INDRAMAYU — Kuwu Desa Tegalurung, Abdullah, Pamong Desa bagian TU, Fatony, Ketua MUI Desa Tegalurung, Ust. Nur M. Hafidz, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Balongan, Ust. Bachrul Ulum, melaksanakan Sholat Taraweh keliling di Masjid Jamie Al-Fataa Perumahan Balongan Asri 1 Desa Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut bertindak selaku bilal oleh sdr. Syukron didampingi sdr. Ahmad Lutfi (Santri Ponpes Lirboyo Jatim), adapun yang bertindak selaku Imam Sholat Taraweh oleh Ust. Bachrul Ulum, dan Do’a dipimpin oleh Ketua DKM Al-Fataa, Ust. Khosi’in, Kamis (05/3/2025) berjalan lancar.
Usai sholat Taraweh, Kuwu Desa Tegalurung Abdullah menjelaskan, alhamdulillah kita semua masih diberi kesempatan bertemu di bulan Ramadhan 1446 H, bulan yang penuh berkah ini untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya adalah melaksanakan sholat Taraweh dengan niat karena Allah. Program Taraweh keliling ini merupakan salah satu visi – misi masyarat Desa Tegalurung yakni Religius.
Disamping itu, Kuwu Abdullah mengajak warganya untuk menjaga situasi Kamtibmas yang aman di Desa Tegalung hususnya dan menjalin kedekatan dengan tokoh agama dan masyarakat agar situasi tetap aman dan kondusif, pintanya.
Ditempat yang sama Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Desa Tegalurung, Ust. Nur M. Hafidz menambahkan, mengajak umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan dengan tujuan agar dapat meraih predikat takwa, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’’an surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”
Adapun tujuan berpuasa adalah meningkatkan “taqwa”. Takwa merupakan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Takwa juga merupakan kunci untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat kelak.
Selain itu kata Ust. Hafidz, takwa juga akan menempatkan diri kita pada posisi yang paling mulia di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al-Hujurat: 13)
Dengan demikian, maka takwa sebagai tujuan puasa seharusnya menjadi karakter yang kuat dan melekat di dalam jiwa kita, kemudian memberi kekuatan ruhaniyah untuk mewujudkan pikiran, perkataan, perbuatan dan tujuan hidup kita sesuai dengan perintah Allah SWT, tutupnya. (Abil)

