INDRAMAYU — Suara kekecewaan menggema di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Jumat siang (7/11/2025). Ratusan warga turun ke jalan, menuntut janji Bupati Indramayu Lucky Hakim yang belum juga ditepati terkait penanganan banjir rob yang terus merendam wilayah pesisir utara Indramayu itu.
Aksi berlangsung di jalur utama Pantura Eretan Wetan, dengan spanduk besar bertuliskan sindiran keras:
“Bupati Lucky Hakim Berbohong Lagi, Warga Eretan Wetan Menagih Janji Bupati.”
Tak hanya kaum pria, para ibu-ibu ikut turun ke jalan membawa alat masak, simbol bahwa persoalan rob tak lagi sekadar genangan air, tapi sudah mengganggu dapur dan kehidupan sehari-hari.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Cirebon sempat tersendat. Warga memblokir sebagian jalan hingga menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang. Setelah negosiasi dengan aparat kepolisian, massa akhirnya bersedia membuka satu lajur agar kendaraan bisa melintas.
Koordinator aksi, Supriyanto, mengatakan bahwa Bupati Lucky Hakim sebelumnya berjanji akan segera membangun tanggul dan menanam mangrove dengan target rampung pada akhir September 2025. Namun hingga kini, janji itu belum juga terwujud.
“Bupati bilang jalan desa akan segera diperbaiki setelah pulang dari Magelang, tapi nyatanya tidak ada perubahan. Janji untuk menyampaikan aspirasi warga kepada Gubernur juga tak pernah dilakukan,” ujarnya di tengah orasi.
Bagi warga Eretan Wetan, banjir rob bukan hanya soal air yang datang dan pergi. Ia membawa lumpur, penyakit, dan kehilangan.
“Motor rusak, anak-anak kena diare, kaki gatal, dan rumah selalu tergenang,” keluh salah seorang warga.
Aksi unjuk rasa ini dijaga ketat oleh petugas TNI, Polri, dan Satpol PP. Meski berlangsung panas, suasana tetap terkendali.
Warga menegaskan, mereka akan terus bersuara hingga Bupati Lucky Hakim benar-benar menepati janjinya bukan sekadar menengok saat genangan tinggi, lalu menghilang saat air surut. (Taryam)

