
INDRAMAYU, (lintaspanturain donesia.com) —
Desa Kenangan Blok Dukuh Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat, telah lama dikenal sebagai sentra pengrajin kerupuk udang. Puluhan ton kerupuk dalam sepekan dikirim ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, semarang dan Lampung serta sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.
Kawasan ini menjadi pusat industri kerupuk dengan puluhan pengusaha kerupuk dengan bebagai aneka jenis seperti kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang , kerupuk jengkol dan anake prodak kerupuk kemasan mentah maupun matang siap saji.
Saat memasuki kawasan ini, bau khas jemruan kerupuk mentah hingga aroma kerupuk goreng di sepanjang jalan sentra para pengunjung yang penasaran bisa memilih aneka prodak kerupuk disejumlah gerai atau toko.
”Kalau pulang ke Indrmayu tak apdol rasanya kalau tidak membeli oleh oleh kerupuk disini untuk dibawa ke banjarmasin, sekalian membeli ikan asin olahan,” tutur Ny.Sunarti (37) warga Indramayu yang kini tingal di Banjarmasin.
Menurut salah seorang pengusaha kerupuk, H.Ato usaha kerupuk telah ditekuningnya puluhan tahun, awalnya hanya satu dua orang skala kecil beroroduksi di rumahan. Namun lambat laun banyak warga blok dukuh yang akhirnya menekuni industri kerupuk hingga katagori usaha kecil menengah dan besar dengan puluhan pekerja.
”Awalnya merupakan skala rumahan hingga berkembang menjadi skala menengan dan besar. Kalau dihitung mungkin prodaknya sudah mencapai belasan hingga puluhan ton/bulannya. Dan menyerap banyak pekerja,” tutur dia.
Untuk kebutuhan bahan baku berupa tepung tapioka, masih harus mendatangkan dari luar daerah sedangkan kebutuhan ikan bahan kerupuk selain dari lokal juga di datangkan dari wilayah Sumatera dan sebagian dari wilayah Jawa Timur.
”Karena kebutuhan bahan baku baik tepung maupun ikan membutuhkan stok skala besar dan jenis tetentu, beberapa diantarnya harus didatangkan dari luar daerah.” Jelasnya.
Sedangkan untuk proses penjemuran sangat mengandalkan terik matahari. Sehingga dapat dipastikan musim kemarau seperti saat ini produksi selalu digenjot sehingga memilii stok yang cukup untuk selama berapa bulan kedepan.
Memang ada beberapa pabrik yang telah memiliki mesin pengering (Kabinet drayer atau oven drayer) namun mesin ini memiliki resiko biaya yang lebih besar dibandingkan dengan pengering secara alam (jemur matahari).
”Untuk menjamin stok yang cukup biasanya pada kondisi musim kemarau kita dongkrak produksi sehingga memilik stok yang cukup pada saat musih tak mendukung (cuaca hujan),’ ungkapnya.
Untuk kebutuhan pemasaran, para produsen bekerjasama dengan mitra bisnis disejumlah daerah yang siap membeli prodak dengan katagori besar atau membuka gerai cabang disejumlah daerah.
”Yang jelas kita sudah memiliki trik usaha yang sudah lama digeluti dengan sistim kemitraan sehingga akses jaringan pemasaran bejalan dengan azas saling menguntungkan”, pungkasnya. (Jou)
Editor: Abdul Gani

