INDRAMAYU — PERTANYAAN
Terdapat kasus viral, dokter gigi diancam dibunuh. Pelaku yang ancam bunuh dokter gigi di ditangkap dan jadi tersangka. Selain kasus tersebut, ada juga kasus seorang gitaris band dari Indonesia yang menjadi korban pengancaman. Gitaris band diancam injak leher oleh orang tak dikenal.
Lantas, apa hukuman apabila terjadi pengancaman (berniat menyakiti/membunuh orang yang diancam) bagi si pengancam, walaupun belum terjadi dilakukan?
Dan bagaimana jika ancamannya dilakukan secara online, melalui medsos?
Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga diberikan wawasan, kecerdasan, dan ilmu yang bisa berguna bagi orang lain. Aamiin..
Dapoonk – Juragan Pelem
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum Pidana】
ᴾᵉⁿᵍᵃⁿᶜᵃᵐᵃⁿ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ᵖʳᵒˢᵉˢ, ᶜᵃʳᵃ, ᵃᵗᵃᵘ ᵖᵉʳᵇᵘᵃᵗᵃⁿ ᵐᵉⁿᵍᵃⁿᶜᵃᵐ ʸᵃⁱᵗᵘ ᵐᵉⁿʸᵃᵗᵃᵏᵃⁿ ᵐᵃᵏˢᵘᵈ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ˢᵉˢᵘᵃᵗᵘ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉʳᵘᵍⁱᵏᵃⁿ, ᵐᵉⁿʸᵘˡⁱᵗᵏᵃⁿ, ᵐᵉⁿʸᵘˢᵃʰᵏᵃⁿ, ᵃᵗᵃᵘ ᵐᵉⁿᶜᵉˡᵃᵏᵃᵏᵃⁿ ᵖⁱʰᵃᵏ ˡᵃⁱⁿ.
ᴮᵉʳᵏᵃⁱᵗᵃⁿ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᵖᵉʳᵗᵃⁿʸᵃᵃⁿ ᴬⁿᵈᵃ, ᵈⁱ ᴵⁿᵈᵒⁿᵉˢⁱᵃ, ᵖᵉⁿᵍᵃᵗᵘʳᵃⁿ ᵐᵉⁿᵍᵉⁿᵃⁱ ᵃⁿᶜᵃᵐᵃⁿ ᵖᵉᵐᵇᵘⁿᵘʰᵃⁿ ᵈⁱᵃᵗᵘʳ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴷᵁᴴᴾ ˡᵃᵐᵃ ᵈᵃⁿ ᵁᵁ ¹/²⁰²³. ᴺᵃᵐᵘⁿ, ʲⁱᵏᵃ ᵃⁿᶜᵃᵐᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵐᵉˡᵃˡᵘⁱ ᵐᵉᵈⁱᵃ ᵉˡᵉᵏᵗʳᵒⁿⁱᵏ, ᵖᵉˡᵃᵏᵘ ᵖᵉⁿᵍᵃⁿᶜᵃᵐᵃⁿ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱᵏᵉⁿᵃᵏᵃⁿ ᵖⁱᵈᵃⁿᵃ ᵇᵉʳᵈᵃˢᵃʳᵏᵃⁿ ᵁᵁ ᴵᵀᴱ ᵈᵃⁿ ᵖᵉʳᵘᵇᵃʰᵃⁿⁿʸᵃ.
ᴸᵃⁿᵗᵃˢ, ᵃᵖᵃ ʲᵉʳᵃᵗ ʰᵘᵏᵘᵐ ᵇᵃᵍⁱ ᵖᵉˡᵃᵏᵘ ᵖᵉⁿᵍᵃⁿᶜᵃᵐᵃⁿ ᵖᵉᵐᵇᵘⁿᵘʰᵃⁿ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Definisi Pengancaman
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, sebaiknya kita kenali terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pengancaman. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengancaman adalah p͟͟r͟͟o͟͟s͟͟e͟͟s͟͟, c͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, a͟t͟a͟u͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟n͟͟c͟͟a͟͟m͟͟. Adapun, yang dimaksud dengan mengancam adalah m͟e͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ m͟a͟k͟s͟u͟d͟ (n͟͟i͟͟a͟͟t͟͟, r͟͟e͟͟n͟͟c͟͟a͟͟n͟͟a͟͟) u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟s͟u͟a͟t͟u͟ y͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟r͟͟u͟͟g͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟y͟͟u͟͟l͟͟i͟͟t͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟y͟͟u͟͟s͟͟a͟͟h͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟c͟e͟l͟a͟k͟a͟k͟a͟n͟ p͟i͟h͟a͟k͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟.
