
INDRAMAYU, (lintaspsnturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Akhir-akhir ini, Presiden ke-7 RI Jokowi mengaku telah memaafkan salah satu tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu, yang dilakukan pihak X. Permohonan maaf tersebut disampaikan X kepada Jokowi di kediamannya, Solo. Menurut berita yang beredar, Jokowi mengatakan menerima permohonan maaf X terkait polemik penelitian soal ijazahnya. Namun, terkait pengajuan restorative justice yang diajukan X sehari sebelum pertemuan di Solo, Jokowi menyatakan hal tersebut merupakan kewenangan penyidik Polda Metro Jaya.
Pertanyaan saya, mengingat sekarang berlaku KUHAP baru, bagaimana aturan restorative justice dalam KUHAP baru? Bagaimana mekanisme keadilan restoratif dalam KUHAP baru? Apa yang dimaksud dengan keadilan restoratif? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga diberikan kemampuan dalam menjalankan tugas dan profesinya. Aamiin..
Wassalam,
Sofyan Wahid – Kangen Water
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔎𝔢𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔯𝔢𝔰𝔱𝔬𝔯𝔞𝔱𝔦𝔣 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔯𝔢𝔰𝔱𝔬𝔯𝔞𝔱𝔦𝔳𝔢 𝔧𝔲𝔰𝔱𝔦𝔠𝔢 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔭𝔢𝔫𝔡𝔢𝔨𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔭𝔢𝔫𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔨𝔞𝔯𝔞 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔩𝔦𝔟𝔞𝔱𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔞𝔯𝔞 𝔭𝔦𝔥𝔞𝔨, 𝔟𝔞𝔦𝔨 𝔨𝔬𝔯𝔟𝔞𝔫, 𝔨𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞 𝔨𝔬𝔯𝔟𝔞𝔫, 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔞𝔫𝔤𝔨𝔞, 𝔨𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔞𝔫𝔤𝔨𝔞, 𝔱𝔢𝔯𝔡𝔞𝔨𝔴𝔞, 𝔨𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔡𝔞𝔨𝔴𝔞 𝔡𝔞𝔫/𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔭𝔦𝔥𝔞𝔨 𝔩𝔞𝔦𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔱𝔢𝔯𝔨𝔞𝔦𝔱 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔱𝔲𝔧𝔲𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔲𝔭𝔞𝔶𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔪𝔲𝔩𝔦𝔥𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔞𝔡𝔞𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔪𝔲𝔩𝔞.
𝔄𝔡𝔞𝔭𝔲𝔫 𝔪𝔢𝔨𝔞𝔫𝔦𝔰𝔪𝔢 𝔯𝔢𝔰𝔱𝔬𝔯𝔞𝔱𝔦𝔳𝔢 𝔧𝔲𝔰𝔱𝔦𝔠𝔢 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔪𝔢𝔯𝔲𝔧𝔲𝔨 𝔭𝔞𝔡𝔞 𝔨𝔢𝔱𝔢𝔫𝔱𝔲𝔞𝔫 𝔘𝔘 20/2025 𝔱𝔢𝔫𝔱𝔞𝔫𝔤 𝔎𝔘ℌ𝔄𝔓 𝔟𝔞𝔯𝔲.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Pengertian Keadilan Restoratif
Sebelum berlakunya UU 20/2025 tentang KUHAP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026,[¹] dasar hukum keadilan restoratif atau restorative justice dapat ditemukan pada peraturan masing-masing institusi penegak hukum, seperti Perpol 8/2021, Perja 15/2020, dan Perma 1/2024.
Menjawab pertanyaan Anda, saat ini, UU 20/2025 s͟e͟c͟a͟r͟a͟ k͟h͟u͟s͟u͟s͟ m͟e͟n͟g͟a͟t͟u͟r͟ m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟i͟ m͟e͟k͟a͟n͟i͟s͟m͟e͟ k͟e͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ r͟͟e͟͟s͟͟t͟͟o͟͟r͟͟a͟͟t͟͟i͟͟f͟͟. Namun, mari kita ketahui terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan restorative justice.
