INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Saya adalah anak dari hasil perkawinan ayah dan ibu keturunan Tionghoa. Saya lahir di Indonesia dan saat ini berumur 24 tahun (ayah dan ibu saya juga lahir di Indonesia). Namun, status kewarganegaraan ayah dan ibu saya tidak jelas, entah dianggap WNI atau masih WNA.
Pertanyaan saya, bagaimana status kewarganegaraan anak keturunan Tionghoa yang lahir di Indonesia? Apakah saya perlu mengurus dokumen tambahan untuk membuktikan status kewarganegaraan saya? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya salam Bravo dan sukses selalu. Aamiin..
Tono Caponk – Ahli Akupuntur
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔎𝔢𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫】
𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔫𝔶𝔞, 𝔰𝔢𝔱𝔦𝔞𝔭 𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞 𝔪𝔢𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨𝔦 𝔨𝔢𝔟𝔢𝔟𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔫 𝔴𝔢𝔴𝔢𝔫𝔞𝔫𝔤 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔪𝔢𝔫𝔢𝔱𝔞𝔭𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔯𝔦𝔫𝔰𝔦𝔭 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫. 𝔄𝔰𝔞𝔰 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔡𝔦 ℑ𝔫𝔡𝔬𝔫𝔢𝔰𝔦𝔞 𝔡𝔦𝔞𝔱𝔲𝔯 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔘𝔘 12/2006, 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔪𝔢𝔫𝔠𝔞𝔨𝔲𝔭 𝔞𝔰𝔞𝔰 𝔦𝔲𝔰 𝔰𝔞𝔫𝔤𝔲𝔦𝔫𝔦𝔰 (𝔟𝔢𝔯𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔱𝔲𝔯𝔲𝔫𝔞𝔫), 𝔦𝔲𝔰 𝔰𝔬𝔩𝔦 (𝔟𝔢𝔯𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔨𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔪𝔭𝔞𝔱 𝔨𝔢𝔩𝔞𝔥𝔦𝔯𝔞𝔫), 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔱𝔲𝔫𝔤𝔤𝔞𝔩, 𝔡𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔤𝔞𝔫𝔡𝔞 𝔱𝔢𝔯𝔟𝔞𝔱𝔞𝔰.
𝔏𝔞𝔩𝔲, 𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦𝔪𝔞𝔫𝔞 𝔰𝔱𝔞𝔱𝔲𝔰 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔟𝔞𝔤𝔦 𝔞𝔫𝔞𝔨 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔩𝔞𝔥𝔦𝔯 𝔡𝔦 ℑ𝔫𝔡𝔬𝔫𝔢𝔰𝔦𝔞 𝔡𝔞𝔯𝔦 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔱𝔲𝔞 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔰𝔱𝔞𝔱𝔲𝔰 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔯𝔤𝔞𝔫𝔢𝔤𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pengertian Kewarganegaraan
Berdasarkan UU 12/2006 yang mengatur t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ K͟e͟w͟a͟r͟g͟a͟n͟e͟g͟a͟r͟a͟a͟n͟ R͟e͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟ I͟͟n͟͟d͟͟o͟͟n͟͟e͟͟s͟͟i͟͟a͟͟, t͟e͟r͟d͟a͟p͟a͟t͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ i͟s͟t͟i͟l͟a͟h͟ y͟a͟n͟g͟ p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟͟i͟͟k͟͟e͟͟t͟͟a͟͟h͟͟u͟͟i͟͟, antara lain:
a. Warga negara
adalah warga suatu
negara yang
ditetapkan
berdasarkan
peraturan
perundang-
undangan.[¹]
b. Kewarganegaraan
adalah segala hal
ihwal yang
berhubungan
dengan warga
negara.[²]
c. Pewarganegaraan
adalah tata cara
bagi orang asing
untuk memperoleh
Kewarganegaraan
Republik Indonesia
melalui
permohonan.[³]
Kemudian, menurut Pasal 2 UU 12/2006, yang menjadi Warga Negara Indonesia atau WNI adalah o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ b͟a͟n͟g͟s͟a͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ a͟s͟l͟i͟ d͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ b͟͟a͟͟n͟͟g͟͟s͟͟a͟͟ l͟a͟i͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟s͟a͟h͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ w͟a͟r͟g͟a͟ n͟͟e͟͟g͟͟a͟͟r͟͟a͟͟.