Pasal Pengancaman Pembunuhan dalam KUHP
Pada dasarnya, di Indonesia pengaturan mengenai ancaman pembunuhan diatur dalam Pasal 336 KUHP lama [¹] yang masih berlaku pada saat artikel ini diterbitkan dan KUHP baru yaitu Pasal 449 UU 1/2023 yang mulai berlaku 3 tahun terhitung sejak tanggal diundangkan,[²] yakni pada tahun 2026.
Sebagai informasi, baik dalam KUHP lama dan UU 1/2023, tindak pidana pengancaman pembunuhan termasuk dalam k͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ k͟e͟m͟e͟r͟d͟e͟k͟a͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟r͟a͟m͟p͟a͟s͟a͟n͟ k͟e͟m͟e͟r͟d͟e͟k͟a͟a͟n͟ o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, sebagai berikut:
Pasal 336 KUHP
- Diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan, barang siapa mengancam dengan kekerasan terhadap orang atau barang secara terang-terangan dengan tenaga bersama, dengan suatu kejahatan yang menimbulkan bahaya umum bagi keamanan orang atau barang, dengan perkosaan atau perbuatan yang melanggar kehormatan kesusilaan, dengan sesuatu kejahatan terhadap nyawa, dengan penganiayaan berat atau dengan pembakaran.
- Bilamana ancaman dilakukan secara tertulis dan dengan syarat tertentu, maka dikenakan pidana penjara paling lama 5 tahun.
Pasal 449 UU 1/2023
- Dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta[³], setiap orang yang mengancam dengan:
a. kekerasan secara
terang terangan
dengan tenaga
bersama yang
dilakukan terhadap
orang atau
barang;
b. suatu tindak pidana
yang
mengakibatkan
bahaya bagi
keamanan umum
terhadap orang
atau barang;
c. perkosaan atau
dengan perbuatan
cabul;
d. suatu tindak
pidana terhadap
nyawa orang;
e. penganiayaan
berat; atau
f. pembakaran.
- Jika ancaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (dilakukan secara tertulis dan dengan syarat tertentu,* dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta.[⁴]
Dengan memperhatikan rumusan Pasal 336 ayat (1) KUHP, u͟n͟s͟u͟r͟-u͟n͟s͟u͟r͟ p͟a͟s͟a͟l͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟:[⁵]
- barang siapa;
- mengancam dengan kekerasan di muka umum dengan memakai kekuatan bersama-sama kepada orang atau barang;
- dengan sesuatu kejahatan yang mendatangkan bahaya umum bagi keamanan orang atau barang;
- dengan memaksa atau dengan perbuatan yang melanggar kesopanan (perkosaan atau perbuatan yang melanggar kehormatan kesusilaan);
- dengan suatu kejahatan terhadap jiwa orang;
- dengan penganiayaan berat atau dengan pembakaran.
Kemudian berdasarkan Penjelasan Pasal 449 ayat (1) UU 1/2023, tindak pidana dalam ketentuan ini diklasifikasikan sebagai t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟m͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟y͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟ p͟e͟r͟a͟m͟p͟a͟s͟a͟n͟ k͟͟͟e͟͟͟m͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟d͟͟͟e͟͟͟k͟͟͟a͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟. Pemerasan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan melalui berbagai bentuk ancaman.
Menjawab pertanyaan Anda, baik pelaku yang ancam bunuh dokter gigi, maupun pelaku yang ancam injak leher gitaris band, kami asumsikan bahwa p͟e͟l͟a͟k͟u͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟n͟c͟a͟m͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟p͟u͟n͟ k͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ n͟y͟a͟w͟a͟ d͟a͟n͟ p͟e͟n͟g͟a͟n͟i͟a͟y͟a͟a͟n͟ b͟͟e͟͟r͟͟a͟͟t͟͟. J͟i͟k͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ u͟n͟s͟u͟r͟-u͟n͟s͟u͟r͟ d͟i͟ a͟͟t͟͟a͟͟s͟͟, m͟a͟k͟a͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ b͟e͟r͟p͟o͟t͟e͟n͟s͟i͟ d͟i͟h͟u͟k͟u͟m͟ berdasarkan Pasal 336 ayat (1) KUHP atau Pasal 449 ayat (1) huruf d dan e UU 1/2023.