Restorative justice terdiri dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu “restorative” yang m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ a͟r͟t͟i͟ m͟͟e͟͟m͟͟u͟͟l͟͟i͟͟h͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟y͟͟e͟͟m͟͟b͟͟u͟͟h͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, a͟t͟a͟u͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟u͟͟a͟͟t͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, serta “justice” y͟a͟n͟g͟ a͟r͟t͟i͟n͟y͟a͟ k͟͟e͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟. Definisi restorative justice dalam konteks bahasa adalah k͟e͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟m͟u͟l͟i͟h͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ p͟͟e͟͟r͟͟b͟͟a͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟.[²]
Disarikan dari artikel Mengenal Restorative Justice, di dalam restorative justice terdapat prinsip dasar yang merupakan pemulihan kepada korban yang menderita akibat kejahatan dengan memberikan ganti rugi kepada korban, perdamaian, pelaku yang melakukan kerja sosial, maupun kesepakatan lain.
Secara yuridis, Pasal 1 angka 21 UU 20/2025 mengatur bahwa keadilan restoratif atau restorative justice adalah p͟e͟n͟d͟e͟k͟a͟t͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟l͟i͟b͟a͟t͟k͟a͟n͟ p͟a͟r͟a͟ p͟͟i͟͟h͟͟a͟͟k͟͟, b͟a͟i͟k͟ k͟͟o͟͟r͟͟b͟͟a͟͟n͟͟, k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟ k͟͟o͟͟r͟͟b͟͟a͟͟n͟͟, t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟a͟͟n͟͟g͟͟k͟͟a͟͟, k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟a͟͟n͟͟g͟͟k͟͟a͟͟, t͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟k͟͟w͟͟a͟͟, k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟ t͟e͟r͟d͟a͟k͟w͟a͟ d͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟/a͟͟t͟͟a͟͟u͟͟ p͟i͟h͟a͟k͟ l͟a͟i͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟u͟p͟a͟y͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟m͟u͟l͟i͟h͟a͟n͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ s͟͟e͟͟m͟͟u͟͟l͟͟a͟͟.
Mekanisme Keadilan Restoratif
Selanjutnya, mekanisme keadilan restoratif dilakukan untuk memulihkan keadaan semula yang berupa:[³]
a. pemaafan dari
korban dan/atau
keluarganya;
b. pengembalian
barang yang
diperoleh dari tindak
pidana kepada
korban;
c. penggantian biaya
perawatan medis
dan/atau psikologis;
d. ganti rugi atas
kerugian lain yang
diderita korban
sebagai akibat
tindak pidana yang
dialami korban;
e. memperbaiki
kerusakan yang
ditimbulkan dari
akibat tindak pidana
yang dialami
korban; atau
f. membayar ganti rugi
yang ditimbulkan
dari akibat tindak
pidana.
P͟e͟m͟u͟l͟i͟h͟a͟n͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ s͟e͟m͟u͟l͟a͟ i͟n͟i͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟t͟u͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟e͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ w͟a͟j͟i͟b͟ d͟i͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ j͟a͟n͟g͟k͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ p͟a͟l͟i͟n͟g͟ l͟a͟m͟a͟ 7 h͟͟a͟͟r͟͟i͟͟.[⁴]
P͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟t͟a͟n͟ l͟a͟p͟o͟r͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ s͟e͟l͟u͟r͟u͟h͟ k͟͟͟e͟͟͟s͟͟͟e͟͟͟p͟͟͟a͟͟͟k͟͟͟a͟͟͟t͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟.[⁵] Kemudian, s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟e͟l͟u͟r͟u͟h͟ k͟e͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟a͟n͟ t͟͟e͟͟r͟͟l͟͟a͟͟k͟͟s͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ w͟a͟j͟i͟b͟ d͟i͟h͟e͟n͟t͟i͟k͟a͟n͟ d͟a͟n͟ d͟i͟m͟i͟n͟t͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟.[⁶]
Apabila kesepakatan tidak dilaksanakan oleh pelaku sampai berakhirnya jangka waktu, maka penyidik wajib membuat berita acara pelaksanaan mekanisme keadilan restoratif yang memuat:[⁷]
a. identitas para pihak;
b. isi kesepakatan;
c. bukti pelaksanaan
sebagian atau
seluruh
kesepakatan; dan
d. alasan tidak
dipenuhinya
kesepakatan oleh
pelaku.
