HUKUM EKONOMI SYARIAH
PERTANYAAN
Kasus ekonomi syariah itu menggugat di pengadilan negeri atau pengadilan agama? Bila ada yang menggunakan perdata barat itu bagaimana? Tolong dijelaskan beserta dasar hukumnya. Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk UBK Lawyers dan Paralegalnya semoga dimudahkan rizki dan jodohnya. Aamiin..
Wassalam,
Cece Sudrajat – Leader UBK
•••••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℑ𝔩𝔪𝔲 ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪】
𝔈𝔨𝔬𝔫𝔬𝔪𝔦 𝔰𝔶𝔞𝔯𝔦𝔞𝔥 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔲𝔰𝔞𝔥𝔞 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔨𝔢𝔤𝔦𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔭𝔢𝔯𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫, 𝔨𝔢𝔩𝔬𝔪𝔭𝔬𝔨 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤, 𝔟𝔞𝔡𝔞𝔫 𝔲𝔰𝔞𝔥𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔟𝔞𝔡𝔞𝔫 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔯𝔞𝔫𝔤𝔨𝔞 𝔪𝔢𝔪𝔢𝔫𝔲𝔥𝔦 𝔨𝔢𝔟𝔲𝔱𝔲𝔥𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔰𝔦𝔣𝔞𝔱 𝔨𝔬𝔪𝔢𝔯𝔰𝔦𝔞𝔩 𝔡𝔞𝔫 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔨𝔬𝔪𝔢𝔯𝔰𝔦𝔞𝔩 𝔪𝔢𝔫𝔲𝔯𝔲𝔱 𝔭𝔯𝔦𝔫𝔰𝔦𝔭 𝔰𝔶𝔞𝔯𝔦𝔞𝔥.
𝔎𝔢𝔴𝔢𝔫𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔪𝔢𝔯𝔦𝔨𝔰𝔞, 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔦 𝔡𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔫𝔶𝔢𝔩𝔢𝔰𝔞𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔨𝔞𝔯𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔨𝔞𝔦𝔱𝔞𝔫 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔢𝔨𝔬𝔫𝔬𝔪𝔦 𝔰𝔶𝔞𝔯𝔦𝔞𝔥 𝔟𝔢𝔯𝔞𝔡𝔞 𝔭𝔞𝔡𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔞𝔤𝔞𝔪𝔞. 𝔄𝔡𝔞𝔭𝔲𝔫 𝔧𝔦𝔨𝔞 𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔨𝔞𝔦𝔱𝔞𝔫 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔢𝔨𝔬𝔫𝔬𝔪𝔦 𝔰𝔶𝔞𝔯𝔦𝔞𝔥 𝔡𝔦𝔞𝔧𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔩𝔲𝔞𝔯 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔞𝔤𝔞𝔪𝔞, 𝔪𝔞𝔨𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔠𝔞𝔠𝔞𝔱 𝔣𝔬𝔯𝔪𝔦𝔩 𝔡𝔞𝔫 𝔭𝔲𝔱𝔲𝔰𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔫𝔶𝔞𝔱𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔱𝔢𝔯𝔦𝔪𝔞 (𝔫𝔦𝔢𝔱 𝔬𝔫𝔱𝔳𝔞𝔫𝔨𝔢𝔩𝔦𝔧𝔨𝔢 𝔳𝔢𝔯𝔨𝔩𝔞𝔞𝔯𝔡/𝔑𝔒).
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Perlu diketahui bahwa pertanyaan Anda menyangkut pertanyaan kompetensi absolut dari perkara ekonomi syariah. Menurut Andi Sofyan dan Abd. Asis dalam bukunya Hukum Acara Pidana Suatu Pengantar (hal. 326), kompetensi absolut adalah m͟e͟n͟y͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟ k͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ j͟e͟n͟i͟s͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟i͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ i͟͟t͟͟u͟͟, m͟i͟s͟a͟l͟n͟y͟a͟ a͟p͟a͟k͟a͟h͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ k͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ u͟m͟u͟m͟ (p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ n͟͟e͟͟g͟͟e͟͟r͟͟i͟͟), p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ a͟͟g͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ t͟a͟t͟a͟ u͟s͟a͟h͟a͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ d͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ m͟͟͟i͟͟͟l͟͟͟i͟͟͟t͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟.
Sebagai informasi, dari buku yang sama, ada juga kompetensi relatif, yaitu menyangkut wewenang pengadilan mana (sejenis untuk memeriksa perkara itu, misalnya apakah wewenang Pengadilan Negeri Makassar atau wewenang Pengadilan Maros.
