INDRAMAYU — PERTANYAAN
Jika seorang ODGJ melakukan perbuatan pidana yang mengakibatkan kerugian seseorang, seperti pencurian atau pengrusakan, apakah seseorang yang dirugikan tersebut berhak mendapatkan ganti rugi? Siapa yang mengganti kerugiannya dan bagaimana prosedurnya?
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga diberikan kecerdasan, wawasan, dan akal sehat. Aamiin..
Iko Runando-Sambimaya Citi
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔒𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔤𝔞𝔫𝔤𝔤𝔲𝔞𝔫 𝔧𝔦𝔴𝔞 (𝔒𝔇𝔊𝔍) 𝔨𝔢𝔱𝔦𝔨𝔞 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞, 𝔪𝔞𝔨𝔞 𝔦𝔞 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔨𝔢𝔫𝔞𝔦 𝔰𝔞𝔫𝔨𝔰𝔦 𝔭𝔢𝔪𝔞𝔞𝔣. 𝔖𝔢𝔥𝔦𝔫𝔤𝔤𝔞, 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔰𝔞𝔫𝔤𝔨𝔲𝔱𝔞𝔫 𝔟𝔦𝔰𝔞 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔡𝔦𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔥𝔞𝔫𝔶𝔞 𝔡𝔦𝔨𝔢𝔫𝔞𝔦 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔭𝔢𝔯𝔱𝔦 𝔡𝔦𝔪𝔞𝔰𝔲𝔨𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔢 𝔯𝔲𝔪𝔞𝔥 𝔰𝔞𝔨𝔦𝔱 𝔧𝔦𝔴𝔞.
𝔍𝔦𝔨𝔞 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔒𝔇𝔊𝔍 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱 𝔪𝔢𝔫𝔦𝔪𝔟𝔲𝔩𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔯𝔲𝔤𝔦𝔞𝔫 𝔟𝔞𝔤𝔦 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔩𝔞𝔦𝔫, 𝔪𝔞𝔨𝔞 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔯𝔲𝔤𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔪𝔢𝔪𝔦𝔫𝔱𝔞 𝔤𝔞𝔫𝔱𝔦 𝔯𝔲𝔤𝔦 𝔨𝔢𝔭𝔞𝔡𝔞 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔱𝔞𝔫𝔤𝔤𝔲𝔫𝔤 𝔧𝔞𝔴𝔞𝔟 𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔒𝔇𝔊𝔍 𝔦𝔱𝔲, 𝔰𝔢𝔭𝔢𝔯𝔱𝔦 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔱𝔲𝔞, 𝔴𝔞𝔩𝔦, 𝔞𝔱𝔞𝔲 𝔭𝔦𝔥𝔞𝔨 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔢𝔯𝔱𝔞𝔫𝔤𝔤𝔲𝔫𝔤 𝔧𝔞𝔴𝔞𝔟 𝔞𝔱𝔞𝔰𝔫𝔶𝔞. 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔞𝔧𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯 𝔭𝔢𝔯𝔟𝔲𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔴𝔞𝔫 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔨𝔢 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔫𝔢𝔤𝔢𝔯𝔦.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Pidana terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa
Orang dengan gangguan jiwa (O͟͟D͟͟G͟͟J͟͟) adalah o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟a͟l͟a͟m͟i͟ g͟a͟n͟g͟g͟u͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟͟i͟͟k͟͟i͟͟r͟͟a͟͟n͟͟, p͟͟e͟͟r͟͟i͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟, d͟a͟n͟ p͟e͟r͟a͟s͟a͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟m͟a͟n͟i͟f͟e͟s͟t͟a͟s͟i͟ d͟a͟l͟a͟m͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ s͟e͟k͟u͟m͟p͟u͟l͟a͟n͟ g͟͟e͟͟j͟͟a͟͟l͟͟a͟͟, dan/atau p͟e͟r͟u͟b͟a͟h͟a͟n͟ p͟e͟r͟i͟l͟a͟k͟u͟ b͟͟e͟͟r͟͟m͟͟a͟͟k͟͟n͟͟a͟͟, s͟e͟r͟t͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟d͟e͟r͟i͟t͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟ h͟a͟m͟b͟a͟t͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ m͟e͟n͟j͟a͟l͟a͟n͟k͟a͟n͟ f͟u͟n͟g͟s͟i͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ m͟a͟n͟u͟s͟i͟a͟ d͟a͟n͟ t͟e͟r͟d͟i͟a͟g͟n͟o͟s͟i͟s͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ g͟a͟n͟g͟g͟u͟a͟n͟ j͟i͟w͟a͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ k͟r͟i͟t͟e͟r͟i͟a͟ d͟i͟a͟g͟n͟o͟s͟i͟s͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟t͟͟e͟͟t͟͟a͟͟p͟͟k͟͟a͟͟n͟͟.[¹]
Apabila ODGJ melakukan suatu tindak pidana, Pasal 81 UU Kesehatan mengatur bahwa ia harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan jiwa dengan tujuan untuk:
a. menentukan
kemampuan
seseorang dalam
mempertanggung
jawabkan tindak
pidana yang telah
dilakukannya; dan/
atau
b. menentukan
kecakapan hukum
seseorang untuk
menjalani proses
peradilan.
