Bagian Kesatu.
Oleh: Suhaeli Nawawi, Pembina YWI.
Rekayasa Genetik Buah: Antara Kemampuan Ilmuwan dan Batasan Ciptaan.
Pendahuluan.
INDRAMAYU — Kemajuan bioteknologi dan rekayasa genetik telah membawa perubahan signifikan dalam bidang pertanian dan hortikultura. Buah-buahan yang kita konsumsi hari ini tidak hanya hasil dari seleksi alami, tetapi juga pemuliaan konvensional dan intervensi teknologi modern. Dengan rekayasa genetik, manusia berusaha mengubah rasa buah, meningkatkan ketahanan terhadap hama, menghasilkan buah tanpa biji, hingga memperpanjang masa simpan. Namun, terlepas dari capaian yang luar biasa, ada batasan fundamental yang tidak bisa dilampaui, karena hakikat kehidupan dan hukum dasar biologis adalah ketetapan Allah Swt.
Pendekatan Rekayasa Genetik pada Buah
1.Rekayasa Genetik Langsung (Transgenik)
Gen dari organisme lain (bakteri, jamur, tumbuhan) dimasukkan ke DNA tumbuhan target.
Contoh: jagung Bt (tahan hama) dengan gen Bacillus thuringiensis; tomat transgenik yang lebih tahan busuk.[^1]
2.CRISPR-Cas9 (Gene Editing Presisi)
Teknologi “gunting genetik” yang memungkinkan perubahan DNA dengan sangat presisi.
Contoh: menghilangkan gen penyebab rasa pahit, atau menonaktifkan gen pembentuk biji.[^2]
3.Mutasi Terarah & Seleksi
Induksi mutasi dengan radiasi atau bahan kimia, lalu memilih tanaman dengan sifat unggul.
Contoh: padi dan gandum hasil mutasi yang lebih tahan penyakit.
4.Silangan Konvensional + Marker Assisted Breeding
Persilangan varietas dengan sifat berbeda, dibantu penanda DNA untuk melacak gen target.
Contoh: semangka tanpa biji dari persilangan tetraploid × diploid.
5.RNA Interference (RNAi)
Teknik “membisukan” gen tertentu.
Contoh: apel hasil RNAi yang tidak cepat menjadi cokelat saat dipotong.
Apa yang Dapat dan Tidak Dapat Dilakukan Ilmuwan
Hal yang Dapat Dilakukan
▪︎ Mengubah rasa buah dengan memodifikasi jalur metabolisme gula, asam organik, dan senyawa aroma.
▪︎ Membuat tanaman anti hama dengan menambahkan gen ketahanan dari mikroorganisme.
▪︎ Menghasilkan buah tanpa biji melalui hibridisasi atau gene editing.
▪︎ Meningkatkan ketahanan buah terhadap pembusukan, jamur, dan bakteri.
▪︎ Mengatur ukuran dan warna buah dengan mengedit gen pigmen (misalnya antosianin).
Hal yang Tidak Dapat Dilakukan
▪︎ Menciptakan hukum dasar kehidupan: DNA universal (kode genetik triplet) bukan hasil rekayasa manusia.
▪︎ Menciptakan sel hidup murni dari nol: hingga kini semua eksperimen biologi sintetis bergantung pada sistem alami.
▪︎ Mengubah sifat dasar buah: manisnya mangga, aroma durian, atau asamnya jeruk adalah hasil interaksi kompleks yang tidak bisa diciptakan ulang sepenuhnya.
▪︎ Menciptakan energi kehidupan (ruh): unsur kehidupan sejati tetap misteri di luar jangkauan manusia.
Perspektif Al-Qur’an
Al-Qur’an menegaskan bahwa keberagaman rasa, bentuk, dan warna buah adalah tanda kekuasaan Allah:
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama; Kami melebihkan sebagian tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. ar-Ra‘d [13]:4)
Ayat ini menunjukkan bahwa manusia hanya mampu mengolah sistem yang sudah ada. Variasi buah lahir dari ketentuan Allah, sementara ilmu pengetahuan hanya berperan mengatur dan memanfaatkan potensi tersebut.
Kesimpulan
Rekayasa genetik membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas buah, mulai dari rasa, ketahanan hama, hingga ketersediaan buah tanpa biji. Namun, keterbatasan tetap ada: manusia hanya bisa menjadi pengolah ciptaan, bukan pencipta hakikat kehidupan. Dengan demikian, ilmu rekayasa genetik seharusnya ditempatkan dalam kerangka etika dan kesadaran bahwa hukum dasar kehidupan tetap berada di bawah kendali Allah Swt.
Catatan Kaki
[^1]: James, C. “Global Status of Commercialized Biotech/GM Crops.” ISAAA Briefs, 2016.
[^2]: Zhang, Y., et al. “Genome Editing of Fruit Size Genes in Tomato Using CRISPR-Cas9.” Plant Biotechnology Journal, 2020.
BERSAMBUNG

