INDRAMAYU — Masjid Jami Al-Fataa Perumahan Balongan Asri 1 Desa Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu, menggelar giat BBQ (Balongan Berkhotmil Qur’an) ke 60. Kegiatan BBQ merupakan program Muspika, KUA/Penyuluh Agama Islam, MUI, MWC NU, KUWU, DKM dan Qori/Qoriah Kecamatan Balongan, dilaksanakan di seluruh Masjid di wilayah Kecamatan Balongan, salah satunya Masjid Al-Fataa.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Jami Al-Fataa Desa Tegalurung, Ust. Khosi’in menjelaskan, program Khotmil Qur’an dilaksanakan pada hari Kamis minggu pertama setiap bulan. Adapun tehnis pembacaan 30 Juz Al-Qur’an diselesaikan secara berjamaah di mulai dari pukul 05.00 s/d pukul 19.30 WIB dengan sistem bergantian setiap jam. Adapun nama-nama Khotmil Qur’an ke 60 ini, Rokhmat, Ust. Khosi’in, Ust. Wastokim, Ust. Hadi Ramddhan, Ust. Bachrul Ulum, Ust. Solihin, Ust. Samsul Arifin, Mamah Ilham, Ust. M. Nur Hafidz, Umi Haidar, Ust. Syukron dan Jamaah Masjid Al-Fataa lainnya.
Alhamdulillah Khotmil Qur’an yang ke 60 ini memasuki bulan Rajab tahun 1446 H, salah satu bulan yang mulia. Berbagai keistimewaan terdapat dalam bulan Rajab, dan ketika bulan Rajab tiba maka bau harum semerbak Ramadhanpun sudah mulai terciun mewangi.
“Rasulullah SAW menyatakan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah SWT, sedangkan bulan Sya’ban adalah bulannya Rasulullah, sementara bulan Ramadhan merupakan bulannya umat Nabi Muhammad SAW. Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan,” ungkap Khosi’in, Kamis (2/1/2025)
Dikatakannya, umat Islam tentu sangat merindukan datsngnya bulan Ramadhan sehingga senantiasa memohon kepada Allah agar kita dipertemukan dengan bulan yang sangat mulia tersebut. Bulan Ramadhan, ibarat datangnya seorang kekasih yang sangat dicintai, ketika mendengar kabar bahwa dua bulan lagi dia akan datang menemui kita, maka pastilah hati ini akan bersuka cita, bergembira dan setiap hari selalu menunggu kedatangannya.
Maka kita sambut datangnya bulan Rajab ini dengan penuh suka cita, dengan berbagai amalan, ibadah, kebajikan, membaca Khotmil Qur’an, dan segala doa-doa yang telah diajarkan oleh para ulama, guru. Karena bau Ramadhan sudah semakin tercium, semerbak mewangi dan akan segera tiba. Semoga kita semua ditemukan dengan bulan Ramadhan, pintanya.
Sementara penasehat DKM Jami Al-Fataa, Ust. Hafidz menambahkan, tradisi mengkhatamkan Al-Qur’an via program BBQ layak kita dukung dalam rangka menjadikan media sosial sebagai sarana yang positif. Kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan program BBQ ini untuk hal-hal yang positif, terlihat syiar agama Islam di masjid-masjid hususnya di wilayah Kecamatan Balongan menggema suara bacaan Al-Quran dirasakan saat ini.
Melalalui media BBQ, bisa memberi manfaat dan bernuansa religius. Media BBQ sebagai ladang ibadah. Salah satu di antara ikhtiar tersebut adalah dengan mengagendakan khataman Al-Qur’an secara bergiliran. Hal ini dilakukan di seluruh Masjid di wilayah Kecamatan Balongan, masing-masing pengurus DKM, Jamaah ditugaskan untuk membaca satu atau dua juz, hingga jika dijumlah semuanya mencapai 30 juz Al-Qur’an.
Hafidz secara tegas mengatakan, mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang besar nilai pahala dan barokahnya. Salah satu fadhilahnya
dijelaskan dalam hadits:
إِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ القُرْآنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ أَلـْفِ مَلَكٍ
“Apabila seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an, maka 60.000 malaikat memohonkan rahmat untuknya pada saat khatamannya” (HR Ad-Dailami).
Dalam memaknai hadits di atas, para ulama cenderung mengartikan fadhilah tersebut didapatkan secara perseorangan, bukan bersifat kolektif. Sehingga fadhilah mengkhatamkan Al-Qur’an hanya diperuntukkan bagi orang yang membaca Al-Qur’an mulai dari awal surat al-Fatihah sampai akhir surat An-Nas secara sempurna, tutupnya.
Pemaknaan ini salah satunya seperti yang disebutkan dalam kitab as-Siraj al-Munir Syarh al-Jami’ as-Shagir:
ـ(إذا ختم العبد القرآن) أي كلّما قرأه من أوّله إلى آخره (صلى عليه عند ختمه ستون ألف ملك) أي استغفروا له. قال المناوي يحتمل أنّ هذا العدد يحضرون عند ختمه والظاهر أنّ المراد بالعدد التكثير لا التحديد
“Ketika seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an, maksudnya ketika ia membaca Al-Qur’an dari awal sampai akhir, maka 60.000 malaikat memohonkan rahmat untuknya, maksudnya memintakan ampun untuknya.
Imam al-Munawi berkata: “Maksud dari jumlah malaikat yang hadir saat khatam Al-Qur’an, secara jelas hanya sebatas menunjukkan arti banyak, bukan bilangan tertentu” (Syekh Ali bin Ahmad al-Azizi, as-Siraj al-Munir Syarh al-Jami’ as-Shagir, juz 1, Hal. 111), tutupnya.
(Abdul Gani)