Definisi Ekonomi Syariah
Terhadap perkara ekonomi syariah, terdapat ketentuan Perma 02/2008 tentang kompilasi hukum ekonomi syariah (“KHSE”), yang dalam Konsideran huruf a Perma 02/2008 dijelaskan bahwa a͟d͟a͟n͟y͟a͟ k͟e͟p͟e͟r͟l͟u͟a͟n͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ p͟e͟d͟o͟m͟a͟n͟ b͟a͟g͟i͟ h͟a͟k͟i͟m͟ m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟i͟ h͟u͟k͟u͟m͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟ s͟y͟a͟r͟i͟a͟h͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟l͟a͟n͟c͟a͟r͟a͟n͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟a͟n͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟ s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟i͟͟a͟͟h͟͟.
Kemudian menurut Pasal 1 ayat (1) Perma 02/2008, h͟a͟k͟i͟m͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ l͟i͟n͟g͟k͟u͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ a͟g͟a͟m͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟m͟͟e͟͟r͟͟i͟͟k͟͟s͟͟a͟͟, m͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟i͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟ s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟i͟͟a͟͟h͟͟, mempergunakan sebagai pedoman prinsip syariah dalam KHES. Namun, ini tidak mengurangi tanggung jawab hakim untuk menggali dan menemukan hukum untuk menjamin putusan yang adil dan benar.[¹]
Berdasarkan Pasal 2 Perma 02/2008, KHES sendiri letaknya berada pada Lampiran Perma 02/2008.
Apa yang dimaksud dengan ekonomi syariah? Menurut Pasal 1 angka 1 KHES, yang dimaksud dengan ekonomi syariah adalah u͟s͟a͟h͟a͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ o͟r͟a͟n͟g͟ p͟͟e͟͟r͟͟o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟, k͟e͟l͟o͟m͟p͟o͟k͟ o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, b͟a͟d͟a͟n͟ u͟s͟a͟h͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟b͟a͟d͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ a͟t͟a͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟b͟a͟d͟a͟n͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟ d͟a͟l͟a͟m͟ r͟a͟n͟g͟k͟a͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ k͟e͟b͟u͟t͟u͟h͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ k͟o͟m͟e͟r͟s͟i͟a͟l͟ d͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ k͟͟͟o͟͟͟m͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟s͟͟͟i͟͟͟a͟͟͟l͟͟͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟ s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟i͟͟a͟͟h͟͟.
Adapun yang dimaksud dengan prinsip syariah adalah p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟ h͟u͟k͟u͟m͟ I͟s͟l͟a͟m͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟ s͟y͟a͟r͟i͟a͟h͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ f͟a͟t͟w͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟k͟e͟l͟u͟a͟r͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ l͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ k͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ f͟a͟t͟w͟a͟ d͟i͟ b͟i͟d͟a͟n͟g͟ s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟i͟͟a͟͟h͟͟.[²]
Kewenangan Pengadilan Agama
Berdasarkan penjelasan di atas, sudah jelas bahwa k͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟ m͟͟e͟͟m͟͟e͟͟r͟͟i͟͟k͟͟s͟͟a͟͟, m͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟i͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟ s͟y͟a͟r͟i͟a͟h͟ b͟e͟r͟a͟d͟a͟ p͟a͟d͟a͟ l͟i͟n͟g͟k͟u͟p͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ a͟͟g͟͟a͟͟m͟͟a͟͟.
Berkaitan dengan peradilan agama diatur secara khusus dalam ketentuan UU 7/1989 dan perubahannya.
Adapun yang dimaksud dengan peradilan agama adalah p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ b͟a͟g͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟a͟g͟a͟m͟a͟ I͟͟s͟͟l͟͟a͟͟m͟͟. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 1 UU 50/2009. Kemudian dalam Pasal 2 UU 50/2009 dijelaskan bahwa:
- Peradilan agama adalah salah satu kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟i͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ t͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟u͟ sebagaimana dimaksud dalam undang-undang.
Perkara tertentu sebagaimana dimaksud di atas, dapat ditemukan dalam Pasal 49 UU 3/2006, yang mengatur bahwa p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ a͟g͟a͟m͟a͟ b͟e͟r͟t͟u͟g͟a͟s͟ d͟a͟n͟ b͟e͟r͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟m͟͟e͟͟r͟͟i͟͟k͟͟s͟͟a͟͟, m͟͟e͟͟m͟͟u͟͟t͟͟u͟͟s͟͟, d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ d͟i͟ t͟i͟n͟g͟k͟a͟t͟ p͟e͟r͟t͟a͟m͟a͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟a͟g͟a͟m͟a͟ I͟s͟l͟a͟m͟ d͟i͟ b͟i͟d͟a͟n͟g͟:
- perkawinan;
- waris;
- wasit;
- hibah;
- wakaf;
- zakat;
- infaq;
- shadaqah; dan
- ekonomi syariah.