Berita acara ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari berkas perkara sebagai dasar untuk melanjutkan proses peradilan.[⁸]
Mekanisme keadilan restoratif dilakukan melalui:[⁹]
a. permohonan yang
diajukan oleh pelaku
tindak pidana,
tersangka,
terdakwa, atau
keluarganya, dan/
atau korban tindak
pidana atau
keluarganya; atau
b. penawaran dari
penyelidik, penyidik,
penuntut umum,
atau hakim kepada
korban, pelaku
tindak pidana,
tersangka, atau
terdakwa.
P͟͟e͟͟r͟͟l͟͟u͟͟ d͟i͟t͟e͟k͟a͟n͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ m͟e͟k͟a͟n͟i͟s͟m͟e͟ k͟e͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ r͟e͟s͟t͟o͟r͟a͟t͟i͟f͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ t͟a͟n͟p͟a͟ k͟͟e͟͟k͟͟e͟͟r͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, p͟͟a͟͟k͟͟s͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, i͟͟n͟͟t͟͟i͟͟m͟͟i͟͟d͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, t͟i͟p͟u͟ d͟͟a͟͟y͟͟a͟͟, a͟n͟c͟a͟m͟a͟n͟ k͟͟e͟͟k͟͟e͟͟r͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, k͟͟e͟͟k͟͟e͟͟r͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, p͟͟e͟͟n͟͟y͟͟i͟͟k͟͟s͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, d͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟e͟n͟d͟a͟h͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟a͟͟n͟͟g͟͟k͟͟a͟͟, t͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟k͟͟w͟͟a͟͟, k͟͟o͟͟r͟͟b͟͟a͟͟n͟͟, d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ k͟͟͟e͟͟͟l͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟r͟͟͟g͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟y͟͟͟a͟͟͟.[¹⁰]
Adapun mekanisme keadilan restoratif dapat dilaksanakan pada tahap:[¹¹]
a. penyelidikan;
b. penyidikan;
c. penuntutan; dan
d. pemeriksaan di
sidang pengadilan.
Keadilan Restoratif Pada Tahap Penyelidikan dan Penyidikan
Mekanisme keadilan restoratif pada tahap penyelidikan dan penyidikan dilakukan melalui kesepakatan untuk menyelesaikan perkara di hadapan penyelidik atau penyidik, yang dibuktikan dengan surat kesepakatan penyelesaian perkara dan ditandatangani oleh pelaku, korban, dan penyelidik atau penyidik.[¹²]
Berdasarkan surat kesepakatan ini, penyelidik atau penyidik menerbitkan surat penghentian penyelidikan atau penyidikan.[¹³]
S͟u͟r͟a͟t͟ p͟e͟n͟g͟h͟e͟n͟t͟i͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟i͟b͟e͟r͟i͟t͟a͟h͟u͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟ u͟m͟u͟m͟ d͟a͟n͟ d͟i͟m͟i͟n͟t͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟e͟t͟u͟a͟ P͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ N͟e͟g͟e͟r͟i͟ d͟a͟l͟a͟m͟ j͟a͟n͟g͟k͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ p͟a͟l͟i͟n͟g͟ l͟a͟m͟a͟ 3 h͟͟a͟͟r͟͟i͟͟.[¹⁴]
Keadilan Restoratif Pada Tahap Penuntutan
Mekanisme keadilan restoratif pada tahap penuntutan dilakukan melalui kesepakatan untuk menyelesaikan perkara di hadapan penuntut umum, dengan dibuktikan surat kesepakatan penyelesaian perkara dan ditandatangani oleh tersangka, korban, dan penuntut umum.[¹⁵]
B͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ s͟u͟r͟a͟t͟ k͟e͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟k͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, p͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟ u͟m͟u͟m͟ m͟e͟n͟e͟r͟b͟i͟t͟k͟a͟n͟ s͟u͟r͟a͟t͟ k͟e͟t͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟h͟e͟n͟t͟i͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟a͟l͟a͟m͟ j͟a͟n͟g͟k͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ p͟a͟l͟i͟n͟g͟ l͟a͟m͟a͟ 3 h͟a͟r͟i͟ d͟i͟m͟i͟n͟t͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟e͟t͟u͟a͟ P͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ N͟͟e͟͟g͟͟e͟͟r͟͟i͟͟.[¹⁶]
Penetapan ketua Pengadilan Negeri ini wajib disampaikan oleh penuntut umum kepada penyidik.[¹⁷]
Keadilan Restoratif Pada Tahap Sidang Pengadilan
Dalam hal mekanisme keadilan restoratif tidak dapat dilakukan pada tahap penyelidikan, penyidikan, atau penuntutan, maka p͟e͟n͟e͟r͟a͟p͟a͟n͟ m͟e͟k͟a͟n͟i͟s͟m͟e͟ k͟e͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ r͟e͟s͟t͟o͟r͟a͟t͟i͟f͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟a͟d͟a͟ t͟a͟h͟a͟p͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟a͟n͟ s͟i͟d͟a͟n͟g͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟a͟n͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟.[¹⁸]
Syarat Restorative Justice dalam KUHAP Baru
Apa saja syarat restorative justice? Perlu diperhatikan bahwa dalam menerapkan mekanisme restorative justice tidak bisa sembarangan; terdapat syarat dan pengecualian yang harus diperhatikan.
