INDRAMAYU — Pertanyaan:
Saya mau bertanya, apakah berpelukan termasuk pelanggaran kesusilaan? Masih berkaitan dengan pelanggaran hukum, jika ada orang yang mempertontonkan film porno di depan umum apakah termasuk pelanggaran hukum? Terimakasih.
Saman – Gadingan City
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
“Intisari Jawaban”
ᴾᵉˡᵃⁿᵍᵍᵃʳᵃⁿ ᵏᵉˢᵘˢⁱˡᵃᵃⁿ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵐᵉʳᵘʲᵘᵏ ᵖᵃᵈᵃ ᴾᵃˢᵃˡ ²⁸¹ ᴷᵁᴴᴾ ˡᵃᵐᵃ ᵃᵗᵃᵘ ᴾᵃˢᵃˡ ⁴⁰⁶ ᵁᵁ ¹/²⁰²³ ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᴷᵁᴴᴾ ᵇᵃʳᵘ. ᴬᵈᵃᵖᵘⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵐᵃᵏˢᵘᵈ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᵏᵉˢᵘˢⁱˡᵃᵃⁿ ᵈⁱ ˢⁱⁿⁱ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ᵐᵉˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵖᵉʳᵇᵘᵃᵗᵃⁿ ᵐᵉᵐᵖᵉʳᵗᵘⁿʲᵘᵏᵏᵃⁿ ᵏᵉᵗᵉˡᵃⁿʲᵃⁿᵍᵃⁿ, ᵃˡᵃᵗ ᵏᵉˡᵃᵐⁱⁿ ᵃᵏᵗⁱᵛⁱᵗᵃˢ ˢᵉᵏˢᵘᵃˡ ʸᵃⁿᵍ ᵇᵉʳᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍᵃⁿ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ⁿⁱˡᵃⁱ-ⁿⁱˡᵃⁱ ʸᵃⁿᵍ ʰⁱᵈᵘᵖ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵐᵃˢʸᵃʳᵃᵏᵃᵗ ᵈⁱ ᵗᵉᵐᵖᵃᵗ ᵈᵃⁿ ʷᵃᵏᵗᵘ ᵖᵉʳᵇᵘᵃᵗᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ.
ᴸᵃⁿᵗᵃˢ, ᵃᵖᵃᵏᵃʰ ᵇᵉʳᵖᵉˡᵘᵏᵃⁿ ᵈⁱᵗᵉᵐᵖᵃᵗ ᵘᵐᵘᵐ ᵗᵉʳᵐᵃˢᵘᵏ ᵃˢᵘˢⁱˡᵃ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
Ulasan selengkapnya;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Apakah Berpelukan Didepan Umum Termasuk Pelanggaran Kesusilaan?
Sebelum membahas apakah berpelukan didepan umum termasuk pelanggaran kesusilaan, mari pahami terlebih dahulu arti dari berpelukan itu sendiri. Menurut KBBI, berpelukan d͟i͟d͟e͟f͟i͟n͟i͟s͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ s͟a͟l͟i͟n͟g͟ b͟e͟r͟p͟e͟l͟u͟k͟ (m͟͟e͟͟m͟͟e͟͟l͟͟u͟͟k͟͟, m͟͟e͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟k͟͟u͟͟l͟͟). Sedangkan merangkul adalah m͟e͟r͟a͟i͟h͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ k͟e͟ d͟a͟l͟a͟m͟ d͟e͟k͟a͟p͟a͟n͟ k͟e͟d͟u͟a͟ t͟a͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟l͟͟i͟͟n͟͟g͟͟k͟͟a͟͟r͟͟k͟͟a͟͟n͟͟; m͟͟e͟͟n͟͟d͟͟e͟͟k͟͟a͟͟p͟͟.
Lantas, apakah berpelukan termasuk asusila?
Pada dasarnya ketentuan mengenai asusila dapat merujuk pada Pasal 281 KUHP yang saat artikel ini diterbitkan masih berlaku atau Pasal 406 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang mulai berlaku 3 tahun terhitung sejak tanggal diundangkan,[¹] yaitu pada tahun 2026, sebagai berikut.
Pasal 281 KUHP
- Diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana dengan paling banyak Rp4,5 juta:[²]
- Barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan;
- Barang siapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.
