Oleh: Suhaeli Nawawi, Pembina YWI
bagian kesatu
INDRAMAYU — Dari Tanah ke Sperma dan Ovum: Keterhubungan Unsur-Unsur Kehidupan dengan QS. Al-Mu’minun: 12
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.”
(QS. Al-Mu’minun: 12)
Ayat ini menegaskan bahwa asal-usul manusia berhubungan erat dengan tanah, bukan sekadar sebagai simbol spiritual, tetapi juga dapat dipahami dalam perspektif ilmiah. Jika diteliti secara kimiawi, tanah merupakan sumber unsur-unsur dasar kehidupan yang kemudian membentuk tubuh manusia, termasuk sperma dan ovum sebagai sel reproduksi.
CHNOPS: Pondasi Kehidupan
Sudah diketahui luas bahwa enam unsur utama yang membangun molekul biologis adalah CHNOPS:
▪︎ Karbon (C): kerangka utama molekul organik.
▪︎ Hidrogen (H): komponen air dan pembentuk ikatan energi.
▪︎ Nitrogen (N): membentuk asam amino dan DNA.
▪︎ Oksigen (O): vital dalam respirasi seluler.
▪︎ Fosfor (P): bahan dasar DNA, RNA, dan ATP.
▪︎ Sulfur (S): komponen protein penting.
Unsur-unsur ini jelas menjadi penyusun sperma dan ovum, sebab tanpa DNA, protein, dan energi, kedua sel ini tidak dapat terbentuk maupun berfungsi.
Unsur Lain yang Penting dalam Sperma dan Ovum
Namun, sperma dan ovum tidak hanya tersusun dari CHNOPS. Ada unsur-unsur mineral lain yang berperan sebagai kofaktor, katalis, dan penyeimbang fisiologis:
1.Kalsium (Ca):
▪︎ Memicu proses pembuahan.
▪︎ Ion kalsium dalam ovum memicu reaksi “cortical reaction” sehingga hanya satu sperma yang bisa membuahi.
2.Magnesium (Mg):
▪︎ Penting dalam replikasi DNA.
▪︎ Menjadi kofaktor lebih dari 300 enzim, termasuk enzim pembentuk energi.
3.Kalium (K) dan Natrium (Na):
▪︎ Mengatur potensial membran dan sinyal listrik sel.
▪︎ Esensial dalam pergerakan sperma.
4.Seng (Zn):
▪︎ Diperlukan untuk perkembangan normal sperma.
▪︎ Membantu stabilitas DNA dan enzim reproduktif.
5.Tembaga (Cu) dan Besi (Fe):
▪︎ Mendukung metabolisme energi dalam sel.
▪︎ Berperan dalam transportasi elektron di mitokondria.
6.Silikon (Si) dan Iodium (I):
▪︎ Walau jumlahnya kecil, berkontribusi pada regulasi hormon yang mendukung pematangan sel reproduksi.
Keterhubungan dengan QS. Al-Mu’minun: 12
Jika diperhatikan, tanah mengandung hampir seluruh unsur yang disebutkan di atas, baik makro maupun mikro. Dari tanah, unsur-unsur itu masuk ke tumbuhan, lalu ke hewan, dan akhirnya menjadi makanan manusia. Dari makanan itulah unsur-unsur tersebut diolah tubuh untuk membentuk sperma dan ovum.
Dengan demikian, ayat ini bukan hanya pernyataan metaforis, melainkan memiliki relevansi ilmiah: manusia benar-benar tersusun dari saripati tanah dalam arti unsur-unsur kimia.
Refleksi
Dari perspektif sains, sperma dan ovum adalah hasil dari kerja sama CHNOPS dengan mineral-mineral lain.
Dari perspektif Qur’ani, semua unsur tersebut adalah manifestasi dari “saripati tanah” yang diolah dalam tubuh.
Dari perspektif spiritual, fakta ini menegaskan keterhubungan manusia dengan bumi, sekaligus ketergantungannya pada sistem penciptaan yang sempurna.
Jadi, sperma dan ovum adalah perwujudan konkret dari “saripati tanah” yang disebut dalam QS. Al-Mu’minun: 12, di mana unsur CHNOPS berpadu dengan mineral esensial lain untuk menciptakan kehidupan baru.
BERSAMBUNG
