INDRAMAYU — Hujan yang turun mengguyur Kabupaten Indramayu dalam sepekan ini telah membangkitkan semangat bagi para petani untuk segera menggarap lahan sawah. Upaya persemaian hingga kegiatan proses tanam (tandur) telah dilakukan sejak awal Agustus kemarin, meski sempat diwarnai kekhawatiran akan adanya ancaman kekeringan namun bersamaan dengan adanya hujan beberapa hari terakhir ini telah meyakinkan para petani bila musim tanam gadu atau sadon dinilai ama.
“Kalau meski tergelong kemarau memang agak aneh terbilang anomali alam”, hulu pun ada hujan ya syukurlah bahkan debit ada kenaikan yang langsung dimanfaatkan petani musim tanam gadu atau sadon. Tutur Wardani (43) petani blok dongkak.
Hitungannya sih musim sadon tapi dirasa musim hujan, he he ya berkah aja kalau ada hujan,” tuturnya.
Sungai Cimanuk debitnya belakangan naik, di bedung karet bangkir ada limpahan air dilepas ke arah muara. tu pertanda bahwa kami telah siap melakukan proses tanam sadon, mudah-mudahan dengan turunnya hujan ini menjadi pertanda bahwa jaminan ketersediaan air akan mencukupi selama proses musim tanam”, tutur warnadi (54) petani asal Desa Sukasari Kecamatan Lohbener.
Ia dan petani lainnya tampak mulai turun untuk memberikan pupuk kedua pada musim tanam kali ini, proses penjernihan air dilakukan dengan memompa sumber air yang ada di sekitar wilayah sungai.
“Kita tanam sejak awal Agustus sehingga kondisinya saat ini sudah memasuki minggu ketiga, dan pertanda harus dilakukan proses pemupukan kedua,” tuturnya.
Lebih dari 473 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut saat ini memasuki proses tanam, kondisi yang sama juga terjadi sejumlah desa di wilayah kecamatan arahan dan Cantigi. Meski tergolong spekulasi tanam namun petani yakin bila musim tanam kali ini sudah dianggap aman karena hujan akan mulai turun di sejumlah wilayah.
“Alhamdulillah hujan sudah turun meski tidak terlalu deras setidaknya ini menunjukkan bahwa pertanda musim hujan sudah akan berlangsung sehingga kita tidak mengkhawatirkan adanya kesulitan air pada pengairan sawah,” jelas Kadma ( 37) petani asal Desa Pranggong Kecamatan Arahan.
Upaya proses tanam tidak hanya mengolah lahan sawah untuk dipersiapkan sebagai wilayah persemaian namun juga upaya pengendalian hama serta pupuk yang harus terjamin. Petani sangat berharap bila pemerintah memberikan jaminan akan ketersediaan pupuk dan obat-obatan sehingga usaha pertanian di wilayah sentra padi pantura indramayu ini mampu memproduksi hasil yang maksimal.
“petani di sini semangat tinggal bagaimana pemerintah menyediakan pupuk dan obat-obatan yang murah dan terjangkau serta bisa mengendalikan adanya hama tanaman agar hasil produksi pertanian bisa lebih baik,” pungkasnya. (Joe)
Editor: Abdul Gani
