟p͟a͟k͟a͟h͟ p͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟ g͟a͟d͟a͟i͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ s͟a͟h͟ d͟a͟r͟i͟ m͟o͟b͟i͟l͟ t͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟s͟͟͟e͟͟͟b͟͟͟u͟͟͟t͟͟͟? Menurut hemat kami, dalam hal ini, penerima gadai juga dapat dikatakan lalai karena t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ g͟a͟d͟a͟i͟ a͟t͟a͟s͟ s͟u͟a͟t͟u͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟g͟a͟d͟a͟i͟k͟a͟n͟ b͟u͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ g͟͟a͟͟d͟͟a͟͟i͟͟. O͟l͟e͟h͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ i͟͟t͟͟u͟͟, p͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ g͟a͟d͟a͟i͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟e͟n͟a͟k͟a͟n͟ P͟a͟s͟a͟l͟ 480 a͟y͟a͟t͟ (1) K͟͟U͟͟H͟͟P͟͟.
Mengenai tindak pidana penadahan ini, Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Yurisprudensi MA 3/Yur/Pid/2018 memberikan kaidah hukum:
Apabila seseorang membeli kendaraan bermotor tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan yang sah, o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ s͟e͟h͟a͟r͟u͟s͟n͟y͟a͟ p͟a͟t͟u͟t͟ m͟e͟n͟d͟u͟g͟a͟ k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ b͟e͟r͟a͟s͟a͟l͟ d͟a͟r͟i͟ k͟͟͟e͟͟͟j͟͟͟a͟͟͟h͟͟͟a͟͟͟t͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟.
Lebih lanjut, dalam pendapat Mahkamah Agung dijelaskan bahwa:
Apabila kendaraan bermotor diperoleh dengan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, maka patut diduga kendaraan bermotor tersebut diperoleh dari tindak pidana.
Berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sudah sepatutnya penerima gadai menduga kendaraan yang diterimanya berasal dari hasil kejahatan karena kendaraan tersebut tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang sah dan lengkap, misalnya seperti BPKB. Dalam hal ini penerima gadai dapat dikenakan Pasal 480 ayat (1) KUHP.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.
Artikel ini dibuat oleh Lamhot Pandapotan. SH, dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Jerat Hukum Menggadaikan dan Menerima Gadai Mobil Rental Tanpa Hak pada tanggal 13 Februari 2024. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 22 April 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

