
INDRAMAYU, (lintaspanturai donesia.com) —
Para peternak ayam petelur disejumlah desa di Indramayu mengeluhkan anjloknya harga telur ayam negeri, harga bekisar Rp.23.000.-/kilogram di lokasi kandang. Harga tersebut sedikit membaik dibanding sepekan sebelumnya yang hanya berkisar Rp.19.000.-/kilogram.
Hal itu diungkapkan Encang Carnita (55) pengusaha ternak ayam petelor asal Desa/ Kecamata Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat, pada Selasa (14/7/2026). Menurunnya harga telur ini justru bebanding tebalik dengan harga pakan yang terus naik sehingga hal ini menyebabkan penurunan pendapatan.
”Harga telur ayam terus turun sedangkan harga pakan terus naik dari harga Rp 330.000/sak merangkak naik hingga saat ini menjadi Rp 360.000/sak isi 50 Kg atau sekitar Rp.7.200/ kilogram.
”Dengan harga telur saat ini, sangat mengkawatirkan bisa-bisa merugi. Untuk memenuhi kebutuhan pakan saja, karena peternak
ayam penelur juga behadapan dengan kondisi cuaca dan tingkat stres sehingga berpengaruh pada produksi,” tandas dia.
Banyak yang mengaitkan turunnya harga telur ayam ini tekait dengan liburnya dapur MBG di daerah karena libur sekolah.
”Katanya sih harga telor ayam turun karena libur dapur MBG besamaan dengan libur sekolah sehingga serapan pasar bekurang sehingga bepengaruh pada permintaan pasar. Mudah mudahan setelah dapur MBG kembali aktif diharapkan harga telor kembali normal,” jelas Endang.
Sebagai peternak dirinya sangat berharap pemerintah mampu menjamin keberlangsungan usaha ternak dengan mengendalikan harga telur sekaligus bisa menekan harga pakan yang selama ini menjadi ketergantungan usaha peternakan ayam petelur, atau menyediakan pakan altenatif yang jauh lebih murah dengan kualitas standar.
Sementara itu disisi lain menurunya harga telur ayam, dimanfaatkan ibu rumah tanggga untuk memborong telur sebagai stock
di rumah mereka. Seperti diungkapkan Ny.Taryati kondisi harga telur yang sedikit lebih murah saat ini tak disia-siakan untuk memborong lebih banyak telur.
”Saya membeli sedikitnya 3 Kg telur untuk di stock di rumah selain memang telur selalu dibutuhkan dalam bebagai menu makanan hinggga kue, tidak ada salahnya donk kita simpan,” pungkasnya. (Joe).
Editor: Abdul Gani