Asas-asas Kewarganegaraan
Kemudian, pada dasarnya, s͟e͟t͟i͟a͟p͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ k͟e͟b͟e͟b͟a͟s͟a͟n͟ d͟a͟n͟ w͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟k͟a͟n͟ p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟ k͟͟e͟͟w͟͟a͟͟r͟͟g͟͟a͟͟n͟͟e͟͟g͟͟a͟͟r͟͟a͟͟a͟͟n͟͟. Dalam hal ini, terdapat dua pedoman utama yang dikenal dalam prinsip kewarganegaraan, yaitu:[⁴]
1. Asas Kelahiran (Ius Soli)
Prinsip yang menentukan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan t͟e͟m͟p͟a͟t͟ a͟t͟a͟u͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ k͟͟e͟͟l͟͟a͟͟h͟͟i͟͟r͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Awalnya, kewarganegaraan hanya didasarkan pada asas ius soli. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa seseorang yang lahir di suatu wilayah negara secara otomatis dan logis menjadi warga negara dari wilayah tersebut.
2. Asas Keturunan (Ius Sanguinis)
Prinsip kewarganegaraan yang ditentukan berdasarkan h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟r͟a͟h͟ a͟t͟a͟u͟ g͟a͟r͟i͟s͟ k͟e͟t͟u͟r͟u͟n͟a͟n͟.
Asas-asas kewarganegaraan juga diatur dalam UU 12/2006 sebagai berikut:[⁵]
- Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
- Asas ius soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU 12/2006.
- Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
- Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU 12/2006.
Kemudian, penting untuk diketahui bahwa UU 12/2006 p͟a͟d͟a͟ d͟a͟s͟a͟r͟n͟y͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟l͟ K͟e͟w͟a͟r͟g͟a͟n͟e͟g͟a͟r͟a͟a͟n͟ g͟a͟n͟d͟a͟ (b͟͟͟i͟͟͟p͟͟͟a͟͟͟t͟͟͟r͟͟͟i͟͟͟d͟͟͟e͟͟͟) a͟t͟a͟u͟p͟u͟n͟ t͟a͟n͟p͟a͟ k͟e͟w͟a͟r͟g͟a͟n͟e͟g͟a͟r͟a͟a͟n͟ (a͟͟p͟͟a͟͟t͟͟r͟͟i͟͟d͟͟e͟͟). Kewarganegaraan ganda yang diberikan kepada anak dalam undang-undang ini merupakan suatu pengecualian.[⁶]
Dari informasi yang Anda sampaikan, Anda dan orang tua Anda lahir di Indonesia, namun status kewarganegaraan orang tua Anda tidak jelas. Dalam hal ini, asas kewarganegaraan yang relevan adalah asas ius soli. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, a͟s͟a͟s͟ i͟u͟s͟ s͟o͟l͟i͟ adalah p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟k͟a͟n͟ k͟e͟w͟a͟r͟g͟a͟n͟e͟g͟a͟r͟a͟a͟n͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟ k͟e͟l͟a͟h͟i͟r͟a͟n͟n͟y͟a͟ (dalam kasus Anda, tempat kelahiran adalah Indonesia).
Meskipun Anda tidak mengetahui dengan jelas status kewarganegaraan orang tua Anda, jika merujuk pada Pasal 4 huruf i UU 12/2006, a͟n͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ l͟a͟h͟i͟r͟ d͟i͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ R͟e͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ y͟a͟n͟g͟ p͟a͟d͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ l͟a͟h͟i͟r͟ t͟i͟d͟a͟k͟ j͟e͟l͟a͟s͟ s͟t͟a͟t͟u͟s͟ k͟e͟w͟a͟r͟g͟a͟n͟e͟g͟a͟r͟a͟a͟n͟ a͟y͟a͟h͟ d͟a͟n͟ i͟b͟u͟n͟y͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ W͟a͟r͟g͟a͟ N͟e͟g͟a͟r͟a͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ (“W͟N͟I͟”). Dengan demikian, A͟n͟d͟a͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟͟͟u͟͟͟a͟ A͟n͟d͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ W͟͟N͟͟I͟͟.