Pasal 406 UU 1/2023
- Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak kategori II,[³] yaitu sebesar Rp10 juta, setiap orang yang:
- Melanggar kesusilaan di muka umum; atau
- Melanggar kesusilaan di muka orang lain yang hadir tanpa kemauan orang yang hadir tersebut.
Terkait Pasal 281 KUHP, R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 204) menerangkan bahwa yang dimaksud dengan k͟e͟s͟u͟s͟i͟l͟a͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ p͟e͟r͟a͟s͟a͟a͟n͟ m͟a͟l͟u͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ n͟a͟f͟s͟u͟ k͟e͟l͟a͟m͟i͟n͟ m͟i͟s͟a͟l͟n͟y͟a͟ b͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟t͟͟u͟͟b͟͟u͟͟h͟͟, m͟e͟r͟a͟b͟a͟ b͟u͟a͟h͟ d͟a͟d͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ p͟͟e͟͟r͟͟e͟͟m͟͟p͟͟u͟͟a͟͟n͟͟, m͟e͟r͟a͟b͟a͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟ k͟e͟m͟a͟l͟u͟a͟n͟ w͟͟a͟͟n͟͟i͟͟t͟͟a͟͟, m͟e͟m͟p͟e͟r͟l͟i͟h͟a͟t͟k͟a͟n͟ a͟n͟g͟g͟o͟t͟a͟ k͟e͟m͟a͟l͟u͟a͟n͟ w͟a͟n͟i͟t͟a͟ a͟t͟a͟u͟ p͟͟r͟͟i͟͟a͟͟, m͟e͟n͟c͟i͟u͟m͟ d͟a͟n͟ l͟a͟i͟n͟ s͟͟e͟͟b͟͟a͟͟g͟͟a͟͟i͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Pelanggaran kesusilaan ini kadang-kadang bergantung pada pendapat umum pada waktu dan tempat terjadinya. Jadi, a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ p͟o͟l͟i͟s͟i͟ m͟e͟n͟j͟u͟m͟p͟a͟i͟ p͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟w͟a͟ p͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟n͟ k͟͟e͟͟s͟͟u͟͟s͟͟i͟͟l͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, m͟a͟k͟a͟ b͟e͟r͟h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ a͟d͟a͟n͟y͟a͟ b͟e͟r͟m͟a͟c͟a͟m͟-m͟a͟c͟a͟m͟ u͟k͟u͟r͟a͟n͟ k͟e͟s͟u͟s͟i͟l͟a͟a͟n͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ a͟d͟a͟t͟ i͟s͟t͟i͟a͟d͟a͟t͟ s͟u͟k͟u͟-s͟u͟k͟u͟ b͟a͟n͟g͟s͟a͟ y͟a͟n͟g͟ a͟d͟a͟ d͟i͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ i͟͟n͟͟i͟͟, h͟e͟n͟d͟a͟k͟n͟y͟a͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟i͟d͟i͟k͟i͟ t͟e͟r͟l͟e͟b͟i͟h͟ d͟͟a͟͟h͟͟u͟͟l͟͟u͟͟, a͟p͟a͟k͟a͟h͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ t͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟a͟ i͟t͟u͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ t͟͟e͟͟m͟͟p͟͟a͟͟t͟͟, k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟n͟y͟a͟ d͟i͟p͟a͟n͟d͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ k͟e͟s͟u͟s͟i͟l͟a͟a͟n͟ u͟m͟u͟m͟ a͟t͟a͟u͟ t͟͟i͟͟d͟͟a͟͟k͟͟ (hal. 205).
Adapun agar dapat dihukum dengan Pasal 281 KUHP, maka orang itu harus:[⁴]
- Sengaja merusak kesopanan di muka umum, artinya perbuatan merusak kesopanan itu harus sengaja dilakukan di tempat yang dapat dilihat atau didatangi orang banyak, misalnya di pinggir jalan, di gedung bioskop, di pasar dan sebagainya; atau
- Sengaja merusak kesopanan di muka orang lain (seorang sudah cukup) yang hadir disitu tidak dengan kemauannya sendiri, maksudnya tidak perlu di muka umum, di muka seorang lain sudah cukup, asal orang ini tidak menghendaki perbuatan itu.
