Assalamualaikum sahabat embun pagi yang di Rahmati Allah
Bismillah Tawakkaltu’alallah laahawla walla khuwwata illahbillah
‐———————————
Di dua hari raya besar umat Islam kita belajar 1 hal dengan 2 konteks yg berbeda
- Idul fitri kita belajar memaafkan, secara psikologi yg saya pelajari memaafkan adalah tentang melepaskan, atau lebih tepatnya membuang. Membuang rasa kesal, sakit hati, dendam, amarah dan kecewa. Sebab jika tidak dilepaskan atau di buang bisa berdampak buruk pada diri kita.
- Di idul Adha ternyata kita belajar merelakan, melepaskan juga. Bedanya, kalau saat idul fitri memaafkan itu melepaskan hal yang buruk, hal yang kita benci. Di idul Adha kita belajar merelakan sesuatu yang kita sayangi, yang kita cintai.
Persamaannya ternyata, dua2nya sama-sama beratnya. - Banyak orang yg gak mau melepaskan/ membuang rasa benci, sakit hati dan dendamnya. Dia memilih terus membawa rasa itu sepanjang hidupnya.
- Begitu juga untuk melepaskan sesuatu yg dicintai juga berat. Menyisihkan uang untuk Haji atau qurban.
MasyaAllah, semoga Allah mudahkan kita semua. Melepaskan hal buruk dalam diri kita, termasuk juga merelakan hal baik, sesuatu yg kita cintai.
=====🌴🌴🌴🌴🌴=====
💥Selamat pagi dan beraktifitas di hari Jum’at, 29 Mei 2026 penuh barokah.
Semangat beraktivitas, jangan lupa senantiasa bersyukur, berprasangka baik, berkata baik & berbuat baik🔥
Wassalam🙏
Penulis: H Sulaeman bin Daud/Yatno

