INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Apakah punya 2 motor kena pajak progresif? Jika satu alamat beda kartu keluarga apakah terkena pajak progresif kendaraan? Berapa persentase pajak progresif di DKI Jakarta? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya salam sehat dan sukses selalu. Aamiin..
bye:
Memed – Paralegal UBKsenior
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔢𝔯𝔡𝔞𝔱𝔞】
𝔄𝔭𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔪𝔞𝔨𝔰𝔲𝔡 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔭𝔯𝔬𝔤𝔯𝔢𝔰𝔦𝔣? 𝔗𝔞𝔯𝔦𝔣 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔭𝔯𝔬𝔤𝔯𝔢𝔰𝔦𝔣 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔭𝔢𝔯𝔰𝔢𝔫𝔱𝔞𝔰𝔢 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔱𝔞𝔪𝔟𝔞𝔥 𝔰𝔢𝔦𝔯𝔦𝔫𝔤 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔫𝔦𝔫𝔤𝔨𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔢𝔫𝔞𝔞𝔫 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨𝔫𝔶𝔞. 𝔖𝔢𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦 𝔠𝔬𝔫𝔱𝔬𝔥, 𝔱𝔞𝔯𝔦𝔣 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔭𝔯𝔬𝔤𝔯𝔢𝔰𝔦𝔣 𝔦𝔫𝔦 𝔡𝔦𝔟𝔢𝔯𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔯𝔥𝔞𝔡𝔞𝔭 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔨𝔢𝔫𝔡𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔟𝔢𝔯𝔪𝔬𝔱𝔬𝔯 (“𝔓𝔎𝔅”), 𝔶𝔞𝔦𝔱𝔲 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔫/𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔲𝔞𝔰𝔞𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔫𝔡𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔟𝔢𝔯𝔪𝔬𝔱𝔬𝔯. 𝔖𝔞𝔱𝔲 𝔄𝔩𝔞𝔪𝔞𝔱 𝔟𝔢𝔡𝔞 𝔨𝔞𝔯𝔱𝔲 𝔨𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞 𝔞𝔭𝔞𝔨𝔞𝔥 𝔱𝔢𝔯𝔨𝔢𝔫𝔞 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔭𝔯𝔬𝔤𝔯𝔢𝔰𝔦𝔣 𝔨𝔢𝔫𝔡𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫? 𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔫𝔶𝔞, 𝔧𝔦𝔨𝔞 𝔪𝔢𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨𝔦 2 𝔨𝔢𝔫𝔡𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔞𝔩𝔞𝔪𝔞𝔱 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔰𝔞𝔪𝔞 𝔴𝔞𝔩𝔞𝔲𝔭𝔲𝔫 𝔟𝔢𝔡𝔞 𝔨𝔞𝔯𝔱𝔲 𝔨𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞 (“𝔎𝔎”), 𝔪𝔞𝔨𝔞 𝔨𝔢𝔫𝔡𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔡𝔲𝔞 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔱𝔢𝔱𝔞𝔭 𝔡𝔦𝔨𝔢𝔫𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔭𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔭𝔯𝔬𝔤𝔯𝔢𝔰𝔦𝔣.
𝔓𝔞𝔧𝔞𝔨 𝔭𝔯𝔬𝔤𝔯𝔢𝔰𝔦𝔣 𝔰𝔞𝔱𝔲 𝔞𝔩𝔞𝔪𝔞𝔱 𝔟𝔢𝔡𝔞 𝔎𝔎 𝔦𝔫𝔦 𝔟𝔢𝔯𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯 𝔭𝔞𝔡𝔞 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 10 𝔞𝔶𝔞𝔱 (4) 𝔘𝔘 1/2022, 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔪𝔢𝔫𝔶𝔞𝔱𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔟𝔞𝔥𝔴𝔞 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔫𝔡𝔞𝔯𝔞𝔞𝔫 𝔟𝔢𝔯𝔪𝔬𝔱𝔬𝔯 𝔡𝔦𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔨𝔞𝔫 𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔫𝔞𝔪𝔞, 𝔫𝔬𝔪𝔬𝔯 𝔦𝔫𝔡𝔲𝔨 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔫𝔡𝔲𝔡𝔲𝔨𝔞𝔫, 𝔡𝔞𝔫/𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔞𝔩𝔞𝔪𝔞𝔱 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔰𝔞𝔪𝔞.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Tarif Pajak
Perlu dipahami bahwa dalam pemungutan pajak, s͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ s͟y͟a͟r͟a͟t͟n͟y͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ a͟d͟a͟n͟y͟a͟ k͟͟e͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟, baik keadilan dalam prinsip maupun keadilan dalam pelaksanaannya sehingga dapat menciptakan keseimbangan sosial untuk kesejahteraan masyarakat. S͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ u͟n͟s͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ m͟e͟n͟c͟a͟p͟a͟i͟ k͟e͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ i͟n͟i͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟ p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ t͟a͟r͟i͟f͟ p͟͟a͟͟j͟͟a͟͟k͟͟, yaitu dengan memberikan tekanan yang sama kepada wajib pajak.[¹]
Mengutip Supramono dan Theresia Woro Damayanti dalam bukunya Perpajakan Indonesia Mekanisme & Perhitungan (hal. 12), t͟a͟r͟i͟f͟ p͟a͟j͟a͟k͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ t͟a͟r͟i͟f͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟e͟n͟t͟u͟k͟a͟n͟ b͟e͟s͟a͟r͟n͟y͟a͟ p͟a͟j͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟͟i͟͟b͟͟a͟͟y͟͟a͟͟r͟͟. Secara umum, tarif pajak dinyatakan dalam bentuk persentase.