Hal tersebut berkaitan erat dengan pertanggungjawaban pidana si pelaku. Salah satu asas yang berhubungan dengan pertanggungjawaban pidana adalah asas tiada pidana tanpa kesalahan yang intinya o͟r͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟u͟n͟g͟k͟i͟n͟ d͟i͟j͟a͟t͟u͟h͟i͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ j͟i͟k͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ k͟͟e͟͟s͟͟a͟͟l͟͟a͟͟h͟͟a͟͟n͟͟, yaitu a͟d͟a͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ (m͟e͟l͟a͟w͟a͟n͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟), c͟͟a͟͟k͟͟a͟͟p͟͟, s͟e͟n͟g͟a͟j͟a͟ a͟t͟a͟u͟ k͟͟e͟͟a͟͟l͟͟p͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, t͟i͟d͟a͟k͟ a͟d͟a͟n͟y͟a͟ a͟l͟a͟s͟a͟n͟ p͟͟e͟͟m͟͟a͟͟a͟͟f͟͟.[²]
Kemudian, aturan mengenai alasan pemaaf dapat ditemukan di dalam KUHP lama yang masih berlaku pada saat artikel ini publikasikan dan UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[³] yaitu tahun 2026, sebagai berikut:
Pasal 44 ayat (1) dan (2) KUHP
- Barang siapa melaksanakan perbuatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kepadanya karena jiwanya cacat dalam pertumbuhan atau terganggu karena penyakit, tidak dipidana.
- Jika ternyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungkan kepada pelakunya karena pertumbuhan jiwanya cacat atau terganggu karena penyakit, maka hakim dapat memerintahkan supaya orang itu dimasukkan ke rumah sakit jiwa, paling lama 1 tahun sebagai waktu percobaan.
Pasal 38 UU 1/2023
- Setiap orang yang pada waktu melakukan tindak pidana menyandang disabilitas mental dan/atau disabilitas intelektual dapat dikurangi pidananya dan/atau dikenai tindakan.
Pasal 39 UU 1/2023
- Setiap orang yang pada waktu melakukan tindak pidana menyandang disabilitas mental yang dalam keadaan kekambuhan akut dan disertai gambaran psikotik dan/atau disabilitas intelektual derajat sedang atau berat tidak dapat dijatuhi pidana, tetapi dapat dikenai tindakan.
Adapun, yang dimaksud dengan tindakan dalam UU 1/2023 di atas adalah berupa rehabilitasi, penyerahan kepada seseorang, perawatan di lembaga, penyerahan kepada pemerintah, dan/atau perawatan di rumah sakit jiwa.
Kami mengasumsikan bahwa ODGJ yang Anda maksud telah dinyatakan oleh tenaga medis atau oleh pihak yang berwenang tidak dapat bertanggung jawab secara pidana. Dengan demikian, ODGJ tersebut dapat dikenai alasan pemaaf sehingga bisa tidak dipidana atau hanya dikenai tindakan, dan bukanlah pertanggungjawaban berupa ganti rugi.