Menurut Pasal 80 ayat (1) UU 20/2025, m͟e͟k͟a͟n͟i͟s͟m͟e͟ k͟e͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ r͟͟e͟͟s͟͟t͟͟o͟͟r͟͟a͟͟t͟͟i͟͟f͟͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟e͟n͟a͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ s͟y͟a͟r͟a͟t͟ sebagai berikut:
a. tindak pidana
diancam dengan
pidana denda
paling banyak
kategori III, yaitu
Rp50 juta,[¹⁹]
atau diancam
dengan pidana
penjara paling
lama 5 tahun;
b. tindak pidana yang
pertama kali
dilakukan; dan/
atau
c. bukan merupakan
pengulangan
tindak pidana,
kecuali terhadap
tindak pidana yang
putusannya berupa
pidana denda atau
tindak pidana yang
dilakukan karena
kealpaan.
Dalam hal belum terdapat tindak pidana, berdasarkan laporan korban dilakukan mekanisme keadilan restoratif pada tahap penyelidikan berupa kesepakatan damai antara pelaku dan korban.[²⁰]
Di lain sisi, perlu diketahui bahwa mekanisme keadilan restoratif dikecualikan untuk:[²¹]
a. tindak pidana
terhadap
keamanan negara,
tindak pidana
terhadap negara
sahabat, kepala
negara sahabat
serta wakilnya,
tindak pidana
ketertiban umum,
dan tindak pidana
kesusilaan;
b. tindak pidana
terorisme;
c. tindak pidana
korupsi;
d. tindak pidana
kekerasan seksual;
e. tindak pidana yang
diancam dengan
pidana penjara 5
tahun atau lebih,
kecuali karena
kealpaannya;
f. tindak pidana
terhadap nyawa
orang;
g. tindak pidana yang
diancam dengan
pidana minimum
khusus;
h. tindak pidana
tertentu yang
sangat
membahayakan
atau merugikan
masyarakat; dan/
atau
i. tindak pidana
narkotika kecuali
yang berstatus
sebagai pengguna
atau
penyalahguna.
Ketentuan mengenai mekanisme keadilan restoratif ini lebih lanjut diatur dalam peraturan pemerintah.[²²] Namun, sepanjang penelusuran kami, hingga saat artikel ini dipublikasikan, peraturan pemerintah yang dimaksud belum diterbitkan.
Aturan selengkapnya mengenai restorative justice dapat Anda temukan dalam Pasal 79 s.d Pasal 88 UU 20/2025.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pedoman Mengadili Perkara Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.
- Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif;
- Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.
R͟e͟f͟e͟r͟e͟n͟s͟i͟:
- Muhammad Rif’an Baihaky dan Muridah Isnawati. Restorative Justice: Pemaknaan, Problematika, dan Penerapan yang Seyogianya. UNES Journal of Swara Justisia, Vol. 8, No. 2, 2024.
Artikel ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Syarat Permohonan Restorative Justice, yang dibuat oleh Albert Aries, S.H., M.H., dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 13 Juni 2013, kemudian dimutakhirkan pertama kali pada 09 September 2025. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Restorative Justice dalam KUHAP Baru, pada tanggal 16 Maret 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 15 Juli 2026M/30 Muharram 1448H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