Berdasarkan pola persentasenya, tarif pajak dibagi menjadi 4 macam, antara lain:[²]
1. Tarif pajak proporsional.
- Tarif pajak proporsional atau sebanding adalah persentase pajak yang tetap atas berapa pun dasar pengenaan pajaknya. Sehingga besarnya pajak yang terutang proporsional terhadap besarnya nilai yang dikenai pajak.
2. Tarif pajak tetap.
- Tarif pajak tetap adalah jumlah nominal pajak yang tetap terhadap berapa pun yang menjadi dasar pengenaan pajak.
3. Tarif pajak degresif.
- Tarif pajak degresif adalah persentase pajak yang menurun seiring dengan peningkatan dasar pengenaan pajaknya.
4. Tarif pajak progresif.
- Apa yang dimaksud pajak progresif? T͟a͟r͟i͟f͟ p͟a͟j͟a͟k͟ p͟͟r͟͟o͟͟g͟͟r͟͟e͟͟s͟͟i͟͟f͟͟? adalah persentase pajak yang bertambah seiring dengan peningkatan dasar pengenaan pajaknya.
- Sebagai contoh, tarif pajak progresif ini diberlakukan terhadap p͟a͟j͟a͟k͟ k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ b͟e͟r͟m͟o͟t͟o͟r͟ (“P͟͟͟K͟͟͟B͟͟͟”), y͟a͟i͟t͟u͟ p͟a͟j͟a͟k͟ a͟t͟a͟s͟ k͟e͟p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟a͟n͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ p͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟g͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟s͟͟͟a͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ b͟͟e͟͟r͟͟m͟͟o͟͟t͟͟o͟͟r͟͟.[³]
Pajak Kendaraan Bermotor
Sebelumnya, kami akan menerangkan terlebih dahulu mengenai PKB itu sendiri. Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) UU 1/2022, P͟K͟B͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ p͟a͟j͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟͟i͟͟͟p͟u͟n͟g͟u͟t͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟n͟t͟a͟h͟ p͟͟r͟͟o͟͟v͟͟i͟͟n͟͟s͟͟i͟͟, d͟a͟n͟ d͟i͟p͟u͟n͟g͟u͟t͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟e͟t͟a͟p͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟l͟a͟ d͟͟a͟͟e͟͟r͟͟a͟͟h͟͟.[⁴]
O͟b͟j͟e͟k͟ P͟K͟B͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ k͟e͟p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟a͟n͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟g͟u͟a͟s͟a͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ k͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟d͟͟͟a͟͟͟r͟͟͟a͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟.[⁵] Objek pajak ini merupakan kendaraan bermotor yang wajib didaftarkan di wilayah provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.[⁶]
S͟e͟d͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ s͟u͟b͟j͟e͟k͟ P͟K͟B͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ o͟r͟a͟n͟g͟ p͟r͟i͟b͟a͟d͟i͟ a͟t͟a͟u͟ b͟a͟d͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟g͟u͟a͟s͟a͟i͟ k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ b͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟m͟͟͟o͟͟͟t͟͟͟o͟͟͟r͟͟͟.[⁷] Lalu, wajib PKB adalah orang pribadi atau badan yang memiliki kendaraan bermotor.[⁸]
Perihal dengan pengenannya, menurut Pasal 9 ayat (1) UU 1/2022, dasar pengenaan PKB adalah hasil perkalian antara 2 unsur pokok, yaitu:
- nilai jual kendaraan bermotor; dan
- bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.