Pada perkara-perkara yang menjadi wewenang pengadilan agama, ekonomi syariah merupakan salah satunya. Dalam Penjelasan Pasal 49 huruf i UU 3/2006, diterangkan bahwa ekonomi syariah adalah p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟g͟i͟a͟t͟a͟n͟ u͟s͟a͟h͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟ s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟i͟͟a͟͟h͟͟, antara lain meliputi:
- bank syariah;
- lembaga keuangan mikro syariah;
- asuransi syariah;
- reasuransi syariah;
- reksa dana syariah;
- obligasi syariah dan surat berharga berjangka menengah syariah;
- sekuritas syariah;
- pembiayaan syariah;
- pegadaian syariah;
- dana pensiun lembaga keuangan syariah; dan
- bisnis syariah.
Jadi kompetensi absolut dari perkara ekonomi syariah berada pada pengadilan agama. J͟i͟k͟a͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟ s͟y͟a͟r͟i͟a͟h͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟i͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ s͟e͟l͟a͟i͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ a͟͟g͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, m͟a͟k͟a͟ t͟e͟r͟d͟a͟p͟a͟t͟ c͟a͟c͟a͟t͟ f͟o͟r͟m͟i͟l͟ d͟a͟n͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ a͟k͟a͟n͟ d͟i͟j͟a͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ j͟e͟l͟a͟s͟ d͟a͟n͟ t͟͟e͟͟g͟͟a͟͟s͟ m͟e͟n͟c͟a͟n͟t͟u͟m͟k͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ a͟͟m͟͟a͟r͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟t͟e͟r͟i͟m͟a͟ (n͟i͟e͟t͟ o͟n͟t͟v͟a͟n͟k͟e͟l͟i͟j͟k͟e͟ v͟͟e͟͟r͟͟k͟͟l͟͟a͟͟a͟͟r͟͟d͟͟/N͟O͟). Hal ini karena hukum acara yang berlaku pada pengadilan dalam lingkungan peradilan agama adalah hukum acara perdata yang berlaku pada pengadilan dalam lingkungan peradilan umum, kecuali yang telah diatur secara khusus dalam UU 7/1989 dan perubahannya.[³]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal UBK Lawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
- Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
- Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Ekonomi Syariah.
R͟e͟f͟e͟r͟e͟n͟s͟i͟:
- Andi Sofyan dan Abd. Asis. Hukum Acara Pidana Suatu Pengantar. Jakarta: Kencana, 2014.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Peradilan Agama yang dibuat oleh Shanti Rachmadsyah, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 17 November 2010. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Kompetensi Absolut Perkara Ekonomi Syariah, pada tanggal 30 April 2026. Dan diteruskan oleh UBK Lawyers pada tanggal 23 Agustus 2026M/09 Rabi’ul Awwal 1448H.
📢 Catatan Penting Mengenai Informasi Hukum
Seluruh materi, artikel, dan informasi hukum yang disajikan oleh LBH Umar Bin Khattab disusun semata-mata untuk tujuan edukasi, pembelajaran, dan wawasan umum.
Perlu dipahami bahwa setiap kasus hukum memiliki keunikan fakta dan konteks yang berbeda. Oleh karena itu, informasi umum tidak dapat menggantikan nasihat hukum yang spesifik dan personal. Untuk mendapatkan analisis mendalam serta strategi penanganan yang tepat sesuai dengan kasus Anda, kami sangat menyarankan untuk melakukan konsultasi langsung dengan Tim Pengacara, Konsultan Hukum, atau Paralegal resmi UBK Lawyers.
🆘 Sedang Menghadapi Permasalahan Hukum?
Jangan biarkan keraguan menghambat penyelesaian masalah Anda. Kami siap mendengarkan dan memberikan solusi terbaik. Silakan ajukan pertanyaan atau jadwalkan konsultasi melalui saluran berikut:
📧 Email:
ubklawyer@gmail.com
📞 Telepon / WhatsApp Chat:
0896-6655-2118
🤝 Mari Bergabung dengan Keluarga Besar UBK Lawyers
Dapatkan akses ke komunitas belajar hukum, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan profesional Anda. Klik tautan di bawah untuk bergabung dalam Grup Komunitas kami:
(Link Grup WhatsApp)
👇
https://chat.whatsapp.com/JkOptbalrVb0qbn4FXuY7Y
📚 Perkaya Wawasan & Riset Hukum Anda
Ikuti WhatsApp Channel LBH Umar Bin Khattab untuk mendapatkan update terbaru mengenai studi kasus, tips hukum praktis, dan perkembangan regulasi terkini. Jadilah pribadi yang cerdas hukum!
(Link WhatsApp Channel)
👇
https://whatsapp.com/channel/0029VadEhUjA2pLGd3OF8g2x
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