Pasal Pengancaman dalam UU ITE
Lebih lanjut, jika ancaman tersebut dilakukan melalui media elektronik, pelaku pengancaman dapat dikenakan pidana berdasarkan UU ITE dan perubahannya. Berdasarkan Pasal 29 UU ITE, tindakan dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi a͟n͟c͟a͟m͟a͟n͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟a͟k͟u͟t͟-n͟a͟k͟u͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟t͟u͟j͟u͟k͟a͟n͟ s͟͟e͟͟c͟͟a͟͟r͟͟a͟͟ p͟r͟i͟b͟a͟d͟i͟ merupakan perbuatan yang dilarang.
Kemudian, setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 29 UU ITE berpotensi dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta, sebagaimana diatur dalam Pasal 45B UU 19/2016. Sebagai informasi, ketentuan ini termasuk juga di dalamnya perundungan di dunia siber (cyber bullying) yang mengandung unsur ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dan mengakibatkan kekerasan fisik, psikis, dan/atau kerugian materiil.[⁶]
Lebih lanjut, terhadap pengancaman yang dilakukan melalui media elektronik, dapat diterapkan asas atau doktrin lex specialis derogat legi generali, yang artinya h͟u͟k͟u͟m͟ k͟h͟u͟s͟u͟s͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟i͟n͟g͟k͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ u͟͟͟m͟͟͟u͟͟͟m͟͟͟.[⁷] Dalam kasus hukum pidana, terdapat tindak pidana umum yang d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ K͟͟U͟͟H͟͟P͟͟, dan tindak pidana khusus yang p͟e͟n͟g͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ H͟u͟k͟u͟m͟n͟y͟a͟ b͟e͟r͟a͟d͟a͟ d͟i͟ l͟u͟a͟r͟ K͟͟U͟͟H͟͟P͟͟.
Menyambung kasus hukum yang Anda tanyakan, jika pengancaman pembunuhan/penganiayaan dilakukan melalui media elektronik, maka berlaku UU ITE dan perubahannya. Sebab, P͟a͟s͟a͟l͟ 29 U͟U͟ I͟T͟E͟ j͟o͟. P͟a͟s͟a͟l͟ 45B͟ 19/2026 m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ k͟a͟r͟a͟k͟t͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟k͟ u͟n͟s͟u͟r͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ s͟p͟e͟s͟i͟f͟i͟k͟ d͟i͟b͟a͟n͟d͟i͟n͟g͟k͟a͟n͟ P͟a͟s͟a͟l͟ 449 U͟U͟ 1/2023.
Walau demikian, dalam praktiknya penyidik dapat mengenakan pasal berlapis terhadap suatu tindak pidana yang memenuhi unsur-unsur pengancaman sebagaimana diatur dalam KUHP dan UU 1/2023, serta UU ITE dan perubahannya. Artinya, j͟i͟k͟a͟ u͟n͟s͟u͟r͟-u͟n͟s͟u͟r͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟n͟y͟a͟ t͟͟e͟͟r͟͟p͟͟e͟͟n͟͟u͟͟h͟͟i͟͟, p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ p͟a͟s͟a͟l͟-p͟a͟s͟a͟l͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Artikel ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Pasal untuk Menjerat Pelaku Pengancaman yang dibuat oleh Kartika Febryanti dan Diana Kusumasari dan pertama kali dipublikasikan pada Sabtu, 14 Januari 2012, kemudian dimutakhirkan pertama kali oleh Abi Jam’an Kurnia, S.H. pada Kamis, 16 Agustus 2018. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Pasal untuk Menjerat Pelaku Pengancaman Pembunuhan, pada tanggal 25 Oktober 2023. Dan diteruskan oleh ubklawyers, pada tanggal 17 Agustus 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
