INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN: Saya izin bertanya, apabila seorang suami mau melaporkan sang istri dan selingkuhannya atas tuduhan perzinaan, namun hanya berdasarkan alat-alat bukti isi chat mesra dari istri dan selingkungannya. Dalam kasus ini pun tidak ditemukan seorang saksi dan hanya berlandaskan pengakuan lisan sang istri kepada suaminya. Apakah hal tersebut cukup untuk melaporkan delik aduan perzinaan? Apakah benar jika melakukan pengaduan tersebut tanpa bukti dapat dijerat pasal pencemaran nama baik? Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga dimudahkan jodohnya. Aamiin..
Wassalam,
Indah Cindrie – Jambak City
•••••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔫𝔶𝔞, 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔧𝔢𝔯𝔞𝔱 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔰𝔢𝔩𝔦𝔫𝔤𝔨𝔲𝔥 𝔰𝔢𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦𝔪𝔞𝔫𝔞 𝔡𝔦𝔞𝔱𝔲𝔯 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 411 𝔞𝔶𝔞𝔱 (1) 𝔡𝔞𝔫 (2) 𝔘𝔘 1/2023, 𝔭𝔞𝔰𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔩𝔦𝔫𝔤𝔨𝔲𝔥 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱 𝔥𝔞𝔯𝔲𝔰 𝔰𝔲𝔡𝔞𝔥 𝔟𝔢𝔯𝔰𝔢𝔱𝔲𝔟𝔲𝔥 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔟𝔢𝔯𝔥𝔲𝔟𝔲𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔟𝔞𝔡𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔞𝔯𝔱𝔦 𝔱𝔢𝔩𝔞𝔥 𝔱𝔢𝔯𝔧𝔞𝔡𝔦 𝔭𝔢𝔫𝔢𝔱𝔯𝔞𝔰𝔦 𝔞𝔩𝔞𝔱 𝔨𝔢𝔩𝔞𝔪𝔦𝔫.
𝔄𝔡𝔞𝔭𝔲𝔫 𝔞𝔩𝔞𝔱 𝔟𝔲𝔨𝔱𝔦 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔞𝔧𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔲𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱 𝔥𝔞𝔯𝔲𝔰 𝔰𝔢𝔰𝔲𝔞𝔦 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 235 𝔞𝔶𝔞𝔱 (1) 𝔘𝔘 20/2025 𝔱𝔢𝔫𝔱𝔞𝔫𝔤 𝔎𝔘ℌ𝔄𝔓 𝔟𝔞𝔯𝔲.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Tindak Pidana Perzinaan
Perlu diketahui bahwa pada dasarnya ketentuan p͟e͟r͟u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟i͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟e͟͟n͟͟a͟͟l͟ i͟s͟t͟i͟l͟a͟h͟ “p͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟s͟͟͟e͟͟͟l͟͟͟i͟͟͟n͟͟͟g͟͟͟k͟͟͟u͟͟͟h͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟” n͟a͟m͟u͟n͟ i͟s͟t͟i͟l͟a͟h͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟l͟a͟k͟u͟ i͟a͟l͟a͟h͟ “p͟͟e͟͟r͟͟z͟͟i͟͟n͟͟a͟͟a͟͟n͟͟” a͟t͟a͟u͟ o͟͟v͟͟e͟͟r͟͟s͟͟p͟͟e͟͟l͟͟l͟͟. Secara historis tindak pidana perzinaan pernah diatur dalam ~KUHP lama yang saat artikel ini diterbitkan sudah tidak berlaku.~ Kemudian, diatur kembali dalam UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[¹] yaitu tahun 2026, sebagai berikut:
Pasal 411 ayat (1) dan (2) UU 1/2023
- Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya, dipidana karena perzinaan, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak kategori II, yaitu Rp10 juta.[²]
- Terhadap tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan penuntutan kecuali atas pengaduan:
a. suami atau istri bagi
orang yang terikat
perkawinan.
b. orang tua atau
anaknya bagi orang
yang tidak terikat
perkawinan.
~Pasal 284 ayat (1) dan (2) KUHP~
- Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan:
- a. seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya,
b. seorang wanita
yang telah kawin
yang melakuka
gendak, padahal
diketahui bahwa
pasal 27 BW berlaku
baginya,
- a. seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah telah kawin;
b. seorang wanita
yang telah kawin
yang turut serta
melakukan
perbuatan itu,
padahal diketahui
olehnya bahwa yang
turut bersalah telah
kawin dan pasal 27
BW berlaku baginya.
- Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/istri yang tercemar, dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW, dalam tenggang waktu tiga bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pisah-meja dan ranjang karena alasan itu juga.