Siapa yang Dimintai Ganti Rugi atas Tindak Pidana ODGJ?
Ganti rugi pada dasarnya dapat dimintakan melalui pengadilan dengan dalil perbuatan melawan hukum. Dalam hal ini, apabila ODGJ melakukan tindak pidana sehingga merugikan orang lain, maka p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟r͟u͟g͟i͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟h͟a͟k͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟ g͟a͟n͟t͟i͟ k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟m͟b͟u͟l͟ berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata tentang perbuatan melawan hukum sebagai berikut:
- Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.
Namun, kami mengasumsikan bahwa ODGJ tersebut telah dinyatakan sebagai orang yang tidak cakap hukum. Sehingga, p͟e͟r͟m͟i͟n͟t͟a͟a͟n͟ g͟a͟n͟t͟i͟ r͟u͟g͟i͟ i͟t͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟i͟t͟u͟j͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ O͟͟D͟͟G͟͟J͟͟, m͟e͟l͟a͟i͟n͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟͟e͟͟l͟͟u͟͟a͟͟r͟͟g͟͟a͟͟, w͟a͟l͟i͟, a͟t͟a͟u͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟g͟g͟u͟n͟g͟ j͟a͟w͟a͟b͟ a͟t͟a͟s͟n͟y͟a͟ sebagaimana diatur di dalam Pasal 1367 KUH Perdata yang berbunyi:
- Seorang tidak saja bertanggung jawab, atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.
Berdasarkan ketentuan Pasal 1365 dan 1367 KUH Perdata di atas, orang dengan gangguan jiwa ketika melakukan tindak pidana sehingga menimbulkan kerugian bagi orang lain dapat dimintai ganti kerugian. Akan tetapi, tuntutan ganti rugi tersebut d͟i͟t͟u͟j͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟u͟a͟, w͟͟a͟͟l͟͟i͟͟, a͟t͟a͟u͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟g͟g͟u͟n͟g͟ j͟a͟w͟a͟b͟ a͟t͟a͟s͟ O͟D͟G͟J͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Ganti kerugian tersebut dapat Anda peroleh dengan cara m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ k͟e͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ n͟e͟g͟e͟r͟i͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ d͟o͟m͟i͟s͟i͟l͟i͟ t͟e͟r͟g͟u͟g͟a͟t͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟l͟i͟l͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ m͟e͟l͟a͟w͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ sebagaimana kami jelaskan di atas. Untuk membuktikan kerugian yang Anda alami, dapat menggunakan patokan mengenai cakupan kerugian yaitu kerugian materiel maupun kerugian imateriel. K͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ m͟a͟t͟e͟r͟i͟e͟l͟ y͟a͟i͟t͟u͟ k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ f͟i͟s͟i͟k͟ (n͟͟y͟͟a͟͟t͟͟a͟͟) d͟a͟r͟i͟ a͟p͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟l͟a͟m͟i͟ o͟l͟e͟h͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ m͟e͟l͟a͟w͟a͟n͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟, sedangkan k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ i͟m͟a͟t͟e͟r͟i͟e͟l͟ i͟a͟l͟a͟h͟ k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ t͟e͟r͟l͟i͟h͟a͟t͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ k͟a͟s͟a͟t͟ m͟a͟t͟a͟ o͟l͟e͟h͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟, contohnya t͟e͟k͟a͟n͟a͟n͟ m͟e͟n͟t͟a͟l͟ (t͟͟r͟͟a͟͟u͟͟m͟͟a͟͟), r͟a͟s͟a͟ t͟͟a͟͟k͟͟u͟͟t͟͟, d͟a͟n͟ l͟a͟i͟n͟ s͟͟e͟͟b͟͟a͟͟g͟͟a͟͟i͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.[⁴]
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan;
- Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Artikel ini dibuat oleh Lanang Olivia Lumban Raja. SH, dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Siapa yang Dimintai Ganti Rugi atas Tindak Pidana ODGJ? pada tanggal 02 Mei 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 26 November 2025M/05 Jumadil Akhir 1447H
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