Selain itu, Penjelasan Pasal 406 UU 1/2023 juga menerangkan bahwa melanggar k͟e͟s͟u͟s͟i͟l͟a͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ m͟e͟m͟p͟e͟r͟t͟u͟n͟j͟u͟k͟k͟a͟n͟ k͟͟e͟͟t͟͟e͟͟l͟͟a͟͟n͟͟j͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟, a͟l͟a͟t͟ k͟͟e͟͟l͟͟a͟͟m͟͟i͟͟n͟͟, a͟k͟t͟i͟v͟i͟t͟a͟s͟ s͟e͟k͟s͟u͟a͟l͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ n͟i͟l͟a͟i͟-n͟i͟l͟a͟i͟ y͟a͟n͟g͟ h͟i͟d͟u͟p͟ d͟a͟l͟a͟m͟ m͟a͟s͟y͟a͟r͟a͟k͟a͟t͟ d͟i͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟ d͟a͟n͟ w͟a͟k͟t͟u͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟.
Berdasarkan ketentuan tersebut, menjawab pertanyaan Anda, dalam KUHP memang tidak diatur mengenai batasan pelanggaran kesusilaan. Namun, jika merujuk pada penjelasan di atas, menurut hemat kami b͟e͟r͟p͟e͟l͟u͟k͟a͟n͟ t͟a͟n͟p͟a͟ a͟d͟a͟n͟y͟a͟ n͟a͟f͟s͟u͟ k͟e͟l͟a͟m͟i͟n͟ b͟u͟k͟a͟n͟l͟a͟h͟ p͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟n͟ k͟͟e͟͟s͟͟u͟͟s͟͟i͟͟l͟͟a͟͟a͟͟n͟͟. M͟e͟s͟k͟i͟p͟u͟n͟ d͟͟e͟͟m͟͟i͟͟k͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, h͟a͟l͟ i͟n͟i͟ t͟e͟n͟t͟u͟n͟y͟a͟ m͟a͟s͟i͟h͟ p͟e͟r͟l͟u͟ d͟i͟a͟d͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟i͟d͟i͟k͟a͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ l͟a͟n͟j͟u͟t͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ t͟͟e͟͟m͟͟p͟͟a͟͟t͟͟, k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟n͟y͟a͟ apakah berpelukan yang dimaksud termasuk pelanggaran kesusilaan atau tidak.
UU Pornografi mengatur beberapa larangan dan pembatasan terhadap pornografi, salah satunya yang diatur Pasal 6 UU Pornografi berikut.
- S͟e͟t͟i͟a͟p͟ o͟r͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟r͟a͟n͟g͟ memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan p͟r͟o͟d͟u͟k͟ P͟o͟r͟n͟o͟g͟r͟a͟f͟i͟ dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan.
Maksud dari “yang diberi kewenangan oleh perundangan-undangan” pada pasal di atas adalah misalnya lembaga yang diberi kewenangan menyensor film, lembaga yang mengawasi penyiaran, lembaga penegak hukum, lembaga pelayanan kesehatan atau terapi kesehatan seksual, dan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan termasuk pula perpustakaan, laboratorium, dan sarana pendidikan lainnya.[⁵]
Produk pornografi tersebut secara eksplisit memuat:[⁶]
- Persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
- Kekerasan seksual;
- Masturbasi atau onani;
- Ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
- Alat kelamin; atau
- Pornografi anak.
Selanjutnya, apakah mempertontonkan film porno di depan umum termasuk pelanggaran hukum?
Perlu dicatat, t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟p͟e͟r͟t͟o͟n͟t͟o͟n͟k͟a͟n͟ p͟o͟r͟n͟o͟g͟r͟a͟f͟i͟ d͟͟i͟͟ d͟e͟p͟a͟n͟ u͟m͟u͟m͟ s͟͟e͟͟b͟͟a͟͟g͟͟a͟͟i͟͟m͟͟a͟͟n͟͟a͟͟ A͟͟n͟͟d͟͟a͟͟ t͟a͟n͟y͟a͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ m͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ P͟a͟s͟a͟l͟ 6 U͟͟U͟͟ P͟o͟r͟n͟o͟g͟r͟a͟f͟i͟ yang melarang mempertontonkan produk pornografi. Pelanggaran atas pasal tersebut berpotensi dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.[⁷]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Apakah Berpelukan di Depan Umum Termasuk Pelanggaran Hukum? yang dibuat oleh Diana Kusumasari, S.H., M.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 4 November 2011. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Apakah Berpelukan di Depan Umum Termasuk Pelanggaran Kesusilaan, pada tanggal 11 Februari 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 18 Maret 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.
👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.
👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.
👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