Selain itu, Pasal 4 huruf k UU 12/2006 juga mengatur bahwa apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya, a͟n͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ l͟a͟h͟i͟r͟ d͟i͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ R͟e͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟ I͟n͟d͟o͟n͟e͟s͟i͟a͟ t͟e͟t͟a͟p͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ W͟͟N͟͟I͟͟.
Dengan demikian, d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟s͟i͟m͟p͟u͟l͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ A͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ W͟N͟I͟ d͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟l͟u͟ m͟e͟n͟g͟u͟r͟u͟s͟ d͟o͟k͟u͟m͟e͟n͟ t͟͟͟a͟͟͟m͟͟͟b͟͟͟a͟͟͟h͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟b͟u͟k͟t͟i͟k͟a͟n͟ s͟t͟a͟t͟u͟s͟ k͟e͟w͟a͟r͟g͟a͟n͟e͟g͟a͟r͟a͟a͟n͟ A͟͟n͟͟d͟͟a͟͟.
Sebagai WNI, Anda memiliki hak seperti WNI lainnya, termasuk untuk memperoleh identitas kependudukan atau Kartu Tanda Penduduk (“KTP”). Adapun untuk pembuatan KTP, Anda dapat mengunjungi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (“Disdukcapil”) setempat.
Sebagai contoh, kami mengutip artikel Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) yang dilansir dari laman resmi Disdukcapil Banyuasin, yaitu syarat membuat KTP-El adalah membawa fotokopi Kartu Keluarga dan Surat Pengantar RT/RW.
Adapun prosedurnya sama dengan prosedur pembuatan KTP sebelumnya, namun di sini akan dilengkapi dengan pengambilan sidik jari dan scan retina mata yang bertujuan agar tercipta data tunggal, yaitu setiap satu orang dengan satu identitas (KTP).
Cara membuat KTP elektronik diantaranya adalah:
- Pastikan kelurahan atau desa Anda telah mendukung layanan KTP-El.
- Datang dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga dan Surat Pengantar RT/RW ke kelurahan/desa setempat.
- Ambil nomor antrean di loket, tunggu hingga dipanggil oleh petugas yang bersangkutan, dan jangan lupa bawa surat panggilan untuk membuat KTP-El dari pemerintah setempat.
- Petugas akan memasukkan data dan foto Anda secara digital. Pastikan dan bandingkan data Anda dengan data di KTP Anda. Jika Anda belum pernah mempunyai KTP, isi formulir F1.01.
- Bubuhkan tanda tangan Anda di alat perekam tanda tangan. Pastikan tanda tangan Anda tidak berubah-ubah lagi berikutnya karena akan menyulitkan jika tidak sama dengan dokumen lain seperti paspor, SIM, dan lain-lain.
- Lakukan pemindaian retina pada alat yang telah disediakan.
- Pastikan surat panggilan Anda akan ditandatangani dan distempel oleh petugas berwenang.
- Tunggu proses pencetakan sekitar 2 minggu. Bila KTP-El selesai dicetak, Anda akan diberitahu dan KTP-El dapat diambil di kelurahan/desa setempat.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Status Kewarganegaraan WNI Keturunan Tionghoa yang Lahir di Indonesia, yang dibuat oleh Diana Kusumasari, S.H., M.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 23 Juni 2013. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Status Kewarganegaraan Anak Keturunan Tionghoa yang Lahir di Indonesia, pada tanggal 09 April 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 06 Mei 2026M/19 Dzulqa’idah 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

