INDRAMAYU — Idaroh Wustho Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Jawa Barat menggelar rapat lerja (Raker) yang bertempat di Asrama Haji Indramayu pada Sabtu (20/9/2025).
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Umum Idaroh Aliyah JATMAN, H Ali M Abdillah, Pengurus JATMAN Jawa Barat, meliputi wilayah Indramayu, Depok, Majalengka, Cirebon Kuningan, dan Kota Bandung serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ali mengungkapkan fenomena unik yang belakangan marak terjadi, antara lain meningkatnya minat kalangan orang kaya, non-muslim, dan generasi Z untuk mencari ketenangan melalui spiritualitas keislaman, khususnya lewat tasawuf. Ia menilai, kalangan berada dengan segala kecukupan materi ternyata tetap dihantui kehampaan batin.
“Mereka butuh sesuatu yang lebih dalam dari sekedar harta. Di titik itulah spiritualitas Islam hadir sebagai jawaban,” ujarnya.
H Ali menyebutkan, fenomena serupa juga dialami oleh non-muslim yang mulai tertarik pada nilai-nilai universal tasawuf: cinta, kedamaian, dan penyucian hati.
“Tasawuf itu bahasa kemanusiaan. Siapa pun bisa merasakan getaran rahmatnya, bahkan tanpa terlebih dahulu masuk Islam,” lanjutnya.
Sementara itu, generasi Z mencari spiritualitas yang lebih autentik di tengah kejenuhan digital dan tekanan media sosial. Mereka tidak hanya butuh quotes inspiratif, tetapi pengalaman langsung yang menenangkan jiwa.
“Tasawuf menawarkan zikir, doa, dan wirid yang tidak hanya ritual, tapi juga terapi jiwa,” terang Dr. Ali.
H Ali mengingatkan adanya risiko komodifikasi spiritualitas jika fenomena ini hanya dijadikan tren gaya hidup tanpa kedalaman makna. Karena itu, JATMAN sebagai organisasi Thariqah Mu‘tabarah memiliki tanggung jawab besar untuk memberi bimbingan otentik
“JATMAN perlu hadir sebagai jembatan: menjaga sanad, membuka ruang inklusif, mengemas tasawuf secara kontekstual untuk Gen Z, serta memberi pendampingan nyata bagi siapa pun yang haus akan ketenangan,” tegasnya.
Menurut H Ali, fenomena ini adalah peluang besar berdakwah sufistik di era modern. “Tugas kita bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi menghadirkan spiritualitas Islam yang relevan dengan zaman,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pengurus Syu’biyyah JATMAN Jawa Barat yang meliputi wilayah Indramayu, Depok, Majalengka, Cirebon, Kuningan dan Kota Bandung.
Adapun untuk Kepengurusan JATMAN Kabupaten Indramayu masa khidmat 2025-2030;
KH.Muhadi Mu’alim
Sebagai Ketua Rois,
Tito Warcito Sebagai
Sekretaris, KH.Farid ASR
WADAHR Sebagai
Mudir, H.Zaeni Arseno
Sihabudin Sebagai
Bendahara.
Melalui momentum ini diharapkan para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, semangat kebersamaan, serta Istiqomah dalam berkhidmat kepada Umat, semoga kepengurusan Syu’ biyyah JATMAN Jawa Barat mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat Ukhuwah, memperluas Dakwah dan meneguhkan tarekat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.(Taryam).
Editor: Abdul Gani