Kemudian soal persentase pajak progresif tarif PKB ditetapkan sebagai berikut:[⁹]
- untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan pertama, ditetapkan paling tinggi 1,2%; dan
- untuk kepemilikan dan/atau panguasaan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya, dapat ditetapkan secara progresif paling tinggi sebesar 6%.
Menurut Pasal 10 ayat (2) UU 1/2022, khusus untuk daerah yang setingkat dengan daerah provinsi yang tidak terbagi dalam daerah kabupaten/kota otonom seperti DKI Jakarta dalam pertanyaan Anda, persentase pajak progresif tarif PKB ditetapkan sebagai berikut:
untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor pertama paling tinggi sebesar 2%; dan
untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya, dapat ditetapkan secara progresif paling tinggi sebesar 10%.
Persentase pajak progresif kendaraan lebih lanjut ditetapkan dengan peraturan daerah masing-masing.[¹⁰] Untuk DKI Jakarta tarif PKB diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Perda DKI Jakarta 1/2024, yang menyatakan bahwa tarif PKB atas kepemilikan dan/atau penguasaan oleh orang pribadi ditetapkan sebesar:
- 2% untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor pertama;
- 3% untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor kedua;
- 4% untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor ketiga;
- 5% untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor keempat; dan
- 6% untuk kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor kelima dan seterusnya.
Apakah punya 2 motor kena pajak progresif? Berdasarkan penjelasan di atas, d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟s͟i͟m͟p͟u͟l͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ p͟a͟d͟a͟ d͟a͟s͟a͟r͟n͟y͟a͟ j͟i͟k͟a͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ 2 k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ b͟͟e͟͟r͟͟m͟͟o͟͟t͟͟o͟͟r͟͟, m͟a͟k͟a͟ k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ k͟e͟d͟u͟a͟ y͟a͟n͟g͟ A͟͟n͟͟d͟͟a͟ m͟i͟l͟i͟k͟i͟ d͟i͟k͟e͟n͟a͟i͟ p͟a͟j͟a͟k͟ p͟r͟o͟g͟r͟e͟s͟i͟f͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ l͟a͟n͟j͟u͟t͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ d͟a͟e͟r͟a͟h͟ m͟͟a͟͟s͟͟i͟͟n͟͟g͟͟-m͟͟a͟͟s͟͟i͟͟n͟͟g͟͟.
Satu alamat beda kartu keluarga apakah terkena pajak progresif kendaraan? Menjawab pertanyaan Anda, perihal pajak progresif satu alamat beda KK bisa mengacu pada Pasal 10 ayat (4) UU 1/2022, yang berbunyi:
Kepemilikan kendaraan bermotor didasarkan atas nama, nomor induk kependudukan, dan/atau alamat yang sama.
Jadi, m͟e͟s͟k͟i͟p͟u͟n͟ K͟K͟ b͟e͟r͟b͟e͟d͟a͟ n͟a͟m͟u͟n͟ a͟l͟a͟m͟a͟t͟n͟y͟a͟ s͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, p͟a͟j͟a͟k͟ p͟r͟o͟g͟r͟e͟s͟i͟f͟ P͟K͟B͟ t͟e͟t͟a͟p͟ d͟͟i͟͟k͟͟e͟͟n͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. Hal ini karena terdapat dasar kepemilikan yang sama yaitu alamat antara kendaraan satu dan kendaraan lainnya. Oleh karena itu, j͟i͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ 2 k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ b͟e͟r͟m͟o͟t͟o͟r͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ d͟i͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ p͟a͟d͟a͟ a͟l͟a͟m͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ s͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, m͟a͟k͟a͟ k͟e͟n͟d͟a͟r͟a͟a͟n͟ k͟e͟d͟u͟a͟ y͟a͟n͟g͟ A͟n͟d͟a͟ m͟i͟l͟i͟k͟i͟ d͟i͟k͟e͟n͟a͟i͟ p͟a͟j͟a͟k͟ p͟͟r͟͟o͟͟g͟͟r͟͟e͟͟s͟͟i͟͟f͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
- Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Satu Alamat Beda Kartu Keluarga, Apakah Terkena Pajak Progresif Kendaraan? yang dibuat oleh Boris Tampubolon, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 19 Juli 2016. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Satu Alamat Beda KK, Apa Dikenai Pajak Progresif Kendaraan? Pada tanggal 10 Maret 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 15 Maret 2026M/25 Ramadhan 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