Jika meninjau ketentuan di atas, maka u͟n͟t͟u͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟j͟e͟r͟a͟t͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ s͟e͟l͟i͟n͟g͟k͟u͟h͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟m͟a͟n͟a͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟a͟s͟a͟l͟ i͟͟n͟͟i͟͟, p͟a͟s͟a͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟l͟i͟n͟g͟k͟u͟h͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ h͟a͟r͟u͟s͟ s͟u͟d͟a͟h͟ b͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟b͟u͟h͟ a͟t͟a͟u͟ b͟e͟r͟h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ b͟a͟d͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ a͟r͟t͟i͟ t͟e͟l͟a͟h͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ p͟e͟n͟e͟t͟r͟a͟s͟i͟ a͟l͟a͟t͟ k͟͟e͟͟l͟͟a͟͟m͟͟i͟͟n͟͟.
Kemudian, perlu diketahui bahwa perzinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 411 UU 1/2023 merupakan d͟e͟l͟i͟k͟ a͟d͟u͟a͟n͟ a͟b͟s͟o͟l͟u͟t͟ y͟a͟n͟g͟ a͟r͟t͟i͟n͟y͟a͟ d͟e͟l͟i͟k͟ i͟n͟i͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟p͟r͟o͟s͟e͟s͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ a͟d͟a͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ l͟a͟p͟o͟r͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟. Adapun yang diadukan adalah peristiwanya, maka semua orang yang bersangkutan (melakukan, membujuk, dan membantu) akan dituntut.[³]
Apakah Isi Chat Bisa Dijadikan sebagai Bukti Perselingkuhan?
Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa isi chat dari sosial media tersebut termasuk informasi elektronik dan dokumen elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 1 dan 4 UU 19/2016 yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 1 angka 1 UU 19/2016
- Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
Pasal 1 angka 4 UU 19/2016
- Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
Oleh karena itu perlu diperhatikan berdasarkan ketentuan UU ITE dan perubahannya, isi chat merupakan bentuk dari informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟l͟u͟a͟s͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ a͟l͟a͟t͟ b͟u͟k͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ s͟a͟h͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ a͟l͟a͟t͟ b͟u͟k͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟t͟u͟a͟n͟g͟ d͟a͟l͟a͟m͟ P͟a͟s͟a͟l͟ 235 a͟y͟a͟t͟ (1) U͟U͟ 20/2025 t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ K͟U͟H͟A͟P͟ b͟͟a͟͟r͟͟u͟͟.
S͟͟e͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, k͟e͟t͟e͟r͟a͟n͟g͟a͟n͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟a͟r͟u͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟a͟k͟u͟i͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ a͟l͟a͟t͟ b͟u͟k͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ s͟a͟h͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ s͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ t͟e͟r͟d͟a͟k͟w͟a͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ i͟a͟ l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ y͟a͟n͟g͟ i͟a͟ k͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟ a͟t͟a͟u͟ a͟l͟a͟m͟i͟ s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟. Perlu diperhatikan bahwa bukti tersebut harus mengarah pada terjadinya persetubuhan.
Oleh karena itu, b͟i͟l͟a͟ A͟n͟d͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟a͟n͟ t͟a͟n͟p͟a͟ d͟i͟s͟e͟r͟t͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ b͟u͟k͟t͟i͟-b͟u͟k͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟d͟u͟k͟u͟n͟g͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟g͟a͟r͟a͟h͟ t͟e͟l͟a͟h͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ p͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟b͟u͟h͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ d͟a͟s͟a͟r͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟n͟y͟a͟ o͟͟v͟͟e͟͟r͟͟s͟͟p͟͟e͟͟l͟͟, maka A͟n͟d͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟a͟t͟e͟g͟o͟r͟i͟k͟a͟n͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟t͟a͟h͟u͟a͟n͟ p͟a͟l͟s͟u͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ p͟e͟n͟g͟u͟a͟s͟a͟ s͟e͟h͟i͟n͟g͟g͟a͟ k͟e͟h͟o͟r͟m͟a͟t͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ n͟a͟m͟a͟ b͟a͟i͟k͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟s͟e͟r͟a͟n͟g͟ sebagaimana diatur dalam Pasal 437 UU 1/2023, yang dikenal sebagai fitnah.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Sudah Cukupkah Bukti untuk Delik Aduan Perzinaan? yang dibuat oleh Tim Advokat Suara Keadilan dan pertama kali dipublikasikan pada 05 Mei 2009. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Bukti Delik Aduan Perzinaan, pada tanggal 26 Mei 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 15 Juni 2026M/29 Zulhijjah 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

